Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Uji Kelompok Senyawa Antioksidan Ekstrak Ethanol Tepung Kulit Pisang Lokal Lampung Ulmillah, Aulia; Astuti, Lilik Dwi; Kuswanto, Eko
Biosel Biology Science and Education Vol. 12 No. 1 (2023): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v12i1.4102

Abstract

ABSTRAKKulit pisang pada umumnya tidak banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi limbah. Kulit pisang memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Penggunaan bagian terluar pisang sebagai tepung diharapkan bisa menjadi pengganti dalam bahan dasar makanan dan mengurangi limbah di lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan mengukur kadar antioksidan dan jenis kelompok senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak ethanol tepung kulit pisang. Jenis pisang yang digunakan antara lain Muli (Musa acuminate), Pisang Tanduk (Musa paradisiaca), dan Pisang Kepok (Musa acuminate var. balbisiana). Maserasi dengan pelarut ethanol dipilih sebagai salah satu metode ekstraksi. Kadar antioksidan diuji dengan metode DPPH. Penentuan golongan senyawa dilakukan dengan skrining fitokimia. Kandungan antioksidan dianalisis dengan menggunakan analisis probit untuk dihitung nilai IC50. Golongan senyawa antioksidan dianalisis secara deskriptif. Data penelitian menghasilkan bahwa kadar antioksidan ekstrak ethanol tepung kulit pisang kepok yaitu 9,35 ppm (sangat kuat), tepung kulit pisang tanduk yaitu 48.49 ppm (sangat kuat) dan tepung kulit pisang muli sebesar 62,31 ppm (kuat). Golongan senyawa yang teridentifikasi pada ketiga tepung kulit pisang diantaranya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Kata Kunci: Antioksidan, Kelompok Senyawa, Kulit Pisang, Tepung  ABSTRACT Banana peel is generally not utilized by the public and becomes waste. Banana peel has secondary metabolite content that has the potential to be an antioxidant. Using the outermost part of banana as flour is expected to be a replacement in food ingredients and reduce waste in the environment. This study aims to measure the antioxidant level and type of secondary metabolite compound group in ethanol extract of banana peel flour. The types of banana used include Muli (Musa acuminate), Tanduk Banana (Musa paradisiaca), and Kepok Banana (Musa acuminate var. balbisiana). Maceration with ethanol solvent is chosen as one of the extraction methods. The antioxidant level is tested using the DPPH method. Determination of compound group is done by phytochemical screening. The antioxidant content was analyzed using probit analysis to calculate the IC50 value. The antioxidant compound group was analyzed descriptively. The research data showed that the antioxidant level of kepok banana peel flour ethanol extract was 9.35 ppm (very strong), tanduk banana peel flour was 48.49 ppm (very strong), and muli banana peel flour was 62.31 ppm (strong). The compound groups identified in the three banana peel flours were alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and terpenoids. Keywords: Antioxidant, Banana Peel, Compound Group, Flour
KAJIAN PERILAKU AGONISTIK INTRAPESIFIK KOLONI Nasutitermes matangesis (ISOPTERA : TERMITIDAE) DI PULAU SEBESI LAMPUNG Kuswanto, Eko; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Darwisah, Darwisah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8 No 2 (2017): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku agonistik intraspesifik koloni Nasutitermes matangensis (Isoptera : Termitidae). Kajian perilaku agonistik intraspesifik koloni Nasutitermes matangensis di Pulau Sebesi Lampung telah dilakukan pada bulan November - Desember 2016. Nasutitermes matangensis merupakan salah satu jenis rayap dari famili termitidae. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif, teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Direct sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel secara langsung yang dilakukan di Pulau Sebesi Lampung kemudian dilanjutkan dengan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku agonistik yang terjadi pada individu rayap kombinasi prajurit versus prajurit pada level antenasi dan menghindar, sedangkan perilaku agonistik individu rayap kombinasi pekerja versus pekerja menunjukkan level antenasi, menghindar, dan menyerang, sementara perilaku agonistik individu rayap kombinasi prajurit versus pekerja menunjukkan level antenasi, menghindar, dan menyerang. Semua kombinasi baik prajurit versus prajurit, pekerja versus pekerja, dan prajurit versus pekerja dapat disimpilkan bahwa status agonistik persentase negatif. Perilaku agonistik dinyatakan positif (+) jika persentase perilaku menyerang ≥ 80% sedangkan jika menyerang ≤ 20% dinyatakan status agonistik negatif (-).
Efektifitas Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia Hirta L) sebagai Ovisida terhadap Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes Aegypti) Maretta, Gres; Kuswanto, Eko; Septikayani, Nur Intan
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 10 No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v10i1.4051

