Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PEMOTONGAN SAPI PADA PT. RPH SURABAYA PERSERODA Muthowif; Siti Lailuatus Sofiyah; Nur Solikin
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/9mwz7e30

Abstract

The availability of safe, healthy, whole, and halal (ASUH) meat is an important aspect in protecting public health and part of public services in the field of veterinary public health. Slaughterhouses (RPH) have a strategic role in ensuring that the animal slaughtering process and carcass handling are carried out in accordance with sanitation standards, animal welfare, and halal requirements. This study aims to analyze the quality of cattle slaughter services in realizing ASUH meat. The research location is PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, implemented from Oktober to Desember 2025. The study used a qualitative approach with a descriptive design to deeply understand the service practices that take place in the field. Informants were determined purposively consisting of Slaughterhouse management, veterinarians, operational officers, halal slaughterers, and service users. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis used an interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the quality of cattle slaughter services at PT RPH Surabaya Perseroda has generally run quitewell based on service quality dimensions that include physical evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Pre- and post-slaughter animal health inspections, implementation of halal slaughter procedures, and veterinary supervision are crucial factors in maintaining meat quality. Future recommendations include improving supporting facilities and strengthening operational management to ensure the continued optimal supply of ASUH meat. Key words: Service quality, slaughterhouse, ASUH meat, public service, food  safety 
LIMBAH PASAR SEBAGAI SUBSTITUSI DEDAK DALAM RANSUM ITIK HIBRIDA FASE GROWER Erna Yuniati; Anifiatiningrum; Ardina Tanjungsari; Nur Solikin; Charisa Fitri Ramadhan; Melati Ariana
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/6c9q8178

Abstract

Feed costs are a major factor affecting the efficiency of duck farming. Market waste in the form of vegetable and fruit scraps has the potential as an alternative feed ingredient because it has a nutrient content that can be utilized by livestock and can reduce environmental pollution. The study aims to determine the effect of market waste with bran substitution on the performance of hybrid ducks in the grower phase. The study used 36 3-weekold hybrid ducks raised for 4 weeks with a Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 3 replications. The treatments consisted of Kontrol/P0 (100% bran), P1 (90% bran + 10% market waste), P2 (80% bran + 20% market waste), and P3 (70% bran + 30% market waste). The research indicators were ration consumption, livestock weight gain, and ration conversion. The results showed that market waste as a bran substitute affected ration consumption, but did not affect body weight gain and ration conversion. Market waste can be used as much as 30% without reducing the performance of hybrid ducks in the grower phase. Keywords: hybrid ducks, market waste, bran substitution, performance, feed  rations 
Optimalisasi Limbah Peternakan sebagai Pupuk Organik Cair untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan pada Kelompok Ternak Satria Kelud Perkasa Ardina Tanjungsari; Sapta Andaruisworo; Erna Yuniati; Nur Solikin; Anifiatiningrum; Alfan Nur Rohman; Ocha Meylda Reymonita; Charisa Fitria Ramdhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i2.28895

Abstract

Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah optimalisasi limbah peternakan sebagai pupuk organik cair untuk mendukung pertanian berkelanjutan pada kelompok ternak Satria Kelud Perkasa. Metode penelitian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah mix-method, yakni kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui pre test dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta mengenai pupuk organik cair. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan pembuatan pupuk organik cair dari limbah peternakan pada Kelompok Ternak Satria Kelud Perkasa berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam memanfaatkan limbah ternak menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Sebagian besar anggota kelompok memiliki lahan pertanian namun belum pernah menggunakan pupuk organik cair, sehingga program ini memberikan peluang besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Melalui pelatihan dan praktik langsung, seluruh anggota kelompok memahami bahan, proses pembuatan, serta manfaat pupuk organik cair bagi tanaman dan lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik cair dapat mendukung pertanian berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
PELATIHAN TEKNIK PASCAPANEN DAN PENYIMPANAN SUSU SEGAR PETERNAK SAPI PERAH “SUMBER MULYO” DESA JUGO, KECAMATAN MOJO, KABUPATEN KEDIRI Nur Solikin; Erna Yuniati; Anifiatiningrum Anifiatiningrum; Linawati Linawati; Melati Ariana; Charisa Fitria Ramadhani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/ztmk2h97

