Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM PUBLIC SPEAKING DENGAN KECEMASAN BERBICARA SAAT PRESENTASI DI DEPAN KELAS PADA MAHASISWA SEMESTER 2 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING TAHUN 2026 Ainun Setia Ningsih; Asmaryadi Asmaryadi; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i3.259-266

Abstract

Keterampilan public speaking dan kelancaran komunikasi lisan merupakan kompetensi praktis yang krusial bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai calon konselor. Namun, aktivitas presentasi di depan kelas sering kali memicu kecemasan performa, khususnya pada mahasiswa semester awal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri dalam public speaking dengan kecemasan berbicara saat presentasi di depan kelas pada mahasiswa Semester II Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Tahun 2026. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan sampel jenuh sebanyak 74 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen kuesioner psikologis model Skala Likert: Skala Kepercayaan Diri (26 item valid, ?= 0,556) dan Skala Kecemasan Berbicara (27 item valid, ?= 0,483). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan diri kategori tinggi (68,9%) dan kecemasan berbicara kategori sedang (62,2%). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,018 dengan nilai signifikansi p = 0,877 (p 0,05), sehingga hipotesis nol (H0) diterima. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara saat presentasi di depan kelas. Kecemasan berbicara bersifat multidimensional dan diduga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal atau kesiapan teknis. Implikasinya bagi dosen BK adalah perlunya merancang intervensi komprehensif seperti pelatihan manajemen kecemasan dan teknik public speaking, bukan sekadar berfokus pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswa.
INSTRAGRAM SEBAGAI MEDIA EKSISTENSI DIRI (STUDI FENEMOLOGI PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN) Melvi Amalina Harahap; Nor Mita Ika Saputri; Nurhasanah Pardede
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1230-1237

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang dampak keluarga broken home terhadap Motivasi belajar anak. tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana dampak keluarga broken home terhadap motivasi belajar anak di Desa Sayurmaincat. Jenis penelitian ini adalah penelittian deskriptif, karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa: Broken home sangat berpengaruh dalam motivasi belajar anak. Pola asuh anak dalam keluarga juga akan mempengaruhi tingkat motivasi belajar anak. Motivasi juga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi anak. Salah satu hal yang perlu membangkitkan semangat belajar adalah dengan adanya dorongan motivasi. Tetapi hal ini ternyata tidak semua anak broken home kehilangan motivasi belajarnya. Peran keluarga sangat penting bagi anak broken home. Dan semua kembali lagi kepada pilihan anak-anak yang mengalami broken home. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana instagram digunakan sebagai media untuk mengekpresikan dan membentuk ekstensi diri pada mahasiswa bimbingan dan konseling di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenemonologi untuk menggali pengalaman subjektif para informan dalam menggunakan instagram sebagai bagian dari identitas dan eksistensi mereka. Informan dalam penelitian ini ada beberapa mahasiswa aktif menggunakan instagram untuk membagikan aktivitas, pemikiran, dan pencapaian mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa instagram digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana untuk menampilkan citra diri, memperoleh pengakuan sosial, dan membangun citra rasa percaya diri. Eksistensi diri terlihat dari cara mahasiswa mengelola unggahan, memilih konten, dan merespons interaksi sosial melalui fitur-fitur yang tersedia di instagram. Platform ini tidak hanya menjadi alat komunikasi visual, tetapi juga sibagai ruang untuk eksistensi sosial di era digital.
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 1 MUARA BATANGTORU Nur Hasanah; Nor Mita Ika Saputri; Vitria Larseman Dela
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.1031-1033

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan dukungan teman sebaya pada siswa SMP Negeri 1 Muara Batangtoru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional dengan menggunakanteknik Pearson Product Moment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Muara Batangtoru yang berjumlah 267 siswa. Sampel dalam peneltiian ini sebesar 132 siswa yaitu seluruh kelas VII. Dalam penelitian ini terdapat dua skala adaptasi yang digunakan, yaitu skala kepercayaan diri dan skala dukungan teman sebaya. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat kepercayaan diri sebanyak 53% siswa memiliki rasa percaya diri dengan kategori sedang. Dan tingkat dukungan teman sebaya berada dikategori sedang dengan presentase sebanyak 66,7%. Hasil dari analisis data diporleh nilai korelasi untuk hubungan dukungan teman sebaya dengan kepercayaan diri yaitu sebesar 0,253. Dan nilai Sig. untuk hubungan yaitu sebesar 0,02 0,05 maka dapat diartikan bahwa ada hubungan antara kepercayaan diri dengan dukungan teman sebaya. Sehingga hipotesis penelitian (H1) diterima, yang artinya semakin tinggi dukungan sosial temansebaya yang diterima maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri siswa, begitu pula sebaliknya.
The Role of Group Counseling in Enhancing Social Skills of Secondary School Students: A Systematic Literature Review Rendy Rasoki Tanjung; Nor Mita Ika Saputri
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i2.15750

