Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : MANGGALI

Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Warga Negara Muda di Universitas Ivet Khoirunnisak, Anis; Hadi, Agustinus Sutriyanto; Mansur, Mansur; Sukoco, Sukoco
Manggali Vol 5 No 2 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i2.3933

Abstract

Peran aktif atau partisipasi warga negara muda dapat mendukung efektifitas kegiatan Pemilu yang diadakan disetiap moment pemilihan umum diberbagai wilayah negara Indonesia, sebab warga negara muda memiliki keunggulan yakni pada segi fisik, akal yang sehat sampai dengan semangat yang kuat. Akal sehat yang dimiliki warga negara muda dapat dipergunakan untuk mendorong masyarakat agar sadar akan kepentingan partisipasinya terhadap pemilu atau kegiatan politik lainya. Apalagi stigma masyarakat saat ini terhadap politik seringkali dicitrakan sesuatu yang kotor, buruk dan penuh intrik. Sosialisasi pendidikan politik yang dilakukan sebagai pengabdian ini, dengan menargetkan mahasiswa yang tergabung dengan organisasi Himpunan Mahasiswa program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeristas Ivet Semarang, yang mana mahasiswa diaanggap sebagai agent of change atau juga warga negara muda yang memiliki keunggulan merupakan salah satu upaya untuk memberikan peningkatan pada partisipasi warga negara muda pada pesta demokrasi atau kegiatan pemilu dan politik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian wawasan pentingnya pendidikan politik bagi warga negara muda melalui metode ceramah interaktif. Luaran hasil yang ingin dicapai adalah mahasiswa dapat memahami pendidikan politik dan pentingnya pendidikan politik bagi warga negara muda.
Sosialisasi Pembentukan Kampung KB Menuju Masyarakat Sehat dan berkualitas di Kelurahan Plalangan Kota Semarang Sari, Siti Nurindah; Sukoco, Sukoco; Khasanah, Khasanah; Alhafiz, Fatia
Manggali Vol 5 No 2 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i2.4063

Abstract

Program Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga secara holistik. Kegiatan sosialisasi pembentukan Kampung KB di Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga serta meningkatkan partisipasi aktif dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkualitas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan pemberian materi edukatif yang melibatkan tokoh masyarakat, kader, serta perwakilan instansi terkait. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap tujuan dan manfaat Kampung KB, serta komitmen untuk mendukung implementasinya. Sosialisasi ini menjadi langkah awal strategis dalam mendorong kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas sektor menuju pembangunan keluarga dan masyarakat yang berkelanjutan.
Penyuluhan Kenakalan Remaja di SMP Muhammadiyah Pucang Gading-Demak Muryati, Sri; Susiatik, Titik; Hadi, Ag. Sutriyanto; Sukoco, Sukoco
Manggali Vol 3 No 2 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i2.2784

Abstract

Kenakalan remaja adalah semua perubahan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui bersama) yang ditujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain. Tujuan pengabdian ini adalah mendeskripsikan: 1) penyebab kenakalan remaja; 2) dampak dari kenakalan remaja; dan 3) solusi dalam mengatasi kenakalan remaja. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. T Simpulan pengabdian ini adalah: Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua; minimnya pemahaman tentang keagamaan; pengaruh dari lingkungan sekitar dan pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebaya; dan tempat pendidikan. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja itu sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Penyuluhan Tentang Implementasi Pendidikan Dalam Keluarga di Kelurahan Karangjati Kabupaten Semarang Sukoco, Sukoco; Sayekti, Sri
Manggali Vol 2 No 2 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i2.2236