Abstract

Teknik pascapanen dan penyimpanan sangat mempengaruhi kualitas susu sapi. Kesalahan dalam penanganan pasca panen dan penyimpanan dan menyebabkan berubanya (menurun) kualitas susu yang dihasilkan peternak, sehingga pendapatan juga kurang maksimal. Keterbatasan pengetahuan dan teknologi sering kali mempengaruhi kualitas susu segar, sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik penyimpanan dan pengolahan susu yang dimungkinkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan industri persusuan di daerah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui wawasan dan keterampilan peternak sapi perah dalam penanganan pasca panen dan penyimpanan susu segar.  Metode kegiatan mengunakan pembelajaran orang dewasa (andragogi), Teknik pengukuran dilakukan dengan pre-test, pemaparan materi dan post-test. Kegiatan dilakukan bulan Oktober - November 2024 dengan subjek adalah anggota Kelompok Ternak Sapi Perah “Sumber Mulyo” Desa Jugo Kecamatan Mojo sebanyak 50 orang. Hasil menujukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang teknik penanganan pasca panen dan penyimpanan susu segar dengan indicator nilai post-test rerata skor 85 kategori baik dibandingkan dengan nilai pre-test skor rerata 63 kategori cukup. Simpulan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dan diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas susu serta peningkatan nilai ekonomi peternak.  
PANDEMI COVID 19 TERHADAP PENJUALAN DAN DAYA BELI HEWAN QURBAN (IDUL ADHA) TAHUN 2020 – 2021 DI KOTA KEDIRI Nur Solikin; Sugiono Sugiono; Linawati Linawati; Samari Samari
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.584

Abstract

Munculnya penyakit corona karena virus Covid 19 di Indonesia sejakbulan maret 2019 hingga sekarang menyebabkan dampak besar diberbagai sektor kehidupan terutama dibidang perekonomian.Peternakan salah satu sector riil yang tidak luput terdampak karenapademi covid 19. Idul adha adalah hari raya bagi umat islam yangdidalamnya terdapat ritual penyembelihan hewan qurban. Ritualperayaan dengan menyembelih hewan qurban adalah peluang bagipeternak dan penyedia hewan qurban. Penelitian dilakukan di KotaKediri dengan responden adalah penyedia/ pedagang hewan qurban,konsumen dan masyarakat/ panitia qurban. Jenis penelitai deskriptifkualitatif dengan tujuan penelitian yaitu melakukan kajian dan analisiskondisi pandemi covid 19 terhadap penjualan dan daya beli hewanqurban masyarakat Kota Kediri tahun 2020-2021. Hasil penelitianmenunjukan bahwa terdapat peningkatan penyembelihan jumlahhewan qurban pada tahun 2021, namun penyedia/ pedagang hewanqurban di Kota Kediri mengalami adanya penurunan penjualan 30- 40persen dibandingkan tahun 2020 karena pemberlakukan pembatasankegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Kediri.Kata Kunci : Covid 19, Hewan Qurban, Kota Kediri.
PENERAPAN MODEL BISNIS CANVAS PADA USAHA OLAHAN SUSU SAPI DESA JUGO Linawati Linawati; Nur Solikin; Erna Yuniati; Melati Ariana; Charisa Fitria Ramadani; Elfian Aldi Kurniawan
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/5bgq8v02

