Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN TEKNIS KONTROL KUALITAS TAHAP STEREOKOMPILASI PADA PEMBUATAN PETA RUPABUMI INDONESIA SKALA 1 : 5000 DENGAN MENGGUNAKAN DATA REVIEWER Diana Nukita; Sawitri Subiyanto; Hani'ah hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.04 KB)

Abstract

ABSTRAK Kontrol kualitas merupakan salah satu tahapan dalam pembuatan peta rupabumi Indonesia yang bertujuan untuk memantau pembuatan peta agar sesuai dengan prosedur pembuatan peta di Badan Informasi Geospasial (BIG) dan untuk mendapatkan rantai produksi terus menerus dengan meminimalisir kesalahan. Kontrol kualitas dilakukan salah satunya pada hasil stereokompilasi unsur rupabumi skala 1 : 5000. Pelaksanaan kontrol kualitas hasil stereokompilasi harus berdasarkan formulir QC yang dikeluarkan oleh BIG.Pelaksanaan kontrol kualitas ini dilakukan dengan menggunakan software Data Reviewer. Metode yang digunakan dalam pengolahannya yaitu dengan manual dan otomatis. Metode manual pada Data reviewer dilakukan oleh menu visual reviewer, sedangkan untuk metode otomatis dilakukan oleh menu automated reviewer dan batch reviewer.Berdasarkan kajian yang telah dilakukan pada data stereokompilasi NLP 1209-1349B Kabupaten Bogor, didapati beberapa objek yang tidak memenuhi parameter QC sehingga tidak lulus kontrol kualitas. Pengecekan itu dilakukan dengan metode manual dan otomatis. Agar pengecekan berjalan secara cepat dan efisien maka penggunaan batch reviewer sangat diperlukan, namun penggunaan visual reviewer juga diperlukan untuk pengecekan kelengkapan unsur. Parameter-parameter yang tidak sesuai adalah vertex jalan tidak di capture satu kali,sungai tidak satu segmen, bangunan kurang dari 6,25 m2 dilakukan plotting, jalan yang berpotongan memiliki vertek dengan ketinggian sama, sungai yang berpotongan memiliki vertex dengan ketinggian yang sama, elevasi vertex sungai turun secara konsisten dari hulu ke hilir dan garis tepi sungai kiri dan kanan harus memiliki elevasi yang sama.            Kata Kunci : Kontrol kualitas, parameter QC, Software Data Reviewer ABSTRACT Quality Control is one of the stages in indonesian topographic map making that is intended to monitor the map creation so it is correspondent with the map making prosedure in Badan Informasi Geospasial (BIG) and to get continuous product chain by minimazing errors. Quality control is done one of them on topographic stereokompilasi element results scaling 1 : 5000. The  enforcement of the stereokompilasi quality control has to based on the QC form released by BIG.Enforcement of quality control is done by using a data reviewersoftware. The method used in the processing is manually and automatically. The manual method on the data revieweris done by visual reciever menu, where as for the automatic method is done by automated reviewer and batch reviewer menu.From studies done on stereocompilation data NLP 1209-1349B  Bogor District, it is found a couple of objects that hasn't qualified QC parameter therefor not pass quality control. The checking is done by using manual and automatic methods. So that the checking can function quickly and eficiently the use of batch reviewer is highly needed, but the use of visual reviewer is also required to check the completeness of the elements. Parameters that are not in accordance is road vertex aren't captured once, rivers aren't one segment, plotting on buildings less than 6,25 m2, roads with crossroads having vertex with the same height, rivers that cross having vertex with the same height, vertex elevation of rivers descend consistently from the upstream to downstream and the outline of rivers left and right has to have same elevation. Keywords: Quality Control, QC’s parameters, Software Data Reviewer
ANALISIS PENGUASAAN PEMILIKAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P4T) BERBASIS BIDANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Studi Kasus : Kelurahan Tembalang Tahun 2015) Benning Hafidah Kadina; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.801 KB)

