p-Index From 2021 - 2026
6.411
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Psikis : Jurnal Psikologi Islami JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Jurnal Psikologi Integratif Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling Psychocentrum Review Masyarakat Berdaya dan Inovasi Journal of Psychological Perspective Community Empowerment Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Social And Economics Research Jakiyah : Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Prosiding University Research Colloquium Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities International Journal of Health Science and Technology JHeS (Journal of Health Studies) Journal of Health Sciences and Medical Development Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Eduvest - Journal of Universal Studies Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Journal of Innovative and Creativity Jurnal Komunikasi Indonesia al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat journal of social and economic research Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial PESHUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Konsep Diri dengan Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa di Yogyakarta Maura Rachel Anisha Damopolii; Zahro Varisna Rohmadani
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 1 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i1.5879

Abstract

                Students are individuals who are studying at a university, with an important role as Agents of Change. Suicidal ideation refers to the feeling that life is worthless, and tends to occur in individuals with negative self-concepts. This study aims to determine whether there is a relationship between self-concept and suicidal ideation in students in Yogyakarta. This study uses a quantitative descriptive and inferential approach with a simple correlation method. The subjects of this study were 100 active students at universities in Yogyakarta, data collection was carried out online via google forms that measure self-concept and suicidal ideation and distributed via social media, then tested using the classical assumption test, person correlation test and hypothesis test. The results of the study were that there was a significant negative relationship between self-concept and suicidal ideation in students, which was indicated by a t value = 2.272, namely a significant negative relationship between self-concept and suicidal ideation. This finding confirms the importance of paying attention to self-concept in efforts to prevent suicide among students. This study still has several shortcomings, such as the subjects in terms of gender and age are not balanced, namely only at the age of 18-23 years, where students or teenagers start from the age of 18-24 years.  
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN KESEPIAN PADA PENGGUNA APLIKASI DATING ONLINE Monika Clara Vebiyolla; Zahro Varisna Rohmadani
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.266

Abstract

Penelitian ini menyelidiki tingkat kebutuhan afiliasi dan kesepian pada pengguna aplikasi dating online di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kebutuhan afiliasi yang masuk pada kategori sedang (61,7%), tinggi (36,4%), dan sejumlah kecil pada kategori rendah (0,6%). Sementara itu, mayoritas responden memiliki tingkat kesepian rendah (77,3%) dan sebagian kecil memiliki tingkat kesepian sedang (22,7%). Analisis menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara tingkat kesepian dan kebutuhan afiliasi pada pengguna aplikasi dating online di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih lanjut, hasil regresi menunjukkan bahwa kebutuhan afiliasi dapat mempengaruhi tingkat kesepian sebesar 53,9%. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika psikologis pengguna aplikasi dating online dan implikasinya terhadap kebutuhan sosial dan kesepian.
Studi Kualitatif tentang Persepsi dan Pengalaman Remaja untuk Berhenti Merokok Maharani, Adelia; Rohmadani, Zahro Varisna
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.31360

Abstract

Remaja awal merupakan fase perkembangan penting yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Pada periode ini, beberapa remaja terpapar pada risiko perilaku seperti merokok, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman remaja dalam program Parts Hypnotherapy (PH) untuk berhenti merokok. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tiga remaja berusia 14-17 tahun, ditemukan bahwa partisipan merasakan perubahan positif dalam cara mereka mengelola stres dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap program PH dan dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya sangat berperan dalam keberhasilan berhenti merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Parts Hypnotherapy dapat memberikan pengaruh positif terhadap persepsi dan pengalaman remaja dalam upaya mereka untuk berhenti merokok.
Pemberdayaan Lansia Melalui Program ( SEHATI) Sehat Turunkan Stunting Norlinta, Siti nadhir ollin; Rosida, Luluk; Rohmadani, Zahro Varisna
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.198

Abstract

Stunting merupakan keadaan dimana anak mengalami keterlambatan pertumbuhan. Kondisi tersebut disebabkan kondisi kesehatan dan asupan gizi yang tidak optimal. Kalurahan Sidoagung adalah bagian dari wilayah kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendampingan dilakukan berdasarkan hasil observasi terakhir bahwa pelaksanaan posyandu lansia selain pemeriksaan kesehatan fisik penting juga untuk berperan aktif dalam pola asuh sehari-hari. Melihat fenomena angka stunting di wilayah kerja Sidoagung masih di angka yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk menekan angka stunting dengan melibatkan peran orang terdekat di dalam keluarga yaitu Lansia. Metode pelaksanaan menggunakan teori Participatory Learning and Action (PLA). Metode ini digunakan sebagai pendekatan proses belajar dan berinteraksi dengan komunitas atau masyarakat yang sesuai dengan permasalahan mitra. Tujuan pengabdian meningkatkan peran lansia sebagai kader posyandu lansia dan balita,meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola kesehatan lansia dan balita. Simpulan dari pengabdian ini Peserta pengabdian masyarakat meraskan manfaat berupa hasil dari skrining kesehatan menjadikan lebih waspada dan sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh dari Penyakit Tidak Menular (PTM) dan melakukan Cek Lab secara berkala. Mereka juga telah menguasai ilmu pengetahuan tentang pembuatan MPASI dan Tata Cara Menyusui yang benar. Perubahan perilaku mengasuh balita membangkitkan motivasi dan semangat lansia untuk menjadikan cucu mereka sehat bebas dari Stunting.
Peran Kepercayaan Diri Sebagai Moderator Antara Pola Asuh Otoriter Dan Kecemasan Berbicara Pada Remaja Rahmattika Munafaroh Panca Putri; Zahro Varisna Rohmadani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12952

