Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Addressing the Gap between Language Literacy and Physical Education: A Bilingual Socratic Play-Based Inquiry Model for Vocabulary and Grammar Development Utami, Hadi Riwayati; Sumardiyani, Listyaning; Zahraini, Dian Ayu; Ambarini, Ririn
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i7.656

Abstract

This study aims to address the persistent gap between language literacy and physical education by developing and implementing a Bilingual Socratic Play-Based Inquiry Model designed to enhance students’ vocabulary and grammar development. Employing a qualitative descriptive design, the research involved a purposive sample of elementary students participating in integrated English–Physical Education learning sessions. Data were collected through classroom observations, learning artefacts, field notes, and semi-structured interviews with students and teachers. The key variables examined included bilingual interaction patterns, vocabulary acquisition, grammar awareness, and engagement through physical activities. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of linguistic development emerging from play-based inquiry tasks. The findings revealed that combining Socratic questioning with kinesthetic, game-based activities fostered deeper vocabulary retention, improved grammar accuracy, and increased learner motivation. Students demonstrated stronger metalinguistic awareness when guided through dialogues that connected physical actions with target linguistic forms. The study concludes that a bilingual Socratic play-based inquiry approach is an effective instructional model for bridging disciplinary gaps, promoting meaningful language use, and supporting holistic literacy development within physical education contexts. Future research may explore the model’s long-term impact, scalability across grade levels, and adaptability for multilingual or inclusive classroom.
Inclusive English Language Teaching for Students with Disabilities: A Systematic Literature Review Ambarini, Ririn; Sumardiyani, Listyaning; Utami, Hadi Riwayati; Zahraini, Dian Ayu
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 11 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i11.799

Abstract

Pendidikan inklusif telah menjadi fokus penting dalam sistem pendidikan global, menekankan kesempatan belajar yang setara bagi semua siswa, termasuk siswa dengan disabilitas. Dalam konteks Pengajaran Bahasa Inggris (English Language Teaching/ELT), guru menghadapi tantangan dalam merancang strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasi kebutuhan linguistik, kognitif, dan fisik yang beragam di dalam kelas reguler. Penelitian ini merupakan systematic literature review (SLR) terhadap 60 artikel peer-reviewed yang dipublikasikan antara tahun 2010 hingga 2024, dipilih dari 250 artikel awal di database Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar. Mengikuti kerangka PRISMA, kajian ini menelaah karakteristik studi, metode penelitian, kelompok sasaran, dan strategi pengajaran yang digunakan. Analisis tematik mengidentifikasi empat pendekatan utama dalam ELT inklusif: diferensiasi pembelajaran, teknologi bantu, strategi pengajaran adaptif, dan interaksi kolaboratif di kelas. Temuan menunjukkan bahwa diferensiasi pembelajaran meningkatkan keterlibatan dengan menyesuaikan tugas berdasarkan kemampuan individu, teknologi bantu meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman, strategi adaptif mendukung pembelajaran melalui scaffolding dan materi multimodal, serta kegiatan kolaboratif mendorong perkembangan bahasa dan inklusi sosial. Kajian ini juga menyoroti tren penelitian global, dengan sebagian besar studi dilakukan di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, serta keragaman metode penelitian (kualitatif, kuantitatif, dan campuran). Meskipun strategi-strategi tersebut efektif, terdapat beberapa kekurangan dalam literatur, termasuk penelitian longitudinal terbatas, laporan hasil belajar yang tidak konsisten, dan intervensi untuk tipe disabilitas tertentu yang masih jarang diteliti. Hasil kajian ini memberikan panduan berbasis bukti bagi guru, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa Inggris yang inklusif, aksesibel, dan efektif.
Bilingual Language Learning in Inclusive Vocational Classrooms: A Linguistic Perspective on Students with Special Educational Needs Utami, Hadi Riwayati; Sumardiyani, Listyaning; Ambarini, Ririn; Zahraini, Dian Ayu
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 11 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i11.800

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi salah satu pendekatan penting untuk memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus. Dalam konteks pendidikan vokasi, di mana siswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik tetapi juga keterampilan praktis, pembelajaran bahasa yang efektif memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam lingkungan pembelajaran bilingual. Penelitian ini mengeksplorasi pembelajaran bahasa bilingual di kelas vokasi inklusif dari perspektif linguistik, dengan menyoroti bagaimana praktik pembelajaran bahasa dapat mendukung siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus sekaligus tetap mendorong perkembangan bahasa bagi seluruh siswa. Penelitian ini menelaah berbagai strategi linguistik dalam pembelajaran bahasa Inggris bilingual, seperti scaffolding bahasa, penyederhanaan input linguistik, serta interaksi kelas yang komunikatif untuk membantu siswa dengan beragam profil pembelajaran memahami materi dan berpartisipasi secara aktif. Dengan mengintegrasikan perspektif pendidikan bilingual dan pedagogi inklusif, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dapat dirancang secara adaptif untuk mengakomodasi keragaman kemampuan kognitif dan linguistik siswa tanpa memisahkan mereka dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya interaksi kelas yang inklusif, peran guru dalam memediasi proses pembelajaran bahasa, serta dukungan linguistik yang terstruktur untuk menciptakan pengalaman belajar bilingual yang lebih bermakna. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan bahasa yang lebih inklusif dalam konteks pendidikan vokasi.