Claim Missing Document
Check
Articles

MENGKREASI PERSONAL IMAGE GAMERS Haya, Alfatiana Fadia; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis memilih judul <Mengkreasi Personal Image untuk Gamers=, dikarenakanpenulis  tertarik  untuk  mempresentasikan  sosok  gamers  dengan  suatu  karyadesain gambar digital yang dipresentasikan dalam media kaus, mug, serta gantungan kunci, yang pada akhirnya penulis rumuskan menjadi judul penelitian. Tujuan penulis menulis laporan ini  adalah  untuk  memperlihatkan  atau  mempresentasikan  bagaimana  sosok  seorang gamers  dalam  suatu  karakter,  serta mematahkan  stereotip  dari masyarakat mengenai sosok  gamers,  dimana  sosok  gamers  itu  hanya  merupakan  sosok  laki-laki.  Penulis menggunakan  metode  penelitian  studi  pustaka  (study  research)  studi  ini  dilakukan dengan cara melihat dan mencari literature yang sudah ada untuk memperoleh data yang berhubungan dengan analisis pada penulisan tugas akhir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mempresentasikan  sosok  gamer  girl  dengan  suatu  karya  desain  gambar  digital yang  dipresentasikan dalam media  kaus,  dan  gantungan  kunci, untuk memperlihatkan bagaimana sosok gamer girl.Kata kunci: stereotip, gamer.
EKSPLORASI LIMBAH FASHION DALAM PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI EKSPRESI Alkautsar, Muhammad Ashiil Rizki; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakaian merupakan  salah  satu kebutuhan dasar manusia yang dengan  fungsi utama  untuk melindungi  tubuh  manusia.  Namun  seiring  berkembangnya  zaman  dan teknologi, berpakaian bukan hanya sebagai pelindung tubuh, namun  juga sebagai gaya hidup  (fashion) manusia untuk mengungkapkan ekspresi, status sosial, dan kualitas diri seseorang (Chaney, 2004). Karena pakaian sudah menjadi bagian dari gaya hidup, muncul industri fast fashion untuk memenuhi kebutuhan berpakaian. Namun, terdapat dampak negatif  dari  adanya  industri  fast  fashion  seperti menciptakan  perilaku  konsumtif  dan harga  murah  membuat  orang  ingin  terus  membeli  pakaian.  Selain  itu,  fast  fashion berdampak  buruk  bagi  lingkungan  karena  bahan  dan  pewarna  tekstil  yang  digunakan memiliki kualitas rendah dan tidak tahan lama, hal tersebut memicu banyaknya pakaian yang dibuang begitu saja dan menjadikannya limbah fashion. Dilansir dari zerowaste.id, dampak buruk yang ditimbulkan dari industri limbah fashion menyebabkan pencemaran air dan beresiko terhadap kesehatan manusia. Untuk merespon permasalahan tersebut dengan tujuan untuk memberi pesan terhadap masyarakat untuk peduli dan bijak dalam berpakaian. penulis menjadikan fotografi sebagai medium yang sesuai untuk dieksplorasi dan mengangkat  isu  tersebut.  Penulis  akan menggunakan  limbah  fashion  untuk  objek dalam penciptaan karya fotografi.  Kata kunci: limbah fashion, karya fotografi, fotografi ekspresi 
EKSPLORASI WARNA EARTHTONE DALAM PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI OUTFIT Putra, Ivan Guritno; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia tidak bisa terlepaskan dari hubungannya dengan sesama manusia dan makhluk lainnya, Sebagai contoh manusia Ketika lahir kedunia yaitu bisa dibilang kita ini membutuhkan  pelukan  keluarga,  lalu  dirawat  dengan  layak  dan  tidak  bisa melakukan sendiri.  Hidup  dan  mati  adalah  hakikat  manusia.  Setiap  orang  yang  hidup  pasti mengalami  kematian.  