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana kepercayaan diri dapat berfungsi sebagai variabel moderator dalam hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan berbicara pada remaja di Kapanewon Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan desain yang bersifat analisis korelasional serta regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA). Sebanyak 100 remaja berusia 15 hingga 18 tahun dipilih sebagai subjek melalui teknik Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan meliputi skala kecemasan berbicara dari McCroskey (2015), skala pola asuh otoriter dari Santrock (2014), dan skala kepercayaan diri dari Lauster (2015). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data normal, tidak terdapat multikolinearitas, dan tidak terdapat heteroskedastisitas. Dari analisis regresi, diketahui bahwa pola asuh otoriter mempunyai pengaruh signifikan terhadap kecemasan berbicara (p < 0,05), selain itu kepercayaan diri juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kecemasan berbicara (p < 0,05). Sementara itu, pola asuh otoriter berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri (p < 0,05). Namun kepercayaan diri tidak berfungsi sebagai moderator dalam hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan berbicara (p > 0,05). Nilai R² yang diperoleh sebesar 0,723 menunjukkan bahwa kombinasi dari pola asuh otoriter dan kepercayaan diri memberikan kontribusi sebesar 72,3% terhadap kecemasan berbicara. Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memiliki pengaruh langsung terhadap kecemasan berbicara tanpa adanya moderasi dari kepercayaan diri.
Efforts to Reduce Stress by Interpreting Life from Religious Rituals Lived by an Individual Rohmadani, Zahro Varisna; Khoiryasdien, Andhita Dyorita
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.9088

Abstract

Everyone has experienced stres. Stress is felt when a person is unable to cope with an unpleasant situation. Some of the things that are the origin of stres, namely, the environment that comes from the nature of the environment itself, the demands of the family, and technological developments that make a person must always be updated, then the self which consists of psychological needs and the process of self-internalization, and the last one is self. thoughts related to the assessment and adjustment of the individual to the environment. Stress can be overcome by someone, one of them is by performing religious rituals. Religious rituals performed by a person can help them to give meaning to life. The purpose of this study is to see the effect of the meaning of life with religious rituals to reduce stres. This study uses 3 variables with the data collection method using a scale. The sample used in this study were 187 adolescents. The results obtained indicate that the meaning of life through religious rituals can reduce stres with score 14,3%.Setiap individu pernah mengalami stres. Stres dirasakan ketika seseorang tidak mampu mengatasi situasi yang tidak menyenangkan. Beberapa hal yang menjadi sumber asal dari stres yaitu, lingkungan yang bersumber dari sifat lingkungan itu sendiri, tuntutan keluarga, serta perkembangan teknologi yang membuat seseorang harus selalu update, serta diri sendiri yang terdiri dari kebutuhan psikologis dan proses internalisasi diri,  pikiran yang berkaitan dengan penilaian dan penyesuaian individu terhadap lingkungan. Stres dapat diatasi oleh seseorang salah satunya dengan ritual agama yang dilakukan. Ritual agama yang dilakukan oleh seseorang ini bisa membantu mereka untuk memberikan pemaknaan hidup. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemaknaan hidup dengan ritual agama untuk menurunkan stres. Penelitian ini menggunakan 3 variabel dengan pengumpulan data menggunakan skala. Sampel di penelitian ini adalah 187 remaja. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pemaknaan hidup melalui ritual agama dapat menurunkan stres dengan pengaruh variabel kebermaknaan hidup dan ritual agama terhadap stres sebesar 14,3% .
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepuasan Hidup pada Dewasa Awal Lajang Secara Sukarela di Maluku Kaplale, Shinta Nur Hamica; Rohmadani, Zahro Varisna
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13546

