Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis Risk Factor for Diarrhea in Toddlers of The Working Area at General Hospital Indonesia Suarayasa, Ketut; Suriati, Ni Made; Anugrah, Ferry; Abkari, Farkhan Febri
Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu (Jupiter)
Publisher : Hasanuddin Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61963/jpkt.v3i1.90

Abstract

Background: Diarrhea is a medical condition characterized by a change in the consistency of the feces, resulting in softer, thinner, or watery stools. It typically occurs more than three times per day. This condition is caused by pathogenic microorganisms and is influenced by various risk factors, including environmental conditions, community behavior, healthcare services, diet, education, and socio-economic status. Objective: To identify the risk factors that impact the occurrence of diarrhea in young children at the Mamboro Community Health Center. Research Design: This study employs a descriptive analytical method with a cross-sectional approach. The study included 74 respondents, divided into two groups: those with diarrhea and those without. Data were collected from primary sources through questionnaires and secondary data from KIA book records. The data were analyzed using the Chi-Square statistical method. Results & Findings: The study found a significant association between a history of exclusive breastfeeding (P=0.002, P<0.005) and a history of allergies (P=0.000, P<0.005) with the occurrence of diarrhea in toddlers at the Mamboro Health Center. Conclusion: The history of exclusive breastfeeding significantly impacts the occurrence of diarrhea in toddlers. Additionally, there is a strong correlation between a history of allergies and the incidence of diarrhea at the Mamboro Health Center.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KADER KESEHATAN TERHADAP KUNJUNGAN PASIEN DALAM PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PARU Amirah, Asriwati; Suarayasa, Ketut; Imran, Herry; Sipayung, Patrice Armando
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 32 No. 3 (2022): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v32i3.1847

Abstract

One effort to increase visits to pulmonary tuberculosis patients is by finding cases and tracking officers by increasing the role of cadres. The study aimed the relationship of health cadre characteristics to patient visits in preventing pulmonary tuberculosis transmission. In order to examine the relationship between cadre activity factors and tuberkulosis paru patient visits in the prevention and transmission of tuberkulosis paru disease, this type of research employs cross-sectional methodology and quantitative research methods. The population in this study was 110 cadres at the Panombeian Panei Community Health Center. The sampling technique used in this study was a total sampling technique. The research sample consisted of 110 cadres. The bivariate test uses the Chi-Square Test. The results of the study showed that there was a relationship between knowledge (0.003), attitude (0.002), and visits by pulmonary tuberkulosis paru patients. knowledge, attitudes, and activities of cadres influence pulmonary tuberkulosis paru patient visits. It is recommended that cadres continue to be given training and an in-depth understanding of pulmonary tuberkulosis paru, including how to treat and prevent it. Apart from that, it is also important to encourage cadres to have a positive and empathetic attitude towards pulmonary tuberkulosis paru patients, so that they can provide optimal support during patient visits.
HUBUNGAN PERILAKU 5M DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO (PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL) Anisa; Nur Syamsi; Ketut Suarayasa; Junjun Fitriani
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v7i1.606

Abstract

Perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindarikerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi merupakan tindakan pencegahanpenularan virus COVID-19. Health Belief Model (HBM) merupakan konsep umumuntuk memahami sikap sehat yang dilakukan masyarakat. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui hubungan perilaku 5M dimasa pandemi Covid-19 dengantingkat kepatuhan pada mahasiswa melalui pendekatan health belief model.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian crosssectional. Teknik pengambilan sampel simple random sampling didapatkan 66sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dengan caramembagikan kuesioner melalui google form. Analisis data menggunakan ujistatistik chi square. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hubungan tingkatkepatuhan dengan : (i) persepsi kerentanan (p=0,006 r=0.356), (ii) persepsikeparahan (p=0,022 r=0,305), (iii) persepsi manfaat (p=0,228), (iv) persepsihambatan (p=0,699), (v) persepsi self efficacy (p=0,0,136). Terdapat hubunganantara persepsi kerentanan dan persepsi keparahan dengan kepatuhan perilaku 5Msedangkan persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan self efficacy tidak mempunyaihubungan dengan kepatuhan pada perilaku 5M.
EVALUASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KAWATUNA Ni Kadek Windhi Waskitasari; Bertin Ayu Wandira; Ketut Suarayasa
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v7i1.609

