Claim Missing Document
Check
Articles

GAMELAN ANCAG-ANCAGAN IN ACI PANGILEN DEWA YADNYA: A Religious and Cultural Approach I Wayan Sukadana; Ida Bagus Gde Yudha Triguna; I Gusti Bagus Wirawan
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v7i2.2884

Abstract

The performance of Gamelan Ancag-ancagan in Aci Pangilen Dewa Yadnya in Kesiman shows the phenomenon of art in a unique and distinctive religious ritual. The struggle for aesthetic, mystical, and magical values in religious rituals that have the supreme dimension emphasizes the complexity of phenomena so that it is interesting to explore them in depth. This research prioritizes field studies by applying qualitative methods based on religious and cultural approaches. The results of this study indicate that the reasons underlying the performance of Gamelan Ancag-ancagan in Aci Pangilen Dewa Yadnya in Kesiman include ideological, magical-religious, aesthetic-religious, and sociological reasons. The form of the performance can be classified into two, namely the physical form as a sacred gamelan and the dynamic form as an accompaniment to religious rituals. The function of performance includes aesthetic, religious, and mystical function. The meaning of the performance is revealed from the specific symbols of this gamelan, namely the ancag-ancagan which symbolizes swadharma, the gegedig telu which symbolizes the Tri Loka, Tri Kona, and Tri Wisesa, and the laluangan which symbolize the movement back towards the Highest Reality. The main finding of this study is that Gamelan Ancag-ancagan is a sacred gamelan typical of Kesiman which is only used for Aci Pangilen Dewa Yadnya, not for other religious rituals, let alone profane activities.
Simulasi Analisa Aliran Daya Pekerjaan Evakuasi Daya Penyulang Kintamani di PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur dengan Software ETAP Putu Eka Utama Putra; I Wayan Sukadana
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i2.8744

Abstract

This study aims to analyze the technical and economic impact of power evacuation work on the 20 kV distribution system at PT PLN (Persero) UP3 East Bali. The main problem studied is the high losses and poor voltage profile on the downstream side of the Kintamani feeder. The method used is load flow simulation using ETAP software with a comparative approach to conditions before and after power evacuation. The results showed that the active losses decreased from 1.017 MW to 0.626 MW (efficiency 38.45%), accompanied by an increase in the end voltage from 16.32 kV to 18.72 kV and 19.38 kV, thus meeting the SPLN 1:1995 standard. The reduction in losses resulted in energy savings of 3,425,160 kWh/year. From the economic side, a payback period (PBP) of 1.40 years was obtained, which shows that the project is financially feasible. In addition, the improvement of network performance also contributes to the reliability of the distribution system and the continuity of the distribution of electrical energy to customers. Thus, power evacuation work has been proven to be effective in improving power distribution efficiency, improving voltage quality, and providing significant economic benefits.
Analisis Faktor yang Memengaruhi Volume Ekspor Kopi Sumatera Utara Josuabrema Barus; I Wayan Sukadana
Jurnal Publikasi Manajemen Informatika Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL PUBLIKASI MANAJEMEN INFORMATIKA
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupumi.v4i1.3705