Abstract

Social skills are essential competencies that enable students to interact effectively, build positive relationships, and adapt to social environments in school settings. However, many secondary school students experience difficulties in social interaction, such as poor communication, limited empathy, and ineffective cooperation with peers. Group counseling has been widely implemented as an intervention to address these challenges by providing structured opportunities for interaction, reflection, and social learning. This study aims to systematically review empirical research on the role of group counseling in enhancing social skills among secondary school students. A systematic literature review method was employed following the PRISMA guidelines. Relevant articles published between 2019 and 2024 were retrieved from Sinta-indexed journals, Scopus, and Google Scholar. A total of selected empirical studies were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that group counseling interventions are effective in improving students’ communication skills, empathy, self-control, cooperation, and social adjustment. Techniques such as role-playing, group discussion, and experiential activities were identified as key components contributing to positive outcomes. This review highlights that group counseling is most effective when facilitated by competent counselors and supported by a conducive school environment. The study contributes to the counseling literature by providing an integrative synthesis of recent evidence and offers practical implications for school counselors in designing effective group counseling programs to enhance students’ social skills. 
Counseling Strategies to Reduce Bullying Behavior in School: A Systematic Literature Review Alwi Pramana Putra; Nor Mita Ika Saputri; Asmaryadi Asmaryadi; Erlina Harahap
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2026): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11i2.12345

Abstract

Background: Bullying behavior in schools remains a serious issue that negatively affects students' psychological well-being, social relationships, and academic achievement. School guidance and counseling services are considered strategic interventions for preventing and reducing bullying by fostering empathy, emotional regulation, and prosocial skills. Aim: This study aims to conduct a systematic literature review of counseling strategies used to reduce bullying behavior in school settings. Method: A systematic literature review (SLR) was conducted following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. The reviewed articles were obtained from Sinta-indexed journals, Scopus, and Google Scholar, and published between 2019 and 2024. A total of 20 empirical studies met the inclusion criteria and were analyzed thematically. Result and Discussions: The findings indicate that cognitive-behavioral counseling, empathy-based group counseling, and integrative school-wide counseling programs are effective in reducing aggressive behavior and enhancing students' social-emotional competencies. Furthermore, the effectiveness of counseling interventions is strongly influenced by counselor competence, institutional support, and program sustainability. Conclusions: These findings provide evidence-based recommendations for school counselors and educational institutions to design comprehensive, sustainable bullying prevention programs.
PROMOTING SAFE EDUCATION ENVIRONMENTS: EFFECTIVENESS OF ASSERTIVENESS-BASED BST INTERVENTIONS AGAINST BULLYING Nor Mita Ika Saputri; Khairul Amri; Husniah Ramadhani Pulungan; Puji Pratiwi
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v3i2.100

Abstract

Bullying remains a critical concern in Indonesian education, with national and global data highlighting persistently high prevalence rates and profound negative impacts on students’ academic, psychological, and social well-being. This study aimed to evaluate the effectiveness of an assertiveness counseling module, utilizing Behavioral Skills Training (BST), in reducing bullying behavior among students at MTs Muhammadiyah 22 Padangsidimpuan. Employing a pre-experimental, one-group pretest-posttest design, a purposively selected sample of 50 students, representing victims, bystanders, and perpetrators, participated in the intervention. Quantitative data were collected using a validated Bullying Behavior Scale and analyzed with paired-sample t-tests. Results revealed a significant decrease in bullying tendencies post-intervention, with most students shifting from moderate/high to low/very low categories, and a large effect size indicating substantial practical impact. The findings confirm that BST-based assertiveness education is effective in transforming bullying behaviors and fostering a more positive school climate, aligning with evidence from international literature while addressing gaps in culturally relevant interventions for religious and semi-rural educational settings. This research contributes practical guidance for integrating assertiveness training into counseling curricula and underscores the urgent need for skill-based anti-bullying strategies in Indonesian schools. Future studies are recommended to employ randomized controlled trials, expand to multiple school contexts, and examine the long-term sustainability of behavioral change to enhance the generalizability and impact of assertiveness education in preventing bullying.