Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : positron

Synthesis of NaP Zeolite Based on Bauxite Red Mud Using Hydrothermal Method on Mole Ratio of SiO2/Al2O3 Variations Eviva, Nur; Shofiyani, Anis; Sayekti, Endah
POSITRON Vol 13, No 1 (2023): Vol. 13 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v13i1.60099

Abstract

Red mud is a bauxite industrial waste of reddish-brown mud with high alkalinity. Red mud has relatively high silica and alumina content, so it can be utilized as a raw material in the synthesis of zeolite. This study aims to synthesize high-purity NaP zeolite from red mud at various SiO2/Al2O3 mole ratios. The synthesis begins with neutralizing the red mud, followed by decomposition using the alkaline fusion method at a ratio of red mud:NaOH = 1:1 (w/w). The filtrate produced by the alkaline fusion was adjusted to the mole ratio of SiO2/Al2O3 = 2.0; 2.5; 3.0; and 4.0, respectively, by adding sodium silicate, followed by a hydrothermal process using an autoclave at 120oC for 16 hours. The synthesized zeolites were characterized using XRD and FTIR spectrophotometry. The XRD results showed that the zeolite produced in all variations of the SiO2/Al2O3 mole ratio studied was a type of high-purity NaP with no other zeolite crystalline phases found as impurities. The structure formed is tetragonal with a degree of crystallinity of 74.54%; 76.47%; 78.94%; 75.64%, and crystal size 80.2286; 54.3437; 37.7099 and 40.1226 nm for zeolite with SiO2/Al2O3 mole ratio 2.0; 2.5; 3.0; and 4.0, respectively. Based on the results of the study, pure NaP zeolite can be synthesized from red mud material using the hydrothermal method at the ratio of moles SiO2/Al2O3 = 2.0 – 4.0.
Sintesis dan Karakterisasi Zirkonia Tersulfatasi (ZrO2-SO4) dari Pasir Zirkon untuk Adsorpsi Ion Fosfat dalam Larutan Ratnasari, Popon; Shofiyani, Anis; Sayekti, Endah
POSITRON Vol 15, No 1 (2025): Vol. 15 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i1.92309

Abstract

Pasir zirkon dapat dihasilkan dari pemurnian pasir puya. Pasir zirkon berpotensi untuk dimanfaatkan dalam proses adsorpsi fosfat bila diproses lebih lanjut. Modifikasi zirkonium dengan penambahan sulfat ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengadsorpsi fosfat. Pembuatan zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) dilakukan melalui dua tahapan, yakni sintesis zirkonia dari pasir puya dan proses sulfatasi pada zirkonia hasil sintesis. Sintesis zirkonia dari pasir zirkon melalui proses alkali fusi, pencucian, pengeringan dan pelindian asam, serta ekstraksi partikel zirkon melalui pencampuran dengan ammonia, filtrasi, pengeringan dan kalsinasi. Proses sulfatasi melalui tahapan pencampuran zirkonia hasil sintesis dengan ammonium sulfat, pemanasan dan pencucian. Zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), dan Surface Area Analyzer (SAA). Hasil analisis FTIR menunjukkan bilangan gelombang 435,86; 477,70; dan 535,22 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur asimetris Zr-O-Zr, bilangan gelombang 1057,32; 1140,30; dan 1214,18 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur asimetris dari gugus S-O, dan vibrasi ulur simetris S=O, serta bilangan gelombang 3432,86 dan 1636,76 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur dan tekuk dari O-H. Hasil analisis XRD menunjukkan puncak serapan ZrO2-SO4 pada sudut 2θ 30,5232o; 35,2931o; 44,6259o; 50,7699o ; dan 60,5944o yang memiliki % intensitas relatif berturut-turut 100; 15,86; 14,96; 43,19; dan 22,28%. Zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) memiliki luas permukaan 167,535 m2/g, volume pori 0,20 cc/g dan diameter pori 2,39 nm. Zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) mempunyai kemampuan adsorpsi yang baik terhadap fosfat dalam larutan, dengan kapasitas sebesar 22,78 mg/g).
Sintesis Silika (SiO2) dengan Kemurnian Tinggi dari Bahan Dasar Abu Boiler Berbasis Biomassa Sawit Melalui Metode Refluks Evania, Cherllin; Shofiyani, Anis; Ardiningsih, Puji
POSITRON Vol. 16 No. 2 (2026): Vol. 16 No. 2 Edition (This issue was scheduled for publication on July 31, 20
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i2.90950

Abstract

Abu boiler merupakan limbah padat hasil dari sisa pembakaran cangkang dan serat di dalam mesin boiler pabrik kelapa sawit yang memiliki kandungan silika cukup tinggi, yaitu sebesar 12,37%. Pemanfaatan limbah abu boiler menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis merupakan langkah alternatif untuk mengatasi sifat polutan terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis silika dengan kemurnian tinggi dari abu boiler pada variasi suhu kalsinasi dan ukuran partikel. Preparasi abu boiler dilakukan dengan variasi suhu kalsinasi 500°C; 700°C; dan 900°C serta variasi ukuran partikel 80 dan 200 mesh. Sintesis silika dilakukan dengan metode refluks. Silika hasil sintesis dari setiap variasi dikarakterisasi dengan XRF, XRD, dan SEM. Rendemen tertinggi diperoleh pada suhu kalsinasi 900°C dan ukuran partikel 80 mesh, yaitu sebesar 15,32%. Suhu kalsinasi abu boiler pada suhu 500°C-900°C tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kemurnian silika, yang menunjukkan bahwa silika dengan kemurnian tinggi dapat dilakukan secara konsisten pada berbagai kondisi suhu. Berdasarkan hasil XRF, produk silika yang diperoleh mempunyai kemurnian yang tinggi dengan persen komposisi sebesar 86,98-93,73%. Hasil XRD menunjukkan bahwa silika yang diperoleh mempunyai struktur amorf. Hasil SEM menunjukkan bahwa morfologi permukaan dari silika pada setiap variasi memiliki struktur berpori dengan rata-rata ukuran pori pada rentang makropori (>50 nm). Silika dengan karakteristik makropori ini berpotensi dimanfaatkan sebagai katalis, membran filtrasi, sensor, dan rekayasa jaringan.