Kematian  dianggap  menakutkan  dan  orang  kerap  tidak  siap menerimanya.  Warna Earth Tone merupakan gabungan dari beberapa warna <bumi=seperti  hijau,  coklat,  biru,  dan  warna  senada  lainnya.  Dalam  warna  Earth  Tone  ini membahas Warna Earth Tone ini menggambarkan manusia yang berasal dari tanah dan akan  kembali  lagi  ke  tanah.  Lalu  membahas  tentang  outfit  warna  Earth  Tone  yang dipakai  oleh  Keluarga Milenial  untuk menciptakan  karya  fotografi  dan  Warna  adalah teori  pengetahuan  umum  yang  sangat  bermanfaat  apabila  kalau  kita  pelajari  dalam aspek  apa  pun.  Karena  warna  juga  jadi  salah  satu  objek  yang  paling  disukai  bagi masyarakat.  Salah  satu  pemfokusan  dan  kebutuhan  alami  semua  komponen  benda bahwa kehadirannya serta-merta terasa. Dengan begitu, dalam belajar sendiri sebaiknya tidak lagi dipermasalahkan. Mempelajari akan memecahkan beraneka ragam lingkungan baru dalam metode kreatif. Fotografi adalah salah satu sarana yang bisa dipakai untuk memberikan  kegunaan/ide  kepada  masyarakat.  Fotografi  membentuk  sebuah  sarana yang bisa dipakai untuk mengabadikan suatu momen atau kejadian yang berarti. Outfit adalah sesuatu yang digunakan untuk menutupi tubuh pada umumnya.Kata Kunci : warna earth tone, manusia, hidup, kematian,  fotografi,  o u t f i t 
MEREDAM RASA INSECURITY DALAM KARYA POTRAIT FOTOGRAFI BERJUDUL CANTIK TIDAK HANYA DARI FISIK Perdana, Ahmad Zakhi Danang; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insecure is a feeling of insecurity where an individual feels insecure and anxious about something. At  this  time people often mention  the word  insecure when  they  see  someone  more  beautiful  than  themselves.  everyone  who  has feelings of insecurity can vary. The causes of insecurity can come from events that cause trauma, past experiences, social conditions, to the surrounding environment. Insecurity  is a condition that should not be ignored, because  it can be related to the condition of the body as a whole, it can even reduce a person's quality of life. Therefore,  the author would  like  to convey  in  the work of  the  Final Project  that beauty is not only from the physical in the form of the work. Therefore, the author made a work entitled "Reduce the feeling of insecurity in potrait photography work entitled Beauty, Not Only  From the  Physical".  The purpose of making  this  Final Project is to visualize the insecurity of a woman through the media of photography. The end result is that the author will make a photo album that aims to relieve the insecurity of any woman who reads and sees the work of this Final Project. Keywords: insecurity, beauty, photography, woman, album photo
PENGKARYAAN FOTOGRAFI ACTION FIGURE PERUSAHAAN MAINAN DI SAMARINDA Putra, Muhammad Bayu Eka; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran  secara digital menjadi sebuah  aspek yang  sangat menguntungkan dalam penjualan produk yang di pasarkan secara bebas dan dengan perizinan yang tepat. Media  informasi  seperti  sosial media, menjadi  sebuah  tempat  yang  sangat  baik untuk pemasaran produk secara digital, salah satunya fotografi produk mainan. Metode yang digunakan  dalam  penelitian  dan  pembuatan  karya  TA  ini  adalah  pengumpulan  data melalui kuisioner. Populasi pada penilitian  ini adalah sejumlah masyarakat umum atau secara  acak yang di berikan sebuah pertanyaan dan pernyataan  yang memiliki sebuah hubungan yang erat