Abstract

The choice to be voluntarily single is a form of individual independence in determining their life path. However, in a collective culture like Indonesia, this chage is often inseparable from social pressure and family expectations. Family support is believed to have an important role in helping individuals interpret their choices positively, which ultimately affects life satisfaction. This study aims to determine the relationship between family support and life satisfaction in voluntarily single people in Maluku. The subjects of the study were 100 early adults selected by purposive sampling. Data collection used a scale of family support and life satisfaction measurement. Statistical data analysis used Spearman Product Moment correlation. The results of this study found that there was a significant relationship between family support and life satisfaction in volunteer single people in Maluku (r = 0.703 and sig=0.000). This means that the higher the family support, the higher the life satisfaction of a person, it is expected to be able to view the status they are living positively as a result of personal choices that are under their control.
Building New Hope for Drug Addicts through an Educational Ecosystem: A Rehabilitation Study of Drug Abuse Victims at the NAPZA Islamic Boarding School Subiyantoro, Subiyantoro; Rohmadani, Zahro Varisna; Marwadi, Ferika Aulia; Ardiansyah, Adnan
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 3 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i3.1061

Abstract

Drug abuse is a multidimensional phenomenon that produces extensive impacts on health, psychological well-being, and social integration. Conventional rehabilitation models often struggle to provide long-term, holistic environments that support sustained recovery. This study explores pesantren-based rehabilitation as an alternative recovery ecosystem by examining the rehabilitation process for drug abuse victims at Pondok Pesantren Al-Islamy, Kulon Progo, Yogyakarta. Employing a qualitative intrinsic case study Design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving rehabilitated students, kyais, teachers, and rehabilitation companions. Data were analyzed using an interactive qualitative study model within a multidisciplinary theoretical framework integrating ecological, psychological, educational, sociological, and neurobiological perspectives. The findings reveal that pesantren-based rehabilitation operates as a structured socio-religious ecosystem that facilitates behavioral change, cognitive and emotional transformation, spiritual development, and identity reconstruction. Key mechanisms include strict daily routines, collective religious practices, social modeling, and community-based learning, which together support self-regulation and reduce relapse risk. The pesantren environment fosters the development of recovery capital by providing strong social support, spiritual meaning, and communal belonging, enabling rehabilitated individuals to transition from stigmatized identities as drug users to socially legitimate identities as santri. However, the study also identifies challenges related to post-rehabilitation reintegration, highlighting the need for sustained support beyond the pesantren setting. This study concludes that pesantren-based rehabilitation represents an effective, culturally grounded, and holistic model for long-term addiction recovery. By integrating educational structure, spiritual guidance, and community support, pesantren function as transformative recovery ecosystems that offer significant implications for addiction rehabilitation policy and practice in Indonesia.
Peran Resiliensi Dan Manajemen Waktu Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Berorganisasi Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Nia Septiani; Zahro Varisna Rohmadani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7029

Abstract

Mahasiswa yang aktif terlibat dalam organisasi menghadapi tuntutan akademik dan organisasi secara bersamaan, meningkatkan risiko academic burnout. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan emosional, sikap sinis terhadap studi, dan penurunan efektivitas akademik. Ketahanan dan manajemen waktu dianggap sebagai faktor pelindung yang membantu mahasiswa mengelola stres dan menyeimbangkan tuntutan peran ganda. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ketahanan dan manajemen waktu dalam academic burnout di kalangan mahasiswa yang aktif terlibat dalam organisasi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel terdiri dari 136 mahasiswa yang aktif terlibat dalam organisasi, dipilih menggunakan sampling acak. Instrumen yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), Academic Resilience Scale (ARS-30), dan Time Management Behavior Scale (TMBS). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa ketahanan dan manajemen waktu berhubungan negatif dan signifikan dengan academic burnout, serta secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap academic burnout. Kesimpulan: Ketahanan dan manajemen waktu merupakan faktor penting dalam mengurangi academic burnout di kalangan mahasiswa yang terlibat dalam organisasi.
The Relationship Between Impostor Syndrome and Career Anxiety in Yogyakarta Students Siti Layda Fadilah Tambak; Zahro Varisna Rohmadani
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i12.8849

Abstract

Anxiety is something that is susceptible to everyone, including someone who has just entered the work environment to continue their career. Impostor syndrome is someone who feels incapable if not for other people, meaning that he does not believe in himself and does not understand his own abilities. This study aims to determine whether there is a relationship between impostor syndrome and career anxiety in Yogyakarta students. The method in this study uses two Likert scales, namely: the CIPS (Clance Impostor Phenomenon Scale) scale and the Career Anxiety Scale (CAS). The subjects of this study were Yogyakarta students aged 20-24 years, the sample used a purposive sampling technique totaling 115 respondents. Based on the results of the study conducted using the Pearson product moment correlation technique, it showed a significance figure of p = 0.000 (p <0.05), this indicates a significant relationship between the impostor syndrome variable and career anxiety in students in Yogyakarta.