Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Cost Effectiveness Upaya Penanggulangan Gizi Metode Positif Deviance dan Pemberian Makanan Tambahan di Puskesmas Gekbrong Kabupaten Cianjur 2006 Suharyati, Suharyati
Kesmas Vol. 1, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jawa Barat masih menghadapi masalah rawan gizi serius, terlihat pada 18.094 balita rawan pangan yang terhimpun di tiga kantong utama, Kabupaten Cirebon (4.005), Bandung (2.991) dan Cianjur (2.670). Di Kabupaten Cianjur, balita gizi buruk dan gizi kurang ditemukan 2.670 (1,3%) dan 24.447 (11,7%) dari 208.572 balita yang ada. Tujuan penelitian ini membandingkan cost effectiveness upaya perbaikan gizi pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bersifat top down dan Positive Deviance (PD) yang besifat bottom up. Data ditinjau dari sisi provider dan perhitungan biaya peraktifitas menggunakan metoda Activity Based Costing (ABC Methode). Komponen biaya penanggulangan gizi terbesar berturut-turut adalah biaya operasional, investasi dan pemeliharaan (85%, 14,5% dan 0,3%). Metoda PD memerlukan waktu 54 hari dan metoda PMT 102 hari. Rata-rata kenaikan berat badan (BB) selama tiga bulan pada metoda PD (920 gram) adalah lebih besar daripada metoda PMT (650 gram). Rata-rata kenaikan BB pada bulan I, II, dan II, pada metoda PD (470, 220 dan 230 gram) adalah lebih tinggi daripada metoda PMT (300, 170 dan 180 gram). Kenaikan BB balita dalam 3 bulan berdasar pita warna KMS, BB sangat kurang dan kurang pada PD (54%, 17%) lebih rendah daripada PMT (78%, 22%). Nilai CER metoda PD (Rp 446.828,- /balita) terlihat lebih kecil daripada metoda PMT (Rp 768.887,-/balita). Disimpulkan bahwa metoda PD lebih cost effective daripada metoda PMT. The Province of West Java still faces serious malnutrition problem that can be seen in 18094 cases of under 5 years old children who suffer from malnutrition particularly in districts of Cirebon (4005), Bandung (2991) and Cianjur (2670). In Cianjur it was found that 2670 (1.3%) cases of severe under-nutrition and 24447 (11.7%) cases of under-nutrition out of 208572 children. The objective of this study is to compare the cost effectiveness between positive deviance (PD) and food supplementation (PMT) methods. The data were observed from the provider side using Activity Based Costing (ABC) method. The study shows that the biggest cost component is the operational cost (85%), investment cost (14.5%) and maintenance cost (0.3%). The time frame for PD method (54 days) is shorter than that of PMT method (102 days). The average body weight gain in three months, the PD method (920 grams) is smaller than that of PMT method (650 grams). The monthly average gain in the first, second and third for the PD method (470, 220 and 230 grams) is higher than that of the PMT method (300, 170 and 180 grams). From growth chart (KMS) in three months, below red line (BGM) and under-weight in the PD method (54%, and 17%) is lower than the PMT (78% and 22%). The CER value for PD method is Rp 446,828,-/child, lower than that of the PMT method ( Rp 768,887,-/child). It was concluded that PD method is more cost effective than PMT method.
Pelatihan dan Pendampingan Social Media Marketing dalam Meningkatkan Brand Awarness Bagi WUB Kota Depok Suharyati, Suharyati; Nastiti, Heni; Aziz, Alfida
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v5i2.9734

