Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH POLA PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERPINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI (Studi Kasus : Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali) Rudi Cahyono Putro; Bambang Sudarsono; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.132 KB)

Abstract

ABSTRAKBoyolali merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki pusat pemerintahan yang terletak di Kecamatan Boyolali. Namun, pada tahun 2010 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Bupati Boyolali, Pusat Pemerintahan yang semula berada di Kecamatan Boyolali, dipindahkan ke Kecamatan Mojosongo. Pengaruh dari perpindahan tersebut adalah meningkatnya aktifitas masyarakat sehingga terjadi perubahan penggunaan lahan. Dan akibat perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah di Kecamatan Mojosongo, sehingga diperlukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan untuk melakukan analisis perubahan nilai tanah.Penelitian ini menggunakan Peta Tata Guna Lahan Kabupaten Boyolali tahun 2010 dan Peta Zona Nilai Tanah tahun 2008 dan 2013. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pembuatan Peta Zona Nilai Tanah dengan menggunakan Peta Zona Awal data hasil transaksi dan penawaran survei lapangan. Langkah selanjutnya peta diolah dengan software ArcGIS versi BPN sehingga diperoleh Peta ZNT tahun 2008 dan 2013. Peta tersebut Kemudian dioverlay sehingga diperoleh perubahan nilai tanah untuk tahun 2007 dan 2013 . Pada tahap akhir dilakukan analisis perubahan lahan yang terjadi antara tahun  2008 dan 2013.Dalam penelitian ini, hasil yang diperoleh adalah terdapat 81 zona di Kecamatan Mojosongo, dimana perubahan lahan paling signifikan terjadi pada Zona 41 dari tegalan/pertanian menjadi bangunan .  Zona 41 adalah lokasi pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Boyolali yang baru. Kenaikan nilai terbesar pada Zona 41 sebesar Rp. 981.000,- yaitu perubahan tanah pertanian/tegalan menjadi Komplek Perkantoran di Kelurahan Kemiri. Sedangkan kenaikan terkecil pada zona 73, zona 76 dan zona 81 yang merupakan kawasan pemukiman yang terletak di Kelurahan Dlingo.Kata Kunci : Zona Nilai Tanah, Perubahan Lahan ABSTRACTBoyolali is one district in Central Java province which has a central government located in Boyolali. However, in 2010 according to the Medium Term Development Plan (RPJM) of Boyolali, Central Government which was originally located in Boyolali, was relocated to the Mojosongo sub district. The influence of the displacement is increasing activity of the society resulting in a change of land use. And impact of land use changes is changing the value / price of the land in the Mojosongo sub district, so that the necessary research on land use change to analyze changes in the value of land.This study uses the Land Use Maps of Boyolali in 2010 and the Land Value Zone Map in 2008 and first performed 2013. The next step map was processed by the ArcGIS software, BPN version, to obtain a ZNT Map of 2008 and 2013 that then be overlaid Map ZNT 2008 and 2013 in order to obtain changes in the value of land acquired for 2007 and 2013. At the final stage, analysis of land use change that occurred between 2008 and 2013.In this study, the results obtained that there are 81 zone in the district of Mojosongo, where the most significant land use changes occurred in Zone 41 of the moor / agriculture into buildings. Zone 41 is the removal of the central location of the new government of Boyolali. The increase of the largest value in Zone 41 is Rp. 981 000, - which is the change of agricultural land / moor into the Office Complex in Kemiri village. While the smallest increase is in zone 73, zone 76 and zone 81 which is a residential area located in the Dlingo village.Keywords : change of lands , land value