antaran konsumen terhadap sejumlah pemasaran digital melaui foto produk  yang menjawab  apakah  foto  produk  yang  akan  di  hasilkan memiliki  pengaruh besar terhadap ketertarikan konsumen untuk membeli sejumlah produk mainan tersebut. Sebanyak  95,5%  masyarakat  berpendapat  bahwa  karya  fotografi  mainan  yang dilampirkan didalam form tersebut cukup memiliki unsur-unsur maupul elemen-elemen yang memenuhi baik atau buruknya hasil fotografi mainan yang diambil.Kata kunci: digital komersil, fotografi mainan, industri kreatif indonesia
PRODUKSI PERFORMANCE ART VIDEO TEMARAM BERDASARKAN KARAKTER MITOLOGI LILITH Amalia, Varajuba Suci; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem patriarki adalah sistem yang menempatkan posisi laki-laki lebih tinggi dari posisi perempuan. Sistem patriarki dapat berdampak buruk terhadap satu atau beberapa pihak karena kesetimpangan yang terjadi. Meski begitu, sistem ini telah mengakar sejak zaman dahulu, salah satunya melalui cerita mitologi tentang karakter Lilith. Oleh karena itu, diperlukan adanya media komunikasi massa yang menunjukkan dampak negatif dari sistem  patriarki. Media  yang  dipilih  adalah  performance  art  video. Dari  latar belakang tersebut, dirumuskan permasalahan yang ingin diangkat yaitu bagaimana cerita mitologi Lilith dalam catatan The Alphabet of Ben Sira dan bagaimana proses produksi performance art  video  yang  terinspirasi  dari mitologi  Lilith.  Laporan  tugas  akhir  ini  disusun  dengan tujuan untuk mengetahui cerita mitologi Lilith dalam catatan The Alphabet of Ben Sira dan mengetahui proses produksi sebuah performance art  video. Bentuk pengkaryaan tugas akhir ini adalah performance art video karena video merupakan bentuk komunikasi yang popular untuk menyampaikan sebuah pesan. Metode yang dilakukan dalam pengkaryaan ini meliputi berbagai tahapan seperti pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Hasil dari  pengkaryaan  ini  diharapkan  dapat menggambarkan  dampak  negatif  yang  terjadi akibat sistem patriarki.Kata kunci: mitologi, patriarki, performance, produksi, video
PROSES PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI EKSPRESI HUMAN DENGAN PENDEKATAN TEKNIK MULTIPLE EXPOSURE Fadhilla, Alya; Endriawan, Didit; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan  Karya  Tugas  Akhir  ini  Fotografi  ini  untuk  menghasilkan  suatu  foto dengan  hasil  yang  bagus,  diperlukan  juga  fotografer  yang  cerdas  dan  kreatif  dalam mengekspresikan  suatu  karya  dalam  visual,  baik  dalam  segi  teknik  kamera  maupun wacana  dalam  proses  penciptaan  karya.  Hasil  karya  fotografi  ini  memiliki  sebuah gambaran  visual  dengan makna  konotatif  dan  denotatif  yang  tidak  dapat  dipisahkan. Dalam ekspresi  secara  langsung mewujudkan sebuah  rasa melalui karya menggunakan teknik multiple exposure. Sebuah karya fotografi yang dihasilkan memiliki makna dalam bentuk kepedulian fotografer terhadap ungkapan rasa dalam proses penciptaan karya. Dalam  proses  penciptaan  ini  yang  sudah  dijelaskan  dalam  judul,  penulis  mencoba representasikan  sebuah  gambaran  ekspresi  emosional melalui  gambar  visual  yang  di satukan dalam satu fotografi. Untuk memahami karya ini, penulis menganalisis sebuah warna dengan sisi positif dan negatif untuk membuat penikmat karya lebih memahami isi dalam sebuah foto tersebut.  Kata Kunci: Fotografi, Multiple Exposure, Ekspresi, Kesehatan Mental, Warna. 