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan brand awareness Wirausaha Baru (WUB) di bawah naungan Koperasi Bunda Sejahtera Depok melalui pelatihan dan pendampingan social media marketing. Latar belakang program ini adalah rendahnya pemanfaatan media sosial secara optimal oleh UMKM/WUB dalam membangun citra merek, meskipun media sosial memiliki potensi besar memperluas pasar. Metode pelaksanaan mencakup edukasi konsep brand awareness dan strategi social media marketing (Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp Business), praktik pembuatan konten kreatif, interaksi dengan audiens, dan optimalisasi fitur platform. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan seluruh indikator valid dan konsisten. Uji validitas menggunakan Pearson Correlation menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai korelasi di atas r tabel (0,444) dan signifikan pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05), sehingga semua indikator dinyatakan valid. Cronbach’s Alpha brand awareness =0,763, berada pada kategori cukup (acceptable); social media marketing =0,827, berada pada kategori tinggi (good). Analisis hasil menunjukkan pemahaman peserta terhadap brand awareness dengan nilai rata-rata 84%, kategori Paham dimana kekuatan pada top of mind dan unaided recall.  Pemahaman keterampilan social media marketing nilai rata-rata 82%, kategori Paham, dimana keunggulan pada customization dan interaction. Program ini berdampak pada peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, dan jangkauan pemasaran, serta selaras dengan SDGs pada tujuan ke-8, ke-9, ke-17, dan Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi yaitu IKU 2, 3, 5. Rekomendasi yang dapat disampaikan mencakup penguatan strategi branding visual, pemanfaatan tren digital, dan peningkatan electronic word of mouth untuk memperluas pasar secara berkelanjutan.
Manajemen Risiko Digital:: Strategi Keamanan Siber untuk Mitigasi Ancaman di Era Revolusi Industri 4.0 Mulianingsih, Ferani; Fajar, Fajar; Suharyati, Suharyati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2423

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi lanskap manajemen risiko digital dan strategi keamanan siber yang terus berkembang dalam konteks Industri 4.0. Seiring dengan organisasi yang semakin mengadopsi transformasi digital, mereka menghadapi tantangan keamanan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya dan membutuhkan kerangka manajemen risiko yang kuat. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif melalui penelitian kepustakaan untuk menganalisis ancaman keamanan siber saat ini, mengevaluasi pendekatan manajemen risiko yang ada, dan mengidentifikasi strategi mitigasi yang efektif yang sesuai untuk era Industri 4.0. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa manajemen risiko digital yang berhasil membutuhkan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan solusi teknologi, kebijakan organisasi, pertimbangan faktor manusia, dan kerangka tata kelola adaptif. Penelitian ini mengidentifikasi lima dimensi strategi utama: intelijen ancaman proaktif, prinsip keamanan berdasarkan desain, infrastruktur yang berfokus pada ketahanan, budaya keamanan berpusat pada manusia, dan mekanisme tata kelola kolaboratif. Penelitian ini memberikan kontribusi baik terhadap pemahaman teoretis maupun implementasi praktis manajemen risiko keamanan siber dalam lingkungan digital yang berkembang pesat, menyediakan organisasi dengan kerangka kerja komprehensif untuk menavigasi lanskap ancaman yang kompleks dari Industri 4.0.
Pembentukan Koperasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas dalam Meningkatkan Perekonomian dan Konektivitas Penyandang Disabilitas di Indonesia Sadiawati, Diani; Dirkareshza, Rianda; Suharyati, Suharyati; Supriadi, Yudi Nur; Akbar, Sahda Saraswati; Aryaputri, Aqila Shafiqa
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.910