Abstract

ABSTRAKTembalang merupakan wilayah yang memiliki perkembangan yang sangat dinamis, karena selain fungsinya sebagai kawasan pemukiman, Tembalang juga merupakan kawasan pendidikan. Pembangunan kampus Univesitas Diponegoro (UNDIP) yang dimulai sejak tahun 1990-an sampai dengan saat ini membuat banyak perubahan bagi TembalangData yang digunakan dalam penelitian ini berupa peta administrasi Kelurahan Tembalang, citra GeoEye terkoreksi tahun 2013 dan sebaran persil BPN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi pada obyek bidang tanah berupa poin penggunaan, pemanfaatan, pemilikan, dan penguasaan tanah.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil berupa peta yang akurat dan teliti mengenai sebaran bidang tanah lengkap dengan penggunaan, pemanfaatan, pemilikan, dan penguasaan tanah di Kelurahan Tembalang. Penggunaan tanah di Kelurahan Tembalang sebagian besar merupakan tanah kosong sudah diperuntukan dengan persentase 33,930%, pemanfaatan terbanyak adalah pemanfaatan campuran sebesar 29,68%, pemilikan tanah oleh negara sebesar 67,80% dan penguasaan tanah oleh negara sebesar 67,80%.  Pola hubungan yang terjadi antara penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah di Kelurahan Tembalang sebanyak 103 pola dengan pola yang mendominasi adalah pola penguasaan oleh negara dengan status kepemilikan tanah milik negara yang penggunaannya sebagai tanah kosong sudah diperuntukan dan dimanfaatkan sebagai pemanfaatan campuran dengan persentase 24,3454 % dan luas 93,045 Ha.Kata Kunci : Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, Pemanfaatan ABSTRACKTembalang is an area that has a very dynamic growth. It has a function not only for settlement area but also as an education area. The establishment of Diponegoro University (UNDIP) that started since 1990s until now, makes much changes for Tembalang.The  data that is used in this study is a map of Tembalang, corrected GeoEye images from 2013 and BPN plot distribution. This study uses a method of identification of land area objects that are in the form of land use, utilization, ownership and authorization point.This study is being done to get a result that is in the form of accurate and precise maps about land area distribution with their land use, utilization,ownership and authorization at Tembalang. Land use at Tembalang district is mostly reserved barren land at 33,93%, the most use is mixed use at 29,68%, land ownership by the government at 67,80% and land authority by the government at 67,80%. The amount of correlation pattern that happens between land authority, land ownership, land use and utilization in Tembalang district  is 103 pattern. With the dominating pattern which is authority by the government – land ownership by government – land use of reserved barren land – mixed use at 24,3454% and the area is 93,045 Hectare.Keywords : Authorization, Ownership, Land use, Utilization *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS PENGUASAAN, PEMILIKAN, PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P4T) BERDASARKAN SEBARAN BIDANG TANAH UNTUK KEGIATAN NORMALISASI SUNGAI MENGGUNAKAN SIG TAHUN 2016 (Studi Kasus : Kali Beringin Kel. Mangkang Wetan) Muhammad Nida Hakim El Wafa; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.868 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam rangka pengadaan tanah untuk pelaksanaan pembangunan kepentingan umum, pemerintah Kota Semarang mengadakan beberapa kebijakan yang salah satunya adalah pelaksanaan normalisasi Kali Beringin. Dari kebijakan normalisasi Kali Beringin ini maka dibutuhkan kegiatan inventarisasi dan pemetaan persebaran data Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T) di daerah bantaran Kali Beringin, sesuai dengan Laporan Kegiatan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2013 Urusan Wajib Pertanahan Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan data citra satelit Quickbird tahun 2011, peta administrasi Kelurahan Mangkang Wetan, dan peta pengadaan tanah untuk normalisasi Kali Beringin tahun 2013. Metode yang digunakan adalah dengan menggabungkan ketiga data tersebut kemudian dilakukan digitasi on screen untuk membuat peta bidang tanah dan rencana sungai normalisasi. Selanjutnya dilakukan identifikasi pada bidang tanah berupa data atribut penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan bidang tanah yang terkena kegiatan normalisasi Kali Beringin di Kelurahan Mangkang Wetan.Dalam penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta sebaran bidang tanah beserta Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T) yang terkena rencana kegiatan normalisasi Kali Beringin. Total luas bidang tanah yang terkena kegiatan normalisasi sungai adalah sebesar 79.428 m2 dari total 143 bidang tanah dengan 19 pola hubungan. Dimana dihasilkan luasan terbesar penguasaan tanah dikuasai langsung oleh pemiliknya seluas 62.875 m2, pemilikan tanah dengan Hak Milik sebesar 62.576 m², penggunaan tanah dengan perairan darat sebesar 33.894 m² dan pemanfaatan tanah yang  didominasi oleh produksi pertanian sebesar 69.205 m². Kata Kunci : Bidang Tanah, Normalisasi Sungai, Pemanfatan, Pemilikan, Penggunaan, Penguasaan. ABSTRACTIn order to procure land for implementation of development public interest, the government of Semarang hold multiple policies, one of which is the implementation of the Beringin normalization. Beringin of policy normalization is then required the inventory and mapping of the data Tenure, Ownership, Use and Utilization of Land (P4T) in the area Beringin riverbanks, in accordance with the Accountability Activity Report (LKPJ) Compulsory Land Affairs 2013 Semarang.This study uses data in 2011 Quickbird satellite imagery, maps Mangkang Wetan village administration, and maps of land acquisition for the normalization Beringin 2013. The method used is with combines third digitized data is then performed on screen to create a map plot and plan normalization river , Furthermore, the identification of parcels of land in the form of attribute data control, ownership, use, and use of parcels of land affected normalization activities in Sub Mangkang Beringin Wetan.In this essay results obtained in the form of a map of the distribution of plots of land along Tenure, Ownership, Use and Utilization of Land (P4T) is affected by the action plan river normalization. The total area of plots of land affected river normalization amounted to 79.428 m2 of total 143 plots of land with 19 patterns of relationships. The resulting area where tenure of land is directly controlled by measuring their owners 62.875 m2, ownership of land with right of ownership 62.576 m², the use of land by inland waters of 33.894 m² and utilization of land dominated by agricultural production amounted to 69.205 m². Keywords : Land use, Land, River Normalization, Ownership, Tenure, Utilization.
Land Price Modelling with Radial Basis Function (Case Study: Utan Kayu Selatan Village, East Jakarta) Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus; Nahar Dito Utama Giardi
Journal of Applied Geospatial Information Vol 5 No 1 (2021): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v5i1.2637