Abstract

Salah satu penyakit yang berbahaya dan dapat menyebabkan angka kematian tinggi yaitu virus Dengue yang di tularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) betina. Untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik maka diperlukan penggunaan pestisida nabati yaitu ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) karena di dalam daun ini terdapat kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan sebagai ovisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun patikan kebo (Eupborbia hirta L.) dapat digunakan sebagai ovisida terhadap telur nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti), dan mengetahui konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak daun patikan kebo (Eupborbia hirta L.) sebagai ovisida nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti). Penelitian ini dengan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) yaitu terdapat empat pengulangan dengan enam perlakuan yaitu kontrol negatif (Aquades) dan kontrol positif (Tween 80) serta konsentrasi 0,125%, 0,25%, 0,5% dan 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L) dapat digunakan sebagai ovisida terhadap telur nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) dari konsentrasi 0,125% - 1%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L) yang digunakan maka semakin banyak telur yang tidak menetas.
Optimizing Science Literacy Skills for Disaster Mitigation in Biodiversity: A Sustainable Education Approach Pratama, Anisa Oktina Sari; Kuswanto, Eko; Listiana, Ika; Mughofar, Ahmad; Munawarah Panggabean, Siti; Natalia, Veronica Desi; Nurkoiriyah, Nurkoiriyah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 16 No 1 (2025): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v16i1.24481

Abstract

This research aims to improve the science literacy skills of prospective biology teachers by linking the concept of biodiversity with disaster mitigation efforts using a continuing education approach. This study also looks at the ability of prospective biology teachers to design and implement effective mitigation measures. This type of research is a descriptive research with a combination method with a sequential explanatory design. The sampling technique uses a simple random sampling technique. The sample in this study consisted of 60 prospective biology teachers.  The findings of this study are about the important role of continuing education in preparing future generations to face global environmental challenges. The results of the study were obtained from the results of the science literacy test, namely in the Content component of 83.5%, Process by 81%, and Context by 79% in the three components are included in the high category, it can be concluded that through the improvement of science literacy, prospective biology teachers are able to design and implement disaster mitigation measures on biodiversity. Optimalisasi Keterampilan Literasi Sains untuk Mitigasi Bencana pada Keanekaragaman Hayati: Pendekatan Pendidikan Berkelanjutan ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi sains calon guru biologi dengan menghubungkan konsep keanekaragaman hayati dengan upaya mitigasi bencana menggunakan pendekatan pendidikan berkelanjutan. Penelitian ini juga melihat kemampuan calon guru biologi untuk merancang dan menerapkan tindakan mitigasi yang efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kombinasi dengan sequential explanatory design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 60 calon guru biologi. Temuan dari penelitian ini tentang peran penting pendidikan berkelanjutan dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan lingkungan global. hasil penelitian didapatkan dari hasil tes literasi sains yaitu pada komponen konten sebesar 83,5% proses sebesar 81% dan konteks sebesar 79% pada ketiga komponen tersebut masuk ke dalam kategori tinggi hal tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui peningkatan literasi sains calon guru biologi untuk mampu untuk merancang dan menerapkan tindakan mitigasi bencana pada keanekaragaman hayati.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis : Dampak Model Pembelajaran Discovery Learning Terintegrasi Learning Start With A Question Setiaji, Fahkur; Suherman, Suherman; Kuswanto, Eko
Desimal: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Desimal: Jurnal Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/djm.v2i1.3544

