Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI INFERIORITY COMPLEX DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL THE DANCER Ramadhani, Avisha Ersya; Endriawan, Didit; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini mengangkat konsep tentang salah satu jenis penyakit mental yaitu Inferiority Complex yang merupakan salah satu penyakit mental yang menyebabkan hilangnya rasa percaya diri secara ekstrem pada seseorang. pada karya ini pengkarya membawakan konsep permasalahan berdasarkan pengalaman personal sehingga konsep ini akan di bawakan dalam suatu narasi perjalanan seorang karakter yang memiliki permasalahan yang sama seperti pengkarya dari kemunculannya permasalahan mental tersebut hingga tahap penyembuhan diri dengan metode self-acceptance. Konsep ini diwujudkan dalam medium film eksperimental yang menampilkan pertunjukan tarian kontemporer dengan menggabungkan berbagai aspek artistik dan simbolik untuk menggambarkan permasalahan dari inferiority complex. Tujuan dari karya ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya Kesehatan mental dan membantu orang-orang dengan kondisi mental serupa untuk mengenali permasalahan diri mereka. diharapkan karya ini dapat membawa manfaat sebagai tahap penyembuhan diri dari berbagai permasalahan mental yang dialami orang lain. Kata Kunci: film eksperimental, penyakit mental, inferiority complex
VISUALISASI KARYA FOTO BERJUDUL Setiawan, Rheza Putra; Sadono, Soni; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fotografi merupakan salah satu seni yang berkembang dan meluas secara pesat. Kemanapun kita bepergian, kita pasti menjumpai fotografi, entah itu untuk keperluan dokumentasi, komersil, atau pengkaryaan. Salah satu bidang fotografi yang saat ini sedang berkembang adalah fotografi pre-wedding. Banyak sekali foto pre-wedding dengan konsep unik setiap pasangan yang kerap ditemukan di media sosial. Salah satu konsep atau tema yang sangat menarik ialah foto pre-wedding yang bertema vintage. Konsep tersebut biasanya dieksekusi menggunakan kamera film (analog) yang dapat dengan jelas menampilkan keindahan momen tersebut dengan reproduksi warna dan gambar yang khas. Akan tetapi, penulis merasa bahwa hal tersebut masih terlalu mainstream. Maka selaku pekerja di bidang tersebut, penulis menjadi terinspirasi untuk menciptakan suatu konsep baru yang akan menggunakan manekin sebagai ganti dari subjek utama foto pre-wedding, yakni manusia. Dengan menggunakan manekin, penulis berharap bahwa dapat tercipta suatu segmen baru di dalam industri foto pre-wedding guna mendongkrak karir penulis dan juga sebagai inspirasi bagi fotografer lain di bidang yang sama. Kata kunci: fotografi, pre-wedding, film.
VISUALISASI ROKOK SEBAGAI PELARIAN DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL Qorinsyah; Endriawan, Didit; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok telah menjadi sumber kontroversi selama puluhan tahun karena dampak negatifnya terhadap kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Indonesia termasuk dalam lima negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak di dunia, dengan mayoritas perokok berusia antara 20 hingga 64 tahun. Fenomena yang sering kali menjadi alasan para perokok aktif di Indonesia adalah keyakinan bahwa rokok dapat meredakan stres, salah satunya yang diakibatkan oleh tekanan pekerjaan. Rokok dianggap sebagai solusi sementara dan pelarian dari beban pekerjaan yang sulit diatasi. Namun, jika kebiasaan ini terus berlanjut dalam jangka panjang, rokok bukanlah solusi; justru, rokok akan menciptakan masalah baru. Para perokok aktif telah terikat secara fisik dan psikologis dengan rokok, hingga mereka tidak punya pilihan selain terus merokok karena kecanduan. Melalui media film eksperimental, penulis akan menghadirkan visualisasi rokok sebagai bentuk pelarian, khususnya pada usia produktif, yaitu 20 hingga 30 tahun, dan mengeksplorasi ketergantungan mereka terhadap rokok yang awalnya hanya dianggap sebagai pelarian. Penulis menggunakan film eksperimental sebagai media, dengan eksplorasi mise-en-scËne dan audio, yang mencerminkan ekspresi personal penulis. Kata Kunci: rokok, pelarian, film eksperimental