Abstract

The price of land is an important matter that needs to be assessed by stakeholders. The study of land prices has an important role in seeing the stability of the property market. Several factors affect the property business such as accessibility, public facilities and social facilities. Utan Kayu Selatan is the largest village in Matraman Sub-District with an area of ​​1,12 kilometers. The potential of the property business is very tempting for investors to property developers. One of the economic sector developments is Utan Kayu Raya Road, which can increase land prices in the surrounding area. The factors that influence land prices can be analyzed through several approaches such as regression, mass appraisal and other. In this study, the method used in estimating land prices is the Radial Basis Function (RBF), by looking at the relationship between the distance of plot to roads, public facilities and social facilities. Modeling is carried out based on samples determined on ZNT and NJOP land prices. Furthermore, the calculation of the distance is done by using network analysis. As a result, the RMSE value for the NJOP RBF model and the ZNT RBF model is IDR 1.179.839 and IDR 2.972.345. Meanwhile, the CoV values ​​for both models were 6.2% and 6%. In the comparison of ZNT price predictions with market prices, the highest difference is IDR 13.119.915 and the lowest difference is IDR 537.009. While on the NJOP price prediction, the highest difference is IDR 15.797.583 and the lowest difference is IDR 291.270.
Combination of Terrestrial Laser Scanner and Unmanned Aerial Vehicle Technology in The Manufacture of Building Information Model Sawitri Subiyanto; Nurhadi Bashit; Naftalie Dinda Rianty; Aulia Darmaputri Savitri
Journal of Applied Geospatial Information Vol 5 No 2 (2021): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v5i2.3444

Abstract

The rapid development of the construction world in Indonesia has led to an increase in supporting technology that is more effective and efficient. The Building Information Model (BIM) technology that begins with the creation of an as-built 3D model, this model describes the existing condition of the building. The Terrestrial Laser Scanner (TLS) method can provide a point cloud with a decent point density, but there are still areas of the building that aren't covered, such as the roof. To be more complete and detailed, additional data is needed using an Unmanned Aerial Vehicle (UAV). The results of the combination of TLS and UAV complement each other so that the results of the point cloud can form more detailed buildings. BIM may be built by combining these two data sets, allowing for the three-dimensional depiction of assets in buildings. The registration results for TLS point cloud data have a fairly good value where the overlap value is 44.9% (minimum 30%), balance is 41.2% (minimum 20%), points < 6mm is 98.9% (minimum 90%). The measurement results using the UAV have an RMSE GCP value of 0.266m and an RMSE ICP of 0.455m. Merging the results of TLS and UAV measurements is done using 3DReshaper software with four align points. The final result of making the BIM model is obtained level of detail (LOD) 3 where room models such as columns, floors, stairs, and walls are well depicted, while asset models such as furniture are also depicted although they are still simple objects.
PENENTUAN BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT KABUPATEN SUMENEP DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT Fauzi Janu Amarrohman; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha; Sawitri Subiyanto
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 2, No 01 (2019): Volume 02 Issue 01 Year 2019
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.19 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2019.5018