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of the discovery learning model integrated learning start with a question of mathematical communication skills. This research is a quantitative research with a type of quasi experiment. The sampling technique in this study is the random sampling technique. Data collected through interview observation and test. The data analysis technique used is the uncorrelated t test. Based on the results of research and data processing, it was found that there was an influence of discovery learning integrated learning model start with a question and discovery learning learning model on mathematical communication skills. Furthermore, mathematical communication of students by using the discovery learning model integrated learning start with a question is better than mathematical communication of students using discovery learning learning models.
Pemberian Kombinasi Ekstrak Alang-Alang (Imperata cylindrica) dan Kirinyuh (Chromolaena odorata) pada Tanaman Gulma (Ageratum conyzoides) di Lahan Tanaman Kopi desa Ciptawaras Kabupaten Lampung Barat Maharani, Ira; Ulmillah, Aulia; Kuswanto, Eko
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 1 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i1.9377

Abstract

The purpose of this study was to determine the results of organoleptic tests on getuk lindri treated with natural dyes from telang flower (Clitoria ternatea L.), red dragon fruit skin (Hylocereus polyrhizus.) and black rice (Oryza sativa L.). the method used is by using a completely randomized design (CRD) using 4 treatments and 3 repetitions. Based on the results of organoleptic tests of Getuk Lindri products by utilizing several types of plants containing anthocyanin pigments, the quality standards are classified as good with natural dyes of dragon fruit skin. On the other hand, of the three types of plants that contain anthocyanin pigments, all three can be used as natural dyes that produce different colors. In addition, plants containing anthocyanin pigments used were able to inhibit bacterial growth, this was seen from the total plate number for each treatment which did not exceed the maximum limit of SNI 01-4299-1996 (getuk cassava).AbstrakTujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui hasil uji organoleptik pada getuk lindri yang diberi pewarna alami dari bunga telang (Clitoria ternatea L.), kulit buah naga merah ( Hylocereus polyrhizus.) dan beras hitam (Oryza sativa L.). metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil uji organoleptik dari produk getuk lindri dengan memanfaatkan beberapa jenis tanaman yang mengandung pigmen antosianin mempunyai standar kualitas yang digolongkan baik dengan pewarna alami kulit buah naga. Disisilain bahwa dari ketiga jenis tanaman yang mengandung pigmen antosianin ketiganya bisa digunakan sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna yang berbeda. Selain itu tanaman yang mengandung pigmen antosianin yang digunakan mampu memperhambat pertumbuhan bakteri, ini dilihat dari angka lempeng total setiap perlakuan yang tidak melebihi batas maksimal SNI 01-4299-1996 (getuk singkong). 
Efektivitas Anti Diabetes Ekstrak Etanol Rimpang Pacing (Costus Speciosus) terhadap Tingkah Laku Seksual Mencit Jantan (Mus Musculus) yang Diinduksi Aloksan Rudini, Mahmud; Wulansari, Sri Mugi; Kuswanto, Eko; Indarto, Indarto
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 1 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i1.9381

Abstract

This study was conducted to determine the anti-diabetic effectiveness of the ethanol extract of pacing rhizome (Costus speciosus) on the sexual behavior of male mice (Mus musculus) induced by alloxan. This study used a completely randomized design (CRD) method consisting of 5 treatment groups with 5 replications each. Group KI (not given any treatment), group KII (given alloxan, without treatment), group KIII (without alloxan but given treatment), group PI (given alloxan and ethanol extract of pacing rhizome at a dose of 20 mg/30 gram BW/ days), PII group (given alloxan and ethanol extract of pacing rhizome at a dose of 30 mg/30 gram BW/day). Alloxan was given once and pacing rhizome extract was given every day for 14 days. Parameters observed were body weight of mice, blood glucose levels, sexual behavior of mice (number of approaches, number of rides, and number of mating). Observational data were analyzed by One-way ANOVA and followed by LSD at 5% level. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui efektivitas anti diabetes ekstrak etanol rimpang pacing (Costus speciosus) terhadap tingkah laku seksual mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan dengan masing- masing 5 ulangan. Kelompok KI (tidak diberi perlakuan apapun), kelompok KII (diberi aloksan, tanpa diberi perlakuan), kelompok KIII (tanpa diberi aloksan tetapi diberi perlakuan), kelompok PI (diberi aloksan dan ekstrak etanol rimpang pacing dengan dosis 20 mg/30 gram BB/hari), kelompok PII (diberi aloksan dan ekstrak etanol rimpang pacing dengan dosis 30 mg/30 gram BB/hari). Aloksan diberikan satu kali dan ekstrak rimpang pacing diberikan setiap hari selama 14 hari. Parameter yang diamati adalah berat badan mencit, kadar glukosa darah, tingkah laku seksual mencit (jumlah pendekatan, jumlah penunggangan, dan jumlah kawin). Data hasil pengamatan dianalisis dengan One-way ANOVA dan dilanjutkan LSD pada taraf 5%) 
Tinjauan Manajemen Produksi Telur Organik pada Sekuntum Herbals Farm (Lampung Timur) Berbasis Sistem Pertanian Organik Melinda, Riska; Kuswanto, Eko
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 1 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i1.9382

