Claim Missing Document
Check
Articles

Design and development of child monitoring track bag using arduino Arifiyanto Hadinegoro; Faris Fathahillah Herman; Subektiningsih Subektiningsih; Nazaruddin Ahmad
VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/volt.v9i1.24820

Abstract

This research aims to design and develop a smart bag system for monitoring children using GPS modules, SIM800L modules, and Arduino as hardware components. The main benefit of this system is its capacity to be immediately and instantly monitored through the website, enabling parents to oversee their children effectively. The study employed an experimental method that utilized a literature approach to build the hardware features and websites of a GPS tracker-based track bag monitoring container. After conducting 10 functioning tests, the gadget performed effectively. Tests are conducted both indoors and outdoors, and the findings can accurately determine the position and display the coordinates. The tool demonstrates good accuracy at a range of 8 meters during indoor testing, while outside testing reveals its maximum accuracy at a distance of 21 meters. The utilization of trackers is effectively accomplished through bags, however, this approach may not be appropriate for those with specific requirements and the elderly. 
The Role of Digital Forensic Experts in Cybercrime Investigations in Indonesia Based on The Scopus Research Index Subektiningsih, Subektiningsih; Hariyadi, Dedy
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 4 No 3 (2022): December 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v4i3.2638

Abstract

The development of information technology, besides having a positive impact, has negative impacts, such as an increase in cybercrime. Several parties are involved in handling cybercrimes in Indonesia, including expert witnesses in digital forensics. It is hoped that cybercrimes can be uncovered through a digital forensic approach. Research related to cybercrime and Digital Forensics in Indonesia is experiencing increasing growth from 2010 to 2021. A very rapid increase was shown in 2017. Through bibliometric analysis, you can analyze expert witnesses in the field of digital forensics by region in Indonesia, such as Sumatera, Western Java, Central Java, and Eastern Java. An expert witness in digital forensics must have technical skills in operating digital forensic tools and analysis and academic skills in uncovering crimes. The results of this study are very useful for law enforcement officers or lawyers in determining expert witnesses in the field of digital forensics. List of digital forensic experts in Indonesia who have been tested from their scientific studies by conducting various paper publications. So, law enforcement can synergize with digital forensic experts to solve cybercrime. One of the roles of a digital forensic expert is as an expert witness in court. Through research, it is hoped that there will be an increase in awareness of digital forensic experts to conduct scientific publications so that it is easier to be recognized by law enforcement and academics for updating methods and techniques of cybercrime investigation
Analisis Bukti Digital Pada Discord Browser Menggunakan Teknik Live Forensic Dengan Metode NIST SP 800-86 Hendrawan, Mohammad Yan Fikri; Subektiningsih, Subektiningsih; Hadinegoro, Arifiyanto
Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia, dan Jaringan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v8i2.4764

Abstract

Platform komunikasi sangat beragam, sebagai contoh adalah Discord. Pengguna memanfaatkan platform Discord untuk chat dan berbagi konten. Namun, dalam platform Discord sering terindikasi distribusi konten tidak layak, konten yang tidak sesuai dengan peraturan dari Discord. Hal ini dapat memicu kasus cybercrime seperti; sexual harassment, cyber bullying, dan hacking. Dalam investigasi tindak kejahatan memerlukan bukti digital untuk dianalsis. Tantangan yang dialami berupa data digital yang telah dihapus melalui platform komunikasi yang digunakan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis bukti digital berupa pesan teks serta gambar atau foto yang telah dihapus pada room chat platform Discord berbasis website. Teknik yang digunakan adalah live forensic menggunakan Metode NIST SP 800-86. Fokus dalam penelitian ini adalah membandingkan bukti digital yang diperoleh dari berbagai browser yang digunakan untuk mengakses Discord. Eksperimen melalui penyusunan scenario dengan mengakses Discord melalui berbagai browser, antara lain; Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Microsoft EDGE. Tahap analisis menggunakan forensic tools Chrome Cache View, MZ Cache View, FTK Imager, dan Autopsy. Bukti digital berupa pesan teks dan gambar yang telah dihapus dari Discord dengan diakses menggunakan ketiga browser tersebut dapat ditemukan menggunakan kombinasi forensic tools tersebut. Informasi lain yang dapat diperoleh adalah username dan time dari chat pada Discord. Dalam analisis bukti digital kombinasi penggunaan forensic tools dapat dilakukan mendapatkan informasi lengkap sebagai pembuktian insiden. Penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dengan teknik yang berbeda untuk memperoleh bukti digital yang lebih bervariasi.
Smartphone Security Awareness Kepada Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tangerang Subektiningsih, Subektiningsih; Wulandari, Irma Rofni; Astuti, Yuli Astuti; Hartanti, Ninik Tri; Aziza, Rifda Faticha Alfa; Indrayani, Rini
Journal of Community Services: Sustainability and Empowerment Vol. 2 No. 02 (2022): September 2022
Publisher : Center for Research and Community Service of Sampoerna University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35806/jcsse.v2i2.323

