Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Discovering the communicative functions of cybertextual contexts in digital media environments: A sociosemiotic multimodal perspective R. Kunjana Rahardi; Faizal Risdianto; Budi Purnomo; Ita Fitriana; Mezia Kemala Sari; Dian Rianita; Jumanto
Studies in English Language and Education Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v13i2.1101

Abstract

Context plays a crucial role in language use, as it shapes the meaning of text interaction or communication. The exploration of the conceptualization of contexts in contemporary language studies, including cybertextual contexts, has long been debated among linguists. With the emergence of computer-mediated communication, social identity cues within cybertextual contexts have become an important area of inquiry. This research examined cyberpragmatics by analyzing textual environments through a socio-semiotic multimodal lens. Drawing on Leech’s perspective on general pragmatics, the notion of ‘context’ acquires a broader dimension, encompassing the circumstances surrounding digital interactions beyond the immediate social environment. This study employed online observation, expert-based selection, verification, classification, and interpretation to discover the communicative functions of the cybertextual contexts in the digital media environment. Based on a socio-semiotic multimodal analysis of six multimodality cybertextual contexts data, the findings identified six functions of cybertextual contexts: (1) providing background for intent delivery, (2) affirming intent delivery, (3) illustrating intent delivery, (4) shaping intent interpretation, (5) complementing intent conveyance, and (6) describing intent and meaning. Theoretically, this research highlighted the roles of visual, spatial, gestural, and aural contexts within cyberpragmatics. Empirically, this research illustrates the relationship between language and context in digital environments to uncover the evolving nature of communication in cyberspace.
A Case Study of the Use of Wikipedia among English Department Students of Andalas University Hanafi, Hanafi; Rianita, Dian
JET ADI BUANA Vol 6 No 02 (2021): Volume 6 Number 02 October 2021
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jet.v6.n02.2021.4506

Abstract

This article reports an investigation of university students’ use of online Wikipedia site in writing their assignment or research report. Data were collected through a survey questionnaire and interview. First of all, a survey questionnaire was distributed among the learners (n=70) identifying their computer and internet literacy, frequency, strategy, and future orientation of using Wikipedia for their writing assignments or essays. Then, interviews with some lecturers (N=8) revealed teachers’ lack of awareness and agreement of Wikipedia in academic writing, partially due to the absence of Departmental policy. As the results, despite being already informed of the encyclopedia’s academic unreliability, Indonesian EFL informants in this study were proven to be familiar with computer and capable of using internet and incorporating Wikipedia materials when writing their essays at Andalas University. The data also indicated that students had improved their techniques of using the Wikipedia from copying-and-pasting to editing and paraphrasing. Half of them did not cross check Wikipedia article’s citations and references. Therefore, students’ awareness of the ease of Wikipedia may have encouraged them to consciously plagiarize in addition to the absence of their lecturers’ awareness upon this issue.
Climate Change Communication Strategies On Social Media: A Case Study Of Youth Activist Environmental Campaigns Zulfikar Arahman; Dian Rianita; Suroso Suroso; Razia Khan
Journal of Humanities Research Sustainability Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jhrs.v2i4.2546

Abstract

Background. The proliferation of social media has fundamentally reshaped public discourse, creating powerful new arenas for climate change communication. Youth activists, in particular, have adeptly leveraged these platforms to mobilize global environmental campaigns, bypassing traditional media gatekeepers. This research addresses the need to understand the specific communication strategies employed by these digital-native activists to engage audiences and drive collective action. Purpose. This study aims to identify and analyze the primary communication strategies used by youth-led environmental campaigns on social media platforms. Method. Adopting a qualitative case study approach, this research conducts a content analysis of social media posts from prominent youth activist campaigns across Instagram, X (formerly Twitter), and TikTok. The analysis focuses on message framing, narrative techniques, visual elements, and calls to action. Results. The findings reveal a multi-faceted communication strategy that combines strong emotional appeals and personal storytelling with the simplification and visualization of complex scientific data. Furthermore, a consistent and clear call to action, often linked to specific policy demands or lifestyle changes, is a central component of these campaigns. Conclusion. This study concludes that the effectiveness of youth-led climate campaigns on social media lies in their ability to create a relatable, urgent, and empowering narrative that fosters a sense of shared identity and collective efficacy among their followers.
Edukasi Perundungan Siber Melalui Permainan Peran di Kalangan Pelajar SMA Negeri 2 Minas Kabupaten Siak Rianita, Dian; Husna, Khuriyatul; Yandra, Alexsander; Ramadhan Arfi, Ridho; Suratmi, Suratmi; Sihombing, Alentina
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.926