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA DENPASAR TAHUN 2007 DAN 2011 Antonius Grizalde Simamora; Sawitri Subiyanto; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.228 KB)

Abstract

Kota Denpasar merupakan ibukota propinsi Bali yang terkenal dengan pariwisatanya. Hal ini menjadi faktor utama sehingga kota denpasar menjadi berkembang dengan pesat. Pengaruh dari perkembangan tersebut adalah pertumbuhan  jumlah penduduk yang sangat pesat dan juga diikuti dengan meningkatnya aktifitas masyarakat sehingga terjadi perubahan pengggunaan lahan. Dan akibat dari perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah di kota Denpasar. sehingga diperlukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan dan perhitungan luas perubahan lahan  di kota denpasar untuk melakukan analisis perubahan nilai tanah terhadap perubahan lahan tersebut. Penelitian ini memakai peta digital penggunaan lahan Kota Denpasar tahun 2007 dan 2011 dan peta zona nilai tanah tahun 2007 dan 2011. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan digitasi pada peta penggunaan Kota Denpasar tahun 2007 dan pembuatan peta zona nilai tanah untuk tahun 2011 dengan menggunakan blow citra tahun 2011 dan data transaksi hasil survey lapangan. Langkah selanjutnya peta diolah dengan software Arc.Gis yang kemudian dilakukan pengolahan dengan analysis tools antara lain dengan Extract dan Overlay sehingga didapatkan peta perubahan penggunaan lahan. Setelah itu, luas perubahan penggunaan lahan dihitung menggunakan Calculate Geometry yang ada di atribute. Pada tahap akhir dilakukan overlay peta perubahan penggunaan lahan dengan peta zona nilai tanah tahun 2007 dan 2011, maka akan ditemukan perubahan nilai tanah untuk tahun 2007 dan 2011. Dan berdasarkan hasil pengolahan luas kota denpasar adalah 126,027 km2 , total luas perubahan penggunaan lahan di kota Denpasar adalah 112321,227 Ha dan perubahan penggunaan lahan paling besar terjadi pada perubahan komplek perumahan menjadi Bangunan/Gedung dengan luas sebesar 34596,613 Ha (30,801% ) sedangkan perubahan penggunaan penggunaan sawah terkecil adalah perubahan bangunan/ gedung menjadi kawasan industri yaitu sebesar 8,084 Ha (0,007%) . Kenaikan nilai terendah sebesar Rp. 227.120,- yaitu perubahan Bangunan/Gedung Menjadi Komplek Perumahan di Kecamatan Denpasar Utara sedangkan kenaikan nilai tertinggi terjadi di Denpasar Barat yaitu perubahan Tanah Terbuka Menjadi Komplek Perumahan yaitu sebesar Rp. 1.861.778,-. Kata kunci : Perubahan lahan, nilai tanah.
ANALISIS PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P2T) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KECAMATAN BANYUMANIK TAHUN 2016 Nurfika Maulina Larasati; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.123 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik dimasa sekarang maupun  yang akan datang. Tanah  tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal saja, namun juga memiliki fungsi ekonomi yaitu digunakan sebagai mata pencaharian baik digunakan untuk  bidang pertanian maupun persewaan seperti Indekos, kontrakan dan sejenisnya. Seiring dengan berjalannya waktu, suatu daerah pasti akan mengalami peningkatan jumlah penduduk. Maka dari itu, kebutuhan tanah akan semakin meningkat dan semakin beragam pemanfaatan dan penggunaan tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran penggunaan dan pemanfaatan tanah di kecamatan Banyumanik tahun 2016. Penelitian ini menggunakan data citra satelit Ikonos tahun 2015 dan peta administrasi Kecamatan Banyumanik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Digitasi On Screen untuk membuat peta blok bidang tanah. Selanjutnya dilakukan identifikasi pada blok berupa data atribut penggunaan dan pemanfaatan dimana klasifikasi yang digunakan yaitu klasifikasi NSPK tematik BPN tahun 2012. Dalam penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta penggunaan dan peta pemanfaatan tanah Kecamatan Banyumanik. Penggunaan tanah di Kecamatan Banyumanik sebagian