Abstract

Untuk mewujudkan kesadaran dalam penggunaan smartphone tersebut dan menyebarkan di berbagai lini, maka dilakukan webinar terhadap siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Tangerang. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tangerang merupakan salah satu sekolah unggulan yang beralamat di Jl. Raya Mauk km. 16 Buaranjati Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten. Webinar tentang smartphone security awareness ini dilakukan secara daring menggunakan zoom meeting. Tujuan dari webinar ini untuk meningkatkan kesadaran para siswa akan pentingnya keamanan smartphone yang digunakan. Cara mengelola perizinan akses dari setiap aplikasi yang diinstal di dalam smartphone dan teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk mendukung keamanan smartphone. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa webinar dengan media zoom dan dihadiri antara 200 siswa MAN 3 Tangerang telah terlaksana dengan baik dan menghasilkan pemahaman yang baik. Hal ini dibuktikan karena meningkatnya hasil kuis yang diberikan saat sebelum dan setelah pemberian materi webinar. Meskipun jumlah responden mengalami penurunan saat pengisian kuis pasca webinar tetapi hasil dari jawaban yang tidak peduli dengan keamanan smartphone menurun dari kuis pra sebanyak 141 dan hasil pasca webinar menjadi 55, sehingga mengalami kenaikan kepedulian sekitar 60%.
PERANCANGAN ULANG DESAIN WEBSITE SMA N 1 GAMPING MENGGUNAKAN DESAIN THINKING Adi Saputro, Johan; Cahyono, Nuri; Subektiningsih, Subektiningsih; Hadi Negoro, Arifiyanto
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 5 (2024): JATI Vol. 8 No. 5
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i5.11165

Abstract

Website sekolah berperan penting dalam mempublikasikan informasi sekolah kepada masyarakat luas, sehingga memudahkan komunikasi antara sekolah, siswa, dan masyarakat. Salah satu contoh adalah situs SMA N 1 Gamping yang memungkinkan akses informasi secara lebih efisien. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah antarmuka pengguna (user interface) yang kurang optimal, menyebabkan kesulitan dalam navigasi dan penggunaan yang tidak intuitif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang user interface dan user experience website SMA N 1 Gamping menggunakan metode Design Thinking. Pendekatan ini melibatkan langkah-langkah iteratif seperti empati, define, ideate, prototipe, dan pengujian, dengan melibatkan pengguna secara aktif dalam proses perancangan. Berdasarkan hasil perhitungan System Usability Scale (SUS), rata-rata skor kepuasan pengguna untuk website asli adalah 35, sedangkan prototipe website mencapai skor rata-rata 77. Peningkatan sebesar 42 poin ini menunjukkan bahwa metode Design Thinking berhasil dalam memahami kebutuhan pengguna dan menghasilkan solusi yang lebih user-friendly dan memuaskan.
PENERAPAN GRID SEARCH UNTUK OPTIMASI MODEL MACHINE LEARNING DALAM KLASIFIKASI SENTIMEN KOMENTAR YOUTUBE Bayu Prayoga, Mahendra; Cahyono, Nuri; Subektiningsih, Subektiningsih; Kamarudin, Kamarudin
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 3 (2025): JATI Vol. 9 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i3.13375

