Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Nutrition Education and Strengthening Healthy Living Characters of Junior High School Students at Malang City Nugroho, Fajar Ari; Kusumastuty, Inggita; Cempaka, Anggun Rindang; Handayani, Dian
Smart Society Vol 2, No 2 (2022): December 2022
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v2i2.129

Abstract

Adolescence is a period of rapid growth that a healthy lifestyle must support. School as an environment where teenagers spend most of their time has a School Health Unit (UKS), an essential part of health services at school. UKS can be used as a health education for adolescents at school. However, in reality, UKS needs to be actively used and involved. This community service healthily provided interactive education and achieved optimal growth for students through using lectures, focus group discussion, roleplay, and student projects. At the end of the activity, it was reported that there was a significant improvement in students' knowledge. This activity has also involved the role of parents and schools with UKS as part of the sustainability guarantor of healthy lifestyles for students. The provision of diverse education strategies can effectively influence students' health knowledge.
Nutrition Goes to School: Program Edukasi Gizi Berbasis Sekolah dengan Pemberdayaan Guru SMP di Kota Malang Habibie, Intan Yusuf; Maulidiana, Annisa Rizky; Cempaka, Anggun Rindang
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dihadapkan dengan kondisi triple burden of malnutrition pada remaja. Permasalahan tripleburden of malnutrition tersebut meliputi overnutrition (overweight dan obesitas), undernutrition(underweight), dan defisiensi mikronutrien, khususnya anemia pada remaja. Remaja rentan mengalamipenambahan berat badan karena tingginya konsumsi snack tinggi lemak dan rendahnya aktivitas fisik yangditandai dengan perubahan komposisi tubuh, sensitivitas insulin, perilaku makan, aktivitas fisik, danpenyesuaian psikologis sehingga beresiko mengalami penyakit degeneratif sejak dini. Sementara itu, jugaditemukan remaja putri dengan status gizi underweight yang erat kaitannya dengan pembatasan pola makanyang ketat. Merespon situasi ini, di mana remaja banyak menghabiskan waktu di sekolah, maka perludilaksanakan edukasi gizi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait gizi dan kesehatan.Edukasi gizi yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah edukasi gizi yang difokuskan kepada guru SMP diSekolah dengan harapan Guru ke depannya dapat menyusun program gizi dan turut memberikan edukasigizi secara berkelanjutan di sekolah. Peserta dalam kegiatan ini adalah perwakilan Guru SMP dari SMPN 3 Malang, SMP Islam Terpadu As-Salam dan SMP Islam Unggulan Al-Ya’lu Malang. Hasil yangdidapatkan dalam kegiatan edukasi gizi ini adalah peningkatan pengetahuan guru dari skor pre-test 82,4menjadi skor 88 dalam post-test. Kegiatan ini berpotensi untuk disebarluaskan pada SMP / sederajat untukmeningkatkan cakupan dan memperluas dampak edukasi gizi demi meningkatkan kesadaran dan perilakukesehatan dan gizi pada remaja.  Kata Kunci : Edukasi gizi, sekolah, guru
Webinar Pembuatan Formula Enteral Blenderized yang Mengandung Immunonutrient Harti, Leny Budhi; Cempaka, Anggun Rindang; Maulidiana, Annisa Rizky; Dini, Cleonara Yanuar; Fahmi, Ilmia; Wani, Yudi Arimba
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.02.45

Abstract

Formula enteral komersial tidak selalu diberikan pada pasien selama dirawat inap karena tergantung kebijakan Rumah Sakit (RS). Oleh karena itu formula enteral buatan Rumah Sakit atau sering disebut dengan blenderized diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien, dimana pembuatannya membutuhkan keahlian khusus Ahli Gizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ahli gizi atau masyarakat umum yang berkerja sebagai penjamah makanan di Rumah Sakit dalam membuat formula enteral blenderized. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk webinar (ceramah) dengan sasaran utama adalah ahli gizi, penjamah makanan di Rumah Sakit, dan mahasiswa jurusan gizi. Webinar dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan kapasitas peserta 300 orang. Selama webinar peserta diwajibkan untuk mengisi daftar hadir, soal pre-test dan post-test terkait formula enteral blenderized. Jumlah soal pre-test dan post-test masing-masing sebanyak 10 soal yang merupakan instrumen sederhana untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta selama mengikuti webinar. Perbedaan rata-rata skor pre-test dan post-test dianalisis dengan menggunakan uji statistic paired T-Test. Hasil webinar menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test sebesar 64,70 dan skor post-test sebesar 83,93. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,000). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta webinar tentang formula enteral blenderized.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat pada Webinar Tentang Peran Makanan untuk Meningkatkan Sistem Imun di Masa Pandemi Covid-19 Harti, Leny Budhi; Cempaka, Anggun Rindang; Maulidiana, Annisa Rizky; Dini, Cleonara Yanuar; Fahmi, Ilmia; Wani, Yudi Arimba
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.92