Abstract

Pembangunan bidang pendidikan telah menunjukkan perkembangan yang positif secara akademis, hal ini tentunya bukan menjadi satu-satunya indikator keberhasilan proses pendidikan. Namun keberhasilan di bidang akademik masih perlu diimbangi dengan pendidikan karakter yang sekarang ini menjadi sorotan tajam masyarakat, karena banyak fenomena kenakalan remaja seakan sulit dibendung dan diatasi. UU RI Nomor 20 tahun 2003 menyebutkan bahwa:“Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara khusus tujuan pengabdian ini: 1. Melakukan identifikasi yang berkaitan dengan implementasi pendidikan dalam keluarga; 2. Memberikan ceramah dan dialog dengan masyarakat berkaitan dengan implementasi pendidikan dalam keluarga; 3. bentuk-bentuk implementasi pendidikan dalam keluarga dalam praktik kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode ceramah dengan dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada pembina, pengurus, serta anggota masyarakat untuk menyampaikan pendapat, tanggapan maupun pertanyaan serta seluas-luasnya. Simpulan hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa: 1. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa pendidikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah; 2. Pengabdian ini memberikan wawasan kepada masyarakat tentang peran penting keluarga dalam pembentukan karakter anak; 3. Pendidikan tidak hanya mencakup prestasi akademik semata, akan tetapi karakter menjadi hal yang sangat penting.
Memupuk Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jawa Tengah Khoirunnisak, Anis; Sukoco, Sukoco; Hadi, Agus Sutriyanto; Setyaningsih, Sri
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2517

Abstract

Pandemi covid-19 di tahun 2022 ini telah perlahan mereda, namun upaya memupuk persatuan dan kesatuan harus tetap diusahakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara khusus tujuan pengabdian ini: 1. Mengetahui cara memupuk persatuan dan kesatuan di masyarakat pasca Pandemi Covid-19. Melakukan identifikasi yang berkaitan dengan implementasi pendidikan dalam keluarga; 2. Mengetahui hasil dari sosialisasi persatuan dan kesatuan di masyarakat pasca Pandemi Covid-19 di Kelurahan Sukorejo RT.07/RW.10 Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jawa Tengah; Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode ceramah dengan dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada pembina, pengurus, serta anggota masyarakat untuk menyampaikan pendapat, tanggapan maupun pertanyaan. Simpulan hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa: 1. Strategi untuk memupuk persatuan dan kesatuan di masyarakat pasca pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan cara memberi sosialisasi pentingnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan seperti gotong royong antar masyarakat, saling menghormati dan menghargai perbedaan di dalam kehidupan masyarakat; 2. Pengabdian ini memberikan wawasan kepada masyarakat tentang peran penting semua warga agar keberhasilan mewujudkan praktik nilai persatuan dan kesatuan dapat tercapai sesuai cita-cita bangsa dan negara.
Penyuluhan Tentang Kedisiplinan Mematuhi Protokol Kesehatan dalam Era Pandemi Covid-19 di Desa Kandangan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Sukoco, Sukoco; Sayekti, Sri
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.2001

Abstract

Pada awal tahun 2020, dunia dihadapkan dengan suatu wabah penyakit infeksi yang disebut dengan Virus Corona atau disebut juga dengan virus Corona Virus Disease (Covid-19). Penyebaran Covid-19 ini sangat cepat ke seluruh dunia, termasuk Negara Indonesia. Angka kejadiannya terus mengalami kenaikan yang sangat pesat. Bahkan WHO (World Health Organzation) telah menyatakan wabah Covid-19 sebagai keadaan darurat kesehatan global sejak bulan Januari 2020. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan patuh protokol kesehatan, untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19 ini. Protokol Kesehatan meliputi rajin mencuci tangan pakai sabun, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, physical distancing (jaga jarak), menghindari pertemuan yang bersifat massal, menggunakan masker saat keluar rumah. Keberhasilan penerapan kebijakan protokol kesehatan sangat tergantung kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat secara individu maupun kelompok. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan kepada seluruh lapisan dan kelompok masyarakat baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan termasuk masyarakat desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Masyarakat Desa Kandangan Kecmatan Bawen Kota Semarang masih kurang tertib dalam melakukan kegiatan sehari-hari dalam mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu diperlukan Penyuluhan tentang Kedisplinan Mematuhi Protokol Kesehatan secara berkala dan terencana. Kegiatan penyuluhan ini meliputi cara mencuci tangan yang benar, cara memakai masker yang benar, menghindari kerumunan serta menjaga jarak dalam berinteraksi.