Abstract

fluktuasi. Berdasarkan data kunjungan KB Pada tahun 2021 jumlah sasaranPasangan Usia Subur yaitu 5.459 dan yang menjadi akseptor KB aktif hanya2.068 (37,8%). Sedangkan target cakupan KB yang ditentukan Dinas KesehatanKota Palu yaitu 65%. Di Puskesmas Kawatuna diperoleh gambaran masalahyaitu belum maksimalnya pelaksanaan program KB yang menyebabkan cakupanKB rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program KBpada kunjungan akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna. Metodepenelitian yang digunakan adalah kualitatif yang dilakukan dengan pendekatanstudi kasus. Informan penelitian ini sebanyak 5 orang ditentukan denganpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukan aspek input dari segi SumberDaya Manusia sudah memadai, sudah tersedianya dana yang mencukupi untukprogram KB, sarana dan prasarana sudah memadai. Standar OprasionalPelayanan sudah ada namun belum ada pembaharuan, serta sudah adanyaketepatan waktu pelaksanaan. Sedangkan untuk aspek process dari segiperencanaan, pengorganisasian dan pengawasan sudah dilaksanakan namunbelum maksimal. Dari penelitian ini diharapkan menjadi pertimbanganPuskesmas untuk memaksimalkan pelaksanaan Program KB serta KerjasamaLintas sektor dan Lintas Program dalam pelaksanaan program KB untukmeningkatkan cakupan pelayanan KB.
Perbandingan Tingkat Keparahan Pasien Covid-19 Pada Gelombang Kedua Dan Ketiga Di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah Annisa Annisa Nurul Fadilla; Muh. Nur Ikhsan Liwang; Ketut Suarayasa; Muhammad Zainul Ramadhan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i1.810

Abstract

Latar belakang Coronavirus Disease 19 (COVID-19) adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV2) dengan gejala yang bervariasi. Beberapa faktor telah terbukti yang paling sering dikaitkan dengan tingkat keparahan infeksi COVID-19: usia pasien, penyakit penyerta, kekurangan vitamin D, dan obesitas. Indonesia sendiri sudah mengalami tiga gelombang dimana untuk gelombang pertama COVID-19 pada Januari 2021, disusul gelombang kedua yang terjadi pada Juni 2021 dan gelombang ketiga ditandai dengan kasus harian yang mulai meningkat pada tanggal 2 Februari 2022.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat keparahan pasien COVID-19 pada gelombang kedua dan ketiga di RSUD Undata Provinsi Sulawesi TengahMetode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan rekam medis pasien. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non parametrik, yaitu uji Mann Whitney.Hasil: Pada penelitian ini tingkat keparahan pasien COVID-19 pada gelombang kedua sebagian besar memiliki tingkat keparahan yang berat (44,6%). Tingkat keparahan pasien COVID-19 pada gelombang ketiga sebagian besar memiliki tingkat keparahan yang ringan (74,2%) . Hasil analisis didata terdapat perbedaan tingkat keparahan pasien COVID-19 pada gelombang kedua dan ketiga (p=0,000).Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat keparahan pasien COVID-19 pada gelombang kedua dan ketiga.Kata Kunci: COVID-19, Gelombang Kedua, Gelombang Ketiga, Tingkat Keparahan
Pengaruh Rumah Sehat dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan Kota Palu Fauzan Fauzan; Ketut Suarayasa; Sumarni Sumarni; Elli Yane Bangkele; Ratih Pratiwi
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 6, No 1 (2025): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v6i1.32568

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi di masyarakat terutama terjadi pada balita. Kondisi sanitasi yang buruk merupakan tempat berkembangnya penyakit menular yang dapat menyebabkan morbiditas pada masyarakat terutama pada balita. Karena rentan terhadap penyakit. Anak balita yang tidak sehat dan terpapar penyakit akan cenderung meningkatkan risiko stunting dibandingkan dengan anak balita yang tumbuh sehat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sanitasi lingkungan dan rumah sehat terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan Kota Palu. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan sebanyak 947 balita. Jumlah sampel yaitu 72 pada setiap kelompok sampel dengan total sampel sebanyak 144 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan Teknik analisis menggunakan Uji Chi Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitan menunjukkan bahwa rumah sehat (p value = 0,291; OR = 1.545) dan sanitasi lingkungan (p value = 0,855; OR = 0,874). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu rumah sehat dan sanitasi lingkungan tidak mempengaruhi kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan
The Influence of Parenting Patterns on Stunting Incidence Among Toddlers at Puskesmas Pantoloan, Palu City Suarayasa, Ketut; Bangkele, Elliyane; Sumarni, Sumarni; Miranti, Miranti; Nurjannah, Sitti; Tobanta, Bertha Anastacia
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i2.1462

Abstract

Background: Poor parenting in the family is one of the causes of inadequate nutritional intake, contributing to stunting. Stunting is a chronic malnutrition condition occurring in the first 1000 days of life, leading to delays in brain and physical development. According to the Ministry of Health, stunting is defined as a z-score less than -2SD and severe stunting as less than -3SD. Objectives: To determine the influence of parental parenting on the incidence of stunting in toddlers at the Pantoloan Community Health Center, Palu City. Methods: This case-control study involved 144 toddlers (72 stunting cases and 72 non-stunting controls) selected through purposive sampling. The total population was 947 toddlers. Data were analyzed using the Chi-square test. Results: There was no significant relationship between the type of parenting style and stunting incidence (P = 0.335, OR = 1.600). Similarly, no significant relationship was found between parenting methods and stunting incidence (P = 0.085, OR = 1.183). Conclusions: Parental parenting style and methods were not significantly associated with stunting incidence among toddlers at the Pantoloan Community Health Center, suggesting the need to explore other contributing factors.
Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi pada Ibu Hamil di Kelurahan Taipa Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kota Palu Suarayasa, Ketut; Miranti, Miranti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v5i1.5887