Abstract

Ketentuan penetapan dan penegasan batas wilayah baik darat maupun laut telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 76 Tahun 2012. Peraturan tersebut juga mengatur mengenai jenis peta dasar yang bisa digunakan untuk menentukan batas pengelolaan wilayah laut. Sesuai Permendagri tersebut, peta dasar yang bisa digunakan untuk menentukan batas wilayah pengelolaan laut wilayah kabupaten adalah Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI). Pada faktanya belum semua wilayah di Indonesia mempunyai Peta LPI, sehingga perlu dikaji agar diketahui peta dasar lain yang dapat digunakan untuk penentuan batas pengelolaan wilayah laut sebagai alternatif dari Peta LPI. Peta dasar yang digunakan dan dianalisis dalam penelitian ini adalah citra satelit Landsat 8. Pengolahan dan penetuan garis batas wilayah pengelolaan wilayah laut menggunakan metode kartometrik dengan penarikan batas antara Kabupaten Sumenep dan Pamekasan menggunakan garis ekuidistan. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan software ENVI, AutoCAD, dan ArcGIS. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut menggunakan citra satelit Landsat 8  ini menghasilkan luas pengelolaan wilayah laut. Luas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Sumenep pada peta dasar citra satelit Landsat 8 diperoleh  luas 666.125,240 Ha. Luas tersebut memiliki perbedaan luas pengelolaan wilayah laut antara peta dasar citra satelit Landsat-8 terhadap peta dasar LPI sebagai acuan sebesar 9,49%.
ANALISIS KUALITAS HASIL PREDIKSI KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN CA MARKOV MODEL BERDASARKAN PETA RENCANA TATA RUANG Fauzi Janu Amarrohman; Tristika Putri; Bambang Sudarsono; Moehammad Awaluddin; Sawitri Subiyanto
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9200

Abstract

Land use changes due to community activities and mobility occur because of the increasingly complex need for land. Spatial analysis is needed to identify land use changes which are subsequently reviewed by the Regional Spatial Plan in accordance with Government Regulation Number 8 of 2013 concerning the accuracy of the RTRW map. In this study, the study area taken was Pati Regency around the South Ring Road which includes four districts. From the acquisition of high resolution satellite imagery data in 2009, 2015 and 2019, predictions were made for the years 2023 and 2030 to determine the development of the area around the South Ring Road. The results of the prediction of land use using CA Markov in 2023 will be compared with the prediction in 2030 to determine the quality of the prediction results of the classification of land use in the prediction year with the same input data interval and exceeding the input data interval by conducting a suitability analysis with the RTRW. In 2023, the category of conformity is 95.41341%,  and in 2030 amounting to 95.41340%. This shows that the prediction results of land use change with CA Markov for the same year with the time interval of the input data have insignificant differences with the predicted results with longer intervals when compared to the current RTRW.
ANALISIS DAMPAK FREKUENSI KUNJUNGAN WISATAWAN LAWANG SEWU TERHADAP TOTAL ECONOMIC VALUE Nurhadi Bashit; Sawitri Subiyanto; Bandi Sasmito; Selli Angelita Sitepu
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.273 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7671