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang perundungan siber (cyberbullying) kepada siswa dan siswi di SMA Negeri 2 Minas Kabupaten Siak.  Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk menekan kasus-kasus perundungan media sosial (Cyberbullying) yang akhir-akhir ini semakin meningkat di kalangan remaja. Dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan bermain peran, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada siswa dan siswi di sekolah tersebut. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan contoh-contoh bentuk cyberbullying dan bagaimana cara mengatasinya. Hal ini perlu dilakukan mengingat pada saat observasi awal ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memahami tentang perundungan siber, bentuk dan dampaknya. Sebagai hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, siswa-siswi SMAN 2 Minas dapat lebih memahami bahaya perundungan siber dan dapat menghindarinya dengan cara yang tepat. Peningkatan pengetahuan ini diketahui dari hasil penyebaran google form pada akhir kegiatan PKM. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi sekolah untuk melakukan upaya berkesinambungan terkait pencegahan perundungan siber.
Representasi Eksploitasi Anak dalam Media Massa dan Kebijakan Perlindungan Anak di Indonesia: Analisis Wacana Kritis Ridho Mahesa; Dian Rianita; Khuriyatul Husna
Jurnal Niara Vol. 19 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/6rx5xq30

Abstract

Eksploitasi anak merupakan persoalan sosial yang semakin kompleks di era digital, terutama melalui media sosial, platform daring, dan komersialisasi identitas anak dalam ruang publik digital. Fenomena ini hadir dalam bentuk eksploitasi ekonomi dan seksual, dan berkembang ke ranah digital melalui konten daring, perekrutan melalui media sosial, hingga komersialisasi anak dalam ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi eksploitasi anak dalam media massa daring serta konstruksi perlindungan anak dalam kebijakan publik di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis (CDA) Norman Fairclough yang menekankan analisis pada dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data penelitian diperoleh melalui purposive sampling terhadap lima judul berita eksploitasi anak pada media daring Kompas.com untuk periode Juli - Desember 2025 dan dalam kaitannya dengan dokumen kebijakan berupa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi wacana, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa cenderung merepresentasikan eksploitasi anak melalui narasi kriminalitas, moralitas, dan sensasionalisme digital. Anak dikonstruksikan sebagai korban pasif dan rentan, sedangkan pelaku direpresentasikan sebagai aktor kriminal individual tanpa menampilkan akar struktural seperti kemiskinan, patriarki, dan kapitalisme digital. Pada sisi kebijakan, negara direpresentasikan sebagai aktor dominan dalam perlindungan anak melalui pendekatan hukum dan kontrol sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian CDA dengan menghubungkan representasi media, relasi kuasa, dan implementasi kebijakan perlindungan anak dalam konteks ruang publik digital.
Pelaksanaan Program Bantuan Keagamaan Di Biro Kesejahteraan Rakyat (KESRA) Provinsi Riau Agus Risna Saputra; Dian Rianita
Jurnal Niara Vol. 19 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/h03gvk68

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Hibah Keagamaan yang dikelola oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Riau berdasarkan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas program dan merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan tata kelola hibah. Metodologi Penelitian menggunakan Studi kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam dengan para pejabat, staf, dan organisasi keagamaan Kesra, ditambah observasi dan analisis dokumen. Analisis mengikuti model Miles dan Huberman, menggunakan kerangka kerja Edwards III, prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik, dan perspektif Manajemen Publik Baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program tersebut telah diimplementasikan sesuai dengan prosedur formal, tetapi masih menghadapi empat kendala utama yang membatasi efektivitasnya: komunikasi publik yang tidak memadai, keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, potensi pengaruh non-teknis dalam pengambilan keputusan, dan struktur birokrasi yang kompleks yang melibatkan banyak lembaga. Kondisi-kondisi ini menghambat pencapaian transparansi, akuntabilitas, kesetaraan, dan efektivitas dalam tata kelola hibah. Kualitas pelaksanaan Program Hibah Keagamaan di Biro Kesra Provinsi Riau perlu ditingkatkan melalui penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan koordinasi antarlembaga, optimalisasi sistem e-grant terintegrasi, dan peningkatan mekanisme pengungkapan informasi publik serta pemantauan untuk mewujudkan program hibah yang lebih responsif, adil, dan berorientasi pada hasil. Studi ini memberikan kontribusi praktis terhadap evaluasi Biro Kesra mengenai pelaksanaan program hibah berdasarkan prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik dan memperkaya literatur administrasi publik tentang tata kelola hibah sosial keagamaan