Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Looking for Luck in Farming: Intersubjective Relationships in the Mujarobat Manuscript Dedi Supriadi
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v6i3.21360

Abstract

This study focuses on the intersubjective relationships contained in the Mujarobat text. This study comes from the still developing local beliefs and traditions of the coastal communities of North Java which are influenced by pre-Islamic beliefs and Islamic beliefs. Among the beliefs that still exist, it is the belief in predictions and calculations to get good luck and avoid bad luck. This study specifically aims to discuss how to grow plants on pages 40, 41, 42, 49, and 50 in the Mujarobat text. This study shows that the Mujarobat text contains local knowledge and intersubjective relationships between humans and humans as well as humans and non-humans—God and nature. Thus, using the paradigm of ancestral religions, this study argues that there is an intersubjective relationship between humans and non-humans that is responsible, ethical, and reciprocal when planting plants in the Mujarobat text which aim to get lucky.
Doktrin Teologi al-Ma'un dan Perkembangan Muhammadiyah: Studi Naskah Sopaat, Sopaat; Supriadi, Dedi; Supendi, Usman
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 7, No 2 (2023): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v7i2.30677

Abstract

This reseach is historical analysis study based on philological texts with the theme AlMa’un Theology. This text is a source of theological reference in the actions of the Muhammadiyah movement which is taugh repetedly, for months and even as a whole for years to its students. The study of Al-Ma’un’s Theology manuscripts is important to be research material, bearing in mind that the influence of Al-Maun’s Theology permeated the students and successors of the Muhammadiyah Movement in its pioneering era and its development both in the center of Yogyakarta and even spreading the Muhammadiyah ideology because of the spirit of sacrifice. With posssessions, time and energy because of the influence of theology that became this action. Including raising and developing Muhammadiyah’s charitable efforts in West Java in this time. Purpose, this study aims to reveal the strong influence or the Tehological Spirit of Al-Ma’u in the developments of Muhammadiyah social charity in the country including in the local area of West Java. The method used in this research is the content analysis method or the study of the contents of the manuscript, namely descriptive analysis and making this manuscript as material for historical (historical) studies. From the reseach results, it was found that the Al-Maun Theological Manuscript is an important text among the Muhammadiyah Movement containing the basics of studying the Spirit of the Humanne Social Action movement (good deeds) which shows the integrity of monotheistic faith in God. The Al-Maun tehological Manuscript begins with the cocept of Sufism: Tahalli, Takhalli, Tajali by KHA Dahlan, then it is connected with Groups of Socual verses, and one of them is used as the title of this Manuscrips and was written by KHA Dahlan’s student, KRH Hajid as Al-Maun’s theological Manuscript. Maun. Al-Maun’s theology is a text which is the reference of the Muhammadiah movement so that it gives an importnas influence on the development of Muhammadiyah to its students and follower in developing Muhammadiyah’s charitable endeavors in the country, including in West Java since the colonial period.
NASKAH MIFTAH AL-GHUYUB KARANGAN SYEKH MUHAMMAD IBNU FADLILAH (Suntingan Teks dan Analisis Isi) Sumiati, Ani; Supriadi, Dedi; Akmaliyah, Akmaliyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i1.12778