Abstract

Usaha pengolahan hasil peternakan, khususnya olahan susu sapi, memiliki potensi ekonomi yang tinggi namun memerlukan perencanaan yang matang agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Dalam menghadapi persaingan dan dinamika pasar, pelaku usaha perlu memiliki rancangan strategis untuk mengetahui posisi usahanya serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang muncul. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis penerapan Model Bisnis Canvas pada pelaku usaha olahan susu sapi di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dilakukan pada bulan Juni hingga September 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Triangulasi data mencakup data primer yang diperoleh melalui pengisian angket dan wawancara langsung dengan 25 responden, serta data sekunder yang bersumber dari dokumen dan hasil kajian yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi aktual pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha olahan susu sapi belum melakukan perencanaan usaha secara optimal karena masih rendahnya pemahaman terhadap pentingnya perencanaan strategis dan keterbatasan pengetahuan mengenai penerapan Model Bisnis Canvas dalam pengelolaan usaha. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya penerapan Model Bisnis Canvas agar pelaku usaha dapat mengukur kinerja, mengidentifikasi peluang, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Pelatihan Business Model Canvas pada Karang Taruna Putra Laskar Pelangi Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Linawati Linawati; Nur Solikin; Erna Yuniati; Melati Ariana; Charisa Fitria Ramadhani; Elfian Aldi Kurniawan
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 2 (2026): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i2.27127

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan penguatan manajerial pada para anggota Karang Taruna Putra Laskar Pelangi Desa Jugo Kabupaten Kediri untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumberdaya manusia dalam mengelola usaha, khususnya usaha pengolahan aneka produk berbahan susu sapi perah. Business Model Canvas (BMC) dapat digunakan dalam menemukan peluang bisnis yang lebih baik, mengurangi risiko, dan menciptakan keunggulan kompetitif. Penerapan BMC dalam praktik bisnis, berpeluang pelaku usaha dapat merancang model bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi kepuasan konsumen. Metode pengabdian mengunakan pendekatan partisipatif dengan pembelajaran andragogi, peserta secara aktif terlibat dalam proses belajar tentang BMC untuk membedah kondisi usaha yang dijalankan. Berdasarkan fakta diketahui bahwa: 1) peserta dalam menjalankan usaha sebanyak 96 persen belum pernah mengunakan BMC sebagai alat menyusun rencana dan proyeksi usaha, setelah mendapat materi BMC dan praktik menerapkan BMC peserta mengetahui peta dan posisi usaha. 2) berdasar hasil belajar peserta dengan mengacu skor pretes dan postes dinyatakan ada peningkatan hasil belajar peserta tentang BMC, namun masih mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan kondisi. Mempertimbangkan hasil tersebut masih diperlukan pendampingan secara berkala sehingga penguasaan lebih komprehensif serta usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan. 
The Regulatory Reform of Advocate Organizations in Proposing Oath of Prospective Advocates in Indonesia Solikin, Nur; Rohmatullah, Anis
Jurnal Kajian Pembaruan Hukum Vol. 2 No. 2 (2022): July-December 2022
Publisher : University of Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkph.v2i2.23400

Abstract

Following the enactment of Advocate Law 18/2003, Indonesian Bar Association must commence a proposal for the advocate's oath before the High Court. As per the rules, the oath should be submitted by a single bar, whereas there has been more than one advocate association in Indonesia. Each association has claimed to be a legitimate "Indonesian Bar Association" in administrating lawyers. In short, while the law demands a single bar system, the reality asserts a multi-bar. This study aimed to portray the entanglement of the dynamics of legal politics during the drafting process of the Advocate Law and, at the same time to analyze the development of the Indonesian Bar Association. This study used the normative juridical legal approach to examine law and other relevant materials. This study showed that the bar organization in Indonesia has long historical roots that can be traced back to the Dutch East Indies era in which Indonesia, in the post-independence period, adopted the Dutch's single bar system. However, a unified single bar system has been hard to achieve and still out of sight. With the growing number of bars in Indonesia, the Supreme Court then recently enacted the Supreme Court Letter 2015, which permitted the whole bars to submit the oath. In conclusion, the Supreme Court Letter 2015 does not only recognize the advocate associations but also marks a legal paradigm shift from single to multi-bar. To end such legal uncertainty, this study suggested that Advocate Law should be amended to accommodate a multi-bar system.