Abstract

Kota Semarang memiliki banyak bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu. Wisata Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Keberadaan Lawang Sewu memberikan peluang masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya dalam bidang pariwisata. Lawang Sewu memiliki peluang untuk berkembang dengan meningkatnya frekuensi kunjungan dari wisatawan sehingga peran wisatawan sangatlah penting dalam perkembangan pariwisata Lawang Sewu. Daya tarik objek wisata memberikan peningkatan frekuensi kunjungan dari tahun ke tahun. Frekuensi kunjungan wisatawan dapat dianalisis tentang pengembangan objek wisata berdasarkan frekuensi kunjungan. Pengembangan pariwisata dapat dilihat dengan menggunakan Metode Biaya Perjalanan (TCM) dan Metode Penilaian Kontinjensi (CVM) untuk menentukan nilai WTP (Kesediaan Membayar) untuk melihat pengembangan pariwisata. Metode pengambilan sampel (responden) adalah nonprobability sampling dengan teknik insidental sampling, yaitu untuk responden yang kebetulan ditemukan di lokasi wawancara. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda maka perhitungan untuk menentukan nilai penggunaan langsung (DUV) dan untuk menentukan nilai keberadaan (EV) menggunakan perangkat lunak Maple 17. Hasil penelitian ini besaran Consumer Surplus sebesar Rp. 35.169.196,-. Berdasarkan proses perhitungan dan penilaian diperoleh Total Economic Value (TEV) Kawasan Lawang Sewu sebesar Rp. 24.298.525.308.440,- pada tahun 2015, Rp. 30.381.191.942.980,- pada tahun 2016 dan Rp. 34.303.510.184.660,- pada tahun 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu adalah total biaya, usia, lama kunjungan dan lokasi alternatif. Peningkatan frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu menjadikan Total Economic Value meningkat.
KAJIAN DAYA TARIK LOKASI WISATA BERDASARKAN NILAI EKONOMI KAWASAN DI KOTA SEMARANG Fauzi Janu Amarrohman; Moehammad Awaluddin; Sawitri Subiyanto
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 2, No 02 (2019): Volume 02 Issue 02 Year 2019
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.726 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2019.6439

Abstract

Pariwisata merupakan kegiatan wisata ke tempat objek yang dijadikan tujuan untuk melakukan rekreasi. Objek wisata haruslah memiliki daya tarik tersendiri yang memikat wisatawan untuk mengunjungi objek wisata tersebut. Daya tarik objek wisata sangatlah berpengaruh terhadap jumlah wisatawan dan juga berpengaruh terhadap kebersediaan masyarakat sekitar objek lokasi untuk mempertahankan objek wisata tersebut. Penialian terhadap kawasan dapat dilakukan dengan melakukan penilaian nilai ekonomi kawasan dengan metode travel cost methode dan contingen valuation methode. Berdasarkan penilaian tersebut akan diperoleh nilai ekonomi kawasan berdasarkan penilaian pengunjung terhadap objek wisata yang dikunjungi serta penilaian masyarakat sekitar yang memanfaatkan objek wisata tersebut mengenai kebersediaan untuk mempertahankan objek wisata. Objek wisata yang dijadikan lokasi penelitian ini adalah Kawasan Kota Lama Semarang dan Goa Kreo Semarang yang letaknya berbeda. Karakteristik wisatawan yang berkunjung di Kota Lama adalah variabel pendidikan, pendapatan, dan frekuensi kunjungan paling mempengaruhi fungsi kawasan sebagai penyedia jasa. Sedangkan karakteristik wisatawan Goa Kreo menunjukkan parameter umur, tingkat pendidikan , pendapatan per tahun, lama kunjungan, dan alternatif lokasi yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke objek wisata ini. Selain itu daya tarik wisatawan juga memperhatikan parameter lain yaitu akses lokasi menuju tempat objek wisata. Kemudahan aksesbilitas dan fasilitas umum yang memadai menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi objek wisata.
PEMANTAUAN SEDIMENTASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI WADUK KEDUNGOMBO PERIODE 2014-2018 BERBASIS CITRA LANDSAT 8 Abdi Sukmono; Trevi Austin Rajagukguk; Sawitri Subiyanto; Nurhadi Bashit
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i2.15457