Praktek Latihan Kreativitas Menggambar Untuk Remaja Karang Taruna Komplek Bumi Pasundan – Arcamanik Kota Bandung dengan Metode Bahasa Rupa Haryotedjo, Tri; Endriawan, Didit; Trihanondo, Donny; Maulana, Teddy Ageng
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v13i1.4501

Abstract

This drawing activity aims to improve the drawing skills of Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan - Arcamanik Complex, Bandung City, through training based on the Visual Language Method. Visual Language is a method that prioritizes visual understanding as an effective means of communication in fine arts, so that participants can develop creativity and drawing skills in a systematic and structured manner. This activity was designed by a lecturer in Creative Industries, Telkom University, who has competence in the fields of art and design. The method used in this activity consists of theory and practice sessions that cover the basics of drawing, exploration of shape and color, and the application of Visual Language principles in visual works. In addition, participants are also encouraged to understand visual elements such as lines, planes, textures, and composition to improve the quality of their work. A participatory approach is applied in this training, where participants are actively involved in discussions and drawing exercises based on personal experiences and their surroundings. With this activity, it is hoped that Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan-Arcamanik Complex will be more motivated to continue developing their drawing skills and utilizing them in various fields, such as illustration, graphic design, or other creative arts. This creative activity is also expected to become a model for similar training in other communities, to encourage the development of local arts and culture.
Penciptaan Karya Hope And Sadness Melalui Pendekatan Street Photography Dengan Teknik Grid Pratama, Febrian Aggy; Endriawan, Didit; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya tugas akhir dengan judul <Proses Penciptaan Karya Hope and SadnessMelalui Pendekatan Street Photography dengan Teknik Grid= yang bertujuan sebagaikritik tentang maraknya kasus anak-anak yang putus sekolah dan harus meminta-minta dijalan, bahkan terkadang bisa menimbulkan kemacetan dan kekerasan di jalan. Latarbelakang penulis mengambil tema ini adalah berkat tingginya angka perceraian diIndonesia kemudian bukan tak mungkin, anak-anak mereka sendiri yang menjadi korbandan terlantar. Karya ini akan berbentuk foto kehidupan para pejuang kecil yang sedangmengais rezeki di jalanan. Saturasi warna pada semua foto akan menggunakan hitamputih atau ekawarna (Monochrome). Karya ini akan menggunakan pendekatan atau aliranstreet photography . Teknik Grid akan menjadi suatu ikatan disetiap foto para anakjalanan dan teknik ini bisa memperkaya karya.Kata kunci: Fotografi; Grid; Anak jalananAbstract: The final task work with the tittle <The Process of Creating Hope and SadnessWorks Throught Street Photography Approach with Grid Techniques= which aims as acritics about the rise of cases of children who drop out of school and have to beg on theroad, sometimes it can even cause congestion and violence on the road. The backgroundof the author taking this theme is because of the high divorce rate in Indonesia the it is notimpossible, their own children are victimized and abandoned. This work will take the formof photos of the lives of small warriors who are scavenging for sustenance in the streets.Color saturation on all photos will use black and white or ekawarna (Monochrome). Thiswork will use an approach or flow of the street photography. The Grid technique will be abond in every photo of street children and this technique can enrich the work.Keywords: Photography; Grid; Street children