Abstract

Berita yang dimuat koran Radar Sulawesi Tengah pada tanggal 15 Februari 2023 menyebutkan bahwa kasus stunting tertinggi di kota Palu berada di Kelurahan Taipa (24,17%), dan sebagian besar berada di RW 04. Terdapat beberapa penyebab stunting, salah satunya adalah status kesehatan ibu saat hamil. Beberapa kondisi ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting antara lain: anemia kehamilan dan kurang energi kronik (KEK). Hipertensi dan Diabetes Mellitus pada ibu hamil juga berisiko terhadap kesehatan janin yang dikandung. Oleh karena itu perlu adanya deteksi dini status kesehatan ibu hamil serta edukasi mengenai faktor risiko kehamilan dan  pentingnya asupan nutrisi yang adekuat selama hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada ibu hamil. Tujuannya untuk mengetahui status kesehatan ibu hamil dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang faktor risiko kehamilan dan upaya pencegahannya. Metode pengabdian dalam bentuk pemeriksaan kesehatan dan edukasi pada Ibu hamil. Bahan yang digunakan saat pemeriksaan kesehatan antara lain: tensi meter, alat tes gula darah dan hemoglobin, pita pengukur lingkar lengan atas dan timbangan. Sedangkan untuk media edukasi dipergunakan lembar timbal balik (flipchart) dan banner. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan terdapat beberapa ibu hamil yang memiliki faktor risiko tinggi kehamilan, antara lain: Anemia (33,3%), Hipertensi (20,0%), Kurang Energi Kronis (13,3%) dan Diabetes (0,67%). Sedangkan hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dari nilai 80,6 (baik) menjadi rata-rata 99,3 (sangat baik). Kesimpulan: masih adanya ibu hamil yang memiliki risiko tinggi kehamilan dan pentingnya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil
Empowering Posyandu Cadres in Stunting Prevention Ketut Suarayasa; Andi Nur Tiara AE; Afifah Kalebbi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5: MAY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5346

Abstract

Introduction : Stunting is a condition of nutritional status based on length or height according to age with a Z-score value of less than -2 SD. Indonesia has set a target for achieving stunting incidence by 2024 at 14%. Meanwhile, the prevalence of stunting in 2022 is 21.6%, this figure is still very high from the target set by the government. Therefore, accelerated efforts to reduce stunting are urgently needed. There are various ways that can be done, one of which is utilizing the active role of posyandu cadres to work together to reduce the incidence of stunting. Objective : This research aims to determine the role of posyandu cadres in overcoming stunting incidents Method : This research was conducted in April 2024 by collecting academic journals obtained from Google Scholar related to empowering posyandu cadres and preventing stunting in Indonesia. Result : Based on the search, 13 articles were selected that met the requirements and will be discussed in this research, with a community service research design as an effort to empower posyandu cadres. Conclusion : Empowerment of posyandu cadres is carried out using various models starting from counseling, direct practice of measuring weighing equipment and the height of toddlers, making MPASI from local ingredients which has an effect on increasing the ability and skills of posyandu cadres to carry out early detection of stunting and provide early treatment for stunting. There is a need for a more systematic and orderly empowerment program for posyandu cadres to control the incidence of stunting among toddlers in Indonesia.
THE EFFECT OF THE HEALTH CARE INFECTION CONTROL COMMITTEE IN PATIENTS WITH URINARY CATHETERS ON COST CONTAINMENT Amirah, Asriwati; Fitriani, Arifah Devi; Suarayasa, Ketut; Suharto, Teguh; Asepty, M.Rizky Priyanka
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.3086

Abstract

The high prevalence of healthcare-associated infections threatens hospital services. Urinary tract infections associated with the use of catheters could reach 0.2–4.8 per 1000 catheters/day. In response to this, the Centers for Disease Control and Prevention recommends using the Healthcare Infection Control Practices Advisory Committee (HICPAC) to reduce the incidence of infection in hospitals. To determine the effect of implementing HICPAC on reducing hospital costs for patients with urinary catheters at Delia Hospital, Langkat Regency, in 2019. At the Delia General Hospital in Langkat Regency, Malaysia, quantitative research using a quasi-experimental technique was carried out, in which all patients with urinary catheters were included as respondents. The paired t-test was used to evaluate the data using SPSS software. The results revealed a significant effect of the HICPAC application on the incidence of Catheter-Associated Urinary Tract Infection (CAUTI) in patients during treatment (p = 0.08). The HICPAC method can also reduce the risk of CAUTI by 3.902 times. This study did not evaluate the morbidity and mortality attributable to CAUTI. An assessment of the length of stay, cost analysis, and antibiotic resistance is needed to assess the benefits of the HICPAC guidelines. The use of HICPAC in patients with urinary catheters can reduce the cost of treatment at Delia Hospital, Langkat Regency.