besar yaitu Hutan dengan luas sebesar 8595146,355 m2 atau 27,964 persen dari total keseluruhan luas Kecamatan Banyumanik. Sedangkan kelas penggunaan tanah yang paling kecil yaitu bengkel dengan luas sebesar 2022,711 m2 atau 0,007 persen dari total keseluruhan. Sedangkan kelas pemanfaatan tanah yang paling tinggi dari pengolahan yang telah dilakukan di Kecamatan Banyumanik yaitu kelas tidak ada pemanfaatan dengan luas sebesar 11312640,32  m2 atau 37,036 persen dari total keseluruhan luas Kecamatan Banyumanik karena di Kecamatan Banyumanik masih terdapat tanah kosong dan hutan. Sedangkan kelas pemanfaatan tanah yang paling kecil yaitu Pemanfaatan sarana perbengkelan dengan luas sebesar 2022,711 m2 atau 0,007 persen dari total keseluruhan.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN DATA CITRA RESOLUSI MENENGAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Semarang Bagian Barat dan Semarang Bagian Timur) Riski Kadriansari; Sawitri Subiyanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.212 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Indonesia, dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi maka permintaan tempat tinggal yang layak huni akan semakin meningkat, dalam pemilihan tempat tinggal atau permukiman yang layak huni harus benar-benar diperhatikan dalam segi aksesbilitas dan fisik lahan. Kesesuaian lahan permukiman yang layak huni akan berpengaruh dalam keawetan bangunan, nilai ekonomis, dan dampak perumahan terhadap lingkungan di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG), AHP berguna untuk menunjukan besar bobot yang mempengaruhi masing-masing parameter dan SIG memiliki peran dalam menganalisis proses evaluasi kesesuaian lahan yang sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Berdasarkan analisis menggunakan metode AHP yang mempengaruhi untuk masing-masing parameter sebesar 35,15% gerakan tanah, kemiringan lereng 31,25%, jenis tanah 16,79%, penggunaan lahan 6,59%, jalan terhadap jalan utama 5,57%, curah hujan 5,02%. Dari hasil overlay peta hasil skoring maka didapat 8.490 (ha) sangat sesuai untuk permukiman, lahan dengan luas 7.683 (ha) sesuai untuk permukiman, lahan sekitar 1667 (ha) cukup sesuai untuk permukiman. lahan sekitar 64 (ha) kurang sesuai untuk permukiman. Dari hasil yang telah didapatkan maka wilayah Semarang bagian timur dan semarang bagian barat sudah sangat baik dalam kesesuaian lahan untuk permukiman karena 40,83% sangat cocok untuk permukiman dan hanya 0,43% yang kurang cocok untuk permukiman. 
PEMETAAN ZONA NILAI TANAH UNTUK MENENTUKAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN PEDURUNGAN, KOTA SEMARANG Novita Amelia; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.477 KB)

Abstract

ABSTRAKZNT dimaknai sebagai area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama sekumpulan tanah dibidang tanah di dalamnya, yang batasanya bersifat imanijer ataupun atau pun nyata sesuai penggunaan tanah dan mempunyai perbedaan nilai antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Mengingat ZNT berbasis nilai pasar, ZNT dapat dimanfaatkan untuk penentuan tarif dalam pelayanan pertanahan, referensi masyarakat dalam transaksi, penentuan ganti rugi, inventori nilai aset publik maupun aset masyarakat, monitoring nilai tanah dan pasar tanah, dan referensi penetapan NJOP untuk PBB, agar lebih adil dan transparan.   Dalam  penelitian  dibentuk  peta  ZNT  berdasarkan  nilai  tanah  dengan  penilaian  massal menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative) yang di overlay dengan Peta Administrasi Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang dan Peta Blok PBB tahun 2013 dan dibandingkan dengan nilai tanah berdasarkan NJOP. Data harga tanah yang dihitung adalah data harga tanah murni dengan nilai bangunan yang sudah dikeluarkan dan penyesuaian sesuai karakteristik kondisi sosial ekonomi daerah.Hasil Penelitian Didapatkan 49 Zona Nilai Tanah dari data NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan data berdasarkan Survey Transaksi Harga Tanah. Sedangkan dari analisis  peningkatan  pendapatan  rata-rata  besarnya  peningkatan  pendapatan  daerah  berdasarkan  perbandingan antara harga transaksi dan nilai NJOP adalah 409,31%.  