Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGUATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DESA WISATA GIRI EMAS MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI MEWUJUDKAN GEMILANG (GENERASI EMAS, MANDIRI, INOVATIF, DAN CEMERLANG) Made Ririn Sri Wulandari; Aditya Prabawa; Made Satya Gautama; Hesteria Friska Armynia Subratha; I Nyoman Tri Anindia Putra; Kadek Julia Chandra Jyoti; Kadek Dwi Pitriyani; Made Amanda Cipta Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1275

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi seperti pernikahan usia anak, kehamilan tidak diinginkan, serta perilaku seksual berisiko. Di Desa Wisata Giri Emas, akses informasi kesehatan reproduksi remaja masih mendominasi media, sementara keterlibatan tenaga kesehatan sebagai sumber edukasi belum optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan miskonsepsi dan rendahnya literasi kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk membangun kesadaran serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja melalui edukasi berbasis teknologi menggunakan aplikasi OKY Indonesia serta pendampingan secara bertahap. Metode kegiatan meliputi pelatihan interaktif, sesi tanya jawab dan kuis serta pemberian pre-test, pendampingan tahap I berupa praktik penggunaan aplikasi, pendampingan tahap II berupa penguatan komitmen remaja sebagai agen pendidikan/peer pendidik, serta evaluasi menggunakan post-test. Pesertanya berjumlah 15 remaja Karang Taruna Desa Wisata Giri Emas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 33,3% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, serta terbentuknya peran remaja sebagai kader edukasi di lingkungan sebaya. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi pendidikan berbasis teknologi dan pendampingan partisipatif efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Program ini penting sebagai model penguatan kapasitas remaja di desa wisata yang berpotensi direplikasi untuk mendukung dukungan promosi kesehatan dan pencegahan risiko kesehatan reproduksi di tingkat komunitas.
Efektivitas Pijat Effleurage terhadap Nyeri Dismenore Primer pada Remaja: Tinjauan Literatur: - Made Amanda Cipta Dewi; Made Ririn Sri Wulandari; Komang Alit Suryasmini
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.258

Abstract

Latar belakang: Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang paling sering dialami remaja dan menyebabkan nyeri siklik, ketidaknyamanan, keterbatasan aktivitas, serta penurunan kualitas hidup. Keterbatasan penggunaan obat pereda nyeri mendorong perlunya terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Salah satu teknik yang digunakan adalah pijat effleurage, yang bekerja melalui relaksasi otot dan stimulasi mekanoreseptor sehingga membantu mengurangi nyeri. Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas pijat effleurage dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja melalui tinjauan literatur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan pencarian sistematis pada basis data Google Scholar dan Garuda untuk publikasi tahun 2021–2025. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, skrining, penilaian kelayakan, dan inklusi. Artikel diikutsertakan jika memenuhi kriteria remaja dengan dismenore primer, menggunakan intervensi effleurage, memiliki desain eksperimen atau quasi-eksperimen, tersedia dalam teks lengkap, dan melaporkan luaran intensitas nyeri. Sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil: Seluruh artikel menunjukkan bahwa pijat effleurage efektif menurunkan nyeri dismenore, baik sebagai intervensi tunggal maupun kombinasi. Intervensi ini juga meningkatkan relaksasi tanpa ditemukan efek samping. Simpulan: Pijat effleurage merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif mengurangi nyeri dismenore pada remaja, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari manajemen nyeri menstruasi.
Exploring the History of Pre-Travel Health Consultation Regarding Dengue Fever Management Among Foreign Tourist Patients at Primary Clinic in Bali, Indonesia Ni Komang Ari Wahyuni; Made Ririn Sri Wulandari; Ni Komang Purwaningsih
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background – Knowledge of dengue fever management is highly beneficial for travelers, including foreign tourists. Tourists with good knowledge of dengue fever are expected to be able to maintain their health during travel. The implementation of a Pre-Travel Health Consultation program is one of the efforts that can be undertaken to improve traveler’s knowledge and to prepare them for safe and healthy travel. Objectives –This study aimed to exploring the history of pre-travel health consultation regarding the dengue fever management among foreign tourist patients at Primary Clinic. Methods – This study employed a cross-sectional design with a sample size of 69 respondents selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using the univariate analysis to determine the history of pre-travel health consultation regarding the dengue fever management. Results – The results showed that the majority of patients, 42 (60.9%), had previously participated in pre-travel health consultation, and 46 (66.7%) patients had a good level of knowledge regarding dengue fever management. Conclusion – This study is expected to serve as a reference for educational purposes in developing evidence-based nursing, particularly regarding pre-travel health consultation and the level of knowledge of dengue fever management among foreign tourists.
Co-Authors A.A Ngurah Nara Kusuma Aditya Prabawa Agustini, I G Ayu Ratih Anggari Dewi, Ni Putu Muliantari Christantie Effendy Desak Putu Cristine Monica Galih Gayatri Gede Arya Bagus Arisudhana Hesteria Friska Armynia Subratha I G Ayu Ratih Agustini I Nyoman Suartha I Nyoman Suartha I Nyoman Tri Anindia Putra I Nyoman Tri Sanjaya Ilmy, Shofi Khaqul Jayanti, Made Anggita Abdi Kadek Dwi Pitriyani Kadek Julia Chandra Jyoti Kadek Julia Chandra Jyoti Kadek Putri Parasinta Dewi Ketut Sepdyana Kartini Ketut Suardana Komang Alit Suryasmini Komang Yogi Triana Kusuma, A.A Ngurah Nara Linda, Irma Nurma Lionita, Ni Luh Erlya Luh Ita Mahendrayani Luh Putu Widiastini Made Amanda Cipta Dewi Made Indah Ambari Dewi Made Oktaviani Bulan Trisna Made Satya Gautama Made Suadnyani Pasek Made Tangkas Ni Kadek Diah Purnamayanti Ni Kadek Novy Sukmaningsih Ni Komang Ari Wahyuni Ni Komang Purwaningsih Ni Luh Indri Astuti Ni Luh Indri Astuti Ni Luh Putu Dharmawati Ni Made Ari Sukmandari Ni Made Ari Sukmandari Ni Made Dwi Purnama Sari Ni Made Dwi Rianthi Ni Made Laksmi Devi Jayanti Ni Made Sri Utari Ni Made Suwarini Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini Ni Putu Eka Wijayanti Ni Putu Eka Wijayanti Ni Putu Kaori Prajaniti Ni Putu Muliantari Anggari Dewi Ni Wayan Rusmilawati Ni Wayan Rusmilawati Nyoman Eta Risnawati Pande Putu Indah Purnamayanthi Pratiwi, Made Dinda Pratiwi, Putu Irma Putu Sudarsana Putu Windy Astuti Rusmilawati, Ni Wayan Sari, Ni Made Dwi Purnama Sulyastini, Ni Komang Sumawati, Ni Made Risna Tri Anjar, Tri Wenny Artanty Nisman, Wenny Artanty Widiarta, Made Bayu Oka