REPRESENTASI EMOSI KESEDIHAN PEREMPUAN DALAM KARYA FOTOGRAFI EKSPRESI Nabilah, Siti Nurul; Endriawan, Didit; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan  memiliki  banyak  cara  dalam  mengekspresikan  jati  dirinya. mengekspresikan  emosi  dan  kesedihan  banyak  cara  yang  dapat  dilakukan  oleh  setiap individu, salah satunya yaitu mengungkapkan perasaan sedih dan emosi melalui ekspresi wajah yang ditunjukkan.  Seiring perkembangan waktu  kini mengekspresikan diri dapat diimplementasikan  dalam  berbagai  media,  salah  satunya  mengekspresikannya  dalam fotografi  ekspresi.  Berdasarkan  dengan  pengalaman  penulis  tentang  bagaimana mengekpresikan emosi dan kesedihan secara visual melalui karya fotografi dapat menjadi sebuah  identitas diri dalam berkarya. Adapun hal yang penulis sampaikan dalam Tugas Akhir ini adalah mewakili tentang perilaku seorang perempuan yang ingin melampiaskan perasaannya  karena  memendam  emosi  serta  kesedihannya  sendiri,  karena  tidak mendapat dukungan dari  lingkungan sekitarnya. Maka dari  itu penulis membuat  karya yang berjudul <Representasi Emosi Dan Kesedihan Perempuan Dalam Karya FotografiEkspresi=. Adapun hasil karya ini dapat menyampaikan pesan dan cerita melalui fotografi ekspresi ini dari penulis berdasarkan pengalaman dari kehidupan sehari-hari. Media yang digunakan  dalam  penciptaan  karya  adalah  fotografi  ekspresi. Adapun  pemilihan  genre serta fungsi ini sangat tepat dalam fotografi ekspresi karena fotografi ekspresi ini sebagai media  ungkapan  perasaan  dan  gagasan  seorang  fotografer.  Tujuan  pembuatan  Tugas Akhir  ini  adalah  untuk  memvisualisasikan  dan  melampiaskan  perasaan  emosi  dan kesedihan perempuan yang terpendam melalui media fotografi ekspresi.  Kata kunci : Emosi, kesedihan, perempuan, Fotografi Ekspresi. 
VISUALISASI BENTUK BAYANGAN UNTUK MENGETAHUI IMAJINASI MANUSIA MELALUI SENI INSTALASI DAN PERFORMANS ART Ariyantiningsih, Aisyiyah; Endriawan, Didit; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayangan adalah sebuah bentuk pantulan dari cahaya pada benda atau objek. Jika  cahaya  mengenai  sebuah  benda  atau  objek,  maka  dapat  membentuk  pantulan berupa bayang – bayang. Suatu objek atau benda akan membentuk bayangan yang lebih besar  dari  aslinya  apabila mendekati  cahaya  Setiap  orang  yang  bernyawa  dan  setiap benda pasti memiliki sebuah bayangan yang terlihat. Kebiasaan penulis melihat sebuah bayangan suatu benda atau melihat bayangan yang merepresentasikan bentuk bayangan tersebut memiliki bentuk lain dari objek. Penulis ingin mengetahui bagaimana kepekaan manusia  terhadap  bayangan  yang  ada  disekitarnya  dan  bagaimana  manusia  dapat berimajinasi dengan sebuah bayangan. Penulis membuat sebuah karya dengan membuat bayangan  bersama  dengan  orang  –  orang  yang  melihat  karyanya  dengan  kreatifitas penulis.  Menciptakan  sebuah  ruangan  yang  memiliki  tinggi  dan  lebar  sesuai  dengan ukuran manusia untuk membuat bayangan, dengan meletakkan cahaya didalam ruangan akan menampakkan bentuk bayangan yang dibuat oleh audien. Ruangan tersebut dibuat dengan warna putih sehingga menghasilkan bayangan tampak lebih jelas. Hasil dari karya ini berupa instalasi yang memiliki ruang untuk membuat sebuah bentuk bayangan yang di buat dengan aturan seni performans art.  Kata Kunci: bayangan, imajinasi, seni instalasi.
