Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan kurikulum pendidikan berasrama untuk meningkatkan karakter mahasiswa pendidikan profesi guru Fitriana, Siti; Sumardiyani, Listyaning; Nugroho, Aryo Andri; Rakhmawati, Dini; Reffiane, Fine
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244863

Abstract

Pendidikan berasrama merupakan sistem pendidikan yang didasarkan atas pertimbangan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih utuh, yang mencakup cipta, rasa, karsa, dan karya sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam berpikir tetapi juga berkepribadian mulia. Pendidikan berasrama dapat menerapkan program pendidikan yang komprehensif-holistik mencakup keagamaan, pengembangan akademik, life skills (soft skills dan hard skills), wawasan kebangsaan dan membangun wawasan global. Tujuan dari penelitian ini ada untuk mengetahui Penerapan Kurikulum Pendidikan Berasrama untuk meningkatkan Karakter Mahasiswa PPG khususnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki praktik pendidikan melalui siklus tindakan yang berulang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan dalam program kehidupan berasrama bagi mahasiswa PPG efektif dalam meningkatkan karakter mahasiswa mulai dari kedisiplinan, keterampilan sosial, hingga keseimbangan hidup. Hal ini diperkuat dengan data siklus II diperoleh hasil peningkatan karakter mahasiswa pada aspek: kedisipinan 85%, tanggung jawab 87%, dan kemandirian 90%. Pentingnya dukungan berkelanjutan melalui bimbingan, konseling, serta manajemen waktu dan kegiatan asrama sangat berpengaruh terhadap perkembangan personal dan profesional mahasiswa. Keterbatasa dalam penelitian ini adalah adanya resistensi awal mahasiswa terhadap program Pendidikan berasrama dan kesulitan manajemen waktu dalam kegiatan sehari-hari.
Implementasi Kode Etik Guru untuk Meningkatkan Profesionalisme Pendidik Maryanto, Maryanto; Budoyo, Sapto; Sumardiyani, Listyaning; Wibisana, Muh. Isna Nurdin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.18127

Abstract

Pendidikan Indonesia mengalami banyak kemajuan, namun upayanya masih belum maksimal. Hal ini terkendala masalah-masalah, seperti kurangnya kesejahteraan tenaga pengajar, minimnya akses terhadap pendidikan, hingga rendahnya tingkat pengetahuan dan ekonomi masyarakat. Hasil pretest tentang pemahaman kode etik guru terkait profesionalitas pendidik dalam kategori baik yaitu rata-rata 83,45. Hasil pretest di atas, tim pengabdian meyakini pemahaman kode etik guru dapat ditingkatkan dengan cara penyuluhan dan sosialisasi terpadu sehingga profesionalisme pendidik dapat dijalankan dengan maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dua hari di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dengan menggunakan metode seminar. Jumlah peserta yaitu 43 responden dengan metode pretest-posttest dengan pemberian materi ditengah-tengah kegiatan. Alat ukur pretest dan posttest menggunakan instrumen kuesioner tertutup tentang pemahaman kode etik guru. Hasil tingkat pemahaman kode etik guru dengan menggunakan instrumen kuesioner tertutup terdapat hasil peningkatan pretest dan posttest sebesar 6% setelah diberikan penyuluhan dan penguatan kode etik guru untuk peningkatan profesionalisme pendidik. Implementasi kode etik guru memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses pendidikan di Indonesia. Dengan menerapkan kode etik, guru-guru dapat membangun landasan yang kokoh untuk praktik pendidikan yang beretika, menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi siswa.
EFEKTIVITAS TEHNIK ROUND ROBIN UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENULIS PREFERENCE Nurul, Esti; Sumardiyani, Listyaning; Nur Ardini, Sukma; Wulandari, Sari
Indonesian Journal of Education and Learning Vol. 7 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v7i1.890

Abstract

Critical thinking skills are part of the 21st century skills that must be mastered by students. Whether writing skill is the main competency that should be mastered in learning English. One of the reasons for the lack of development of students' critical thinking skills in writing preference sentences is that their low enthusiasm for learning is caused by learning activities that are not give any other variation. This study aims to obtain findings related to the application of learning activities with the round robin technique, such as the increase in students' critical thinking skills in their writing preferences, by applying and observing how much effectiveness this type of learning has. This research is classified as quantitative research with the type of quasi-experimental research that conducts experiments through a pretest and posttest control group design with samples used by students of classes VII G and VII I at SMPN 21 Semarang. The research subjects were obtained using a random sampling technique, which was determined based on random choices. Essay tests are used as a tool to test critical thinking skills with preferred research material. The research results obtained based on the results of the significance test obtained an N-Gain percentage of 57.35%. This result is include to the quite effective category. In accordance with this results, it can be concluded that the use of round-robin type can improve critical thinking skills in writing preferences by class VII students of SMPN 21 Semarang effectively.
Addressing the Gap between Language Literacy and Physical Education: A Bilingual Socratic Play-Based Inquiry Model for Vocabulary and Grammar Development Utami, Hadi Riwayati; Sumardiyani, Listyaning; Zahraini, Dian Ayu; Ambarini, Ririn
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i7.656

Abstract

This study aims to address the persistent gap between language literacy and physical education by developing and implementing a Bilingual Socratic Play-Based Inquiry Model designed to enhance students’ vocabulary and grammar development. Employing a qualitative descriptive design, the research involved a purposive sample of elementary students participating in integrated English–Physical Education learning sessions. Data were collected through classroom observations, learning artefacts, field notes, and semi-structured interviews with students and teachers. The key variables examined included bilingual interaction patterns, vocabulary acquisition, grammar awareness, and engagement through physical activities. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of linguistic development emerging from play-based inquiry tasks. The findings revealed that combining Socratic questioning with kinesthetic, game-based activities fostered deeper vocabulary retention, improved grammar accuracy, and increased learner motivation. Students demonstrated stronger metalinguistic awareness when guided through dialogues that connected physical actions with target linguistic forms. The study concludes that a bilingual Socratic play-based inquiry approach is an effective instructional model for bridging disciplinary gaps, promoting meaningful language use, and supporting holistic literacy development within physical education contexts. Future research may explore the model’s long-term impact, scalability across grade levels, and adaptability for multilingual or inclusive classroom.