Abstract

YouTube bukan hanya platform berbagi video, tetapi juga ruang interaksi sosial melalui komentar yang mencerminkan opini dan persepsi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja algoritma klasifikasi sentimen, yaitu Support Vector Machine (SVM), Logistic Regression, dan Random Forest, yang dioptimasi menggunakan Grid Search untuk klasifikasi sentimen komentar YouTube. Dataset yang digunakan terdiri dari 12.000 komentar dari 12 topik berbeda, meliputi politik, pendidikan, hiburan, teknologi, dan lainnya. Data diproses melalui preprocessing yang meliputi unique handling, case folding, text cleaning, slang words normalization, stopwords removal, tokenizing, dan stemming menggunakan Sastrawi. Pelabelan sentimen dilakukan dengan menggunakan kamus sentimen dalam tiga kelas: positif, negatif, dan netral. Oversampling dengan SMOTE diterapkan untuk mengatasi ketidakseimbangan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi menggunakan Grid Search meningkatkan akurasi model: SVM meningkat dari 90,97% menjadi 92,55%, Logistic Regression dari 86,72% menjadi 92,34%, dan Random Forest dari 87,33% menjadi 88,84%. Model SVM dengan kombinasi parameter 'C': 10, 'kernel': 'linear', 'max_iter': 1000, 'tol': 0.0001 menunjukkan performa terbaik dibandingkan model lain yang sudah dioptimasi.
PENINGKATAN WAWASAN CYBER SECURITY AWARENESS DAN TEKNIK MELINDUNGI SMARTPHONE PADA TREN DIGITAL EKONOMI Subektiningsih, Subektiningsih; Wulandari, Irma Rofni; Sekarningrum, Anggun Anindya; Hidayat, Muhammad Alfi; Baharudin, Muhamad
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2018

Abstract

Partners are HNI Sleman business group members who use smartphones and social media in product marketing. In the process, they use internet connections and interact with various users. The use of technology has many benefits, but there are various gaps in cybercrime threats. Therefore, Partners need to understand the basics of cybersecurity and techniques to protect smartphones. This assistance aims to increase the Partners' insight or knowledge about cybersecurity related to data, information, and devices. The activity is conducted through training and the presentation of materials. In its implementation, a pre-test is carried out before training, and a post-test is carried out after training. To interpret the training results, the pre-test and post-test results will be calculated as an index value in %. The results show that HNI Sleman Partners' awareness level about cybersecurity after training was 98.75%. In this case, it is similar to a 70% increase in participants' knowledge about how to deal with cybercrime threats; before training, it was 28.75%, and after training, the level of participant insight became 98.75%. Meanwhile, participants’ knowledge of protecting smartphones was 95% after training. In this case, there was an increase of 37.5%, with the initial condition before the training being 57.5%. The training participants became aware of social engineering modes and cybercrime models and how to overcome them. Utilizing the security features available in smartphones and completing them by implementing 2FA, restricting application permission access, and good password management.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KEAMANAN MEDIA PROMOSI PADA ERA DIGITAL ECONOMY Wulandari, Irma Rofni; Subektiningsih, Subektiningsih; Astari, Devi Wening; Amitaba, Asthivia Oktanda; Ferdiansyah, Ricky Andre
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2379

Abstract

Penggunaan teknologi yang semakin pesat berkembang saat ini mulai menggeser pemasaran tradisional menjadi pemasaran digital. Pemasaran digital menggunakan media digital memungkinkan jangkauan audiens lebih luas. Salah satu penerapan digital marketing adalah dengan menggunakan media sosial yaitu Facebook. Penggunaan media sosial seperti Facebook tidak lepas dari beberapa kekhawatiran konsumen maupun penjual. Kasus ancaman kejahatan media sosial Facebook seperti Fake Buyer, Fake Seller, Over payment, pencurian informasi pribadi, phishing mulai meresahkan masyarakat yang awam terhadap keamanan data pribadi. Keamanan juga dibutuhkan untuk perlindungan terhadap data - data yang dimiliki oleh pemilik Facebook Ads. Banyak kasus pencurian data yang terjadi dan penyalahgunaan atau penipuan dengan mengatasnamakan penjual. Anggota HNI Ngaglik berasal dari latar belakang yang berbeda – beda sehingga perlu adanya kebutuhan akan pengetahuan perlindungan keamanan pada aplikasi dan konten sebagai media pemasaran digital. Metode kegiatan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara, identifikasi masalah, menentukan solusi, pelaksanakan pendampingan dan evaluasi. Tujuan pada program pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan digital dengan cara memberikan pemahaman tentang pentingnya keamanan dalam penggunaan aplikasi dan perlindungan konten digital, agar anggota dapat menjalankan pemasaran digital dengan aman dan terlindungi dari ancaman-ancaman cyber, Hasil pada Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta terhadap keamanan media promosi. Hal ini dibuktikan melalui hasil dari pre-test dan post-test yang dilakukan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman oleh peserta sebanyak 55.65%.
Identifikasi Gejala Monkeypox pada Kulit Manusia Menggunakan Arsitektur Efficientnet-B1 dengan Optimalisasi Hyperparameter Nainggolan, Jessica Vega; Subektiningsih, Subektiningsih
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 5: Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2025125