VISUALISASI DEPRESI MELALUI TEKNIK DOUBLE EKSPOSURE DAN SLOW SHUTTERSPEED DALAM KARYA FOTOGRAFI ARCHIVE OF FEELINGS Hernandi, Wira Adhistira; Endriawan, Didit; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emosi  adalah  sesuatu  yang  secara mutlak  berada  pada manusia,  tanpa  ada alasan setiap manusia harus saling menghargai tentang perasaan yang dirasakan manusia lainnya.  Karya  bertajuk  Archive  Of  Feelings  ini  akan  mengangkat  sebuah  gangguan emosional yang dialami oleh individu yaitu Depresi, dan memiliki tingkatannya tersendiri. Melalui karya ini, penulis ingin menggambarkan bagaimana perasaan yang dialami pada individu tersebut namun tidak bisa di ungkapkan juga diceritakan. Pada isu yang diangkat akan  berfokus  pada  tingkatan  terendah  yaitu  stres.  Selain  dari media  penggambaran terhadap  perasaan  individu  yang  mengalami  gangguan  emosional  tersebut,  dengan adanya karya ini juga sebagai perwakilan dari cerita penulis itu sendiri. Penulis berharap bahwa karya Archive of Feelings dapat memberikan pengetahuan lebih terhadap sekitar dalam  gangguan  emosional  ini  serta  meningkatkan  toleransi  dan  menghargai  atas perasaan individu lainnya. Berbagai perasaan stres tersebut akan divisualisasikan dengan menggunakan media fotografi dengan teknik Double eksposure dan Slow Shutterspeed.Kata-kata Kunci: emosi, archive of feelings, fotografi, depresi.
Co-Authors Adrian Permana Zen Agus Maolana Hidayat Akbar, Muhammad Rafid Delma Alghifari, Muhammad Raihan Alifia, Aura Diffa Fata Alkautsar, Muhammad Ashiil Rizki Amalia Prameisti, Yusi Amalia, Shalvinna Amalia, Varajuba Suci Apriani, Destia Aqsha, Daffa Muhammad Ariyantiningsih, Aisyiyah Arvi, Rivano Asep Sufyan Muhakik Aufa, Syauqi Yahya Azizah, Alya Nur Azwar, Azwin Carlos Siagian, Fransiscus Cucu Retno Yuningsih Donny Trihandono Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Dyah Perwitasari Edwin Buyung Syarif Fadhilla, Alya Fathana, Nur Iman Febriana, Sheva Pahlevi Febriyanti, Siti Annisa Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Amira Fitran, Muhammad Raihan Ganjar Gumilar Haniif, Raden Ajeng Aszhaafira Farrassayu Harrie Lutfie Haya, Alfatiana Fadia Hernandi, Wira Adhistira Huriyah, Hanin Iqbal Prabawa Wiguna Ircham Kamal, Rahma Zahara Kamal, Rizkia Nurfaiza Kusumanugraha, Sigit Leni Cahyani Lussy, Restu Ayuningtiyas Madjiid, Syahjidan Husien Malik, Yuhendra Maulidya, Zahra Muhammad Firdaus Muliandini, Rizkia Raihana Nabilah, Siti Nurul Nazori, Futrawan Nellyaningsih Nugraha, Farhan Nurmiladiah, Syahda Yaqiq Perdana, Ahmad Zakhi Danang Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila Pratama, Febrian Aggy Putra, Ivan Guritno Putra, Muhammad Bayu Eka Qorinsyah Rachmawati, Ranti Rahmadani, Devi Fadlika Wulan Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ramadhan, Axel Ridzky Ramadhani, Avisha Ersya Ramandiaz, Azmi Rifaldi Ranti Rachmawanti Rizqillah, Aprillayalia Aghnia Rosa Anggraeni, Rosa Salamah, Nadia Afifatus Samhana, Betari Sampurno Wibowo Sari, Nesthi Rasika Setiawan, Rheza Putra Situmorang, Eka Christian Soni Sadono Sukarso, Dwie Alfhyandy Tampaty, Shaddam Alfi Teddy Ageng Maulana Tedjasukmana, Zerlinda Andini Tistian, Erda Zen Tri Haryotedjo Vega Giri Rohadiat Wicaksana, Rama Satria Zulfahmi, Hafidh Zaky Wahyu