Penciptaan Video Art Dengan Pendekatan Teknik Sinematografi Dalam Karya Membaik Salamah, Nadia Afifatus; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tugas Akhir yang berjudul <Membaik= ini menceritakan mengenai kesehatanmental seseorang yang mengalami stres terhadap permasalahan kehidupannya. Namun,dengan menghadirkan alam yang mampu untuk mengurangi perasaan tersebut dapatmenjadi metode dalam karya ini. Latar belakang terbentuknya tema ini berdasarkan daripengalaman penulis dalam kehidupannya, dan melalui pengalaman tersebut dapattersalurkan melalui karya dalam membatu permasalahan orang lain. Tujuan dalampenciptaan karya adalah untuk membantu orang-orang dalam mengontrolemosionalnya dengan berbagai elemen yang ada pada alam. Penelitian ini membahasmengenai, bagaimana memvisualkan alam sebagai metode terapi stres seseorang, dapatmelalui musik dan suara alam di dalamnya. Karya ini di ciptakan dengan jenis video artyang menggabungkan pendekatan unsur sinematografi di dalamnya. Hasil dari karya inimenunjukkan bahwa melalui alam manusia dapat memotivasi terhadap dirinya sendiridan melalui musik dan suara-suara alam yang disuguhkan alam dapat menenangkan hatidan pikiran mereka. Dengan menjadikan alam sebagai metode terapi seseorang makatingkat stres yang dialami dapat menurun secara perlahan, hal tersebut mampu dirasakan melalui karya video art <Membaik= ini. Manfaat yang dirasakan dapatmemberikan motivasi hidup kepada orang lain.Kata kunci: Stres, Terapi, Sinematografi, Video ArtAbstract: This Final Project, entitled <Membaik=, talks about the mental health of aperson who is experiencing stress due to the problems of his life. However, by presentingnature that can reduce these feelings can be a method in this work. The background ofthe formation of this theme is based on the author's experience in his life, and throughthis experience it can be channeled through his work in helping other people's problems.The purpose of creating works is to help people control their emotions with variouselements that exist in nature. This study discusses how to visualize nature as a method oftreating one's stress, through music and the sounds of nature in it. This work was createdwith the type of video art that combines the approach of cinematographic elements in it.The results of this work show that through nature humans can motivate themselves andthrough music and nature sounds that nature can provide to calm their hearts andminds. By using nature as one's therapeutic method, the level of stress experienced candecrease slowly, this can be felt through this "Membaik" video art. The perceivedbenefits can provide motivation to live for others.Keyword: Stress, Therapy, Cinematography, Video Art
Penyutradaraan Pada Video Campaign Bernarasikan Isu Global Warming Dan Climate Change Yang Berjudul “the Edge Of The Sea” Kamal, Rizkia Nurfaiza; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tugas akhir ini merupakan sebuah karya audio visual yang berjudul "Penyutradaraan pada Video Campaign bernarasikan isu Global Warming dan Climate Change yang berjudul The Edge of The Sea". Media audio visual menggabungkan segala elemen. Maka dari itu video menjadi media yang paling efektif dalam menyampaikan kampanye atau pesan kepada masyarakat. Karya ini menunjukkan bahwa ketika manusia menganggap dirinya paling sentral dalam tata surya (antroposentris), maka demi meraup keuntungan sebesar-besarnya manusia akan dengan sewenang-wenang memperlakukan alam dan lingkungannya. Manusia ingin mengendalikan segala aspek kehidupan, tanpa memikirkan dampaknya kedepan. Industri fast fashion adalah industri yang menawarkan mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi yang serba cepat dan singkat. Berkembangnya industri fast fashion juga dipengaruhi oleh masyarakat yang konsumtif, yang mana fast fashion yang menghasilkan banyak sekali limbah tekstil dan kimia, emisi karbon, yang tidak terkendali. Hal ini memperlihatkan bahwa industri fast fashion merusak alam. Dampak kerusakan alam terbesar akibat ulah manusia yang antroposentris adalah meningkatnya suhu rata-rata di bumi atau yang disebut dengan pemanasan global dan terjadinya perubahan iklim global. Kata Kunci : Video Campaign, Antroposentris, Fast Fashion, Pemanasan Global, Perubahan Iklim ABSTRACT: The title of the final assignment is " Directing Video Campaign that main theme Global Warming and Climate Change that title The Edge of The Sea". The work is integrated all element of audiovisual media completely. It will be the most effective medium in campaign massage to targeted audience. The work reveals that since anthropocentric era, the paradigm that human as a central in the Universe, humans have manipulated their environment excessively without concerning the negative impacts for the future. The spread of fast fashion industry, including in production, distribution and consumption, produce excessive chemical and carbon emission waste. It shows that fast fashion, as impact of anthropocentric perspective, increase average temperature on the earth that engender global warming and climate Change. Key Word : Anthropocentric, Video Campaign, Environmental Exploitation, Global Warming, Climate Change