Abstract

ABSTRAK Naskah Miftahul Ghuyub merupakan salah satu warisan hasil peninggalan Ulama terdahulu yang tentu harus kita jaga, kita rawat dan kita lestarikan. Dengan begitu, hasil karya cipta yang sangat jarang ditemui pada era modern ini tidak tergerus oleh jaman dan bisa dikenali oleh khalayak. Mengingat dalam naskah itu sendiri banyak mengandung ilmu - ilmu yang bisa kita gali dengan melalui berbagai tinjauan. Seperti halnya dalam naskah ini berisikan ilmu mengenai tasawuf yang didalamnya menyampaikan tentang tauhid, Marifatullah, Wahdatul Wujud, dan Martabat tujuh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Filologi dengan menggunakan metode standar, yaitu metode yang biasa digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. Metode standar ini meliputi tahapan penelitian diantaranya : inventarisasi naskah; pengolahan data; suntingan teks; mentransliterasikan teks; terjemahkan teks; dan analisis isi naskah.Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Naskah Miftahul Ghuyub adalah naskah yang merupakan koleksi dari Khazanah Perpustakaan Nasional 2) Terdapat beberapa kesalahan tulis dalam naskah, yang diantaranya yaitu substitusi, adisi, lakuna, transposisi, dan omisi, yang mana kesalahan tulis tersebut didominasi oleh substitusi; 3) Teks naskah ini berisikan tentang ilmu tasawuf yang mana Syeikh Muhammad Ibnu Fadillah mengungkapkan tentang Tauhid, Marifatullah, Wahdatul Wujud, dan Martabat tujuh.Kata Kunci : Naskah, Miftahul Ghuyub, Tasawuf
JENIS FRASA DAN MODUS DALAM NADZAM AL-MANDZUMAH AN-NAWAWIYYAH WA AL-KHASAIS AN-NAHDLIYAH KARYA K.H. ZULFA MUSTOFA Rino, Rino; Supriadi, Dedi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i2.26107

Abstract

The purpose of this study  is to know the types of phrases contained in material objects  , namely nadzam Al-Manẓumah An-Nawawiyyah Wa Al-Khasā'is An-Nahḍiyyah and to know the type of mode contained in these objects. In his discussion, researchers borrowed the theory proposed by Abdul Chaer, namely the categorization of phrases into four types, including exocentric, endocentric, coordinative and apositive phrases. In addition, Abdul Chaer also divided the mode into seven types, including indicative (declarative), optative, imperative, interrogative, obligative, desiderative and conditional modes.  The method used is a descriptive qualitative method.  The results of this study describe a number of phrases and modes found in material objects, including: (1) The phrases contained in this material object are 187 with 64 endocentric types, 98 exocentric types, 22 coordinate types and 3 apositive types. (2) The modes contained in this material object are 50 with 42 declarative types, one optative type, six imperative types and one conditional type. Tujuan dari penelitian ini yang antara lain mengetahui jenis frasa yang terdapat dalam objek material yaitu nadzam Al-Manẓumah An-Nawawiyyah Wa Al-Khasā’is An-Nahḍiyyah serta mengetahui jenis modus yang terdapat dalam objek tersebut. Dalam pembahasannya peneliti meminjam teori yang dikemukakan oleh Abdul Chaer yaitu pengkategorian frasa menjadi empat jenis, antara lain frasa eksosentrik, endosentrik, koordinatif dan apositif. Selain itu Abdul Chaer juga membagi modus ke dalam tujuh jenis antara lain modus indikatif (deklaratif), optatif, imperatif, interogatif, obligatif, desideratif dan kondisional. Adapun metode yag digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini memaparkan sejumlah frasa dan modus yang tedapat pada objek material antara lain: (1) Frasa yang terdapat dalam objek material ini berjumlah 187 dengan 64 jenis endosentrik, 98 jenis eksosentrik, 22 jenis koordinatif dan 3 jenis apositif. (2) Modus yang terdapat dalam objek material ini berjumlah 50 dengan 42 jenis deklaratif, satu jenis optatif, enam jenis imperatif dan satu jenis kondisional.
NILAI PERJUANGAN TOKOH UTAMA DALAM FILM WADJDA (ANALISIS SEMIOTIKA NARATIF A.J GREIMAS) Dini Fathiya Nur Shiyam; Dedi Supriadi; Rohanda Rohanda
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 3 (2024): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai perjuangan yang tercermin dalam tokoh utama film Wadjda karya Haifa Al-Mansour melalui pendekatan semiotika naratif A.J. Greimas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap struktur lahir (skema aktan) dan struktur batin (oposisi segi empat) dalam film. Data diperoleh melalui observasi mendalam terhadap elemen-elemen naratif, seperti dialog, alur cerita, dan hubungan antarkarakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Wadjda untuk memiliki sepeda hijau mencerminkan nilai keberanian, pengorbanan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah. Sepeda hijau tidak hanya menjadi objek material, tetapi juga simbol kebebasan dan kesetaraan gender di tengah budaya patriarkal Arab Saudi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa film Wadjda merupakan kritik sosial yang efektif terhadap ketidakadilan gender, sekaligus menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk perubahan sosial yang lebih inklusif.
Ritme dan Rima serta Amanat Huruf Ba’ dalam Diwan Asy-Syathiri (Kajian Strukturalisme) Dita Rohmaetul Aeni; Supriadi, Dedi; Nurhasan, Muhammad
Shaut al Arabiyyah Vol 13 No 1 (2025): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v13i1.55903

