Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penerapan Metode Learning Start with A Question dalam Meningkatkan Kreativitas Matematika Siswa Masdelima Azizah Sormin; Yulla Anita Siregar; Fitriani; Benny Sofyan Samosir; Wiwik Novitasari
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v6i1.66678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas matematika siswa melalui penerapan metode Learning Start with A Question (LSQ). Metode LSQ dipilih karena kemampuannya dalam merangsang rasa ingin tahu dan partisipasi aktif siswa melalui pengajuan pertanyaan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus, di mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa MTs. Muhammadiyah 29 Kota Padangsidimpuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, angket dan observasi, alat pengumpulan data yaitu lembar tes, lembar angket dan lembar observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah analisis data tes, analisis angket, analisis hasil observasi aktivitas siswa, dan analisis hasil observasi kinerja guru. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan terdapat hasil angket kreativitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata persentase sebesar 59,70% sedangkan rata-rata persentase siklus II sebesar 81,50% dengan peningkatan rata-rata persentase sebesar 21,80%. Dilihat dari hasil tes belajar matematika pada siklus I dengan persentase 70,64% sedangkan siklus II persentase sebesar 87,20% dengan peningkatan persentase sebesar 16,56%. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I rata-rata persentase sebesar 69,50% sedangkan rata-rata persentase siklus II sebesar 80,60% dengan peningkatan rata-rata persentase sebesar 11,10%. Hasil observasi kinerja guru pada siklus I rata-rata persentase sebesar 67,05% sedangkan pada siklus II rata-rata persentase sebesar 89,77% dengan peningkatan rata-rata persentase sebesar 22,72%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode LSQ efektif dalam meningkatkan kreativitas matematika siswa, terbukti dari kenaikan signifikan dari Siklus 1 ke Siklus 2. Oleh karena itu, disarankan agar guru mempertimbangkan penggunaan LSQ sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika untuk mengembangkan kreativitas siswa. 
E-MAWATIK: MAWARIS ELECTRONIC MODULE DEVELOPMENT BASED ON REALISTIC MATHEMATICS Rini Agustini; Jumaita Nopriani Lubis; Masdelima Azizah Sormin; Rina Juliana; Safran Efendi Pasaribu; Nurul Arifah Zahra
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 2 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i2.25753

Abstract

The study of mawaris (Islamic inheritance law) is often considered complex due to the involvement of precise mathematical calculations. However, conventional teaching methods tend to be less engaging and difficult to understand, especially for the younger generation who are more familiar with technology. Therefore, the development of an electronic module based on realistic mathematics, such as e-Mawamatik, becomes highly important. This module not only facilitates the understanding of mawaris concepts through an applied mathematical approach but also leverages technology to enhance students' interest and engagement. This study aims to develop an e-Mawamatik module for teaching mawaris that integrates mathematical concepts to simplify the understanding and calculation of inheritance distribution. The module is designed to help students comprehend inheritance division according to Islamic law through concrete examples and digital simulations. In addition, e-Mawamatik seeks to increase learning interest, support independent learning.. The development of e-Mawamatik adopts a research and development (R&D) method, involving the stages of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. Furthermore, the module will be tested by students and experts to ensure the accuracy of its content and the effectiveness of the learning process. Evaluation is carried out through user feedback and continuous improvement to produce an optimal module. The media expert validation score was 88.3%, language expert validation 87.5%, and material expert validation 90% and matematic realistic expert validation 87,5%, with an average score percentage categorized as very valid. The trial conducted by teachers and students of Grade XI at Madrasah Aliyah Pondok Pesantren K.H. Ahmad Dahlan Sipirok showed that respondents scored 85.10% for the needs and interest aspect, and 90.88% for the usage evaluation aspect. The average percentage score across all aspects was 88.6%, falling into the category of very valid.
PEMBUATAN ALAT PERAGA MATEMATIKA DARI LIMBAH BAHAN ALAM DI DESA SIALOGO KABUPATEN TAPANULI SELATAN Masdelima Azizah Sormin; Jumaita Nopriani Lubis; Melvariani Syari Batubara; Lia Rosliana Dalimunthe; Bima Sakti; Sakila Manullang
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5416