Abstract

Pemberdayaan kelompok penyandang disabilitas dalam bidang ekonomi perlu dilakukan guna meningkatkan taraf hidup dan ketahanan ekonomi kelompok penyandang disabilitas. Hal ini sebagai langkah untuk memberikan wadah kepada kelompok penyandang disabilitas dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Maka dari itu diperlukan pembentukan koperasi bagi penyandang disabilitas sebagai wadah bagi kelompok penyandang dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan juga sebagai sarana untuk konektivitas penyandang disabilitas. Berdasarkan penjelasan tersebut maka Tim Pengabdi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membentuk koperasi perkumpulan penyandang disabilitas yang nantinya koperasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian dan konektivitas penyandang disabilitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu tim melakukan dalam 3 (tiga) tahap, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring. Hasil dari pengabdian ini yaitu Tim Pengabdi membantu kelompok penyandang disabilitas membentuk badan usaha koperasi dan juga memberikan penyuluhan materi terkait cara pengelolaan koperasi yang baik dan benar. Selain itu Tim Pengabdi juga memberikan best practice kepada peserta terkait dengan pengelolaan koperasi.
Upaya Meningkatkan Potensi Umkm Melalui Technosociopreneur Skill dan Entrepreneurial Mindset Umkm Kuliner Sawangan Depok Nobelson, Nobelson; Suharyati, Suharyati; Desmintari, Desmintari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pemahaman tentang Technososiopreneur dan Entrepreneurial Mindset kepada peserta pelatihan yang merupakan UMKM binaan IWAPI ranting Sawangan. Pemberian materi berupa pemahaman Technososiopreneur, Entrepreneurial mindset dan Praktek membuat produk olahan lidah buaya yang berkualitas dan inovatif. Pemahaman materi Technososiopreneur berhasil mencapai 86%, sedangkan pemahaman tentang Entrepreneurial Mindset mencapai 85.5%, yang menunjukkan tingkat pemahaman yang relatif tinggi. Pada kegiatan praktik membuat produk inovatif, di mana pemahaman materi mencapai 87.4%. Hasil ini mencerminkan efektivitas pelaksanaan kegiatan pengabdian dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu meningkatkan pemahaman tentang technososiopreneurship, pola pikir kewirausahaan, dan keterampilan dalam pembuatan produk inovatif. Rekomendasi yang diajukan adalah agar peserta UMKM terus memanfaatkan pemahaman dan keterampilan yang diperoleh dalam meningkatkan inovasi produk, memanfaatkan teknologi, dan berkolaborasi untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam kegiatan usaha mereka. Evaluasi berkala dan pembelajaran lanjutan juga dianggap penting untuk menjaga daya saing dan adaptasi terhadap perubahan pasar.
Upaya Meningkatkan Potensi UMKM Melalui Technosociopreneur Skill dan Entrepreneurial Mindset UMKM Kuliner Sawangan Depok Nobelson, Nobelson; Suharyati, Suharyati; Desmintari, Desmintari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pemahaman tentang Technososiopreneur dan Entrepreneurial Mindset kepada peserta pelatihan yang merupakan UMKM binaan IWAPI ranting Sawangan. Pemberian materi berupa pemahaman Technososiopreneur, Entrepreneurial mindset dan Praktek membuat produk olahan lidah buaya yang berkualitas dan inovatif. Pemahaman materi Technososiopreneur berhasil mencapai 86%, sedangkan pemahaman tentang Entrepreneurial Mindset mencapai 85.5%, yang menunjukkan tingkat pemahaman yang relatif tinggi. Pada kegiatan praktik membuat produk inovatif, di mana pemahaman materi mencapai 87.4%. Hasil ini mencerminkan efektivitas pelaksanaan kegiatan pengabdian dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu meningkatkan pemahaman tentang technososiopreneurship, pola pikir kewirausahaan, dan keterampilan dalam pembuatan produk inovatif. Rekomendasi yang diajukan adalah agar peserta UMKM terus memanfaatkan pemahaman dan keterampilan yang diperoleh dalam meningkatkan inovasi produk, memanfaatkan teknologi, dan berkolaborasi untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam kegiatan usaha mereka. Evaluasi berkala dan pembelajaran lanjutan juga dianggap penting untuk menjaga daya saing dan adaptasi terhadap perubahan pasar.
Tinjauan CSR Bank Mandiri dalam Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Larasyaty, Destrya Ajeng; Suharyati, Suharyati
Accounting Student Research Journal Vol 2 No 2 (2023): ASRJ - September 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62108/asrj.v2i2.6816

Abstract

Penelitian ini menganalisis Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2022 sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi guna menekankan angka pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan, terutama pada generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana event program Wirausaha Muda Mandiri 2022 di Jakarta sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode teknik analisis data deskriptif pada penelitian kualitatif berdasarkan data primer. Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini pengumpulan data diperoleh dari proses hasil data wawancara, dokumentasi kemudian diakhiri dengan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ada keterkaitan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan orientasi Wirausaha Muda Mandiri atau terhadap pelaku bisnis. Ditemukan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) juga berdampak positif dalam meningkatkan minat kewirausahaan.