Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Fatigue dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa: Literature Review Alief Nisha Syafria; Yosi Oktarina; Andika Sulistiawan; Nurhusna; Andi Subandi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.131

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan masalah kesehatan global yang pada stadium akhir sering memerlukan terapi hemodialisa jangka panjang. Selain menimbulkan dampak fisik, hemodialisa juga berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis dan sosial pasien, sehingga kualitas hidup menjadi indikator penting keberhasilan terapi. Salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien GGK yang menjalani hemodialisa adalah fatigue, yang bersifat persisten dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fatigue dan kualitas hidup pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah penelusuran artikel ilmiah melalui beberapa basis data dengan kata kunci terkait GGK, hemodialisa, fatigue, dan kualitas hidup, disertai seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa fatigue memiliki prevalensi tinggi pada pasien hemodialisa dan secara konsisten berhubungan negatif dengan kualitas hidup. Tingkat fatigue yang lebih tinggi berkorelasi dengan penurunan kualitas hidup, terutama pada aspek fisik, psikologis, dan persepsi terhadap beban penyakit ginjal. Faktor anemia, kondisi psikologis, serta lamanya menjalani hemodialisa turut memengaruhi tingkat fatigue. Kesimpulannya, fatigue merupakan determinan penting kualitas hidup pasien GGK, sehingga perlu dinilai dan ditangani secara rutin dalam pelayanan hemodialisa guna meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Gambaran Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Berdasarkan Lama Waktu Menderita pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi M Fadhlan Wahyu Erlangga; Nurhusna; Putri Irwanti Sari; Andika Sulistiawan; Andi Subandi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.149

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan penentu utama keberhasilan pengobatan. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan paling berbahaya didunia, karena tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan penyakit seperti stroke, gagal jantung, stroke dan nefrosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Berdasarkan Lama Waktu Menderita pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dekriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah 31.615 orang yang berkunjung ke puskesmas Putri Ayu dan mengkonsumsi obat Antihipertensi pada tahun 2023, tekni pengambilan sempel ini dengan teknik purposive sampling dengan 106 responden. Hasil penelitian Mayoritas responden berusia anatara 46-65 Tahun sebanyak 68 Responden (64,2%), mayoritas berjenis kelamin Perempuan 58 responden (54,7%), mayoritas berpendidikan terakhir SMA 41 responden (38,7%), mayoritas responden berkerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) 41 responden (38,7%), Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi baru (< 1 tahun) mayoritas adalah Sedang sebanyak 10,4%. Gambaran Tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi jangka menengah (1-5 tahun) mayoritas adalah Rendah sebanyak 48,1%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi jangka panjang (> 5 tahun) mayoritas Adalah Rendah 18,9%. Dapat disimpulkan Tingkat kepatuhan responden berdasarkan lama pengobatan mayoritas responden memiliki Tingkat kepatuhan rendah.
Healthy Movement, Strong Heart: Cardio Exercise as an Intervention for Improving Both Cardiorespiratory Fitness and Cardiovascular Health Sari, Putri Irwanti; Subandi, Andi; Meinarisa; Sari, Yulia Indah Permata; Oktaria, Rina; Mawarti, Indah; Yuliana; Nasution, Riska Amalya; Martawinarti, RTS Netisa
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i1.1041

Abstract

Cardiovascular disease remains a major cause of morbidity and mortality in the community. Cardiorespiratory fitness and hemodynamic parameters such as blood pressure, heart rate, and its variability are important indicators of heart health. Cardio exercise as a form of physical intervention has the potential to improve cardiorespiratory fitness and hemodynamic conditions in the community. This Community Service Activity aims to broadcast the effects of exercise on cardiorespiratory fitness and hemodynamic parameters in the community, and to see the extent of changes that occur after regular intervention. The methods used were lectures, interviews, observations and physical examinations (pretest-posttest). Participants totaling 34 people from the local community participated in a 60-minute cardio exercise program. Parameters measured included cardiorespiratory fitness (VO₂max or estimated physical task performance), systolic and diastolic blood pressure, resting heart rate, and heart rate after activity. Results: After the exercise intervention, there was a significant improvement in hemodynamic status. The cardiorespiratory fitness status min-max from 12.93-27.67 ml/kg/min with an average value of 17.11 ml/kg/min. Conclusion: Cardio exercise has been proven to be effective as an intervention to increase cardiorespiratory fitness and improve hemodynamic parameters in the community. Regular cardio exercise programs are recommended as part of a public health strategy for preventing heart disease and improving quality of life.
UJI EFEKTIVITAS HOLOGRAM 3D DALAM PEMBELAJARAN KESIAPSIAGAAN DI PESANTREN Kamila Dyanti, Tiara; Subandi, Andi; Martawinarti, Rts Netisa; Oktarina, Yosi; Sulistiawan, Andika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52481

