Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Regresi E-WOM oleh Affiliator TikTok terhadap Purchase Intention Alamii Food Michelle Augustine; Wulan Purnama Sari; Lydia Irena
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37201

Abstract

TikTok has solidified its position as a leading social media platform, boasting 184.95 million active users in Indonesia. Its TikTok Affiliate feature enables creators to promote products via videos with yellow shopping carts, generating Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) that influences consumer purchase decisions. This study employs the Theory of Reasoned Action (TRA) and Information Adoption Model (IAM) to examine how E-WOM from TikTok affiliator affects purchase intention for Alamii Food products. Using a quantitative approach, data were collected through surveys from 130 respondents exposed to affiliate content and analyzed with Partial Least Square (SmartPLS). The results demonstrate a significant positive influence of E-WOM on purchase intention (T-statistic = 26.657, p-value = 0.000), with E-WOM explaining 69.0% of the variance in purchase intention (R-Square = 0.690) and the model showing strong predictive power (Q-Square = 0.415). The findings confirm that proactive collaboration with affiliates through product seeding effectively builds E-WOM that enhances purchase intention. Therefore, businesses are advised to actively partner with TikTok affiliator to optimize their digital marketing communication strategies. TikTok telah berkembang menjadi platform media sosial terbesar kelima di dunia, dengan 184,95 juta pengguna aktif di Indonesia. Fitur TikTok Affiliate memungkinkan kreator mempromosikan produk melalui video berkeranjang kuning, membentuk Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) yang berpotensi memengaruhi minat beli audiens. Penelitian ini menggunakan Theory of Reasoned Action (TRA) dan Information Adoption Model (IAM) untuk memahami bagaimana sikap, norma subjektif, serta kualitas dan kredibilitas informasi dari E-WOM affiliator TikTok dapat memengaruhi niat beli audiens. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi sederhana diterapkan pada 130 responden yang terpapar konten affiliator, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (SmartPLS) dengan pengujian reliabilitas, validitas, R-Square, Q-Square, dan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM berpengaruh signifikan dan positif terhadap purchase intention dengan nilai T-statistic 26,657 dan p-value 0,000. Variabel E-WOM mampu menjelaskan 69,0% variasi purchase intention (R-Square = 0,690), sementara nilai Q-Square sebesar 0,415 mengindikasikan model memiliki daya prediksi kuat. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa strategi kolaborasi aktif dengan affiliator melalui product seeding efektif membangun E-WOM yang berdampak pada peningkatan minat beli. Implikasinya, pelaku usaha disarankan secara proaktif menjalin kemitraan dengan affiliator untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital.
Analisis Motif Generasi Z Bermain Game Online Roblox Shintya; Sinta Paramita; Lydia Irena
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37204

Abstract

The development of digital technology has led to the rise of various interactive entertainment platforms, including online games which continue to grow rapidly in Indonesia, such as Roblox. Roblox is an online game platform that containing multiple games and has become popular among young users, particularly Generation Z, due to its accessibility and diverse game options, serving as a medium for social interaction, brand engagement, and self-expression. This study aims to explore the motives of Generation Z in playing Roblox by using Alfred Schutz’s theory of motives, which categorize motives into because motive and in-order-to motive. Using a qualitative phenomenological study approach, data were collected through focus group discussion with six active Roblox players. The results show that because motives come from media exposure and trends, while in-order-to motives relate to social needs. This study is expected to provide valuable insight and serve as a reference for future research on online gaming motives. Perkembangan teknologi digital saat ini telah mendorong hadirnya berbagai platform hiburan yang interaktif, salah satunya adalah game online. Fenomena game online saat ini semakin berkembang pesat di Indonesia, salah satunya adalah game online Roblox. Roblox adalah salah satu platform game online yang berisikan beberapa permainan di dalamnya dan menjadi populer dikalangan pemain game online karena kemudahan dalam mengaksesnya serta beragam permainan yang tersedia. Roblox populer dikalangan pengguna muda, terutama Generasi Z dan menjadi medium untuk berinteraksi sosial, brand engagement, serta eskpresi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif Generasi Z dalam bermain Roblox dengan menggunakan teori motif Alfred Schutz yang menggolongkan motif menjadi dua, yaitu motif sebab (because motive) dan motif tujuan (in-order-to motive). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui focus group discussion dengan enam informan yang aktif bermain Roblox. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif sebab pemain muncul melalui paparan media dan tren, sedangkan motif tujuan pemain berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta menjadi referensi bagi kajian motif bermain game online ke depannya.
Pola Komunikasi Pengguna Media Sosial dalam Perilaku People Pleasing terhadap Ekspektasi Sosial Apriyani Anggraeni; Riris Loisa; Lydia Irena
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.36378

Abstract

The development of technology and social media encourages users to adjust their communication patterns to gain social acceptance, which in turn gives rise to the phenomenon of people pleasing in the digital space. This study examines the communication patterns of Instagram users in meeting social expectations, particularly through the phenomenon of people-pleasing, from the perspective of Erving Goffman's dramaturgy. Social media, especially Instagram, is used by users to project a more perfect self-image as part of impression management, while their true identities are more often displayed in private spaces. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method through in-depth interviews, observation of informants' Instagram accounts, and documentation. The results show that pressure from the social environment influences how a person communicates, selects content, edits posts, and chooses language to gain recognition from others. The phenomenon of people-pleasing emerges as a way to maintain a positive image and elicit responses from the audience through various channels such as stories, comments, and direct messages. The research findings also indicate that users utilize the DM feature as a place for more authentic interactions, while public posts become a "front stage" for presenting an ideal version of themselves. This research helps understand how social expectations shape communication in the digital world and emphasizes the importance of honest and balanced interactions. Perkembangan teknologi dan media sosial mendorong pengguna untuk menyesuaikan pola komunikasinya demi memperoleh penerimaan sosial, yang kemudian memunculkan fenomena people pleasing di ruang digital. Penelitian ini membahas pola komunikasi pengguna Instagram dalam berkomunikasi untuk memenuhi harapan sosial, khususnya melalui fenomena people pleasing, dilihat dari sudut pandang dramaturgi Erving Goffman. Media sosial, terutama Instagram, digunakan oleh pengguna untuk menunjukkan gambaran diri yang lebih sempurna sebagai bagian dari pengelolaan kesan, sementara identitas sebenarnya lebih sering ditampilkan di area pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui wawancara mendalam, pengamatan akun Instagram informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan dari lingkungan sosial memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, memilih konten, mengedit unggahan, serta memilih bahasa untuk memperoleh pengakuan dari orang lain. Fenomena people pleasing muncul sebagai cara untuk mempertahankan citra positif dan memancing respons dari audiens melalui berbagai saluran seperti story, komentar, dan pesan langsung. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengguna memanfaatkan fitur DM sebagai tempat interaksi yang lebih autentik, sementara unggahan publik menjadi tempat "panggung depan" untuk menampilkan versi diri yang ideal. Penelitian ini membantu memahami bagaimana harapan sosial membentuk komunikasi di dunia digital dan menekankan pentingnya interaksi yang jujur serta seimbang.
Front Matters Vol. 10 No. 1 Lydia Irena
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.37176

Abstract

Front Matters Vol. 10 No. 1
Cover Vol. 10 No. 1 Lydia Irena
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.37177

Abstract

Cover Vol. 10 No. 1
Back Matters Vol. 10 No. 1 Lydia Irena
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.37178

Abstract

Back Matters Vol. 10 No. 1
PEMANFAATAN STRATEGI ATM UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA MEDIA SOSIAL UMKM CRAFTOTE Lydia Irena; Steven Winata; Jhodi Triputra Wirjadi; Keisha Ong; Evelyn Jofani; Robin Untung
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36900

Abstract

The rapid growth of social media platforms has transformed how small businesses build awareness and connect with audiences. TikTok and Instagram, as the most engaging platforms among Indonesian users, have become essential tools for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to expand their visibility. However, many local businesses still struggle to adapt their content strategies effectively. This paper presents a digital marketing training and implementation project conducted with Craftote, a café and gallery in West Jakarta promoting local handmade crafts. The project focused on applying the ATM method (Observe, Copy, Modify) as a creative framework to design and produce social media content that aligns with viral trends while maintaining Craftote’s sustainable and artistic identity. The team observed trending content on TikTok’s “For You Page,” replicated relevant formats, and modified them with original ideas to produce engaging videos. Through this hands-on implementation, Craftote’s TikTok views increased from 1,047 to more than 112,000, and Instagram reach grew by approximately 135%, with 79% of viewers being new audiences. Beyond numerical improvements, the project demonstrated how structured digital marketing training combined with creative adaptation could foster brand authenticity, improve engagement, and build stronger public awareness. This activity serves as a practical model for MSMEs seeking to integrate ethical creativity with social media strategy in order to achieve sustainable brand visibility. Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah cara pelaku usaha kecil membangun kesadaran merek dan menjalin hubungan dengan audiensnya. TikTok dan Instagram kini menjadi dua platform paling populer di Indonesia dan berperan penting dalam memperluas jangkauan UMKM. Namun, masih banyak pelaku usaha lokal yang kesulitan dalam mengelola strategi konten secara efektif. Makalah ini membahas kegiatan pelatihan dan implementasi digital marketing yang dilakukan bersama Craftote, sebuah café dan galeri di Jakarta Barat yang menampilkan kerajinan tangan lokal. Kegiatan ini menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sebagai kerangka kreatif untuk merancang dan memproduksi konten media sosial yang mengikuti tren tanpa meninggalkan identitas merek Craftote yang berkelanjutan dan artistik. Tim mengamati tren di halaman For You Page (FYP) TikTok, meniru format yang relevan, dan memodifikasinya dengan ide orisinal untuk menghasilkan konten yang menarik. Melalui implementasi langsung, tayangan TikTok Craftote meningkat dari 1.047 menjadi lebih dari 112.000, sementara jangkauan Instagram naik sekitar 135% dengan 79% penonton baru. Lebih dari sekadar hasil statistik, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing yang terarah dan adaptasi kreatif dapat memperkuat autentisitas merek, meningkatkan keterlibatan audiens, serta membangun kesadaran publik yang lebih luas. Kegiatan ini menjadi model praktis bagi UMKM lain dalam mengintegrasikan kreativitas etis dan strategi media sosial guna mencapai visibilitas merek yang berkelanjutan.
Cover Vol. 10 No. 2 Lydia Irena
Koneksi Vol. 10 No. 2 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i2.38572

Abstract

Cover Vol. 10 No. 2
Back Matters Vol. 10 No. 2 Lydia Irena
Koneksi Vol. 10 No. 2 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i2.38573

Abstract

Back Matters Vol. 10 No. 2
Front Matters Vol. 10 No. 2 Lydia Irena
Koneksi Vol. 10 No. 2 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i2.38820

Abstract

Front Matters Vol. 10 No. 2