Kata Kunci : Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Pajak Bumi dan Bangunan     (PBB).ABSTRACKLand Value Zone is defined as an area that describes land's value which is similar of the same set of land parcels, in which the characteristic of the boundaries is either imaginary or real according to the appropriate use of the land and it also has a different value between one and another based on the comparison analysis of the market price and the cost .Considering znt based on the market value , znt can be utilized for the tariff determination in service land , reference for the community in  transactions , the determination of redress , inventori for public assets or community assets value, monitoring the value and market of land, and as reference for the NJOP's determination for PBB , to make it more fair and transparent. On the research Land Value Zone is mapped by land's value in mass assessment using sales comperative approach which is overlaid with Administration Map of Pedurungan Subdistric, Semarang and map of field in 2013 which is being compared with the land's value based on Tax Object Sales Value (NJOP). The Computation of land value is pure without any building value and it is also being adjusted with the characteristic of the household economy in the research area.The result on the research shows that there are 49 land value zone from Tax Object Sales Value (NJOP) and also from the Land Value Transaction Survey. As from analysis of local revenue taxation, the average number of the raising according to comparison between transaction's price and Tax Object Sales Value (NJOP)  is 409,31%.Keyword : Land Value Zone, Tax Object Sales Value, Tax on Aquistion of Land and Building.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN UNTUK MENGETAHUI ARAH PERKEMBANGAN FISIK WILAYAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS:KABUPATEN DEMAK) Astriana Dewi; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.124 KB)

Abstract

Penggunaan lahan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi struktur perkembangan wilayah. Hal ini dapat dilihat pada ketersediaan lahan yang terbatas karena adanya perubahan penggunaan lahan pada wilayah tertentu. Perkembangan fisik Kabupaten Demak dipengaruhi oleh perkembangan jumlah penduduk yang meningkat karena Kabupaten Demak merupakan wilayah pinggiran dekat dengan Kota Semarang. Hal ini mengakibatkan terjadinya perkembangan fisik wilayah pada penggunaan lahan permukiman, industri serta perdagangan dan jasa. Data yang digunakan pada penelitian ini antara lain Batas Administrasi tahun 2017, Citra Landsat 7 tahun 2007, 2012 dan Citra Landsat 8 tahun 2018 dengan path/row 120/65, Citra Quickbird Kabupaten Demak tahun 2015 dan Data Kependudukan Kabupaten Demak tahun 2017. Perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Demak pada tahun 2007 dan 2012 sebesar 3.139,119 hektar dan perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Demak pada tahun 2012 dan 2018 sebesar 1.395,284 hektar. Pola perkembangan permukiman yang berkembang Kecamatan Sayung, Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Karanganyar. Arah perkembangan fisik wilayah pada tahun 2007 dan 2012 mengarah ke sebelah barat Kabupaten Demak yaitu Kecamatan Sayung, Karangtengah dan Mranggen. Sedangkan arah perkembangan fisik wilayah pada tahun 2012 dan 2018 mengarah ke sebelah barat Kabupaten Demak yaitu Kecamatan Sayung dan Kecamatan Karangtengah. Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik wilayah di Kabupaten Demak adalah jumlah penduduk, faktor aksesbilitas dan lapangan pekerjaan seperti industri.
