Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Collaborative Governance in Heritage Preservation Kolaborasi dalam Pelestarian Warisan Budaya Nazaruddin Nazaruddin; Ahmad Yani; Muslem Muslem; Maryam Maryam; Aiyub Aiyub; Muryali Muryali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian situs sejarah menghadapi tantangan besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK) Malaysia, dan Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH) di Aceh Utara bertujuan memperkuat pelestarian warisan budaya Kerajaan Samudra Pasai melalui pendekatan collaborative governance. Metode yang digunakan meliputi koordinasi antarlebaga, gotong royong membersihkan makam Sultan Malikussaleh, konservasi artefak, serta pembacaan inskripsi nisan. Mahasiswa dari kedua universitas berperan aktif dalam kegiatan edukatif dan kultural, termasuk tinggal bersama keluarga angkat untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. Hasilnya, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antarnegara, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya, serta memperkuat diplomasi budaya. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, masyarakat, dan lembaga pelestarian dalam keberlanjutan pelestarian budaya, serta memberikan contoh konkret penerapan collaborative governance dalam pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.
Laporan Kasus: Pasien Perempuan 39 Tahun dengan Thypoid Fever dan Dengue Fever Juandi Rizki Ilhami; Nazaruddin Nazaruddin
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i2.2256

Abstract

Typhoid fever is a febrile illness that commonly occurs in urban areas with poor sanitation. It is usually caused by the consumption of untreated water and contaminated food. Because the S. typhi bacterium can survive in water for days, contamination of surface water—such as wastewater, freshwater, and groundwater—serves as the primary cause of typhoid fever. The patient presented to the Emergency Department of Cut Meutia General Hospital with complaints of high fever for approximately 4 days prior to admission, which had worsened over the past 2 days. The fever fluctuated and was accompanied by chills. It worsened at night and was not influenced by weather or temperature. These symptoms were accompanied by vomiting every time the patient tried to eat, nausea, abdominal pain, headache, and weakness. The patient reported vomiting the contents of their meal every time they ate, leading to a loss of appetite. These symptoms began when the patient first developed a fever. The patient also experienced abdominal pain. Spontaneous bleeding was denied. On physical examination, the patient appeared weak but was alert and oriented. On neck examination, palpable enlargement of the thyroid glands was found on the right and left sides of the neck, measuring 2x2 cm, mobile, and soft. On abdominal examination, increased bowel sounds were noted. Vital signs were normal except for the patient’s febrile temperature. Laboratory tests revealed a Tubex blood test result of scale 4 and a positive dengue IgG serology result.
Peningkatan Konsentrasi Belajar Santri Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu Nasruddin Nasruddin; M. Nazaruddin; Khusrizal Khusrizal; Yusra Yusra; Baidhawi Baidhawi; Muhammad Afzalul Zikri; Muhammad Chairuddin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pendidikan agama Islam adalah membentuk individu muslim yang beriman, bertakwa, dan mampu mengamalkan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu diajak untuk mencintai Al-Quran dan menjadi sumber petunjuk dan panduan hidup. Pengajian yang diikuti oleh anak-anak seyogyanya menyenangkan dengan konsentrasi yang baik, yaitu dengan menciptakan suasana yang ramah dan nyaman. Untuk mendapatkan hal tersebut, kondisi balai pengajian diharapkan memiliki kelayakan dan kecukupan sarana yang baik, sehingga akan menciptakan suasana belajar tenang dan anak-anak penuh konsentrasi. Adanya ruang yang memadai dan terpisah proses belajar mengajar dari berbagai kelompok umur pengajian lainnya adalah hal ideal yang diharapkan anak-anak. Satu ruang belajar yang dipergunakan untuk semua kelompok umur menciptakan ketidaknyamanan bagi santri dan guru. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar sehingga meningkatkan konsentrasi santri di Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu. Pelaksanaan pengabdian dimulai dengan sosialisai kegiatan, perencanaan dan pelaksanaan pengabdian yaitu membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar yang telah digagas oleh masyarakat sebelumnya. Hasil capaian yang diperoleh adanya kelanjutan dan peningkatan penyelesaian pembangunan ruang kelas. Pada tahap pengabdian ini ruang yang dibantu pembangunannnya belum bisa dipergunakan oleh santri dan diperlukan kelanjutan pembangunan tahap selanjutnya dengan bantuan dana dari para donatur/masyarakat hingga pembangunannya selesai, dan pada akhirnya akan meningkatkan konsentrasi para santri dalam belajar.
Pengaruh Daerah Pengambilan Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta L.) Dan Volume Starter Ragi Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Produk Bioetanol Aufa Inayatillah1; Rd. Selvy Handayani; Khaidir Khaidir; Muhammad Nazaruddin; Nelly Fridayanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit singkong memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol karena kandungan selulosanya mencapai 80–85%. Namun, pemanfaatan limbah ini belum optimal meski produktivitasnya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah asal limbah dan volume starter ragi (Saccharomyces cerevisiae) terbaik dalam proses produksi bioetanol. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: asal limbah (Paya Gaboh dan Saree) serta volume starter ragi (250 mL, 350 mL, dan 450 mL). Proses produksi meliputi empat tahapan, yaitu pretreatment, hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Parameter pengujian mencakup rendemen, densitas, viskositas, kadar bioetanol, dan titik kabut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah asal limbah berpengaruh nyata terhadap densitas produk, dengan kualitas terbaik berasal dari daerah Saree (L2). Volume starter ragi berpengaruh terhadap rendemen dan densitas, di mana volume 250 mL (S1) memberikan hasil paling optimal. Terdapat interaksi antara daerah asal limbah dan volume starter ragi terhadap densitas bioetanol. Kombinasi perlakuan terbaik ditemukan pada interaksi limbah asal Saree dengan volume starter 250 mL (L2S1). Kesimpulannya, perbedaan karakteristik nutrisi pada daerah asal dan optimasi volume ragi sangat menentukan efisiensi serta kualitas konversi limbah kulit singkong menjadi bioetanol.
Pengaruh Jenis Media Tanam Dengan Penambahan Pupuk Npk Dan Eco-Enzyme Terhadap Pertumbuhan Microgreen Beberapa Jenis Sayuran Dimas Pratama; Rosnina Rosnina; Septiarini Zuliati; Muhammad Nazaruddin; Zurrahmi Wirda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microgreens merupakan sayuran muda yang dipanen pada usia 7–14 hari setelah tanam dan memiliki densitas nutrisi serta antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan sayuran dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan karakteristik morfologi berbagai jenis microgreens pada variasi media tanam. Eksperimen dilaksanakan di Aceh Utara pada Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (cocopeat tunggal; campuran arang sekam dan ecoenzyme; serta campuran kompos dan NPK), sedangkan faktor kedua adalah jenis sayuran (kangkung, bayam, sawi, dan pakcoy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cocopeat memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, panjang akar, dan berat segar. Kangkung mencatatkan pertumbuhan tinggi dan panjang akar terbaik, sementara bayam menghasilkan berat segar dan berat akar tertinggi. Secara khusus, interaksi antara cocopeat dan kangkung memberikan hasil optimal pada pertumbuhan vegetatif, sedangkan kombinasi media kompos-NPK dengan bayam memicu biomassa berat segar maksimal. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas produksi microgreens sangat bergantung pada kesesuaian antara jenis komoditas dan karakteristik media tanam yang digunakan
Implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) dalam Mitigasi Perubahan Iklim di Gampong Uteunkot Kota Lhokseumawe Dinda Puspita Sari Hsb; Ferizaldi Ferizaldi; Nazaruddin Nazaruddin; Aiyub Aiyub; Mauludi Mauludi; Risna Dewi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ns4ecb29