Visualisasi Puisi “rasa Dosa” Karya Subagio Sastrowardoyo Ke Dalam Karya Seni Fotografi Kamal, Rahma Zahara; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penciptaan tugas akhir ini, penulis mengalih wahanakan sebuah karya sastra yaitupuisi, ke dalam karya visual yaitu fotografi. Puisi tersebut menjadi sumber inspirasi dalampengkaryaan tugas akhir ini, yang bertajuk <Visualisasi Puisi 8Rasa Dosa9 Karya SubagioSastrowardoyo Ke Dalam Karya Seni Fotografi=. Latar belakang dari penulis mengambil konsepini karena, penulis tertarik pada bagaimana sebuah karya seni fotografi dapat di eksplorasi danjuga, mentransformasikan sebuah karya puisi menjadi bentuk karya yang berbeda, karenaseringkali puisi biasanya di transformasi menjadi bentuk seperti, karya musik (musikalisasi puisi),lukis, kaligram dan lain- lain. Seperti yang sudah dicantumkan di dalam judul karya tugas akhirini, penulis akan menggunakan sebuah karya puisi ciptaan seorang sastrawan bernama SubagioSastrowardoyo yang berjudul, <Rasa Dosa= diambil dari buku antalogi puisi bertajuk <SimfoniDua=. Untuk memahami puisi ini lebih dalam, penulis menganalisis puisi tersebut denganmengeledah makna perbaitnya menggunakan teori semantik.Kata Kunci : Visualisasi, Puisi, Seni FotografiABSTRACT: This final assignment, analyses the poem of Subagio Sastrowardoyo that title is <RasaDosa= and transfer it into a visual photography medium. That poem become the biggestinspiration of this final assignment with title <The Visualization of Poem 8Rasa Dosa9 Written bySubagio Sastrowardoyo into medium of Art Photography=. This is a new approach ininterpretation, implementation and exploration the meaning of poem or visualization of poem,comparing the other conventional methods such as interpretation of a poem become new formof art in various medium for example, musical, painting or calligram medium and etc. In term ofthis matter, I take the one of the poem from a poem anthology book called <Simfoni Dua= bySubagio Sastrowardoyo, as a subject of study. In this final assignment, I use semantic theory toanalyze the poem into more deeply meaning.Key Word : Visualization, Poem, Art Photograp
ANALISIS PERBANDINGAN NASKAH DAN STRATEGI HUMOR SITUASI KOMEDI "TETANGGA MASA GITU" DENGAN SITUASI KOMEDI "FRIENDS" Haniif, Raden Ajeng Aszhaafira Farrassayu; Endriawan, Didit; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi komedi adalah program komedi dengan pemilihan latar, cerita,pembuatan dialog, dan aktor disesuaikan dengan situasi lingkungan sehari-hari yangdiperlukan teknik-teknik khusus agar unsur komedi dapat disampaikan dengan sukses danmaksimal. Menganalisis dan membandingkan sitkom <Tetangga Masa Gitu= dengansitkom <Friends=. Aspek yang dianalisis adalah aspek naskah dengan mencakup;membandingkan dan menjelaskan persamaaan, perbedaan, dan ciri khas dari keduasitkom tersebut di 3 episode yang sama yaitu episode 1, 2, dan 3 dari season 1. Penelitianini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggambarkan suatu analisis secaranaratif dan mendalam. Mengidentifikasi poin-poin penting sesuai tema penelitian denganmenggunakan teori televisi, humor, dan komunikasi massa. Sitkom Tetangga Masa Gituterbukti lebih banyak perbedaan dengan sitkom Friends pada aspek penggunaan teknikhumor yang lebih sedikit tetapi durasi lebih panjang, gaya bahasa yang digunakan padadialog, dan pengemasan cerita. Aspek yang menjadi persamaan seperti penggunaanekspresi wajah yang menjadi unsur pendukung dalam menyampaikan pesan danmenampilkan sisi negatif sebagai lawakan. Dalam kedua sitkom ini mempunyai ciri khasyang menjadi pembeda diantara keduanya seperti di sitkom Tetangga Masa Gitu padadurasi awal di setiap episode ditampilkan perbandingan umur pernikahan dari keduatetangga. Ciri khas pada sitkom Friends adalah banyaknya dialog yang disampaikan secaratersurat.Kata kunci: ciri khas, Friends, perbedaan, persamaan, situasi komedi, Tetangga Masa Gitu.
