Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pelatihan Pembuatan Dan Penggunaan Mesin Pilin Pelepah Pisang Di Desa Pomahan Kecamatan Baureno Agus Sulistiawan; Denny Nurdiansyah
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i3.10560

Abstract

Background: Pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi menjadi merosot dan banyak pengangguran terjadi terutama di daerah pedesaan. Dampak dari pandemi ini menyebabkan penghasilan masyarakat mengalami penurunan. Namun, di wilayah Timur Bojonegoro terdapat sekelompok masyarakat yang memanfaatkan limbah pohon pisang yaitu pelepah pisang menjadi nilai ekonomis di Desa Pomahan Kecamatan Baureno. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan penggunaan mesin pilin yang telah dibuat untuk membantu mempermudah proses pilin dan pintal pelepah pisang menjadi tali agar menghemat waktu dan meningkatkan kuantitas produksi. Metode: Kelompok masyarakat pengrajin pelepah pisang Desa Pomahan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari 25 kepala keluarga. Hasil: Pelepah pisang dari hasil panen pisang biasanya menjadi sampah organik yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pelepah pisang dimanfaatkan oleh sekelompok masyarakat sebagai kerajinan tangan, seperti gedebog pluntu atau tali yang digunakan untuk kerajinan tangan yaitu tas, sandal, tempat duduk, dan kerajinan lainnya. Untuk menjadikan tali, sekelompok masyarakat ini masih menggunakan teknik manual dalam proses pilin dan pintal sehingga proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, jika pelepah pisang hanya dijual dalam bentuk uraian tanpa dipilin harga yang didapat juga murah. Hasil yang dicapai dalam pelatihan ini masyarakat desa dapat menambah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam penggunaan mesin pilin dalam proses pilin dan pintal pelepah pisang sampai menjadi tali yang meningkatkan nilai jual bagi perajin pelepah pisang di Desa Pomahan Kecamatan Baureno.
Pelatihan Pengolahan Mawar sebagai Produk Makanan di Desa Kalangan Kabupaten Bojonegoro Denny Nurdiansyah; Ririn Fauziyah; M. Ridlwan Hambali; Fadhilatun Ni’mah; Muhammad Jauharul Fawaiq
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.10780

Abstract

Background: Salah satu potensi Desa Kalangan di Kabupaten Bojonegoro adalah bunga mawar yang mana harga bunga ini kurang memberikan keuntungan bagi masyarakat karena kebutuhannya tergantung dengan adanya acara adat saja. Dengan adanya potensi tersebut, tim KKN Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) melakukan pelatihan pengolahan mawar menjadi sebuah produk makanan sehat yang bernilai ekonomi tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuanpengolahan dan manfaat makanan dari bahan baku bunga mawar untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Kalangan dengan menaikan potensi yang ada di Desa Kalangan sebagai produsen Bunga Mawar. Metode: Target yang diberikan oleh tim KKN UNUGIRI adalah Ibu-Ibu PKK dari Desa Kalangan sebanyak 35 orang. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan melalui 4 tahapan selama 2 hari yaitu penggalian pengetahuan, sosialisasi, praktik pembuatan Selai Mawar, dan evaluasi akhir. Pengambilan data dilakukan pada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan pembuatan olahan dari bunga mawar dan pemasaran produk secara e-commerce.Hasil: Hasil kegiatan yang diberikan telah menambah pengetahuan dan wawasan bagiwarga Desa terkait produk olahan bunga mawar, serta menambah pendapatan masyarakat ketika produk tersebut dijual di pameran produk desa yang diadakan di alun-alun Bojonegoro. Evaluasi pelatihan diperoleh 80% peserta mengalamipeningkatan pengetahuan dan wawasan terkait produk olahan bunga mawar. Kesimpulan: Diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan potensi bunga mawar menjadi produk olahan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi pendapatan warga Desa yang mana disarankan adanya inovasi lain seperti bibit parfum bunga mawar.
Pelatihan Pembuatan Dan Penggunaan Mesin Pilin Pelepah Pisang Di Desa Pomahan Kecamatan Baureno Agus Sulistiawan; Denny Nurdiansyah
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i3.10560

