Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memgetahui pengaruh penerapan metode ice breaking terhadap peningkatan minat belajar siswa serta menggambarkan proses pelaksanaannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen, yaitu pretest-posttest control grup design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan metode ice breaking, dan siswa kelas VB sebagai kelas kontrol yang diajar tanpa metode tersebut. Data dikumpulkan melalui tes (pretest dan posttest) pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen serta observasi untuk melihat indikator minat belajar siswa, seperti perhatian, keterlibatan, antuiasme, dan rasa suka terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan singnifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata hasil posttest siswa pada kelas eksperimen mencapai 76,21, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 59,72. Dilihat dari uji stastistik ice breaking tidak terlalu mempengaruhi hasil perbandingan rata-rata (Mean). Jadi pengaruh antara kelas kontrol dan kelas perlakuan 30,72%. Data Observasi juga memperlihatkan bahwa siswa kelas eksperimen lebih aktif, fokus, termotivasi, dan menikmati proses pembelajaran. Hasil analisis data menggunakan uji t independen menunjukkan nilai signifikan (Sig. 2-tailed) sebesar 0,00 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Hal ini menegaskan bahwa penerapan metode ice breaking secara nyata berpengaruh positif dalam meningkatkan minat belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode ice breaking efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif serta mampu meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Penerapan metode ini sangat disarankan bagi guru-guru agar siswa lebih antusias, aktif, dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang sering dianggap monoton.