Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The design of radiology viewing box using charger system and potentiometer Diartama, Anak Agung Aris; Suswaty, Susy; Priantoro, Win; Sugiyanto; Sudiyono; Anwar, M. Choiroel; Latifah, Leny; Santjaka, Aris; Amri, Faisal; Mulyantoro, Donny Kristanto
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: In the process of work to gain the maximum results, a radiologist needs a viewing box tool to read radiographs. Therefore, the authors want to develop a viewing box tool, which in general the work if this tool resembles the factory manufactured tool. The viewing tool box made can adjust the intensity of the light produced. It uses batteries as a charger system, so that the viewing box can be used anywhere, especially areas that have not been reached by electricity.Aims: This study aimed to create a viewing box tool by using a potentiometer system and charger system.Methods: This study used applied research method by creating and using the design of viewing box tool by using a potentiometer and charger system. Using a Lux meter, the tool's feasibility and the quality of potentiometer system were assessed by 15 respondents consisting of five radiologists and 10 radiographers who should fulfill the questionnaire form.Results: The results of the questionnaire showed that 100% radiologist gave an A (excellent) and expressed that the viewing box tool created could be used properly and 90% radiographers provided an A (excellent) and expressed that the viewing box tool created could be used properly, while 10% radiographer gave a value of B (moderate).Conclusion: The proposed viewing box tool could be used properly and obtained optimal results as a tool in reading radiographs. Potentiometer system contained in the viewing box was very helpful in reading radiographs. Keywords: Viewing box, Radiology, Potentiometer, Charger Submitted: 3 May 2017, Accepted: 22 June 2017 DOI: https://doi.org/10.35898/ghmj-1196
PENGARUH KONSENTRASI BUAH NANAS (Ananas comosus L.) DAN PEKTIN TERHADAP KUALITAS SELAI PEPAYA (Carica papaya L.) affrianto, fahrul; Sui, Moh.; Sudiyono
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTEPP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selai adalah produk makanan yang terbuat dari buah – buahan yang dimasak bersama dengan gula, pektin dan asam sitrat. Proses pembuatan selai melibatkan pemasakan bahan utama hingga mencapai konsistensi lembut dan tekstur yang kental. Tujuan penelitian perbandingan buah nanas dan penambahan pektin adalah untuk Mencari formulasi rasio buah nanas dengan buah pepaya dan konsentrasi pektin yang dapat memberikan kontribusi pada pengembangan produk selai pepaya dengan peningkatan kualitas selai pepaya.Sampel diberi perlakuan dengan konsentrasi buah nanas dan pepaya 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60%dan juga penambahan pektin dengan konsentrasi 0,05%, 0,10%, 0,15% diulang sebanyak 3 kali. Guna mengetahui kualitas selai yang dihasilkan pada parameter nilai pH, gula reduksi, total padatan terlarut, Vitamin C, kadar air serta tingkat penerimaan dari para panelis. Hasil pengujian kimia dan fisika pada selai pepaya memiliki nilai kadar air berkisar 21 - 38%, pH berkisar antara 4,77 – 5,15, kadar gula reduksi berkisar 19,890 – 20,711%, kadar vitamin C berkisar antara 7,04mg/100g – 8,8mg/100g dan kadar total kepatan terlarut  sekitar 4 – 4,2 °brix. Uji organoleptik panelis dengan tingkat kesukaan agak suka
PENGARUH SUBSTITUSI UMBI BENTUL (Colocasia esculenta (L). Schott) TERHADAP SIFAT DAN KARAKTERISTIK MIE BASAH wilantika, putri; Su'i, Moh; Sudiyono; Dwi , Frida; novita, silvy
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTEPP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis umbi yang banyak ditemukan tetapi masih jarang dimanfaakan secara optimal adalah umbi bentul (Colocasia esculenta (L.) Schott). Umbi bentul termasuk dalam golongan dioscorea, dimana kelompok dioscorea merupakan kelompok umbi yang memiliki kandungan polisakarida yang memiliki kemampuan untuk mengikat air atau hampir sama seperti kemampuan gluten sehingga dapat disubstitusi pada pembuatan mie sebagai alternatif gluten yang banyak terdapat dalam tepung terigu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi Sampel penelitian diberi perlakuan substitusi tepung bentul sebesar 95 %, 90 %, 85 %, 80 %, dan 75 % dan tepung terigu sebesar 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, dan 25 % dengan tiga kali pengulangan. Metode penelitian dilakukan menggunakan percobaan RAK faktorial. Analisa data menggunakan uji Anova dengan dilanjut uji BNT. Nilai yang dihasilkan pada masing-masing analisa meliputi kadar protein sebesar 12,1 % – 16,51 %, elastisitas sebesar 0,05 % – 0,06 %, daya rehidrasi sebesar 0,79 % – 1,06 %, serta pengembangan mie sebesar 0,43 % – 0,57 %. Sedangkan pada uji sensoris warna, rasa, aroma, dan tekstur menghasilkan nilai terbesar pada perlakuan E ( substitusi tepung bentul paling tinggi ). kata kunci : bentul, mie basah
PENGARUH PERBANDINGAN JAMUR TIRAM DAN DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS NUGGET JAMUR novita, silvy; Lydyana, Rizky; sumaryati, enny; Sudiyono; suprihana
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram merupakan bahan pangan yang kaya protein dan rendah lemak, sedangkan daun kelor mengandung vitamin C tinggi dan bernilai gizi baik. Kombinasi keduanya berpotensi meningkatkan kualitas gizi produk olahan seperti nugget. Namun, proporsi yang tidak tepat dapat mempengaruhi tekstur dan cita rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi jamur tiram dan daun kelor yang tepat dalam pembuatan nugget, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kualitas gizi dan organoleptik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan proporsi (95:5, 90:10, 85:15, 80:20, dan 75:25), masing-masing diulang tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa perbandingan bahan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar serat kasar dan vitamin C, serta pengaruh nyata terhadap daya putus dan warna. Sementara itu, tidak terdapat pengaruh nyata terhadap kadar air, penyerapan minyak, tekstur, rasa, dan aroma. Kesimpulannya, penambahan daun kelor dalam jumlah tepat dapat meningkatkan nilai gizi nugget jamur tanpa mengurangi daya terima konsumen.. . Kata kunci : Jamur tiram, Daun kelor, Nugget
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS Andini, Rizka Khris; Sumaryati, Enny; Sudiyono; Suprihana; Anggraeni, Frida Dwi
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) adalah salah satu tanaman yang merupakan sumber gizi yang kandungannya telah digunakan untuk mengatasi malnutrisi terutama untuk balita dan ibu menyusui. Daun kelor dapat dikonsumsi dalam kondisi segar, dimasak atau disimpan dalam bentuk tepung selama beberapa bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap mutu brownies kukus. Penelitian ada 5 perlakuan yaitu perbandingan tepung kelor dengan tepung terigu yaitu 0 gram : 150 gram, 25 gram : 125 gram, 50 gram : 100 gram, 75 gram : 75 gram, dan 100 gram : 50 gram. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diukur adalah kualitas kimiawi brownis yaitu (uji kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein) dan uji organoleptik (rasa, aroma, dan tekstur). Hasil pengamatan kadar air brownies tepung daun kelor berpengaruh sangat nyata berkisar 30,85%-33,99%, hasil pengamatan kadar abu berpengaruh sangat nyata berkisar 1,12%-2,19%, hasil pengamatan kadar lemak berbeda sangat nyata berkisar 19,9%-27,99%, dan hasil pengamatan kadar protein berbeda sangat nyata berkisar 9,93%-11,85%. Pada hasil pengamatan nilai rasa berbeda nyata berkisar 3,7-4,5, sedangkan pada hasil pengamatan aroma tidak berbeda nyata berkisar 5-5,5 dan tekstur tidak berbeda nyata berkisar 3,2-3,7.
PENGARUH SUHU DAN LAMA EKSTRAKSI TERHADAP KADAR PEKTIN DARI KULIT JERUK Varanita, Nofalia; Sudiyono; suprihana
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jeruk manis merupakan limbah dari pengolahan jeruk maupun jeruk yang dikonsumsi segar, Kulit jeruk manis mengadung selulosa, lignin, minyak atsiri dan pektin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan lama ekstraksi pektin dari kulit jeruk. Penelitian menggunakan dua factor yaitu suhu ekstraksi (60°C, 70°C dan 80°C) dan lama ekstraksi (60 menit, 75 menit dan 90 menit) yang disususn secara factorial dan diulang tiga kali. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pektian yang dihasilkan diuji rendemen, kadar air, berat ekuivalen, kadar metoksil, kadar abu, alkalinitas abu, kadar kemurnian pektin, viskositas dan uji organoleptik warna. Data hasil penelitian dianalisis menguunakan analis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan suhu dan waktu ekstraksi terhadap rendemen, kadar abu, alkalinitas abu, kadar asam anhidrouronat dan viskositas. Serta terjadi interaksi yang nyata terhadap berat ekuivalen dan kadar metoksil. Pektin hasil ekstraksi memiliki rendemen 18,48 - 21,30% kadar air 12,17 - 13,17% berat ekuivalen 3412,69 – 4419,19 kadar metoksil 6,827 - 8,837% kadar abu 2,56 - 3,54%, alkalinitas abu 0,53 – 0,87mg/ml, kadar asam anhidrouronat 69,04 - 70,32%, viskositas 3,36 – 4,21g/cm.dt dan organoleptik warna 1,6 - 2,2 (tidak menyukai). Kata kunci : pektin, kulit jeruk, ekstraksi,