Abstract

Abstract: This Community Service (PKM) focuses on efforts to improve the quality of mathematics learning in Sialogo Village, South Tapanuli Regency, through the utilization of natural waste materials. The aim of this activity is to empower teachers and parents in creating affordable, creative, and contextual mathematics teaching aids by utilizing neglected local resources. The implementation method includes three main stages: (1) Identification and socialization, namely a needs survey and introduction to the concept of teaching aids from waste; (2) Training and mentoring, where participants are invited to directly design and make teaching aids such as "Fraction Boards from Areca Nut Trunks", "Counting Boards from Salak Seeds", and "Geoboards from Used Wood"; and (3) Implementation and evaluation, in the form of simulations of the use of teaching aids in the classroom and reflection discussions. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of the importance of learning media. This was proven by the creation of 15 types of innovative teaching aids that could be directly applied. The enthusiasm of teachers and parents was very high, which was marked by their commitment to continue developing and using these teaching aids. This activity not only provides practical solutions to limited learning facilities but also instills environmental values and local wisdom through waste utilization.            Keywords: Teaching Aids, Natural Waste, Mathematics, Community Empowerment, Contextual Learning. Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Desa Sialogo, Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui pemanfaatan limbah bahan alam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan guru dan orang tua dalam menciptakan alat peraga matematika yang murah, kreatif, dan kontekstual dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang terabaikan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: (1) Identifikasi dan sosialisasi, yaitu survey kebutuhan dan pengenalan konsep alat peraga dari limbah; (2) Pelatihan dan pendampingan, di mana peserta diajak secara langsung merancang dan membuat alat peraga seperti "Papan Pecahan dari Batang Pinang", "Papan Hitung dari Bijih Salak", dan "Geoboard dari Kayu Bekas"; serta (3) Implementasi dan evaluasi, berupa simulasi penggunaan alat peraga di kelas dan diskusi refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang pentingnya media pembelajaran. Terbukti dengan terciptanya 15 jenis alat peraga inovatif yang langsung dapat diaplikasikan. Antusiasme guru dan orang tua sangat tinggi, yang ditandai dengan komitmen mereka untuk terus mengembangkan dan menggunakan alat peraga tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menyediakan solusi praktis untuk keterbatasan sarana belajar tetapi juga menanamkan nilai cinta lingkungan dan kearifan lokal melalui pemanfaatan limbah.Kata kunci: Alat Peraga, Limbah Alam, Matematika, Pemberdayaan Masyarakat, Pembelajaran Kontekstual.
EFEKTIFITAS QUANTUM LEARNING BERBANTUAN ALAT PERAGA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA DI SD BINA INSANI DESA SIALOGO Masdelima Azizah Sormin; Benny Sofyan Samosir; Ainun Mardiah Lubis; Nurmaini Ginting; Rawani Indah Tanjung; Adinda Pratini Lubis
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5976

Abstract

Abstract: This research is motivated by the low understanding of mathematical concepts among students at SD Bina Insani, Sialogo Village, due to the perception that mathematics is difficult and abstract. The study aims to determine the effectiveness of the Quantum Learning model assisted by teaching aids in improving the understanding of comparison concepts among sixth-grade students. The research method uses a quantitative approach with a Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest design. The research sample consisted of 10 students randomly selected from a population of 20 students. The instrument used was a written test in the form of story problems administered before and after the treatment. Data analysis employed descriptive statistics and a paired sample t-test. The results showed an increase in the average score from 52.30 in the pretest to 78.50 in the posttest. Hypothesis testing obtained a significance value of 0.000 < 0.05, thus H? is rejected. It is concluded that Quantum Learning assisted by teaching aids is effective in improving students' understanding of mathematical concepts. This model creates an enjoyable learning experience and makes abstract concepts more concrete through direct learning experiences.   Keywords: Quantum Learning, Teaching Aids, Concept Understanding, Mathematics, Elementary School, Comparison   Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika siswa di SD Bina Insani Desa Sialogo akibat anggapan bahwa matematika sulit dan abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Quantum Learning berbantuan alat peraga dalam meningkatkan pemahaman konsep perbandingan siswa kelas VI. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa yang diambil secara acak dari populasi 20 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk soal cerita yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 52,30 pada pretest menjadi 78,50 pada posttest. Uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H? ditolak. Disimpulkan bahwa Quantum Learning berbantuan alat peraga efektif meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Model ini menciptakan pembelajaran menyenangkan dan mengkonkretkan konsep abstrak melalui pengalaman belajar langsung.   Kata Kunci: Quantum Learning, Alat Peraga, Pemahaman Konsep, Matematika, Sekolah Dasar, Perbandingan.