Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Respon Pertumbuhan Stek Pucuk Jati (Tectona Grandis L.) Terhadap Kombinasi Media Tanam dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Indole Butyric Acid (IBA) Cresensia Aprillya Weli; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B Riwu Kaho; Astin Elise Mau
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2268

Abstract

Tanaman Jati (Tectona grandis L.) dapat dibudidayakan secara generatif dan vegetatif, pembudidayaan Jati bisa dilakukan secara vegetatif dengan cara menyemaikan stek pucuk. Dalam perbanyakan stek pucuk yang perlu diperhatikan adalah penggunaan jenis media tanam dan penggunaan hormon tumbuh untuk mempercepat pertumbuhan akar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam serta konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA terhadap pertumbuhan stek pucuk Jati. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu persentase tumbuh stek, tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Rancangan percobaan yang dilakukan rancangan percobaan faktorial dengan 2 faktor yang disusun secara rancangan acak lengkap. Faktor pertama kombinasi media tanam (A) terdiri dari 5 taraf yaitu tanah: pasir 2,5: 2,5 (A0), tanah: pasir: kompos: sekam padi 2:1:1:1 (A1), tanah: pasir: kompos: sekam padi 1:2:1:1 (A2), tanah: pasir: kompos: sekam padi 1:1:2:1 (A3), tanah: pasir: kompos: sekam padi 1:1:1:2 (A4). Faktor kedua konsentrasi IBA (B) 20 ppm, 30 ppm, dan 40 ppm. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara kombinasi media tanam dan pemberian hormon IBA berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh dan berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Faktor kombinasi media tanam berpengaruh nyata pada persentase tumbuh dan berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar dan faktor pemberian hormon IBA berpengaruh sangat nyata pada semua parameter.
Pengaruh Kombinasi Media Tanam Terhadap Perkecambahan Benih Mahoni (Swietenia macrophylla) Imda Natal Kurniati; Astin Elise Mau; Norman Patrick L Bire Riwu Kaho; Pamona Silvia Sinaga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2321

Abstract

Mahogany (Swietenia macrophylla) is a broad-leafed forestry plant that can be grown in plantation forests. The conservation status of Mahogany plants is categorized as EN (Endangered) with a declining population trend. Therefore, to overcome these obstacles, efforts are needed to cultivate Mahogany, one of which is the use of planting media. This study aims to determine the effect of the combination of planting media and the most effective treatment on Mahogany seed germination. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, each repeated 3 times, so there were 12 experimental units. Each experiment used 60 Mahogany seeds, so the total seeds needed for all treatments were 720 seeds. The parameters observed included germination power, germination rate, plant height, and number of leaves. The results showed that the combination of planting media in the form of soil, sand, rice husk charcoal, and cow dung had a very significant effect on Mahogany seed germination. P3 treatment (soil 1 kg + sand 1 kg + husk charcoal 1 kg + cow dung 1 kg) provided the best results in terms of germination percentage, plant height, and number of leaves. Furthermore, Treatment P1 (soil 1 kg + sand 1 kg + cow dung 2 kg) provided the best results in terms of germination rate.
Pengaruh Konsentrasi Air Konsentrasi Air Kelapa Muda Terhadap Perkecambahan Benih Jati (Tectona grandis L.) Maria Nanda Cahyani; Astin Elise Mau; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2322

