Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Nilai – Nilai Budaya Batak Terhadap Pelayanan Publik Di Desa Parmonangan Kecamatan Pakkat Gajah, Nurhamidah; Arifana, Arifana; Gajah, Rahmadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.378-384

Abstract

The purpose of this study was to determine how the implementation of the value of Batak culture values in the Parmonangan Village office, then to find out how Public Services at the Parmonangan Village Office and to find out how much influence the value of Batak cultural values has on public services at the Parmonangan Village office.The research method used is a type of quantitative research by taking respondents from the Parmonangan Village community as many as 76 people.The results showed that the Batak Cultural values of Kinship, Hasangapon, Hamajuon and Hamoraon are highly upheld and applied by the community including in the Parmonangan Village office. Public Services at the Parmonangan Village office fall into the Moderate category, meaning that service procedures, completion time, equality of treatment and openness are sometimes implemented and sometimes not implemented. So it can be concluded that both variables can be said to be valid because r count (0.2172) > r table (0.1901). From the results of hypothesis testing, it can be seen that tcount = 16.7425 and the ttable is 1.993, so tcount> than ttable (16.7425> 1.993) so that the hypothesis can be accepted. Based on the results of the determination test, the effect of Batak cultural values on public services is 5%.
A Foreign Language Mastery Training for International Internship Program Students: English Suwarno, Bambang; Silaban, Yolanda Novita; Gajah, Nurhamidah; Parapat, Natalia
Jurnal Mitra Prima Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This foreign language training is conducted on the social sciences and political sciences department campus at the Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS). Foreign language training with the Altissia platform improves students' foreign language skills. The Altissia platform training method has 25 foreign languages ​​using the Common European Framework of Reference for Languages ​​(CEFR) learning method. This foreign language training is used so that students can practice their foreign language skills in preparation for international internships in Asian countries (Malaysia, Singapore) and Europe (England, France, and Germany). Foreign language training with the Altissia platform will determine the ability to write, read, listen, and speak. This language training uses a persuasive method online based on the web, which is applied in the learning process. Before conducting language training, a pre-test is carried out, and after five months of learning, a post-test is carried out. Data collection is carried out based on observations, namely by observing phenomena that occur in the field. The learning training provided to participants includes English training with the Altissia platform method, which involves studying using the platform for at least two hours every day for four days a week. The results from 71 participants, as many as 68 participants, increased their language ability level. Male students are better at English than women
Dampak Eksistensi Kampung Budidaya Ikan Mas Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sibulele Muara Kecamatan Batang Angkola Gajah, Nurhamidah; Lubis, Erwin Syah; Arifana, Arifana; Roito, Endang Lita; Harahap, Harmen; Simamora, Mukti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Larisma Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Larisma
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/jpml.v1i2.803

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.Pemberdayaan Masyarakat bertujuan untuk memperkuat kekuasaan dari masyarakat yang mandiri, terutama dari kelompok lemah yang mempunyai ketidak berdayaan. Desa Sibulele Muara, yang terletak di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara, adalah sebuah desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, banyak warga desa yang juga terlibat dalam beternak ikan dengan metode mina padi, maupun dengan kolam. Penelitian ini membahas tentang dampak sosial dan ekonomi dari budidaya Ikan Mas di Desa Sibulele Muara, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Sejak dijuluki sebagai Desa Budidaya Ikan Mas pada tahun 1998, aktivitas ini telah menjadi sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan analisis data kualitatif untuk mengeksplorasi dampak dari budidaya Ikan Mas terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya Ikan Mas telah meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat solidaritas sosial. Selain itu, ada peningkatan investasi di sektor perikanan dan stimulasi ekonomi lokal yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budidaya ikan mas memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.
Dampak Eksistensi Kampung Budidaya Ikan Mas Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sibulele Muara Kecamatan Batang Angkola Gajah, Nurhamidah; Lubis, Erwin Syah; Arifana, Arifana; Roito, Endang Lita; Harahap, Harmen; Simamora, Mukti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.506-515

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.Pemberdayaan Masyarakat bertujuan untuk memperkuat kekuasaan dari masyarakat yang mandiri, terutama dari kelompok lemah yang mempunyai ketidak berdayaan. Desa Sibulele Muara, yang terletak di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara, adalah sebuah desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, banyak warga desa yang juga terlibat dalam beternak ikan dengan metode mina padi, maupun dengan kolam. Penelitian ini membahas tentang dampak sosial dan ekonomi dari budidaya Ikan Mas di Desa Sibulele Muara, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Sejak dijuluki sebagai Desa Budidaya Ikan Mas pada tahun 1998, aktivitas ini telah menjadi sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan analisis data kualitatif untuk mengeksplorasi dampak dari budidaya Ikan Mas terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya Ikan Mas telah meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat solidaritas sosial. Selain itu, ada peningkatan investasi di sektor perikanan dan stimulasi ekonomi lokal yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budidaya ikan mas memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan
Mitigasi Bencana Melalui Program Pemantauan Air Berbasis Aplikasi Seluler di Thailand Selatan: Disaster Mitigation through Mobile Application-Based Water Monitoring Program in Southern Thailand Safran Efendi; Nurhamidah Gajah; Sutan Siregar; Rahmat Haris Saputra Harahap
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7525

