Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN GAYA BELAJAR VISUAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Timor, Rizki Ananda; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9964

Abstract

ABSTRACT Learning outcomes are an important indicator for assessing the success of the learning process, which is influenced by various factors, including students’ learning styles. However, not all students fully understand their own learning styles, which may affect the achievement of their learning outcomes. This study aims to analyze the relationship between visual learning styles and the learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 351 students, with a sample of 30 students selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires as the primary instrument, supported by documentation. Data analysis was conducted using the product moment correlation test at a 5% significance level. The results showed that the correlation coefficient was 0.153, which falls into a very low category. This value is lower than the r-table value (0.153 < 0.361), indicating that the alternative hypothesis was rejected and the null hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that there is no significant relationship between visual learning styles and students’ learning outcomes. These findings suggest that learning outcomes may be influenced by other factors beyond visual learning styles. ABSTRAK Hasil belajar merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya belajar siswa. Namun, belum semua siswa memahami gaya belajar yang dimilikinya secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Gunungsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 351 siswa, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, didukung oleh dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi product moment pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,153 yang berada pada kategori sangat rendah. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan dengan r tabel (0,153 < 0,361), sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa hasil belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar gaya belajar visual.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KURANGNYA SIKAP ASERTIF SISWA Lestari, Novia Dian; Sulastri, Ni Made
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10930

Abstract

ABSTRACT Based on observations conducted at SMPN 4 Mataram, it was found that some students still demonstrated low assertive attitudes in interacting with their peers and surrounding environment. This condition caused students to experience difficulties in expressing opinions, conveying feelings, and building positive social communication. This study aimed to determine the effect of group guidance services on improving the assertive attitudes of seventh-grade students at SMPN 4 Mataram in the 2019/2020 academic year. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 10 students selected from a population of 57 students. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data. Data analysis was conducted using the t-test, which showed that group guidance services had a positive effect on improving students’ assertive attitudes. The results indicated that after participating in group guidance services, students became more confident in expressing opinions, more open in social interactions, and demonstrated better self-confidence within their social environment. Therefore, group guidance services can be used as an alternative guidance and counseling strategy to help improve students’ assertive attitudes at school. ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi di SMPN 4 Mataram, ditemukan bahwa sebagian siswa masih menunjukkan sikap kurang asertif dalam berinteraksi dengan teman maupun lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat, mengekspresikan perasaan, serta membangun komunikasi sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan sikap asertif siswa kelas VII SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa dari total populasi 57 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan sikap asertif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok, siswa menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, mampu berinteraksi secara lebih terbuka, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam lingkungan sosialnya. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dapat dijadikan salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan sikap asertif siswa di sekolah.
PENYULUHAN BAGAIMANA MENJAGA KEBUGARAN INDIVIDU DEWASA AKHIR DENGAN MEMBIASAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Dewi Rayani; Ni Made Sulastri
Jurnal Dedikasi Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Lentera Mandalika Berinovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup sehat. Kegiatan dilakukan dengan berkolaborasi dengan pihak Puskesmas Aik Darek dengan mahasiswa STIKES Yarsi Mataram yang saat itu sedang melaksanakan Praktik kerja lapangan dan masyarakat sebagai peserta yang berjumlah 30 orang. Masyarakat yang hadir saat itu di dominasi oleh warga dengan usia 40 tahun ke atas yang mana warga tersebut disarankan untuk selalu  memperhatikan kesehatan diri. Kegiatan ini dimulai dengan olahraga bersama dan selanjutnya dilakukan penyuluhan. Peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dikemas dengan cara sederhana dan menyenangkan.