Abstract

Proses belajar di pesantren umumnya masih berpusat pada metode ceramah, sehingga kesempatan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih visual dan menarik menjadi terbatas. Kondisi ini membuat motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi kesiapsiagaan belum optimal. Kehadiran media hologram 3D menawarkan cara penyampaian materi yang lebih hidup dan mudah dipahami. Penelitian ini dilakukan untuk menilai seberapa efektif media hologram 3D dalam meningkatkan usability, motivasi belajar, serta menurunkan beban kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif post-test only. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Pondok Pesantren As’ad, dengan jumlah sampel 30 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga instrumen, yaitu System Usability Scale (SUS), Instructional Materials Motivation Survey (IMMS), dan Paas Cognitive Load Scale. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai rata-rata, persentase, dan kategori penilaian. Media hologram 3D menunjukkan tingkat usability yang tinggi dengan nilai rata-rata 3,47. Motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi mencapai 73,3%, sedangkan beban kognitif tercatat pada kategori rendah hingga sedang dengan nilai rata-rata 1,53. Media hologram 3D terbukti efektif sebagai sarana edukasi, karena mampu menarik minat siswa, membantu pemahaman materi, dan tetap menjaga beban kognitif pada tingkat yang wajar. Media ini layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran kesehatan di lingkungan pesantren.
TIMI SCORE AND MAJOR ADVERSE CARDIOVASCULAR EVENTS IN NSTE-ACS PATIENTS Hariadi, Rudi; Subandi, Andi; Nasution, Riska Amalya; Nurhusna; Oktaria, Yosi
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 5 No. 01 (2026): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v5i01.2248

Abstract

Non-ST Elevation Acute Coronary Syndrome (NSTE-ACS) is a serious cardiovascular condition associated with a high risk of Major Adverse Cardiovascular Events (MACE), including death, recurrent myocardial infarction, heart failure, arrhythmia, and the need for revascularization. Therefore, accurate risk stratification is crucial for optimal clinical management. This study employed a retrospective analytical observational design to examine the relationship between the Thrombolysis in Myocardial Infarction (TIMI) score and the occurrence of MACE in 69 patients selected purposively from hospital medical records. TIMI scores were categorized as low, intermediate, or high, while MACE events were identified based on clinical records. The results showed that most patients were male (59.4%) aged 45–64 years (53.6%), with the majority having intermediate TIMI scores (68.1%). MACE events occurred more frequently in patients with intermediate and high TIMI scores. Gamma correlation analysis indicated a strong and significant association between TIMI scores and MACE (r = 0.881; p < 0.001). These findings suggest that the TIMI score is an effective tool for clinical risk stratification in NSTE-ACS patients.
ANALISIS GAP (KESENJANGAN) TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT SETIA BUDI RIMBO BUJANG, TEBO Fadhilah, Ramadhita; Subandi, Andi; Martawinarti, Rts Netisa; Rudini, Dini; Oktarina, Yosi
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 5 No. 01 (2026): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v5i01.2268