Abstract

Background: Pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi menjadi merosot dan banyak pengangguran terjadi terutama di daerah pedesaan. Dampak dari pandemi ini menyebabkan penghasilan masyarakat mengalami penurunan. Namun, di wilayah Timur Bojonegoro terdapat sekelompok masyarakat yang memanfaatkan limbah pohon pisang yaitu pelepah pisang menjadi nilai ekonomis di Desa Pomahan Kecamatan Baureno. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan penggunaan mesin pilin yang telah dibuat untuk membantu mempermudah proses pilin dan pintal pelepah pisang menjadi tali agar menghemat waktu dan meningkatkan kuantitas produksi. Metode: Kelompok masyarakat pengrajin pelepah pisang Desa Pomahan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari 25 kepala keluarga. Hasil: Pelepah pisang dari hasil panen pisang biasanya menjadi sampah organik yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pelepah pisang dimanfaatkan oleh sekelompok masyarakat sebagai kerajinan tangan, seperti gedebog pluntu atau tali yang digunakan untuk kerajinan tangan yaitu tas, sandal, tempat duduk, dan kerajinan lainnya. Untuk menjadikan tali, sekelompok masyarakat ini masih menggunakan teknik manual dalam proses pilin dan pintal sehingga proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, jika pelepah pisang hanya dijual dalam bentuk uraian tanpa dipilin harga yang didapat juga murah. Hasil yang dicapai dalam pelatihan ini masyarakat desa dapat menambah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam penggunaan mesin pilin dalam proses pilin dan pintal pelepah pisang sampai menjadi tali yang meningkatkan nilai jual bagi perajin pelepah pisang di Desa Pomahan Kecamatan Baureno.
Pelatihan Pengolahan Mawar sebagai Produk Makanan di Desa Kalangan Kabupaten Bojonegoro Denny Nurdiansyah; Ririn Fauziyah; M. Ridlwan Hambali; Fadhilatun Ni’mah; Muhammad Jauharul Fawaiq
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.10780

Abstract

Background: Salah satu potensi Desa Kalangan di Kabupaten Bojonegoro adalah bunga mawar yang mana harga bunga ini kurang memberikan keuntungan bagi masyarakat karena kebutuhannya tergantung dengan adanya acara adat saja. Dengan adanya potensi tersebut, tim KKN Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) melakukan pelatihan pengolahan mawar menjadi sebuah produk makanan sehat yang bernilai ekonomi tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuanpengolahan dan manfaat makanan dari bahan baku bunga mawar untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Kalangan dengan menaikan potensi yang ada di Desa Kalangan sebagai produsen Bunga Mawar. Metode: Target yang diberikan oleh tim KKN UNUGIRI adalah Ibu-Ibu PKK dari Desa Kalangan sebanyak 35 orang. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan melalui 4 tahapan selama 2 hari yaitu penggalian pengetahuan, sosialisasi, praktik pembuatan Selai Mawar, dan evaluasi akhir. Pengambilan data dilakukan pada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan pembuatan olahan dari bunga mawar dan pemasaran produk secara e-commerce.Hasil: Hasil kegiatan yang diberikan telah menambah pengetahuan dan wawasan bagiwarga Desa terkait produk olahan bunga mawar, serta menambah pendapatan masyarakat ketika produk tersebut dijual di pameran produk desa yang diadakan di alun-alun Bojonegoro. Evaluasi pelatihan diperoleh 80% peserta mengalamipeningkatan pengetahuan dan wawasan terkait produk olahan bunga mawar. Kesimpulan: Diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan potensi bunga mawar menjadi produk olahan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi pendapatan warga Desa yang mana disarankan adanya inovasi lain seperti bibit parfum bunga mawar.
Sosialisasi DBD berbasis Statistik Kesehatan dan Agama di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Campurejo Bojonegoro Choiri, Moh. Miftahul; Nurdiansyah, Denny; Barata, Mula Agung; Abidin, Zainul; Nasirudin, M.
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18091

Abstract

Background: The dengue prevention socialization program at Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Bojonegoro, was conducted to anticipate the spread of dengue fever during the rainy season. Factors such as population density, health promotion, and community attitudes influence dengue cases, while public knowledge has yet to show a significant impact. The program aimed to educate students on the importance of healthy living and maintaining environmental cleanliness to prevent dengue fever. Methods: The program was designed in four stages: socialization, technology implementation, mentoring and evaluation, and sustainability. The focus was on education, the use of simple tools, and enhancing the capacity of health cadres. Sustainability was ensured through integration into the boarding school’s routine agenda, active partner involvement, and collaboration with health institutions. Results: The dengue prevention socialization program at Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Bojonegoro, on November 11, 2024, utilized a Participatory Learning and Action (PLA) approach that actively engaged students. The activities included educating the students on the 4M Plus method, distributing guidebooks, and providing larvicide. The main challenge was ensuring students' consistency in implementing preventive measures, while sustainability opportunities were supported through regular monitoring. Conclusions: The dengue prevention socialization program at Pondok Pesantren Raudhatul Ulum successfully increased students' knowledge and participation through the 4M Plus method and an interactive approach, although consistent implementation of preventive measures still requires further monitoring.