Abstract

Jati (Tectona grandis L.) merupakan salah satu tanaman kehutanan yang sangat dihargai karena memiliki banyak manfaat serta penting bagi pasar kayu internasional. Pembudidayaan tanaman jati secara generatif melalui biji tergolong rendah karena kulit benih yang keras serta perkecambahan yang rendah, sehingga perlu perlakuan khusus sebelum disemaikan. Pemberian zat pengatur tumbuh organik berupa air kelapa muda pada tanaman mampu meningkatkan dan mendorong perkecambahan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kelapa muda terhadap perkecambahan benih Jati (Tectona grandis L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024-Januari 2025. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan konsentrasi yang digunakan (B0) 0% tanpa perendaman atau kontrol, (B1) 25% air kelapa muda 250 ml dan aquadest 750 ml, (B2) 50% air kelapa muda 500 ml dan aquadest 500 ml, (B3) 75% air kelapa muda 750 ml dan aquadest 250 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis konsentrasi air kelapa muda, memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter penelitian persentase daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan B2 dengan konsentrasi 50% merupakan perlakuan terbaik pada parameter persentase daya kecambah dan tinggi tanaman dan perlakuan B3 dengan konsentrasi 75% merupakan perlakuan terbaik pada parameter laju perkecambahan dan jumlah daun.
Identifikasi Jenis Jamur Pada Tanaman Mahoni (Swietenia Macrophylla King.) Di Hutan Penelitian Bu’at So’e, Nusa Tenggara Timur Honorata Bunga Mana; Astin Elise Mau; Pamona Silvia Sinaga; Yusratul Aini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2378

Abstract

Mahoni (Swietenia macropylla King.) adalah salah satu tanaman yang memiliki nilai komersial. Tanaman ini juga rentan terhadap serangan patogen (jamur) yang dapat merusak mahoni. Salah satu lokasi yang memiliki vegetasi mahoni dapat ditemukan di Kawasan Hutan Penelitian Bu’at So’e. Jamur termasuk dalam kelompok organisme eukaryotik heterotof yang dapat menyerang mahoni melalui berbagai celah, baik itu luka, lubang alami, atau bahkan permukaan yang sehat pada akhirnya menyebabkan kerusakan pada tanaman mahoni.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis jamur yang menyerang tanaman mahoni di Hutan Penelitian Bu’at So’e, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli sampai September 2024 dengan menerapkan metode kualitatif. Data yang diperoleh meliputi data primer dan data sekunder. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling dan pengambilan sampel secara oportunistik. Hasil penelitian jamur yang menyerang tanaman mahoni ditemukan 4 jenis jamur. Pada batang terdapat 4 isolat jamur yaitu Aspergilus niger, Aspergilus fumigatus, Rhizophus arrhizus Fischer dan Aspergilus flavus, sedangkan pada tanah terdapat 3 isolat jamur yaitu Aspergilus niger, Aspergilus fumigatus, dan Aspergilus flavus.
Pola Persebaran Pohon Ka Sebagai Bahan Pembuatan Pakaian Adat Di Kampung Adat Tradisional Suku Kabola Desa Kopidil Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor Johan Rizaldi Penlaana; Nixon Rammang; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2636

Abstract

Dalam pemanfaatan hasil hutan sering menimbulkan perdebatan antara kepentingan dan konservasi hutan yaitu eksploitasi hutan yang mengancam kepunahan jenis tumbuhan yang berpengaruh terhadap jumlah spesies dan dapat membentuk pola pola persebaran. Pemanfaatan hasil hutan oleh masyarakat suku Kampung Adat Kabola yaitu kulit kayu dari pohon Ka denganmenebang langsung pohonnya yang menunjukkan bahwa kelestarian dan pertumbuhan pohon merupakan kunci utama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola persebaran pohon Ka, dampak pengambilan dan upaya konservasi dengan menggunakan metode eksplorasi dan pengamatan pada kawasan pengambilan spesimen di buat petak tunggal berukuran 20 m x 20 m dengan empat kategori pengelompokan spesies yaitu, semai, pancang, tiang dan pohon. Data dianalisis menggunakan indeks morisita dengan hasil analisis diperoleh pola persebaran pohon Ka mengelompok dengan nilai Ip 0,44 yang dipengaruhi oleh faktor biotik (mahkluk hidup) dan abiotik (lingungan). Dampak pemanfaatan kulit kayu pohon Ka dirasakan dari sektor ekonomi, pariwisata dan sosial budaya. Mengingat pentingnya pohon Ka, masyarakat sudah melakukan upaya konservasi sebagai kawasan konservaasi in-situ dengan melakukan penanaman bibit pohon Ka.
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal di Hutan Lindung Pong Dode, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur Maria Heldiana Jemian; Nixon Rammang; Pamona Silvia Sinaga; Lusia Sulo Marimpan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3650