ANALISIS_SPASIAL_KEBERADAAN_MUSEUM_RANGGAWARSITA TERHADAP_FREKUENSI_KUNJUNGAN_WISATA_ANAK_SEKOLAH DENGAN_PENDEKATAN_TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT_VALUATION_METHOD_MENGGUNAKAN SIG Ajeng Dwi Maturinsih; Sawitri Subiyanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeberagaman dari Kota Semarang dapat dilihat dari berbagai macam faktor seperti kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang dapat menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun internasional. Pada masa sekarang ini banyak wisata baru akan tetapi wisata yang berkaitan dengan sejarah merupakan wisata yang harus dilestarikan serta dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi serta nilai edukasi yang tinggi. Salah satu wisata sejarah di pusat kota Semarang yaitu Museum Ranggawarsita. Museum Ranggawarsita sudah berdiri sejak tahun 1989 dan masih ramai dikunjungi pengunjung terutama kalangan anak sekolah hingga sekarang. Berdasarkan potensi tersebut, maka diperlukan analisis spasial dari hubungan Museum Ranggawarsita dengan sekolah-sekolah yang pernah melakukan karyawisata ke Museum Ranggawarsita. Adapun analisis yang dilakukan adalah menggunakan metode Gravity Model untuk menentukan sekolah dasar  mana di kota Semarang yang memiliki interaksi paling kuat dengan museum Ranggawarsita pada tahun 2019. Selain itu juga diperlukan perhitungan total nilai ekonomi dari kawasan wisata Museum Ranggawarsita untuk menentukan juga apa saja faktor yang mempengaruhi besarnya nilai ekonomi tersebut. Perhitungan dilakukan Penulis dengan menggunakan metode Contingent Valuation Method dan Travel Cost Method. Penarikan sampel dilakukan penulis dengan menggunakan non probability sampling. Pengolahan dilakukan dengan model regresi linier berganda kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam software Maple untuk dilakukan perhitungan. Hasil penelitian adalah total ekonomi kawasan wisata Museum Ranggawarsita Rp. 190.849.498.000,- pada tahun 2019. Faktor yang mempengaruhi TCM pada kawasan wisata Museum Ranggawarsita antara lain pendidikan (X3), lama kunjungan (X5), dan alternatif lokasi (X6). Sedangkan faktor yang mempengaruhi CVM antara lain pendidikan (X3), pendapatan pertahun (X5), konversi (X8), dan partisipasi (X9). Interaksi spasial tertinggi dari sekolah dasar di Kota Semarang yang pernah mengunjungi Museum Ranggawarsita pada tahun 2019 yaitu SD Al-Azhar dipengaruhi oleh jarak, jumlah siswa, dan jumlah pengunjung wisata.Kata-Kunci :  Total Nilai Ekonomi, Contingent Valuation Method, Travel Cost Method, Gravity Model  ABSTRACTThe diversity of the city of Semarang can be seen from a variety of factors such as natural wealth, history and culture that can attract the attention of both local and international tourists. At the present time, there are many new tours that have emerged, but tourism related to history is a tourism that must be preserved and developed because it has high economic and educational value. One of the historical tours in downtown Semarang is the Ranggawarsita Museum. Ranggawarsita Museum has been established since 1989 and is still busy with visitors, especially school children, until now. Based on this potential, it requires a spatial analysis of the relationship between the Ranggawarsita Museum and schools that have made field trips to the Ranggawarsita Museum. The analysis carried out is to use the Gravity Model method to determine which primary school in the city of Semarang has the strongest interaction with the Ranggawarsita Museum in 2019. In addition, it is also necessary to calculate the total economic value of the Ranggawarsita Museum tourist area to determine also what factors influence the amount of economic value. The calculation is done by the author using the Contingent Valuation Method and the Travel Cost Method. Sampling was done by the author using non probability sampling. Processing is done with multiple linear regression models then the results are entered into the Maple software for calculations. The result of this research is that the total economy of the tourist area of Ranggawarsita Museum is Rp. 190,849,498,000, - in 2019. Factors that affect TCM in the tourist area of the Ranggawarsita Museum include education (X3), length of visit (X5), and alternative locations (X6). While the factors that influence CVM include education (X3), annual income (X5), conversion (X8), and participation (X9). The highest spatial interaction of elementary schools in Semarang City who visited the Ranggawarsita Museum in 2019, namely Al-Azhar Elementary School was influenced by distance, number of students, and number of tourist visitors.