BAD IMPACT ABOUT MASCULINITY: VISUALISASI FOTOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SLOW SHUTTER SPEED DAN LIGHT PAINTING Azwar, Azwin; Endriawan, Didit; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir Pengkaryaan ini berjudul <Bad Impact About Masculinity: Visualisasi Fotografi Dengan Menggunakan  Teknik  Slow  Shutter  Speed  Dan  Light Painting”. Pada pengkaryaan kali  ini memfokuskan pembahasan  tentang  isu maskulinitas yang beredar disekitar  kita  yang  terlebih  kepada  laki-laki.  Karya  ini  berbentuk  Fotografi  yang menggunakan  Teknik  Slow  shutter  speed  lalu  dikombinasikan  dengan  Teknik  light painting. Tujuan dari pengkaryaan kali  ini menggambarkan  tentang  stigma yang ada di masyarakat  agar  memperhatikan  bahwa  stigma  maskulinitas  yang  ada  saat  ini  bisa berdampak buruk bagi orang yang dituju akan stigma maskulinitas tersebut.Kata Kunci: maskulinitas, fotografi, light painting, slow shutter speed.
Co-Authors Adrian Permana Zen Agus Maolana Hidayat Akbar, Muhammad Rafid Delma Alghifari, Muhammad Raihan Alifia, Aura Diffa Fata Alkautsar, Muhammad Ashiil Rizki Amalia Prameisti, Yusi Amalia, Shalvinna Amalia, Varajuba Suci Apriani, Destia Aqsha, Daffa Muhammad Ariyantiningsih, Aisyiyah Arvi, Rivano Asep Sufyan Muhakik Aufa, Syauqi Yahya Azizah, Alya Nur Azwar, Azwin Carlos Siagian, Fransiscus Cucu Retno Yuningsih Donny Trihandono Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Dyah Perwitasari Edwin Buyung Syarif Fadhilla, Alya Fathana, Nur Iman Febriana, Sheva Pahlevi Febriyanti, Siti Annisa Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Amira Fitran, Muhammad Raihan Ganjar Gumilar Haniif, Raden Ajeng Aszhaafira Farrassayu Harrie Lutfie Haya, Alfatiana Fadia Hernandi, Wira Adhistira Huriyah, Hanin Iqbal Prabawa Wiguna Ircham Kamal, Rahma Zahara Kamal, Rizkia Nurfaiza Kusumanugraha, Sigit Leni Cahyani Lussy, Restu Ayuningtiyas Madjiid, Syahjidan Husien Malik, Yuhendra Maulidya, Zahra Muhammad Firdaus Muliandini, Rizkia Raihana Nabilah, Siti Nurul Nazori, Futrawan Nellyaningsih Nugraha, Farhan Nurmiladiah, Syahda Yaqiq Perdana, Ahmad Zakhi Danang Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila Pratama, Febrian Aggy Putra, Ivan Guritno Putra, Muhammad Bayu Eka Qorinsyah Rachmawati, Ranti Rahmadani, Devi Fadlika Wulan Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ramadhan, Axel Ridzky Ramadhani, Avisha Ersya Ramandiaz, Azmi Rifaldi Ranti Rachmawanti Rizqillah, Aprillayalia Aghnia Rosa Anggraeni, Rosa Salamah, Nadia Afifatus Samhana, Betari Sampurno Wibowo Sari, Nesthi Rasika Setiawan, Rheza Putra Situmorang, Eka Christian Soni Sadono Sukarso, Dwie Alfhyandy Tampaty, Shaddam Alfi Teddy Ageng Maulana Tedjasukmana, Zerlinda Andini Tistian, Erda Zen Tri Haryotedjo Vega Giri Rohadiat Wicaksana, Rama Satria Zulfahmi, Hafidh Zaky Wahyu