Abstract

Indonesia is one of the largest coffee-exporting countries in the world. This is due to the high competitiveness of Indonesian coffee in the international market, as well as its distinctive characteristics. This study aims to analyze the influence of export prices, exchange rates, and total production on the export volume of Sumatran coffee from 2010 to 2023. The data used in this research is secondary data obtained from literature studies conducted by the Central Bureau of Statistics (BPS), the Ministry of Trade, the Plantation Service, UN COMTRADE, the World Bank Commodity Price Data, as well as related articles and journals. The data consists of time series records spanning from 2010 to 2023. This study employs a non-participant observation method to collect data, which involves reading, gathering, and documenting relevant information. The analysis technique used is multiple linear regression, and data processing is conducted using SPSS software version 27. The results of data processing and simultaneous testing indicate that export prices, exchange rates, and total production influence the export volume of Sumatran coffee during the 2010-2023 period. Partially, export prices and total production have a positive and significant impact on export volume, whereas the exchange rate has a negative and significant effect. To enhance the global competitiveness of Indonesian coffee, efforts to increase its productivity—currently still relatively low—are essential.
GENDING PENYANDAR DESA ADAT SERANGAN DALAM UPACARA MEPAJAR DI DESA ADAT SERANGAN, KECAMATAN DENPASAR SELATAN, KOTA DENPASAR (Nilai Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu) I WAYAN SUKADANA; I NYOMAN WINYANA; I NYOMAN SURIANTA; I MADE DAPA PERMANA
WIDYANATYA Vol. 6 No. 1 (2024): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Hindu dibangun dalam tiga kerangka dasar, yaitu Tattwa, Susila, dan Upacara. Tatwa merupakan pengetahuan agama atau ajaran-ajaran keagamaan, Susila merupakan sebuah sikap, dan Upacara merupakan pelaksanaan ajaran agama. Ketiganya adalah salah satu kesatuan yang tidak terpisahkan serta mendasari tindak keagamaan umat Hindu. Ketiga hal tersebut ada dalam kehidupan yang juga tidak terlepas dari beryadnya yang merupakan sebuah korban suci tulus iklhas yang dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Yadnya merupakan salah satu bagian dari pelaksnaan upacara sebagai dasar pengembalian Tri Rna. Yadnya tidak hanya dapat dilakukan dalam bentuk persembahan berbentuk banten saja namun sebuah karya juga bisa dipersembahkan sebagai yadnya, yang dimana seluruh ide dan fikiran kita persembahkan ke dalam bentuk sebuah karya seni. Gending Penyandar merupakan salah satu komposisi gending atau lagu yang menjadi suatu ciri khas di Desa Adat Serangan. Gending Penyandar memiliki keunikan tersendiri yang bisa dilihat dari segi musikalitasnya yang bernuansa klasik yang hingga saat ini masih tetap dipertahankan. Gending penyandar merupakan iringan gending sakral yang digunakan atau berfungsi didalam upacara Dewa Yadnya (Mepajar). Mepajar adalah kata lain dari ritual yang menyangkut tentang Napak Pertiwi (turun ke bumi), melaui ritual dengan berbagai sarana upakara dan perlengkapan lainnya dengan rasa tulus ikhlas untuk menjalankan upacara mepajar. Sarana dan perlengkap salah satunya adalah dengan memainkan gamelan gong kebyar. Saat menyajikan Gending Penyandar, adanya daya tarik dari kalangan anak-anak, remaja, sampai orang tua dan menyajikan Gending Penyandar pada upacara Mepajar
METODE PEMBELAJARAN TABUH BALEGANJUR DENGAN MEDIA FRUITY LOOPS STUDIO DI BANJAR TIYING TUTUL DESA PERERENAN, KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG I Nyoman Winyana; I Wayan Sukadana; I Wayan Sudiarsa; I Kadek Aris Widiantara
WIDYANATYA Vol. 6 No. 2 (2024): Widyanatya: Pendidkan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Bagaimana bentuk metode belajar dengan menggunakan Fruity Loops Studio pada gamelan baleganjur di Banjar Tiying Tutul Pererenan, Mengwi, Badung. (2) Mengetahui Bagaimana Penerapan metode belajar dengan menggunakan Fruity Loops Studio pada gamelan baleganjur di Banjar Tiying Tutul Pererenan, Mengwi, Badung. (3) Mengetahui Bagaimana Implikasi metode belajar dengan menggunakan Fruity Loops Studio pada gamelan baleganjur di Banjar Tiying Tutul Pererenan, Mengwi, Badung Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan, Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisi tersebut diperoleh simpulan (1) bentuk metode belajar tabuh baleganjur menggunakan Fruity Loops Studio kepada penggarap (2) penerapan metode belajar menggunakan media Fruity Loops Studio kepada sekaa gong (3) implikasi yang dirasakan bagi penggarap,masyarakat dan perkembangan tabuh baleganjur di banjar tiying tutul,desa pererenan
SAMBAHING GURU” DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN SENI DAN AGAMA HINDU I Kadek Suryantara Asmara Putra; I Wayan Sukadana
WIDYANATYA Vol. 8 No. 01 (2026): Widyanatya: Fakultas Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/31jx7647