Penentuan Resiko Dan Kerentanan Tsunami Di Kebumen Dengan Citra Alos Faiz Islam; Sawitri Subiyanto; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.109 KB)

Abstract

Indonesia is the country that has the potential for major natural disasters due to a ring of fire around . One of the risk is tsunami . Kebumen is a district in Central Java has the potential to be exposed to the risk of a tsunami . Kebumen geographically located at 7 ° 27 ' - 7 ° 50 ' south latitude and 109 ° 22 ' - 109 ° 50 ' which has 35 km along the southern coast . Prevention needs to be a systematic way of determining the risks and vulnerabilities to prevent the disaster victims .The method used in this study is the determination of risk is the Run - Up Regulation of the Minister of Public Works No.06/PRT/M/2009 . In addition to satellite imagery used is the image of ALOS ( Advanced Land Observing Satellite ) is from Japan . Vulnerability parameters to be obtained in the form Slope , population density , distance from the coast .Vulnerability of the parameters obtained will be weighted by Pairwise Comparison method . After that it will be overlay by risk . Then formed Vulnerability and Risk maps Kebumen tsunami . Then formed Vulnerability and Risk Tsunami in Kebumen . From result that area in kebumen have impact with tsunami for elevation run-up 0-16 m is 44,16%, then area save from tsunami is 56,484%. Mirit, Ambal, Buluspesantren, Kuwarasan and Ayah is districk with more risk than any other  area.Keywords : Kebumen, , Run-Up, Tsunami, Vulnerability, risks
ANALISIS PERUBAHAN NILAI TANAH AKIBAT PERKEMBANGAN FISIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang) Swandi Sihombing; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.132 KB)

Abstract

Kecamatan Tembalang merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang. Pembangunan yang semakin meningkat menyebabkan kenaikan nilai tanah, seiring dengan waktu dan pertumbuhan penduduk. Kenaikan nilai tanah itu sendiri berbeda-beda, tidak sama di semua tempat. Salah satu penyebabnya adalah faktor fungsi lahan, perubahan penggunaan lahan, dan aksesibilitas. Untuk menggambarkan nilai tanah yang relatif sama, kita bisa membentuk Zona Nilai Tanah sesuai dengan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR).Penelitian ini menggunakan peta digital tahun  2011 dan tahun 2017 untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan terbangun dan lahan tak terbangun. Untuk data nilai tanah diperoleh dengan cara melakukan survei lapangan. Kemudian melakukan digitasi peta digital tahun 2011 dan 2017, dan melakukan analisis overlay. Sedangkan data nilai tanah diolah untuk mendapatkan perubahan nilai tanah yang terjadi dalam rentang waktu tahun 2011-2017. Juga melakukan analisis linier berganda dengan menggunakan software SPSS untuk mengetahui variabel mana saja yang mempengaruhi nilai tanah. Dari hasil penelitian ini diperoleh 91 zona nilai tanah, dengan kenaikan nilai tanah tertinggi berada di kelurahan Tembalang pada zona 2 sebesar Rp10.333.900, sedangkan kenaikan persentase nilai tertinggi berada di kelurahan Sambiroto pada zona 55 sebesar 1149,68%. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan tak terbangun menjadi lahan terbangun sebesar 194,60 Ha. Perubahan panjang jalan bertambah sepanjang 79,166 km.