Abstract

This research analyzes rhythm and rhyme as well as the message of the letter ba' contained in the diwan ash-syathiri by Sheikh Abdullah Bin Umar Ash-syathiri. This diwan contains poems about hikayat of life, morals, and spiritual experiences composed by Imam Ash-syathiri. The purpose of this research is to determine the rhythm and rhyme as well as the message in the letter ba' contained in the diwan Ash-syathiri by Sheikh Abdullah Bin Umar Ash-syathiri. This qualitative research uses the library method for data collection. Data analysis technique used is descriptive analytical method by analyzing the intrinsic elements, such as rhythm, rhyme and message which are presented descriptively. The results of this research indicate that this diwan contains rhythm (arudh) which is characterized by the presence of zihaf and illat. Then rhyme (qawafi) is characterized by the presence of qafiyah sentences, letters, harakat, types, names and varriations (uyub) qafiyah. Then, the message is characterized by the message or information obtained from each piece of verse in Ash-Syathiri's diwan.
NASKAH MIFTAH AL-GHUYUB KARANGAN SYEKH MUHAMMAD IBNU FADLILAH (Suntingan Teks dan Analisis Isi) Sumiati, Ani; Supriadi, Dedi; Akmaliyah, Akmaliyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 1 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i1.12778

Abstract

ABSTRAK Naskah Miftahul Ghuyub merupakan salah satu warisan hasil peninggalan Ulama terdahulu yang tentu harus kita jaga, kita rawat dan kita lestarikan. Dengan begitu, hasil karya cipta yang sangat jarang ditemui pada era modern ini tidak tergerus oleh jaman dan bisa dikenali oleh khalayak. Mengingat dalam naskah itu sendiri banyak mengandung ilmu - ilmu yang bisa kita gali dengan melalui berbagai tinjauan. Seperti halnya dalam naskah ini berisikan ilmu mengenai tasawuf yang didalamnya menyampaikan tentang tauhid, Marifatullah, Wahdatul Wujud, dan Martabat tujuh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Filologi dengan menggunakan metode standar, yaitu metode yang biasa digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. Metode standar ini meliputi tahapan penelitian diantaranya : inventarisasi naskah; pengolahan data; suntingan teks; mentransliterasikan teks; terjemahkan teks; dan analisis isi naskah.Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Naskah Miftahul Ghuyub adalah naskah yang merupakan koleksi dari Khazanah Perpustakaan Nasional 2) Terdapat beberapa kesalahan tulis dalam naskah, yang diantaranya yaitu substitusi, adisi, lakuna, transposisi, dan omisi, yang mana kesalahan tulis tersebut didominasi oleh substitusi; 3) Teks naskah ini berisikan tentang ilmu tasawuf yang mana Syeikh Muhammad Ibnu Fadillah mengungkapkan tentang Tauhid, Marifatullah, Wahdatul Wujud, dan Martabat tujuh.Kata Kunci : Naskah, Miftahul Ghuyub, Tasawuf
SUNTINGAN TEKS NASKAH KITAB AL-FUTUHATU AL-MANTIQIYYAH Qotrunnada, Saskia Ainiyah; Supriadi, Dedi; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.15404