Abstract

A study on green agricultural production management based on organic farming systems in Lampung Province was carried out in March – May 2021. The subject of this research is Sekuntum Herbal Farm (East Lampung Regency) which is engaged in the cultivation of herbal laying hens. Production management standards based on SNI 6729:2016 concerning Organic Farming Systems state that there are 7 (seven) indicators that must be applied to organic livestock products. The results of the study show that Sekuntum Herbal Farm has implemented seven production management indicators, namely: (1) source and origin of livestock; (2) conversion period; (3) nutrition; (4) health care; (5) raising, transporting and slaughtering livestock, (6) cattle pens; and (7) sewage management. Even though all production management indicators have been implemented according to SNI 6729:2016, the resulting products have not been certified as organic products. This is because the process of obtaining an organic label requires relatively large costs and a short label validity period, so Sekuntum Herbal Farm focuses more on the implementation of organic egg product management than organic labeling efforts. AbstrakKajian tentang manajemen produksi pertanian hijau berbasis sistem pertanian organik di Provinsi Lampung dilakukan pada bulan Maret – Mei 2021. Subyek penelitian ini adalah Sekuntum Herbal Farm (Kabupaten Lampung Timur) yang bergerak di bidang budidaya ayam petelur herbal. Standar manajemen produksi berdasarkan SNI 6729:2016 tentang Sistem Pertanian Organik menyebutkan bahwa ada 7 (tujuh) indikator yang harus diterapkan pada produk ternak organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekuntum Herbal Farm telah menerapkan tujuh indikator manajemen produksi, yaitu: (1) sumber dan asal ternak; (2) periode konversi; (3) nutrisi; (4) perawatan kesehatan; (5) memelihara, mengangkut dan menyembelih ternak, (6) kandang ternak; dan (7) pengelolaan air limbah. Meskipun seluruh indikator manajemen produksi telah diterapkan sesuai SNI 6729:2016, produk yang dihasilkan belum tersertifikasi sebagai produk organik. Hal ini dikarenakan proses mendapatkan label organik membutuhkan biaya yang relatif besar dan masa berlaku label yang singkat, sehingga Sekuntum Herbal Farm lebih menitikberatkan pada pelaksanaan pengelolaan produk telur organik daripada upaya labeling organik. 
Analisis Kandungan N, P, K Pada Kombinasi Pupuk Cair Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus) dan Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Firdarini, Aina Pramesti; Ulmillah, Aulia; Kuswanto, Eko
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 1 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i1.9424