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH KAITANNYA DENGAN BANJIR DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Mashita Rahati; Sutomo Kahar; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.503 KB)

Abstract

ABSTRAKNilai tanah merupakan suatu kondisi ketersediaan dan kebutuhan tanah (supply and demand) di dalam kekuatan pasar tanah. Nilai biasanya diwujudkan dengan nilai jual pasar dalam situasi yang kompetitif antara penjual dan pembeli. Sedangkan Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. Zona Nilai Tanah di Kecamatan Pedurungan sendiri berbeda dengan daerah lain yang dipengaruhi oleh faktor penentu nilai dan harga tanah, tapi berkaitan dengan daerah banjir juga.Banjir merupakan genangan pada daerah datar yang biasanya tidak tergenang. Banjir dibagi menjadi 3 yaitu Banjir Rob, Banjir Lokal, dan Banjir Musiman. Banjir yang terjadi di Kecamatan Pedurungan disebabkan oleh banjir musiman, yaitu banjir yang terjadi saat musim penghujan tiba saja.Dalam penelitian dibentuk peta Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan nilai tanah dengan penilaian massal menggunakan pendekatan perbandingan harga pasar yang dioverlay dengan Peta Tata Guna Lahan, Peta Jaringan Jalan, Peta Daerah Genangan Banjir, Peta Administrasi Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang tahun 2010 dan dibandingkan dengan zona nilai tanah pada zona banjir. Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan software aplikasi pengolahan data spasial (ArcView) versi BPN, software SIG, dan Microsoft Office 2007.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 49 Zona Nilai Tanah berdasarkan Survei Transaksi Harga Tanah dan 70 Zona Nilai Tanah berdasarkan zona banjir di Kecamatan Pedurungan. Sedangkan dari analisis perubahan nilai tanah kaitannya dengan banjir perubahan nilai tanah tertinggi terletak pada zona 64 tepatnya di Kelurahan Gemah yaitu sebesar 203%.  Sedangkan zona yang mengalami perubahan nilai tanah terendah terletak pada zona 67 di Kelurahan Pedurungan Kidul yaitu sebesar 14%.Kata Kunci : Nilai Tanah, Zona Nilai Tanah, Banjir, Metode Penelitian Tanah. ABSTRACTThe value of land is a land supply and demand conditions ( supply and demand ) in the market strength of the land . Value is usually realized by selling the market value in a competitive situation between the seller and the buyer . While the Land Value Zone ( ZNT ) is an area that illustrates the value of the land is relatively the same . Land Value Zone in District Pedurungan itself different from other regions that are affected by factors determining the value and price of land , but also related to the flooded areas .Flooding is a puddle on a flat area which is usually not flooded . Flood divided into 3 : Rob Flood , Local Flood and Seasonal Flood . Floods that occurred in District Pedurungan caused by seasonal flooding , its flooding that occurred during the rainy season arrives alone .In the study formed the map Zone Land Value ( ZNT ) based on the value of the land with a mass appraisal using the market price comparison approach overlay the Land Use Map , Map of the road network , Flood Inundation Map of Regions , Map Pedurungan Subdistrict Administration  Semarang in 2010 and compared with zone land values in the flood zone . In this study, data processing using spatial data processing application software ( ArcView ) version of BPN , GIS software , and Microsoft Office 2007 .The results showed there are 49 zones based on the Land Value Survey Transaction Price Land and Land Value 70 zones based on the flood zones in the District Pedurungan. While the analysis of changes in land value changes in relation to flood the highest land value lies in the zone 64 to be exact in the village Gemah that is equal to 203 %. While the zone change the value of the lowest land is located in zone 67 in the Village of the South Pedurungan at 14 % .Keywords : Land alteration, soil’s value