Abstract

Wilayah Thailand Selatan secara geografis rentan terhadap bencana banjir yang terjadi secara berkala akibat curah hujan tinggi dan perubahan iklim global. Keterbatasan sistem pemantauan dini serta rendahnya literasi kebencanaan masyarakat memperbesar risiko yang ditimbulkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana melalui program pemantauan air berbasis aplikasi mobile. Program ini mencakup pemasangan sensor ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) di wilayah rawan banjir dan pelatihan penggunaan aplikasi monitoring yang dikembangkan secara partisipatif. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menerima peringatan dini, melaporkan kondisi lapangan secara real-time, serta mengakses informasi penting terkait penanganan bencana. Kegiatan ini juga melibatkan pemerintah lokal dan pemangku kepentingan terkait guna menjamin keberlanjutan program. Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya di Thailand dan Asia Tenggara
Strategi Komunikasi Polres Kota Padangsidimpuan Dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kinerja Kepolisian Arifana, Arifana; Gajah, Nurhamidah; Simamora, Mukti; Putri, Depi Amelia; Romadhon, Ikram Bedi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.701-707

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana tingkat kepercayaan masyarakat Kota Padangsidempuan terhadap kinerja kepolisian dan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan Polres Kota Padangsidempuan dalam menigkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian. Jenis penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Adapun hasil penelitian adalah Meskipun anggapan masyarakat terhadap Kepolisian tidak terlalu baik namun hasil survey menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap Kepolisian masih dapat dikatakan baik. Hal itu dilihat dari jawaban yanag diberikan oleh masyarakat ketika ditanyakan mengenai persepsi mereka terhadap kepolisian, dari 20 informan yang menjawab sangat baik tujuh orang, menjawab baik enam orang, menjawab cukup baik empat orang, ini berarti sebanyak 17 orang dikategorikan memiliki persepsi yang baik terhadap kepolisian, sementara yang menjawab kurang dan buruk hanya tiga orang. Strategi yang dilakukan oleh pihak Polres Kota Padangsidimpuan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian, antara lain menerapkan slogan PRESISI agar kepolisian dapat lebih ramah dalam melayani, cepat dalam menanggapi keluhan rakyat, dan lebih humanis
Peranan Tokoh Masyarakat Dalam Resolusi Konflik Di Desa Pargumbangan Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan Gajah, Nurhamidah; Arifana, Arifana; Gajah, Rawalan Harapan; Idris, Fahmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.608-618

Abstract

Konflik merupakan salah satu esensi dari kehidupan dan perkembangan manusia yang mempunyai karakteristik yang beragam. Konflik dapat terjadi antara individu - individu, antara kelompok-kelompok dan antara organisasi-organisasi. Konflik sosial merupakan perluasan dari konflik individu, umumnya terwujud dalam bentuk konflik fisik atau perang antar dua kelompok atau lebih yang biasanya selalu terjadi dalam keadaan berulang. Konflik di Desa Pargumbangan terjadi dikarenakan oleh dua kubu yang saling berkompetisi dalam perebutan suara dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di tahun 2014. Akibatnya, paska pilkades yang dimenangkan oleh salah satu calon, masyarakat terbelah dan terjadi perselisihan yang menyebabkan terjadinya kontak fisik hingga berujung pada pelaporan di kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan tokoh masyarakat dalam resolusi konflik Di Desa Pargumbangan Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat melalui wawancara dengan beberapa masyarakat dan tokoh adat diketahui bahwa peranan tokoh masyarakat dalam resolusi konflik yang terjadi di Desa Pargumbangan dapat dikatakan belum maksimal. Kurangnya langkah yang dilakukan oleh Kepala desa dan tokoh masyarakat dalam resolusi konflik mengakibatkan sampai sekarang masyarakat masih terpecah dua bagian yang terlihat dari, hatobangan/harajaon, Serikat Tolong Menolong (STM), dan pengajian Jumatan di Desa Pargumbangan.Kata kunci : Peranan, Tokoh Masyarakat, Konflik Sosial, Resolusi Konflik
TANTANGAN DAN PELUANG PEREMPUAN DI PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2014 Gajah, Nurhamidah
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v1i1.2016.%p

