Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Faktor Determinan Sosial terhadap Kejadian Kematian Ibu di Kota Palu – Sulawesi Tengah: The Role of Social Determinant Factors on the Incidence of Maternal Mortality in Palu City – Central Sulawesi Ketut Suarayasa; Bertin Ayu Wandira
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.3560

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional bidang kesehatan. WHO berupaya menekan angka kematian ibu dengan melihat faktor determinan sosial seperti kultur/budaya, tingkat pendidikan, kemiskinan dan kesetaraan gender menjadi kajian penting dalam upaya mengungkap kegagalan berbagai program yang selama ini dijalankan. Komplikasi obstetri terjadi lebih disebabkan oleh kompleksitas sosial budaya dan kemiskinan masyarakat sehingga ibu hamil tidak berdaya mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berdampak terhadap 3 (tiga) terlambat. Ketiga keterlambatan ini berhubungan erat dengan kehidupan sosial di masyarakat termasuk peranan anggota keluarga dalam pengambilan keputusan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh faktor determinan sosial terhadap kejadian kematian ibu di Kota Palu, khususnya peran faktor pendidikan, pekerjaan, dukungan suami serta peran dari faktor 3 (tiga) terlambat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control study untuk menjawab besarnya faktor risiko yang berkaitan dengan kematian ibu. Penelitian ini dilakukan di 14 Puskesmas kota Palu. Sampel kasus di ambil dari data kematian ibu 3 (tiga) tahun terakhir (2018 – 2020) dan sampel kontrol diambil dari lokasi Puskesmas yang sama dengan sampel kasus, dengan perbandingan 1 : 2. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa determinan sosial berisiko 2,534 kali meningkatkan kematian ibu (OR=2,534). Sedangkan factor 3 (tiga) terlambat memberikan kontribusi risiko sebesar 1,680 (terlambat 1), 2,038 kali (terlambat 2) dan 6,500 kali (terlambat 3). Kesimpulan: Determinan sosial dan keterlambatan ibu mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan (terlambat 3) merupakan faktor yang signifikan berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu di Kota Palu.
Pengaruh Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) terhadap Kejadian Stunting pada Anak Balita : Literature Review: Effect of Antenatal Care Examination (ANC) on Stunting Incidents in Toddlers : Literature Review Ketut Suarayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.3561

Abstract

Latar Belakang: Masih tingginya kejadian stunting yang terjadi merupakan sebuah masalah yang harus diperhatikan terutama terkait pelayanan Antenatal Care. Antenatal care dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan profesional dapat mencegah dan mendeteksi komplikasi pada janin dan ibu hamil lebih awal sehingga tidak terjadi. Pelayanan antenatal merupakan pelayanan terhadap individu yang bersifat preventif care untuk mencegah terjadinya masalah yang kurang baik bagi ibu maupun janin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan ANC terhadap kejadian stunting pada anak balita. Jenis: Penelitian ini menggunakan literatur review. Informasi Literature Review berasal dari beberapa macam sumber seperti jurnal nasional maupun internasional. Hasil: Literatur review menunjukkan: 1) Ibu hamil dengan frekwensi ANC kurang berisiko 1,2 kali (OR = 1,22) memiliki balita stunting; 2) Ibu hamil yang tidak melakukan ANC sesuai standar berisiko 3,8 kali (OR = 3,756) memiliki balita stunting; 3) Ibu dengan kunjungan dan kualitas ANC yang kurang, memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Sementara bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko 5 kali (OR = 5,3) menjadi balita stunting; 4) Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) memiliki risiko 8,3 kali (OR= 8,383) memiliki balita stunting dibanding ibu hamil yang tidak KEK; Kesimpulan: Pemeriksaan antenatal care (ANC) berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak balita
Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan dengan Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada Ibu Hamil di Kota Palu: Relationship between Education and Knowledge and Use Book on Maternal and Child Health (MCH) for Pregnant Women in Palu City Ketut Suarayasa; Bertin Ayu Wandira; Parmin; Anti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.3562

Abstract

Latar belakang: Buku KIA merupakan buku catatan dan informasi tentang kesehatan ibu dan anak yang terdiri dari beberapa kartu kesehatan dan kumpulan berbagai materi penyuluhan KIA. Buku KIA sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga karena bisa memberikan informasi lengkap tentang kesehatan ibu dan anak, mengetahui adanya resiko tinggi kehamilan, mendeteksi secara dini adanya gangguan dan masalah kesehatan ibu dan anak serta mengetahui kapan dan jenis pelayanan apa saja yang dapat diperoleh ditempat pelayanan kesehatan. Buku KIA sudah beberapa kali mengalami revisi. Revisi terakhir adalah tahun 2020. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi tahun 2020 pada ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Kota Palu. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi berjumlah 321 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan di 14 Puskesmas kota Palu. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan checklist. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dengan nilai kemaknaan (α) = 0,05. Hasil: 1) Sebagian besar ibu hamil sudah menggunakan buku KIA edisi tahun 2020; 2) Ada hubungan pendidikan dan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (p value = 0,013); 3) Ada hubungan pengetahuan dan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (p value = 0,000) Kesimpulan: Ada hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada ibu hamil di Kota Palu