Abstract

Merebaknya budaya profan dalam kehidupan agama Hindu di Bali tidak terlepas dari pengaruh budaya global yang dicirikan oleh perilaku masyarakat yang semakin konsumtif. Kehadiran bentuk dan peristiwa yang terus mengalami perubahan tidak terhindarkan dalam perilaku masyarakat global. Dalam bentuk upacara Hindu di Bali juga mengalami hal yang sama. Hadirnya nilai estetika dalam upacara telah diterima umat sebagai bagian penting dari proses upacara. Tari Sembahing guru adalah salah satu konsep karya garap tari dan karawitan yang hadir memberi simbolis kebaruan dalam upacara pelebon. Tujuan kajian pertunjukan sembahing guru dalam keterlibatanya pada upacara pelebon di Griya Susut Selat, Desa selat, Bangli ini adalah menjelaskan secara estetis kehadirannya dalam upacara pelebon sebagai bentuk budaya dalam kontek pendidikan seni dan keagamaan Hindu. Melalui pendekatan kualitatif partisipatif  disusun hasil kajian ini berdasarkan asas data primer dan sekunder di lapangan yang diperoleh secara langsung melali observasi, wawancara. Analisis data didasarkan pada perumusan data yang dipergunakan untuk menarik kesimpulan. Adapun temuannya adalah bahwa penyajian tari sembahing guru itu merupakan tarian kontemplasi yang merujuk pada tari wewali (terlibat secara langsung dalam upacara). Secara perspektif pendidikan seni dan agama menjadi pandangan baru bagi pelaku, umat dan masyarakat yang terlibat secara konseptual tatwa, etika dan upacara.  
Co-Authors . Rukini Ade Pujana, I Gusti Ngurah Adie Wahyudi Oktavia Gama Adnyana, I Gede Sandi Agnestia, Putu Wanda Alfandi Djunaidi Putra Amelia, Dinda Amrita Nugraheni Saraswaty Anak Agung Bagus Putu Widanta Anak Agung Ketut Ayuningsasi Ananda Rissa Natasya Nainggolan Anandari, I Gusti Agung Ayu Apsari Artha, Uly Asmara, Yuusufa Ramanda Indra Asna, I Made Cahyani, Cok Istri Kartika Dwipayana, Dewa Made Fransiska Vistalia Alo Gede Humaswara Prathama I Gede Putu Eka Budiyasa I Gusti Agung Ayu Apsari Anandari I Gusti Agus Yudha Permana I Gusti Bagus Wirawan I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa I Gusti Wayan Murjana Yasa I Kadek Aris Widiantara I Kadek Suryantara Asmara I Kadek Suryantara Asmara Putra I Made Alit Mahayana I MADE DAPA PERMANA I Made Suidarma I Nengah Riana I Nyoman Candra Antara I NYOMAN SURIANTA I Nyoman Winyana, I Nyoman I WAYAN SUDIARSA I Wayan Widnyana Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Indrayani, Gusti Ayu Made Oka Josuabrema Barus Juen, Benediktus Boranpil Jurliem Virgianto Kadek Dody Apriana Kardha, Putu Jata Tresna Yoga Ketut Dwirahita Utami Dewi Komang Ayuk Pebriani Luh Gede Meydianawathi Made Detriasmita Saientisna Margareta Margareta, Margareta Ni Made Luisiana Wulandari Ni Made Ratih Kusuma Dewi Ni Putu Lia Dama Yanti Ni Putu Meitha Setiawati Ni Putu Trisna Yuliantari Ninin Eva Andika Rada Nuraga, Ketut Nyoman Ngurah Bagus Wiranata Giri Pande Ketut Ribek Pranada, Alginda Ryan Putri Asih, Ni Putu Putu Eka Utama Putra Putu Nuria Pratiwi Ramadhini, Laily Risma Fauziyah Ramadhani Roberto Anggiat Iron Lumban Gaol Saaroh Nisrina Saajidah Sanjiwani, Ni Putu Ganish Saputra, Andre Sari, Ni Putu Depi Indah Setyawan, I Gusti Ngurah Adi Siswanto, Jaka Permadi Sugara Yasa, I Wayan Sugianitri, Ni Made Fibri Suriana, I Wayan Suryatmaja, I Nyoman Oka Triguna, IBG Yudha Utomo, Nicho Wahyu Wiguna, Putu Adi Wulandari, Made Pradnya Yasa, I Wayan Sugara