Abstract

Penulisan jurnal ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan peluang perempuan pada pemilihan umum legislatif tahun 2014 di Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif. Informan penelitiannya yaitu calon legislatif perempuan yang duduk dan yang gagal menjadi anggota legislatif pada tahun 2014. Tantangan perempuan dalam pemilihan umum legislatif adalah masih adanya budaya bahwa perempuan itu hanya di dapur, mengurus anak dan melayani suami, sehingga banyak perempuan yang tidak terjun ke dunia politik, serta adanya anggapan bahwa politik itu kejam. Undang-undang yang memberikan peluang keterwakilan perempuan di legislatif sebesar 30% merupakan peluang besar bagi perempuan untuk terjun ke dunia politik, dan juga adanya contoh beberapa perempuan yang berhasil menjadi anggota legislatif bahkan menjadi ketua DPRD, serta pendidikan perempuan yang semakin tinggi sudah mulai menjadikan perempuan lebih mampu bersaing di dunia politik.
PERSEPSI SISWA SMA SEDERAJAT KOTA PADANGSIDIMPUAN TENTANG UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN Gajah, Nurhamidah; Siregar, Yessi; Harahap, Ummi Kalsum; Nasution, Elsa Manora; Gajah, Rahmadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i2.2021.362-373

Abstract

Siswa SMA terutama yang berada pada tahap akhir, tentunya dihadapkan pada bermacam pilihan, apakah melanjutkan pendidikan atau bekerja. Bagi yang melanjutkan, akan dihadapkan dengan pertanyaan kampus mana, fakultas dan jurusan apa yang diambil. Tahun ajaran 2020/2021 tercatat sebanyak 5.131 orang siswa yang duduk di kelas XII di seluruh Sekolah Menengah Atas sederajat di kota Padangsidimpuan, sekolah negeri maupun swasta. Jumlah tersebut dengan rincian SMA sebanyak 2.669 siswa, SMK sebanyak 1.981 siswa dan MA sebanyak 481 siswa. Inilah yang menjadi potensi bagi peguruan tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di kota Padangsidimpuan untuk dapat merekrut mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi siswa SMA sederajat di kota Padangsidimpuan terhadap UM-Tapsel. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey dengan menggunakan instrumen angket. Hasil penelitian ini akan disajikan dalam bentuk kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa minat siswa SMA sederajat di kota Padangsidimpuan melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi sangat besar. Dari 225 responden, hampir seluruhnya mengetahui UM-Tapsel yaitu 221 orang (90,2%), dan  63 orang (25,7%) tahu akreditasi UM-Tapsel, sebanyak 151 orang (61%) mnganggap UM-Tapsel baik/bagus dan secara keseluruhan persepsi siswa SMA sederajat di kota Padangsidimpuan terhadap UM-Tapsel adalah penilaian positif.Kata Kunci : Persepsi, Perguruan Tinggi, Siswa, UM-Tapsel
PERANAN BADAN PEMANGKU ADAT MANDAILING JULU DALAM MENGEMBANGKAN GORDANG SAMBILAN (Studi: Kabupaten Mandailing Natal) Gajah, Nurhamidah; Arifana, Arifana; Gajah, Rawalan Harapan; Mawardi, Arpan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.95-102

Abstract

Budaya suatu suku bangsa merupakan suatu penampakan identitas diri dari suku bangsa tersebut. Suatu suku bangsa dapat dikenal oleh dunia apabila suatu suku bangsa tersebut sanggup memperkenalkan identitas dirinya lewat budayanya yang khas. Masyarakat yang berbudaya memiliki apresiasi terhadap seni atau kesenian. Masyarakat yang mau memberikan apresiasi terhadap seni berarti masyarakat yang bangga dan menghargai akan seni itu sendiri. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi di dunia ini, banyak sekali hal-hal yang dianggap kuno atau ketinggalan jaman yang ditinggalkan oleh masyarakat begitu saja termasuk budaya. Begitu pula di daerah Mandailing, terdapat kesenian yang ditinggalkan oleh masyarakatnya salah satunya Gordang Sambilan karena dianggap sudah ketinggalan zaman dan tidak dapat bersaing dengan budaya-budaya baru yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Dalam Mengembangkan Gordang Sembilan di Kelurahan Tamiang Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan hasil penelitian diketahi bahwa Badan Pemangku Adat Mandailing Julu memiliki peran dalam mengembangkan Gordang Sembilan di Kelurahan Tamiang Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, besaran peran tersebut adalah sebsesar 53,48%.Kata kunci : Adat Mandailing, Gordang Sambilan, Lembaga Kebudayaan, Peranan