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Ade Naufalita Aditya Dharmawan Afifah Asis Agatha Dimitri V. D. Kusumo Ahmad Firdous Syifa Ahmad Syauqani Ajeng Dwi Maturinsih Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Akhmad Didik Prastyo Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Alfonsus Bima Samudra Anastasia Astuti Andhono Yekti Andre Hidayat Andri Suprayogi Anggit Swarna Bumi Annisa Usolikhah Antonius Grizalde Simamora Anugrah, Riandhi Ardhian Setiawan Saputra ARDI SETYO PRATOMO Ardiansyah Ardiansyah Ari Setiani Arief Laila Nugraha Arif Witoko Arrizqa Laili Fitriana Arsyad Nur Ariwahid Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Darmaputri Savitri Bagas Arif Widyagdo Bagus Yuli Arianto Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bashit, Nurhadi Bayu Pradana Benita Roseana Benning Hafidah Kadina Bunga Roliesta Sari Charisma Parasandi Alfarizi Cindy Puspita Sari DANI PURBA Dedigun Bintang Fajeri Delima Canny Valentine Simarmata Desita Khrisna Putri, Dian Ayu Saraswati Diana Masmaulidia Diana Nukita Dinda Anisa Anggraini Dwi Rini Septiani Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Faiz Islam Farid Burhanudin Yusup Fauzi Janu A Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Aji Ratnawati Fryda Arlina Mahardika Galih Putro Pamungkas GETMA LAVEMIA Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah . Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hayu Rianasari Heranda Ibnu Adhi Herjuno Gularso Hisni Theresia Br Sinuraya Humaira Qanita Husen Ibnu Said Ihsan Pakaya Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati JACKIE SUPRAWITO NABABAN Jerson Otniel Purba Jetri Livia Rindika Kandiawan, Ulfa Fathul Kanti Ismawati Kemala Medika Putri Khoirul Isnaini Aulia Kukuh Ibnu Zaman Kurniawan Putra Widya Wardana L. M. Sabri Laisa Usrini Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus LM. Sabri Lusiana Dewi Fatmalasari Lutfia Pangestika Lydia Fadilla Maharany Shandra Ayu Hapsary Maharditya Yoga Pramudyono Mashita Rahati Mavita Nabata Dzakiya Meilina Fika Mayangsari Merpati Dewo Kusumaningrat Mia Aulina Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Idris Mufid Damar Pidekso Mufti Yudiya M. Muhammad Amar Makruf Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Fitrianto Muhammad Haris Febriansya Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Ulya Nadia Anggraeni Yuristasari Naftalie Dinda Rianty Nahar Dito Utama Giardi Nathania, Jessica Nida Shabrina Nisrina Niwar Hisanah Novian Nur Aziz Novita Amelia Nugra Putra Pembayun NUGRAHANI, MEIGA Nur Aziz Putra Aditama Nurfika Maulina Larasati Nurhadi Bashit Oktaviani Arumingtyas Pinastika Nurandani Polin Mouna Togatorop Pratama Irfan Hidayat Purwi Fitroh Hidayati Putri Ardianti Kinasih R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmah, Azizah Nur Rajagukguk, Trevi Austin Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Riana Kristiani Priskila Putri Rico Waskito Putro Rifky Satrio Utomo Riski Kadriansari Rismauly Yunita Tampubolon Rista Omega Septiofani Rizki Budi Kusumawardani Rizky Arga Himawan Rizky Silvandie Rudi Cahyono Putro Sarmedis Anrico Situmorang Saul Ambarita SELLI ANGELITA BR SITEPU Selli Angelita Sitepu Sitepu, Selli Angelita Siti Khoeriyah Sondang Artania Sidauruk Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Suwirdah Pebriyanah Swandi Sihombing Syarifa Naula Husna Tika Christy Novianty Trevi Austin Rajagukguk Tri Rahmawati Winda Kusuma Tristika Putri Utama Giardi, Nahar Dito Valent, Caesara Geacesita Viradhea Gita R. L. Wahyu Eko Saputro Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wenang Triwibowo, Wenang Wisnu Hanggoro Yasser Wahyuddin Yose Rinaldy N Yudo Prasetyo