Abstract

Naskah Al Futuhatu Al-Mantiqiyyah ditulis oleh Musa bin Ibrahim, naskah ini termasuk dalam satu dari sekian banyaknya warisan penulis-penulis terdahulu yang mesti kita jaga dan lestarikan. Dengan hal tersebut maka hasil karya cipta mereka dapat dikenali oleh masyarakat saat ini dan tidak akan hilang tergusur oleh jaman. Sebuah naskah kuno tidak luput dari kekurangan dan kesalahan tulisan, begitupun naskah Al Futuhat Al-Mantiqiyyah ini. Didalamnya terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan yang ditemukan diantaranya yaitu tidak ada penomoran pada halaman, tidak ada tanda baca ataupun paragraf, serta ditemukan beberapa kesalahan-kesalahan tulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode filologi dengan menggunakan Edisi standar. Hasil dari penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: 1) Naskah Al Futuhat Al-Mantiqiyyah merupakan koleksi naskah dari Perpustakaan Nasional bernomor katalog 609392, terdiri atas 40 pembahasan dalam 36 halaman, ukuran naskah yaitu 20 x 15 cm, berbahasa arab, dengan jenis tulisan berupa khat naskhi, kondisi naskah cukup baik meski banyak teks yang sudah pudar, naskah selesai ditulis pada bulan Jumadil Awal, pada malam Senin, tepatnya di waktu sepertiga malam di tahun 1075 H/ 1664 M. 2) Terdapat beberapa kesalahan tulis dalam naskah, yang diantaranya yaitu terdapat 49 penggantian, 11 penambahan, 21 perubahan, 4 pengurangan, dan 1 penghilangan. Yang mana kesalahan tulis tersebut didominasi oleh penggantian (Substitution). 3) Teks naskah ini berisikan ilmu mantiq yang mana Syekh Ibrahim Musa menjelaskan secara singkat tentang pengantar ilmu mantiq yang ia tulis dalam 40 pembahasan.
THE FORM OF PROLETARIAN RESISTANCE IN THE NOVEL HAMAMAH SALAAM BY NAJIB KAILANI (A MARXIST LITERARY SOCIOLOGY APPROACH) Asep Nurkholis; Dedi Supriadi; Yadi Mardiansyah
Esteem Journal of English Education Study Programme Vol. 8 No. 2 (2025): Esteem Journal of English Education Study Programme
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/4w2qqn34