Abstract

Sedimentation is a problem that often occurs in reservoirs in Indonesia. One reservoir that has the potential to be affected by sedimentation is the Kedungombo Reservoir. The water volume of the Kedungombo dam is estimated to shrink 40% of the planned water volume due to the sedimentation problem. The condition of the reservoir water needs to be monitored periodically to determine the development of sedimentation in the reservoir area. The large reservoir area of 6,000 ha requires considerable energy and cost if monitoring is done conventionally. Remote sensing technology with Landsat-8 satellite imagery can be used as an alternative technology that is more efficient in reservoir sedimentation monitoring. Reservoir sedimentation monitoring can be observed from the development of the value of total suspended solid (TSS).. The results of multitemporal TSS processing for the period 2014-2018 showed that the quality of the Kedongombo Reservoir TSS generally began to improve despite high sedimentation in some areas. The class of heavily polluted / sedimentated TSS decreased from 380, 97 Ha in 2014 to 353.61 Ha in 2014 and continued to improve to an area of 120.96 Ha in 2018. But at the estuary of Laban Sub-watershed and Ivory Sub-watershed TSS remained has a high concentration.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Ade Naufalita Aditya Dharmawan Afifah Asis Agatha Dimitri V. D. Kusumo Ahmad Firdous Syifa Ahmad Syauqani Ajeng Dwi Maturinsih Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Akhmad Didik Prastyo Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Alfonsus Bima Samudra Anastasia Astuti Andhono Yekti Andre Hidayat Andri Suprayogi Anggit Swarna Bumi Annisa Usolikhah Antonius Grizalde Simamora Anugrah, Riandhi Ardhian Setiawan Saputra ARDI SETYO PRATOMO Ardiansyah Ardiansyah Ari Setiani Arief Laila Nugraha Arif Witoko Arrizqa Laili Fitriana Arsyad Nur Ariwahid Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Darmaputri Savitri Bagas Arif Widyagdo Bagus Yuli Arianto Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bashit, Nurhadi Bayu Pradana Benita Roseana Benning Hafidah Kadina Bunga Roliesta Sari Charisma Parasandi Alfarizi Cindy Puspita Sari DANI PURBA Dedigun Bintang Fajeri Delima Canny Valentine Simarmata Desita Khrisna Putri, Dian Ayu Saraswati Diana Masmaulidia Diana Nukita Dinda Anisa Anggraini Dwi Rini Septiani Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Faiz Islam Farid Burhanudin Yusup Fauzi Janu A Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Aji Ratnawati Fryda Arlina Mahardika Galih Putro Pamungkas GETMA LAVEMIA Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani&#039;ah . Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hayu Rianasari Heranda Ibnu Adhi Herjuno Gularso Hisni Theresia Br Sinuraya Humaira Qanita Husen Ibnu Said Ihsan Pakaya Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati JACKIE SUPRAWITO NABABAN Jerson Otniel Purba Jetri Livia Rindika Kandiawan, Ulfa Fathul Kanti Ismawati Kemala Medika Putri Khoirul Isnaini Aulia Kukuh Ibnu Zaman Kurniawan Putra Widya Wardana L. M. Sabri Laisa Usrini Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus LM. Sabri Lusiana Dewi Fatmalasari Lutfia Pangestika Lydia Fadilla Maharany Shandra Ayu Hapsary Maharditya Yoga Pramudyono Mashita Rahati Mavita Nabata Dzakiya Meilina Fika Mayangsari Merpati Dewo Kusumaningrat Mia Aulina Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Idris Mufid Damar Pidekso Mufti Yudiya M. Muhammad Amar Makruf Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Fitrianto Muhammad Haris Febriansya Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Ulya Nadia Anggraeni Yuristasari Naftalie Dinda Rianty Nahar Dito Utama Giardi Nathania, Jessica Nida Shabrina Nisrina Niwar Hisanah Novian Nur Aziz Novita Amelia Nugra Putra Pembayun NUGRAHANI, MEIGA Nur Aziz Putra Aditama Nurfika Maulina Larasati Nurhadi Bashit Oktaviani Arumingtyas Pinastika Nurandani Polin Mouna Togatorop Pratama Irfan Hidayat Purwi Fitroh Hidayati Putri Ardianti Kinasih R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmah, Azizah Nur Rajagukguk, Trevi Austin Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Riana Kristiani Priskila Putri Rico Waskito Putro Rifky Satrio Utomo Riski Kadriansari Rismauly Yunita Tampubolon Rista Omega Septiofani Rizki Budi Kusumawardani Rizky Arga Himawan Rizky Silvandie Rudi Cahyono Putro Sarmedis Anrico Situmorang Saul Ambarita SELLI ANGELITA BR SITEPU Selli Angelita Sitepu Sitepu, Selli Angelita Siti Khoeriyah Sondang Artania Sidauruk Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Suwirdah Pebriyanah Swandi Sihombing Syarifa Naula Husna Tika Christy Novianty Trevi Austin Rajagukguk Tri Rahmawati Winda Kusuma Tristika Putri Utama Giardi, Nahar Dito Valent, Caesara Geacesita Viradhea Gita R. L. Wahyu Eko Saputro Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wenang Triwibowo, Wenang Wisnu Hanggoro Yasser Wahyuddin Yose Rinaldy N Yudo Prasetyo