Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

STUDI KASUS ANALISIS KEGAGALAN BAUT CONNECTING ROD MESIN DIESEL GENERATOR KAPAL Khaeroman Khaeroman; Wahyu Ari Putranto
INOVTEK POLBENG Vol 11, No 1 (2021): INOVTEK VOL.11 NO1, 2021
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v11i1.1749

Abstract

AbstrakKapal laut adalah alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut barang-barang baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan industri dan juga untuk mengangkut orang-orang serta berfungsi menghubungkan dari satu pulau ke pulau yang lain. Tenaga penggerak kapal pada umumnya adalah mesin diesel sebagai tenaga penggerak utama dengan berbagai variasi mesin diesel. Pada mesin pembakaran dalam (internal combustion engine), salah satu komponen terpenting di dalamnya adalah batang piston (connecting rod). Connecting rod berfungsi menerima tenaga dari piston yang diperoleh dari pembakaran dan meneruskanya ke poros engkol (crank shaft). Pada connecting rod terdapat bolt connecting rod berfungsi untuk merapatkan connecting rod cap yang menghubungkan connecting rod dengan crank shaft. Telah terjadi kegagalan pada bolt connecting rod (patah) pada mesin diesel kapal. Kemudian dilakukan analisa untuk mengetahui penyebab kegagalan bolt connecting rod. Pada proses analisa ini didahului dengan berbagai macam pengujian seperti uji komposisi kimia, uji kekerasan, uji mikrografi, uji makrografi dan uji SEM. Apabila telah ditemukan penyebab kegagalan bolt connecting rod maka akan diberikan rekomendasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagiKata Kunci: kegagalan, baut, connecting rod, mesin diesel, kapal  AbstractShips are a means of transportation used to transport goods both basic needs and industrial needs and also to transport people also use transportation from one island to another. Ship propulsion in general is a diesel engine The main driving force with a variety of diesel engines. In an internal combustion engine, one of the most important components in it is the piston rod (connecting rod). The connecting rod is ready to receive power from the piston obtained from combustion and returned to the crankshaft (crankshaft). On the connecting rod there is a bolt connecting the rod used to get the connecting rod connecting the connecting rod with the crankshaft. There has been damage to the bolt connecting the rod (broken) to the diesel engine of the ship. Then an analysis is performed to determine the cause of the failure of the bolt connecting the rod. In this analysis process, preceded by various kinds such as chemical composition tests, trials, micrographic tests, macrographic tests and SEM tests. If the cause of the bolt connecting the stem is found, a recommendation will be given so that the incident does not happen againKeyword: failure, bolt, connecting rod, diesel engine, ship
ANALISA PERBANDINGAN ALIRAN PADA HULL KAPAL DENGAN BULBOUS BOW DAN TANPA BULBOUS Khaeroman Khaeroman; Suyono Suyono; Noviarianto Noviarianto
INOVTEK POLBENG Vol 10, No 1 (2020): INOVTEK VOL. 10 N0 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.924 KB) | DOI: 10.35314/ip.v10i1.1246

Abstract

Analisa perbandingan aliran perlu dilakukan untuk menentukan performa terbaik dari beberapa model yang diujikan. Dalam kasus ini ada dua jenis variabel yang diujikan yaitu tipe hull kapal dengan menggunakan bulbous bow dan tanpa bulbous bow. Umumnya penggunaan bulbous bow diperuntukan untuk kapal diperairan dalam karena kemampuan nya yang dapat mereduksi gelombang. Sementara untuk diperairan dangkal masih perlu dikaji kembali. Oleh karena itu, dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat menunjukan efektifitas dari penggunaan bulbos bow. Penelitian dilakukan dengan memodelkan kapal berukuran sama dengan bulbous bow dan tanpa bulbous bow. Dengan simulasi CFD (computional fluid dynamics) performa kedua model ini dapat diketahui, perbandingan nya didapat dari besaran nilai wake atau kecepatan aliran yang dihasilkan oleh kedua model beserta hambatannya. Dari kedua model didapat wake kapal dengan bulbous bow memiliki nilai yang kecil. Dari hasil penelitian ini didapatkan kedua model nilai hambatan kapal tanpa bulbous bow 0,6% lebih besar dari kapal yang menggunakan bulbous bow. Sementara untuk wake kapal tanpa bulbous bow lebih besar 1% dibandingkan kapal dengan bulbous bow.