Abstract

Monkeypox merupakan penyakit zoonosis yang memerlukan deteksi dini untuk penanganan yang tepat. Penelitian ini merancang model identifikasi gejala Monkeypox pada kulit manusia menggunakan arsitektur EfficientNet-B1 dengan optimalisasi hyperparameter. Dataset yang digunakan terdiri dari 3.192 gambar yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu Monkeypox dan Non-Monkeypox. Proses perancangan model melibatkan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, pre-processing data, perancangan arsitektur model dan pengimplementasian hyperparameter, evaluasi model, hingga analisis hasil. Evaluasi performa dilakukan dengan membandingkan model yang menggunakan optimalisasi hyperparameter dengan model yang tidak dioptimalisasi, menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dengan optimalisasi hyperparameter mencapai performa yang sangat baik dengan nilai akurasi 99.22%, precision 99.15%, recall 99.43%, dan F1-Score 99.29%, jauh melampaui model tanpa optimalisasi yang mendapat akurasi pada angka 81.88%. Model yang dioptimalisasi hyperparameter juga menunjukkan efisiensi waktu pelatihan yang lebih baik, hanya membutuhkan 9 epoch untuk mencapai konvergensi, dibandingkan dengan 50 epoch pada model tanpa optimalisasi hyperparameter. Penelitian ini membuktikan bahwa optimalisasi hyperparameter berperan penting dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi model untuk mengidentifikasi gejala penyakit Monkeypox, serta membuka peluang untuk pengembangan alat bantu diagnostik berbasis kecerdasan buatan.   Abstract Monkeypox is a zoonotic disease that requires early detection for proper treatment. This study designs a Monkeypox symptom identification model on human skin using EfficientNet-B1 architecture with hyperparameter optimization. The dataset used consists of 3,192 images divided into two classes, namely Monkeypox and Non-Monkeypox. The model design process involves the stages of problem identification, data collection, data pre-processing, model architecture design and hyperparameter implementation, model evaluation, and result analysis. Performance evaluation is done by comparing models that use hyperparameter optimization with models that are not optimized, using confusion matrix. The results show that the model with hyperparameter optimization achieves excellent performance with an accuracy value of 99.22%, precision 99.15%, recall 99.43%, and F1-Score 99.29%, far exceeding the model without optimization which gets accuracy at 81.88%. The hyperparameter optimized model also showed better training time efficiency, requiring only 9 epochs to reach convergence, compared to 50 epochs in the model without hyperparameter optimization. This research proves that hyperparameter optimization plays an important role in improving the accuracy and efficiency of the model to identify Monkeypox symptoms, and opens up opportunities for the development of artificial intelligence-based diagnostic tools.
Schedule Cat Feeder Berbasis Internet of Things Menggunakan Wemos D1 Mini dan Telegram Aditya, Wisnu; Subektiningsih, Subektiningsih
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 11 No 1: Februari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.20241117847

Abstract

Kucing merupakan hewan yang umum dipelihara oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Merawat kucing secara umum tidaklah sulit, namun pemberian makan secara teratur terkadang menjadi kendala bagi pemilik. Hal ini seringkali terjadi dikarenakan oleh kesibukan seperti pekerjaan atau perjalanan, sehingga tidak memungkinkan pemilik untuk memberi makan pada kucingnya. Sebagai solusi, penulis merancang sebuah perangkat pemberi makan kucing otomatis dengan memanfaatkan IoT. Metode yang digunakan adalah prototyping dengan tahapan antara lain; analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem, pembuatan prototype, pengujian dan evaluasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan solusi bagi pemilik kucing yang sibuk, sehingga mereka tidak perlu khawatir terhadap pemberian makan pada kucingnya. Pada prototype ini dilakukan pengujian yang meliputi; menghitung waktu tanggap notifikasi Telegram, pengukuran berat pakan yang dikeluarkan, serta mengukur kapasitas pakan yang tersisa di dalam container. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat berhasil memberikan pakan sesuai jadwal, dengan waktu pengiriman notifikasi rata-rata 12.05 detik setelah eksekusi pemberian pakan. Rata-rata berat pakan yang dikeluarkan adalah 51.5gram dengan akurasi berat mencapai 96.98%, sedangkan kapasitas pakan berkurang 5.75% setiap kali pemberian. Selain itu, bot Telegram juga responsif terhadap perintah pengguna.