Abstract

Patient satisfaction is an essential indicator in evaluating the quality of nursing services in the Emergency Department (ED). Service quality can be assessed by comparing patients’ expectations and perceptions using the SERVQUAL instrument through gap analysis; the smaller the gap, the better the perceived quality of care. This study aimed to analyze patient satisfaction based on the difference between expectation and perception scores of nursing services at the Emergency Department of Setia Budi Rimbo Bujang Hospital. This quantitative study employed a cross-sectional design involving 101 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using a SERVQUAL questionnaire covering five dimensions: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results revealed negative gaps across all dimensions, with the largest gaps in responsiveness and empathy and the smallest in tangible. These findings indicate the need to improve service quality, particularly in nurses’ responsiveness and empathy.
Pengaruh Penggunaan Marker Based Augmented Reality (B-AR Life) terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang RJP Parawansa, Nur Lutfiah; Subandi, Andi; Sari, Lisa Anita; Rudini, Dini; Sari, Putri Irwanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v10i1.3563

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah upaya penyelamatan jiwa oleh seseorang dalam situasi darurat. Namun, pengetahuan dan sikap generasi muda terhadap RJP masih terbatas. Teknologi Augmented Reality (AR) meningkatkan pemahaman dan keterampilan RJP melalui pembelajaran yang interaktif. Penelitian bertujuan mengukur dampak pendidikan kesehatan RJP berbasis AR terhadap pengetahuan dan sikap siswa di SMA Negeri 1 Jambi. Desain penelitian pra-eksperimental dengan metode One Group Pre-Test-Post Test digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling, dan intervensi yang berupa pendidikan kesehatan berbasis AR mengenai RJP dilaksanakan pada 19 Maret hingga 18 April 2025 di SMA Negeri 1 Jambi. Analisa data menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan terbatas (90%) dan sikap cukup baik (97,5%). Setelah intervensi, pengetahuan meningkat dengan 72,5% siswa berada pada kategori baik, dan sikap meningkat dengan 82,5% siswa berada pada kategori baik. Uji statistik menunjukkan p-value 0,05 untuk pengetahuan dan sikap. Nilai Cohen's d untuk pengetahuan adalah 3,114 (ukuran efek besar) dan untuk sikap adalah 2,893 (ukuran efek besar). Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berbasis AR mengenai RJP terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa di SMA Negeri 1 Jambi, dengan teknologi AR memfasilitasi pemahaman dan daya ingat langkah-langkah RJP. 
Dampak Video Vegat: Peningkatan Signifikan Pengetahuan dan Sikap Penanganan Tersedak pada Pengunjung Restoran Siap Saji Sianturi, Gabriela Pricilia; Subandi, Andi; Sari, Putri Irwanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v10i1.3551

Abstract

Tersedak merupakan keadaan darurat yang paling sering terjadi karena makanan tanpa mengenal usia maupun jenis kelamin. Kerusakan otak bahkan kematian dapat terjadi apabila kondisi tersedak tidak segera teratasi. Ketepatan dalam melakukan pertolongan didasari dengan pengetahuan dan sikap yang memadai. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis efek pemberian video edukasi penanganan pertama kegawatdaruratan tersedak terhadap pengetahuan dan sikap pengunjung restoran siap saji. Desain kuantitatif quasi-experimental dengan rancangan pre-test dan post-test without control group digunakan. Jumlah sampel terpilih sebanyak 100 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi Video Edukasi Kegawatdaruratan Tersedak (Vegat) secara langsung dan kelompok intervensi melalui WhatsApp berjumlah masing-masing 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap. Data kemudian dianalisa menggunakan paired, dependent, dan independent t-test. Hasil menunjukkan baik intervensi video Vegat secara langsung maupun melalui WhatsApp efektif dalam peningkatan pengetahuan pengunjung restoran siap saji (p-value = 0.000). Pemberian video Vegat secara langsung maupun melalui WhatssApp juga memiliki efek signifikan terhadap sikap pengunjung (p-value = 0.000). Sementara itu, tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan antar kelompok terkait pengetahuan (p=0.268) dan sikap (p=0.280) responden. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan efektivitas pemberian video Vegat melalui metode pelatihan lain seperti simulasi praktik atau aplikasi mobile, serta melibatkan populasi yang lebih beragam, termasuk anak-anak dan lansia.