Abstract

Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan kebijakan pemerintah yang mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ProKlim di Gampong Uteunkot, Kota Lhokseumawe, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn sebagai kerangka analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe, pemerintah Gampong, Kelompok Tani Dara Manis, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ProKlim dilaksanakan melalui kegiatan adaptasi berupa ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan kebun desa, pembuatan plang jalur evakuasi bencana, pengendalian banjir, dan pengendalian penyakit. Kegiatan mitigasi dilakukan melalui pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos. Keberlanjutan program didukung oleh Kelompok Tani Dara Manis serta kolaborasi pemerintah Gampong, Dinas Lingkungan Hidup, akademisi, dan LSM. Implementasi ProKlim belum optimal karena terkendala keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, transisi pemerintahan Gampong, koordinasi dan monitoring yang belum berkelanjutan, serta kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang rawan banjir. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan ProKlim memerlukan penguatan kelembagaan, sumber daya, koordinasi, dan pendampingan masyarakat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program.
Pengawasan Aktivitas Limbah Cair Pertambangan Emas di PT. Agincourt Resources Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan Falah Hayati Naz Lubis; Muklir Muklir; Lisa Iryani; Muryali Muryali; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ssk3tm13

Abstract

Pengawasan pemerintah terhadap pengelolaan limbah cair pertambangan emas menjadi penting untuk memastikan kegiatan industri tetap memenuhi ketentuan lingkungan dan melindungi masyarakat di sekitar kawasan tambang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap limbah cair PT. Agincourt Resources, mekanisme pengawasan langsung dan tidak langsung, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori pengawasan George R. Terry, tipologi pengawasan Sondang P. Siagian, dan Collaborative Environmental Governance Ansell dan Gash. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap lima informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan telah dilaksanakan melalui inspeksi lapangan, pengambilan sampel, evaluasi laporan laboratorium, dan pemantauan dokumen lingkungan. Secara teknis, limbah cair memenuhi baku mutu, tetapi masih ditemukan persoalan penurunan debit Sungai Aek Pahu, sedimentasi Sungai Tortornadi, serta keluhan masyarakat terkait air sumur. Efektivitas pengawasan terhambat oleh kondisi geografis, cuaca, dan keterbatasan kewenangan daerah. Penguatan kolaborasi dan pemantauan lingkungan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
Implementasi Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Mengatasi Bencana Banjir di Kecamatan Medan Marelan Widya Fatimah; Teuku Alfiady; Sufi Sufi; Nur Hafni; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z4vzbg06

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia, dan Kecamatan Medan Marelan Kota Medan menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak akibat kondisi topografi yang rendah, dilalui beberapa sungai, serta pertumbuhan permukiman yang pesat dan kurang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dalam mengatasi bencana banjir di Kecamatan Medan Marelan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi petugas BPBD, aparat kecamatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat terdampak banjir, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (2014) berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan mengacu pada kerangka teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD telah melaksanakan tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2018, berupa sosialisasi dan edukasi, pemantauan, evakuasi, serta penyaluran bantuan, namun banjir masih terus berulang karena keterbatasan personel dan peralatan ketika banjir terjadi serentak di beberapa wilayah, penyampaian informasi program yang belum merata, kondisi drainase yang belum memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Faktor pendukung meliputi kejelasan standar dan sasaran kebijakan, koordinasi yang baik antara BPBD dengan kecamatan, kelurahan, dan instansi teknis, kesiapsiagaan serta kemampuan petugas, dan ketersediaan sarana evakuasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan logistik BPBD, perluasan jangkauan komunikasi program, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar penanggulangan banjir di Kecamatan Medan Marelan berjalan lebih efektif.