Abstract

Literary works often serve as mirrors reflecting the socio-political dynamics within a society, making them fertile ground for analysis through the lens of the sociology of literature. Marxist theory, in particular, offers a critical framework for examining the social structures and power relations embedded in literary texts. One prominent example is Najib Kailani, whose writings especially the novel Hamamahus Salaam are deeply influenced by his socio-cultural background and educational exposure, manifesting in narratives of resistance and social critique. This study adopts a descriptive-analytic approach, gathering data in the form of linguistic expressions, including words, phrases, sentences, and dialogues, to interrogate the presence of class conflict and proletarian resistance within the novel. The analysis reveals key indicators of class struggle, primarily stemming from: (1) systemic exploitation and oppression, (2) the emergence of social consciousness among the marginalized, and (3) the complicity of ideological state apparatuses or superstructures. The manifestations of resistance identified in the text include: (1) the development of proletarian class awareness, (2) collective defiance against oppressive forces, (3) acts of repressive sabotage, (4) the strategic formation of resistance groups, and (5) direct confrontational actions, including threats of violence. Through these elements, the novel articulates a potent critique of class-based injustices and advocates for collective agency among the oppressed.
Perbedaan Bentuk Deiksis Persona Kedua Dalam Novel ‘Asyākir Qaus Quzh Karya Sakinah Ibrahim Dan Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Kajian Pragmatik) Ghifari, Faishal Al; Supriadi, Dedi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2 No 2 (2019): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.4689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi perbedaan deiksis persona kedua yang terdapat dalam novel AQQ karya Sakinah Ibrahim dan novel LP karya Andrea Hirata. 2) Mengidentifikasi persamaan deiksis persona kedua yang terdapat dalam novel AQQ karya Sakinah Ibrahim dan novel LP karya Andrea Hirata. Objek yang digunakan peneliti adalah dieksis persona kedua yang terdapat di dalam novel Asyakir Qaus Quzh karya Sakinah Ibrahim dan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Adapun Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif komparatif. Sedangkan untuk pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik.Adapun perbedaan bentuk deiksis persona kedua yang termuat dalam kedua novel tersebut, diantaranya adalah adanya pembagian berdasarkan aspek gendernya (laki-laki atau perempuan). Kemudian perbedaan yang kedua, terletak di penggunaan istilah lain di luar (kamu, -mu, kalian, anda, dst). Digunakannya istilah lain, berupa: ananda, ibu, bapak, nyonya, tuan, dst. Sedangkan dalam bahasa Arab, istilah-istilah khusus tersebut tidak ada. Selanjutnya perbedaan yang ketiga adalah bentuk deiksis persona kedua khusus yang memiliki kesan hormat dan formal, seperti saya, anda, dan beliau. Kasus ini terdapat dalam bahasa indonesia, adapun dalam bahasa Arab itu tidak ada. Perbedaan ragam bentuk deiksis persona kedua yang terdapat kedua novel tersebut, secara mendasar dipengaruhi oleh konteks budaya serta kaidah penerjemahan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Kata Kunci: Pragmatik, Deiksis Persona Kedua, ‘Asyākir Qaus Quzh, Laskar Pelangi.ملخص البحثهدفان من هذا البحث هما: 1) تحديد الاختلافات عن التأشير الشخصي وجدت في رواية عساكر قوس قزح لسكينة إبراهيم و رواية أندريا هيراتا. 2) تحديد المعادلات عن التأشير الشخصي وجدت في رواية عساكر قوس قزح لسكينة إبراهيم و رواية أندريا هيراتا. و أما  موضوع البحث المستخدمة هو رواية عساكر قوس قزح لسكينة إبراهيم و رواية لاسكار بيلانجي لأندريا هيراتا. ثم استخدم الباحث طريقة مقارنة وصفية و مدخل التداولية في هذا البحث. إن الاختلاف بين التأشير الشخصي في رواية "عساكر قوس قزح" لسكينة إبراهيم و رواية "لاسكار بيلانجي" لأندريا هيراتا، بينها هي التوزيع على حسب جنسه (ذكر أو أنثى). التأشير الشخصي مقسم على أساس جنسه، و هي موجودة في اللغة العربية. كما في  اللغة الإندونيسية غير موجود. ثم الفرق الثاني هو في استخدام مصطلحات أخرى مثل Bapak، و nyonya، و ananda، و إلخ. حدّثت هذه الحالة لأنها استند إلى سياق ثقافي. أن هذه الشروط الخاصة في اللغة العربية غير موجودة. فإن الاختلاف الثالث هو شكل خاص من أشكال التأشير الشخصي الذي له معنى الاحترام ، مثل “saya”، و  anda، و beliau. وجدت هذه الحالة في اللغة الإندونيسية، و بينما في العربية غير موجودة. تأثر الاختلافات والتشابهات في أشكال مختلفة من التأشير الشخصي في روايتين، فأسباب أساسي هو من خلال السياق الثقافي و قواعد الترجمة من لغة المصدر إلى اللغة المستهدفة.كلمة الرئيسية: التداولية، التأشير الشخصي الثاني، عساكر قوس قزح، لاسكاك بيلانجيAbstractThe purpose of this research is 1) to identify the differences in the second person deixis found in Sakinah Ibrahim's AQQ novel and the novel by Andrea Hirata. 2) Identifying the second person deixic equation found in Sakinah Ibrahim's AQQ novel and the novel by Andrea Hirata. The object used by the researcher was Sakinah Ibrahim's Asyakir Qaus Quzh novel and Laskar Pelangi novel by Andrea Hirata. The method applied is a descriptive comparative method. While the approach used in this study is a pragmatic approach.The difference in the form of the second person deixis contained in the two novels, including the existence of a division based on gender aspects (male or female). Then the second difference in the use of other terms outside (you). The use of other terms, in the form of: ananda, mother, father, mistress, sir, etc. Whereas in Arabic, these special terms do not exist. Furthermore, the third difference is the second special form of person deixis that has a respectful and formal impression, like saya, anda and beliau. This case is in Indonesian, and in Arabic it doesn't exist. The difference in the variety of the second person deixis forms contained in the two novels is fundamentally influenced by the cultural context and the rules of translation from the source language to the target language.Keyword: Pragmatics, Second Person Deixis, ‘Asyākir Qaus Quzh, Laskar Pelangi.