Abstract

Pineapple peel waste (LKN) and kepok banana peel waste (LKP) can cause pollution to the environment if not handled properly. When more and more people process pineapples and kepok bananas as processed food or drinks, the more waste they produce. Therefore, a solution is needed to be able to deal with this waste. One effort that can be done is to use it into liquid organic fertilizer as a source of N (Nitrogen), P (Phosphorus), K (Potassium) for plant growth and development. The purpose of this study was to determine the amount of N, P, K content that can be produced by pineapple peel waste and kepok banana peel waste. The method used in this study is the Kjehdahl method for the analysis of N nutrients and a spectrophotometer for the analysis of P and K nutrients. Furthermore, the data obtained were analyzed descriptively qualitatively. The results of the research that have been analyzed show that the most N and P are in the S4 sample, namely the combination of 60% LKN + 40% LKP + EM4 with 0.25% and 0.07% results and the highest K is in the S2 sample, namely the combination of samples with 30% LKN + 70% LKP + EM4 with a result of 2.79%. Abstrak Limbah kulit buah nanas (LKN) dan limbah kulit buah pisang kepok (LKP) dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan apabila tidak ditanggulangi dengan baik. Ketika semakin banyak masyarakat yang mengolah buah nanas dan buah pisang kepok sebagai olahan makanan atau minuman, maka semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukannya solusi untuk dapat menanggulangi limbah tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkannya menjadi pupuk organik cair sebagai sumber N (Nitrogen), P (Fosfor), K (Kalium) bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kandungan N, P, K yang dapat dihasilkan oleh limbah kulit nanas dan limbah kulit pisang kepok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kjehdahl untuk analisis hara N dan spektrofotometer untuk analisis hara P dan K. Selanjutnya data yang didapat dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis menunjukkan bahwa N dan P terbanyak terdapat pada sampel S4 yaitu kombinasi 60%  LKN + 40 % LKP + EM4 dengan hasil 0,25% dan 0,07% serta K terbanyak terdapat pada sampel S2 yaitu kombinasi sampel dengan 30%  LKN + 70 % LKP + EM4 dengan hasil  2,79%.
Pengaruh Ekstrak Daun Tanaman Bidara (Ziziphus mauritiana) Terhadap Histopatology Hati Mencit (Mus musculus) yang Diberi Alkohol Rudini, Mahmud; Kuswanto, Eko; Yudistiro, Muhammad Khalid
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 2 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i2.10927

Abstract

Alcohol is an organic compound that contains a hydroxyl functional group and is often consumed in the form of drinks by some people. Alcoholic beverages cause many health problems, one of which is liver damage. The bidara plant is one of the herbal plants that can cure various diseases because there are compounds, one of which is phenolics. The problem that arises now is what is the effect of Bidara Leaf Extract (Ziziphus mauritinia) on the Histopathology of the Liver of Mice (Mus musculus) treated with alcohol? The purpose of this study was to determine the effect of Bidara Leaf Extract (Ziziphus mauritnia) on the Histopathology of the Liver of Mice (Mus musculus) treated with alcohol. The research method used in this research is experimental post-test only group design research with a completely randomized design (CRD) with data collection techniques in the form of observation and documentation as well as data analysis techniques are continued normality test and homogeneity test followed by One test. Way ANOVA. This study used a dose of 70% alcohol with 1 ml/day and Bidara Leaf Extract 100 mg/kg BW, 150 mg/kg BW and 200 mg/kg BW with a dose of 0.5 ml/day/head for 14 days. Based on the results of research that has been carried out, there is an effect of Bidara Leaf Extract (Ziziphus maurinitia) on the Histopathology of the Liver of Mice (Mus musculus) given alcohol. This can be seen from the damage caused by alcohol, namely inflammation, necrosis and congestion, which improved when the Bidara Leaf Extract (Ziziphus mauritnia) was given. This means that the research that has been done can answer all the problem formulations that have been Determined. AbstrakAlkohol merupakan senyawa organik yang mengandung gugus fungsi hidroksil dan sering dikonsumsi dalam bentuk minuman oleh sebagian orang. Minuman beralkohol menimbulkan banyak masalah kesehatan, salah satunya adalah kerusakan hati. Tanaman bidara merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit karena mengandung senyawa salah satunya adalah fenolat. Permasalahan yang muncul sekarang adalah bagaimana pengaruh Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritinia) terhadap Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang diberi alkohol? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritnia) terhadap Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang diberi alkohol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen post-test only group design research dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi serta teknik analisis data yaitu uji normalitas lanjutan dan uji homogenitas dilanjutkan dengan Satu tes. Cara ANOVA. Penelitian ini menggunakan alkohol 70% dosis 1 ml/hari dan Ekstrak Daun Bidara 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB dengan dosis 0,5 ml/hari/ekor selama 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat pengaruh Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus maurinitia) terhadap Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang diberi alkohol. Hal ini terlihat dari kerusakan akibat alkohol yaitu inflamasi, nekrosis dan kongesti yang membaik saat diberikan Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritnia). Artinya penelitian yang telah dilakukan dapat menjawab semua rumusan masalah yang telah ditentukan.