Abstract

Kasus positif Covid-19 mulai mengalami peningkatan pada bulan Juli 2020. Salah satu upaya untuk mencegah terinfeksi virus adalah dengan meningkatkan sistem imun melalui konsumsi makanan yang mengandung zat gizi seimbang. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi gizi kepada masyarakat terkait peran makanan dalam meningkatkan sistem imun pada masa pandemi Covid-19. Tujuan dari kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peran makanan dalam meningkatkan sistem imun melalui webinar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk webinar dengan sasaran masyarakat umum, mahasiswa, dan ahli gizi sejumlah 188 orang. Webinar dilakukan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan kapasitas peserta 300 orang. Pengetahuan peserta webinar diukur menggunakan soal pre- dan post-test masing-masing sebanyak 10 soal. Perbedaan nilai pre- dan post-test dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil webinar menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna (p < 0,001) dari nilai rerata pre-test (57,90 ± 16,91) menjadi nilai rerata post-test (77,37 ± 18,72). Peningkatan pengetahuan peserta webinar mencapai 33,63%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peran makan dalam meningkatkan sistem imun dapat dilakukan melalui webinar.
Distress and Coping Strategy among Indonesian Men with Type-2 Diabetes Mellitus Nugroho, Fajar Ari; Chandra, Rico Budhiarta; Laila, Nike; Rukia, Sera; Kusumastuty, Inggita; Cempaka, Anggun Rindang; Istifiani, Lola Ayu; Latif, Atifa Nafia Hasantie
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 1 (2024): (April 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i1.61605

Abstract

Background: Type-2 diabetes mellitus (T2DM) can have a notable impact on the psychological and physical well-being of individuals, which in turn affects the management of the condition. Men and women experiencing stress and adopting distinct coping strategies. However, research focusing specifically on T2DM in men is still limited.Purpose: The present study intends to investigate the distress and coping strategies adopted by male T2DM outpatients in Malang, East Java, Indonesia.Methods: This study employed a qualitative research design and conducted in-depth interviews to 24 male T2DM outpatients. The interview guidelines were formulated using the Indonesian version of the Diabetes Distress Scale (DDS17) questionnaire, which comprised four domains: physician distress, emotional burden, regimen distress, and interpersonal distress. A thematic analysis was performed to analyze the results gathered during the research and compile them into a final report.Results: The study revealed that individuals diagnosed with T2DM experienced a range of emotional and practical difficulties, including feelings of fear, anxiety, and a lack of understanding. Disease burden, a lack of understanding of both diabetes and healthcare services, difficulties managing their diet, routine medication, financial concerns, and fatigue also contributed to the distress. To cope with distress, the informants identified eight distinct coping strategies. Of these, the most effective strategy was receiving support from family members, followed by acceptance, self management, positive attitude, understanding of their illness, joining the diabetes community, spirituality, and getting more information about T2DM.Conclusion: The findings of this study indicated that men experience eight distinct types of stress and utilise comparable coping strategies associated with T2DM. Emotional distress represents the predominant pressure, while family support constitutes the primary coping strategy. These results are important for nurses and other healthcare professionals in supporting patients.
Nutrition Care Process in Pediatric Patients with Burn Injury Post Debridement Day 7 Rahmah, Hiya Alfi; Cempaka, Anggun Rindang
Journal of Global Nutrition Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v4i2.87

Abstract

The condition of burn injury can cause disturbances in the body's metabolism, which can ultimately affect the patient's nutritional status. Therefore, in its management, it requires standard nutritional care processes to improve the condition and meet the nutritional needs of the patient. Nurition Care Process was carried out through four stages: assessment, diagnosis, intervention, and regular monitoring and evaluation. This study aimed to implement nutrition care process (NCP) for burn injury patient during the 3-day intervention period. Case study carried on July 2020 to hospitalized patients of Saiful Anwar Hospital. Observations were implemented for 3 consecutive days. Observations included of 4 steps of NCP, Assessment, Diagnosis, Intervention, Monitoring and Evaluation. After the NCP was carried out, the patient’s condition improves, accompanied by an incrase in food intake
EduHealth Time Application for Enhancing Nutrition and Health Knowledge and Skills among Junior High School Students Nugroho, Fajar Ari; Kusumastuty, Inggita; Cempaka, Anggun Rindang
SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/spekta.v6i2.13243

Abstract

Background: Adolescents often acquire health knowledge through traditional education but frequently face challenges in sustaining healthy behaviors due to a range of social, environmental, psychological, and developmental factors. Contribution: We developed "EduHealth Time," an Android application co-designed with educators and health personnel to deliver on-demand health education videos and integrated screening modules (anthropometry, anaemia risk, illness monitoring), with built-in functionality for exporting data to support School Health Unit documentation. Method: A one-group pretest-posttest design was implemented during a community-service pilot at SMPIT As-Salam Malang (October–November 2024), involving 65 junior high school students. The app development followed the Plan–Act–Observe–Reflect cycle. Usability and feasibility were evaluated through a seven-item structured survey. Results: EduHealth Time was made publicly available on Google Play. Usability outcomes were highly positive: 92% of participants reported ease of data entry, 100% experienced no system errors, and 100% completed screening tasks without difficulty. The educational and screening functions were rated feasible by 92% of users. Significant improvements were observed in knowledge scores: +5.2 points for balanced diet, +21.4 points for physical activity, and +7.4 points for reproductive health. Conclusion: The EduHealth Time application is a scalable and contextually relevant mHealth platform that enhances adolescent health knowledge and supports self-monitoring. Its integration of multimedia learning and screening features provides a model for continuous school-based health education.