Abstract

Forest management is not solely the responsibility of the government; it is also the duty of the community to preserve the forest while improving their own welfare. One of the principles in forest protection and management is the utilization of local community wisdom. Local wisdom is a key asset for communities in advancing themselves without disrupting the social balance that harmonizes with the surrounding natural environment. The application of local wisdom can be found in various regions, such as in forest areas located in East Manggarai Regency, South Lamba Leda Subdistrict. Local wisdom in Mano Village is used to protect and preserve the forest. The purpose of this study is to identify the forms of local wisdom possessed by the community in managing the Pong Dode Protected Forest and to understand the impact of the application of local wisdom in managing the Pong Dode Protected Forest. This research uses a qualitative method with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of this study show that there are two forms of local wisdom: prohibitions and invitations. Local wisdom has a positive impact on the preservation of the Pong Dode Protected Forest, as it instills a fear among the community of damaging the forest and its ecosystems.
Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Mangrove Di Cagar Alam Maubesi (Studi Kasus Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka) Angela Yunita Kehi; Nixon Rammang; Fadlan Pramatana; Pamona Silvia Sinaga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3749

Abstract

Indonesia is one of the archipelagic countries that possesses rich marine and coastal resources, both biological and non-biological, one of which is the mangrove forest ecosystem. One of the regencies that has a distribution of mangrove forest ecosystems in East Nusa Tenggara (NTT) is Malaka Regency, specifically in the Maubesi Mangrove Forest Nature Reserve. Theft and logging occurring in the area, particularly involving the santigi mangrove species, can damage the mangrove ecosystem. These issues arise due to the lack of government oversight and limited community participation in protecting the area. Therefore, community involvement is necessary to preserve the mangrove forest. This study aims to determine the level of community participation in Kletek Village in preserving the mangrove forest. Data collection was conducted through field observation, interviews, and documentation using a qualitative descriptive analysis method. Sampling was carried out using purposive sampling. The results of the study indicate that the participation of the Kletek Village community in preserving the mangrove forest is divided into three stages: the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The planning stage showed a moderate level of participation at 65.42%, the implementation stage showed a high level of participation at 83.75%, and the evaluation stage showed a moderate level of participation at 63.37%. Factors influencing the level of community participation in preserving the mangrove forest include the level of education, livelihood influences, and the level of public awareness.
Pengaruh Konsentrasi dan Interval Pemberian Pupuk dan Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Cendana ( Santalum Album L.) Imenuella Mauren Soli Kase; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4019

Abstract

Cendana ( Santalum album L.) merupakan tanaman yang bernilai ekonomis dan mempunyai wilayah persebaran secara alami di daerah tropik dan sub tropik termasuk di NTT akan tetapi, keberadaan cendana di NTT mengalami jumlah penurunan, hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya jumlah pohon cendana serta penurunan populasi dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh Konsentrasi dan Interval pemberian Pupuk Daun Bayfolan, serta interaksi antara keduanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu konsentrasi pupuk (0,2,3, dan 4 ml/liter) serta interval pemberian (Kontrol,3,6, dan 9 hari),sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, total 192 bibit. Data yang diperoleh kemudia dianalisis menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dan akan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 3 ml/liter dan interval pemberian setiap 3 hari memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan diamter batang. Dengan demikian, aplikasi bayfolan pada konsentrasi 3 ml/liter dengan interval 3 hari merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit cendana.: 1.) Konsentrasi pupuk daun Bayfolan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit.