Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Pendidikan Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan Irvansyah, Irvansyah; Widarto, Joko; Markoni, Markoni; Subiyanto, Achmad Edi
Social Science Academic Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v2i2.6098

Abstract

This thesis presents an in-depth legal analysis of the Regional Regulation of the Special Region of Yogyakarta Number 1 of 2022 concerning Pancasila Education and National Insight and the influence of the PDI Perjuangan Faction of the Yogyakarta Special Region DPRD in the formation of the Regional Regulation. This normative legal research uses a conceptual approach that provides an explanation of the ideas of experts regarding the formation of the Regional Regulation. In order to provide the most accurate research results possible, a case approach was also carried out and even interviews were conducted. The results of the study show that the driving factors for the formation of the regional regulation are (a) providing legal certainty, (b) forming the character and identity of human resources, (c) creating harmony and harmony in the conditions of society, and (d) strengthening public awareness of the urgency of national and state life. The influence of the PDI Perjuangan Faction in question is very strong. In addition to being the Chairperson of the Commission, it is also the faction with the largest number of members, especially since the Sinau Kebangsaan Program was started with Kesbangpol throughout the DIY region. And after becoming a regional regulation, it was echoed through the internalization of Pancasila values. However, the success of this regulation is highly dependent on implementation and evaluation in the field.
Tanggung Jawab Platform Tokopedia dalam Kasus Kebocoran Data Menurut Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi Anindya, Ragil Putri; Subiyanto, Achmad Edi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2105

Abstract

Penelitian ini mengkaji tanggung jawab hukum Tokopedia atas kebocoran data pribadi yang terjadi pada Mei 2020 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Kebocoran tersebut melibatkan sekitar 91 juta data pengguna yang diduga dijual di situs gelap, sehingga menimbulkan kerugian bagi konsumen sebagai subjek data. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum normatif dan teori perlindungan hukum oleh Philipus M. Hadjon serta teori hak atas privasi sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tokopedia tidak menjalankan kewajibannya secara optimal, baik dalam aspek pencegahan maupun penanganan pasca kejadian. Penelitian ini menyarankan adanya penegakan hukum yang lebih tegas dan perbaikan sistem keamanan digital pada platform e-commerce untuk mencegah terjadinya pelanggaran serupa.
Analisis Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 56/Puu-Xxi/2023 Tentang Presiden Terpilih Dua Periode Jabatan Tidak Dapat Menjadi Wakil Presiden Periode Berikutnya Suhada, Muhammad Suhada; Widarto, Joko; Markoni, Markoni; Subiyanto, Achmad Edi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.5870

Abstract

This thesis analyzes the provision that the President-elect for two terms cannot become Vice President for the next term. Where there has been a lawsuit filed with the Constitutional Court to test Law no. 7 of 2011 against the 1945 Constitution filed by the Applicant related to the legal standing in relation to constitutional losses, the Applicant's constitutional rights are potentially harmed in reasonable reasoning that can occur due to the enactment of the norms of Article 169 letter n and Article 227 letter i of Law no. 7 of 2017. Regarding this petition, the Constitutional Court has tried this constitutional case and has decided through decision number 56 / PUU-XXI / 2023. This study uses a normative legal method to examine the provisions on the term of office of the President and Vice President related to the decision of the Constitutional Court. This Constitutional Court decision provides a constitutional interpretation stating that the constitution has provided strict limitations on the term of office of the President and Vice President through Article 7 of the 1945 Constitution which is very important for the implementation of the presidential institution in Indonesia
Perlindungan Hukum terhadap Data Pribadi Konsumen dalam Tindak Pidana Phishing pada Jasa Layanan E- Commerce Tokopedia Novel, Saugi; Subiyanto, Achmad Edi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31313

Abstract

Perkembangan pesat platform e-commerce seperti Tokopedia telah meningkatkan secara signifikan kerentanan data pribadi konsumen terhadap kejahatan siber, khususnya serangan phishing yang memanfaatkan teknik rekayasa sosial untuk mencuri informasi sensitif. Penelitian membahas kerangka perlindungan hukum terhadap data pribadi dalam tindak pidana phishing pada layanan e-commerce Tokopedia berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Menggunakan metodologi penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, Penelitian ini membahas dua permasalahan: bagaimana Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi melindungi data konsumen Tokopedia dalam kasus phishing, dan tanggung jawab apa yang dipikul Tokopedia sebagai pengendali data pribadi. Hasil penelitian menunjukkan meskipun Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi memberikan kerangka hukum komprehensif dengan delapan asas fundamental meliputi perlindungan, kepastian hukum, kepentingan umum, kemanfaatan, kehati-hatian, keseimbangan, pertanggungjawaban, dan kerahasiaan, serta berbagai hak konsumen seperti hak akses, koreksi, dan penghapusan, tantangan implementasi yang signifikan masih terjadi dalam mencegah serangan phishing dan memastikan pemulihan yang efektif bagi korban. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan antara regulasi ideal dengan implementasi praktis, termasuk pemahaman terbatas di kalangan pelaku usaha dan konsumen mengenai hak dan kewajiban dalam pengelolaan data pribadi, serta keterbatasan sumber daya untuk pengawasan dan penegakan hukum. Bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara lembaga pemerintah, penyedia platform seperti Tokopedia, dan konsumen penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan melindungi data pribadi yang memadai dari penyalahgunaan dan ancaman siber.
Illegal Ministerial Circulars in Indonesia: Implications for Legitimacy: Surat Edaran Menteri yang Tidak Sah di Indonesia: Implikasi bagi Legitimasi Gunawan, Ari; Susetio, Wasis; Markoni, Markoni; Subiyanto, Achmad Edi
Rechtsidee Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jihr.v12i0.972

Abstract

This normative research aimed to examine the extent of ministerial circular letters in Indonesia and whether a particular circular letter violates the Law Number 17 of 2014. Through a qualitative literature review and legal analysis, the study found that Minister of Finance Circular Letter Number S-841/Mk.02/2014 does not fall under the category of legislative rules and lacks external application, thus rendering it illegal. The study suggests that ministerial circular letters must adhere to the law, philosophy, and social considerations to be considered legitimate. The findings have implications for the proper implementation and interpretation of ministerial circular letters in Indonesia. Highlights: Ministerial circular letters in Indonesia must comply with the law, philosophical principles, and social considerations to be considered legitimate. Ministerial circular letters are not regulations that apply to the general public, but only to ministries or institutions. Ministerial circular letters that contradict higher laws are considered illegal.
Legal Protection of Creditors Against Letters of Undertaking as Additional Agreements Siregar, Pascal Raja Ilham; Kanthika, I Made; Markoni; Subiyanto, Achmad Edi
International Journal of Science and Society Vol 6 No 1 (2024): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v6i1.1055

Abstract

This research aims to learn about the Legal Protection of Creditors Against Letters of Undertaking as Additional Agreements. The research method is normative juridical, using deductive thinking and library data collection. One of them is using the Legal Protection Theory to examine problems in LoUs between debtors and creditors so that debtors commit themselves to fulfilling obligations so that they get their rights by bank rules and applicable laws and regulations in the event of payment failure or default with the conclusion of preventive and repressive measures. This research found that a Letter of Undertaking (LoU) is part of an additional agreement or accessory and an alternative third-party guarantee in the form of a statement of the promissory note to fulfil an obligation made by the Debtor. In this modern and rapidly developing era, LoUs are born as credit guarantees or financing in various fields of construction projects, infrastructure projects, and tender bonds, which are used to facilitate business to help smooth national and international trade transactions.
Materi Muatan Peraturan Pemerintah Atau Peraturan Presiden sebagai Materi Muatan Delegasi Undang-Undang ditinjau dari Perspektif Sistem Peraturan Perundang-Undangan Dahlia, Mila; Subiyanto, Achmad Edi; Markoni, Markoni; Widarto, Joko
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2: Juli (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v1i2.317

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis praktek dan kendala pengaturan pendelegasian materi muatan Undang-Undang ke dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden telah sesuai dengan hierarkhi peraturan perundang-undangan dan menemukаn konsep hukum terkait dengan pengaturan yang ideal mengenai materi muatan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden sebagai materi muatan delegasi Undang-Undang ditinjau dari perspektif sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia kedepan. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan. Dalam kajian ini norma hukum dipahami sebagai sebuah norma positif yang berlaku pada suatu waktu tertentu dan merupakan hasil dari proses politik tertentu yang sah. Hasil penelitiannya menemukan bahwa Peraturan delegasi dari Undang-Undang di Indonesia yang ideal adalah Peraturan Pemerintah baik delegasi tersurat dan kewenangan delegasi tersirat, namun untuk kebutuhan praktis seperti pengaturan lebih teknis, pengaturan kepada Presiden untuk membentuk Peraturan Presiden. Penulis memberikan usulan terhadap bаtаsаn-bаtаsаn yаng perlu diаtur melаlui ketentuаn perаturаn perundаng-undаngаn berkаitаn dengаn materi muatan Perаturаn Presiden. Аdа 3 (tiga) batasan utаmа yаng perlu dipertimbangkan untuk melаkukаn pengаturаn terhаdаp materi muatan Perаturаn Presiden sehingga tidаk menimbulkаn persoаlаn dаlаm sistem perаturаn perundаng-undаngаn, 3 (tiga) batasan tersebut yaitu Peraturan Presiden tidak boleh mengatur materi muatan yang bersinggungan dengan materi muatan dalam Undang-Undang, Peraturan Presiden tidak boleh memuat materi muatan Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Presiden mengatur materi muatan yang bersifat teknis administratif dalam penyelenggaraan pemerintahan atau yang mengatur ruang lingkup birokrasi pemerintah diluar ketentuan/kebutuhan yang tidak diatur dalam Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah.