Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan Berbasis Nilai Islam Hirlan; Mukminah
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 4 No. 1 (2025): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v4i1.326

Abstract

Islamic education, rooted in the Qur'an and Sunnah, prioritizes the formation of character and morals according to its teachings. This research, therefore, investigates how student character develops from an Islamic educational perspective. To achieve this, a descriptive qualitative methodology was employed, focusing on observing and describing real-world events and phenomena. Specifically, the study details the use of the habituation method in Islamic early childhood education SDN Mertak Umbak. Findings reveal that this habituation method effectively instills Islamic educational values, evidenced by children applying learned habits, such as prayer and good conduct, in their home and social environments.
Educational Implications of Early Menarche in a Socio-Cultural Context Mukminah, Mukminah; Hirlan, Hirlan
Journal La Edusci Vol. 5 No. 6 (2024): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v5i6.2501

Abstract

This study aims to explore the psychosocial experiences and socio-cultural influences related to early menarche among elementary school girls (grades 4–6) in Central Lombok Regency. Employing a qualitative approach with a focused ethnographic-phenomenological design, the main participants were students who experienced early menarche, supported by key informants (mothers, teachers, peers, community leaders) selected through purposive and snowball sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, FGDs, and document analysis, and analysed thematically. Data credibility was ensured through triangulation, member checking, prolonged engagement, thick description, audit trails, and reflexivity. Findings indicate that early menarche can trigger confusion, fear, and potential trauma due to a mismatch between physical changes and emotional-cognitive readiness, compounded by lack of understanding. Negative associations with blood, pain, and perceived otherness intensify psychological distress. Girls may experience shame, anxiety, low self-esteem, and challenges in hygiene management. From a psychoanalytic lens, reactions include irrational fears and internalised stigma. Socially, early-maturing girls are vulnerable to isolation and bullying, exacerbated by peer misunderstanding and cultural taboos. Limited family support and silence around menstruation further heighten psychological burdens. The study highlights the need for comprehensive early puberty education for children, parents, and schools. Creating supportive, inclusive environments, destigmatising menstruation, and offering accessible psychological support are essential to help students adapt positively to pubertal changes.
Pengaruh Penggunaan Media Pop Up Book Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III pada Mata Pelajaran IPS di SDN 1 Mangkung Wahyuni, Baiq Feni; Wijaya, Hadi; Aziz, Lalu Abdul; Mukminah, Mukminah
FONDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2025): FONDASI: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/fondasi.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertama apakah pengaruh media pop up book  terhadap pretasi belajar siswa kelas III mata pelajaran IPS di SDN 1 Mangkung. Kedua bagaimana pengaruh media pop up book  terhadap pretasi belajar siswa kelas III mata pelajaran IPS di SDN 1 Mangkung. Penelitian ini meryupakan penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimen grup design eksperimen control. dengan jumlah sampel masing 20 siswa dengan populasi 28 siswa di setiap kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, instrumen dalam penelitian ini menggunakan 4 instrumen yaitu  observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Data diperoleh lalu dianalisis dengan analisis deskiptif statistic lalu kemudian analisis uji-t menggunakan model paired simple test dengan kriteria sig <0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama hasil analisis pengaruh media pop up book terhadap prestasi belajar siswa menggunakan uji paired simple t test dalam aplikasi SPSS versi 26 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh media pop up book terhadap prestasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas III di SDN 1 Mangkung. Kedua untuk mengetahu bagaimana minat belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar IPS karena 1) media pop up book dapat membangkitkan minat belajar siswa, 2) media pop up book dapat mempermudah siswa memguasai pembelajran, 3) media pop up book membuat pembelajaran lebih bermakna.
IMPLIKASI PSIKOLOGIS POLA ASUH GRANDPARENTING TERHADAP PERKEMBNGAN ANAK (Studi Kasus Di Kabupaten Lombok Tengah) Mukminah, Mukminah; Hasanah, Uswatun
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i3.3783

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana implikasi psikologis pada pola asuh grandparenting terhadap perkembangan anak. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Lombok Tengah, metode penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus. Pola asuh grandparenting merupakan pengasuhan anak yang dilakukan oleh kakek dan nenek. Dari hasil penelitian bahwa pola asuh yang dilakukan oleh kakek/nenek (grandparenting) berdapak pada Pola pengasuhan grandparenting menimbulkan beberapa permasalahan pada anak yakni: 1) anak merasa kurang dicintai, 2) tanda kelemahan pada orang tua, 3) anak dapat berontak apabila tidak merasa terpenuhi kebutuhannya, 4) tidak peduli dan selalu melawan, 5) susah diajak bekerjasama dan dikontrol, 6) orang tua tidak berdaya, 7) anak kurang percaya diri, dan 8) prestasi kurang baik. Tidak hanya itu Akibat dari pola asuh seperti ini berakibat pada tumbuhnya perilaku menyimpang ketika kebutuhan remaja kurang terpenuhi, seperti: sering diacuhkan oleh keluarga semasa kecilnya, selain itu adapun dampak psikologis anak dalam penelitian ini didasarkan gejala dari gangguan tersebut berdasarkan pada beberapa hal yaitu pengulangan peristiwa traumatik, penghindaran, serta simptom-simptom yang menetap dampak psikologis yang dapat dialami oleh anak antara lain negatif, agresif serta mudah frustrasi; pasif dan apatis; tidak mempunyai kepribadian sendiri dan tidak patuh kepada orang tua; tidak mampu menghargai dirinya sendiri; sulit menjalin relasi dengan individu lain; sampai timbul rasa benci yang luar biasa terhadap dirinya sendiri.
Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi Pembelajaran Daring Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Ujan Rintis Mukminah, Mukminah; Haryadi, Herjan
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 1 No 1 (2021): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang digunakan pada masa pandemi Covid-19 ini adalah pembelajaran daring. Pembelajaran daring merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Dengan pembelajaran daring, siswa memiliki keleluasaan waktu belajar, dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Adapun solusi pembelajaran yang ditawarkan pada masa pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Ujan Rintis adalah pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui sejauhmana implementasi pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Ujan Rintis, untuk mengetahui apakah pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Ujan Rintis bisa dilakukan dengan baik dan efektif, dan untuk mengetahui bagaimana dampak pembelajaran daring IPA di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Ujan Rintis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Tahapan penelitian yang digunakan: Reduksi data, display data, dan penrikan dan verifikasi kesimpulan. Dari hasil pengumpulan data melalui penyebaran google form, akses internet, dan wawancara via telpon dengan siswa kelas V MI Nurul Iman menyatakan 21% setuju dengan penerapan pembelajaran daring, 65% Tidak setuju dengan penerapan pembelajaran daring, dan 14% menyatakan ragu dengan pelaksanaan pembelajaran daring. Penerapan pembelajaran daring dirasakan kurang efektif, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi melalui pembelajaran daring, ini disebabkan karena sulitnya interaksi secara langsung antara guru dan peserta didik, peserta didik cepat merasa bosan, sumber daya manusia yang belum siap terhadap pembelajaran daring, dan ketersediaan sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Peran Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Mukminah, Mukminah; Hirlan, Hirlan; Hasanah, Miswatun
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 4 No 1 (2024): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/ijert.v4i1.578

Abstract

Kesulitan belajar matematika siswa diketahui dari nilai siswa yang masih dibawah rata-rata, siswa tidak dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, masih kesulitan menyelesaikan dalam menjawab soal sehingga menunjukkan bahwa siswa belum menguasai materi yang diberikan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kesulitan belajar matematika siswa kelas IV di sekolah X serta peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, subjek pada penelitian ini adalah guru dan siswa sedangkan objek pada penelitian ini adalah peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, display data, dan conclusion drawing. Kesulitan belajar matematika siswa kelas IV SD di sekolah X disebabkan karena siswa memiliki karakter yang berbeda-beda diantaranya adalah kesulitan memahami simbol matematika, kesulitan dalam perhitungan dan kesulitan memahami maksud soal. Peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika siswa Guru sebagai fasilitator, pengelola, motivator, dan evaluator.
Integrasi Pembelajaran Kolaboratif untuk Penguatan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pendidikan IPA Mukminah, Mukminah; Hirlan, Hirlan
MANDALA WIDYA: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1: MANDALA WIDYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Agustus 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/mandalawidya.v1i1.3

Abstract

Mastery of critical thinking skills is one of the primary demands of 21st-century education, including in science subjects, which emphasize scientific processes and evidence-based problem solving. However, classroom practices in schools often remain focused on rote memorization of concepts, limiting students' opportunities to develop higher-order thinking skills. This article aims to theoretically examine the relationship between collaborative learning models and the development of critical thinking skills within the context of science education. The review was conducted through a literature analysis of various relevant studies and theoretical frameworks. The analysis reveals that collaborative learning—which emphasizes social interaction, idea exchange, and the collective construction of knowledge—significantly contributes to the development of students’ critical thinking abilities. Models such as Problem-Based Learning, Discovery Learning, Guided Inquiry, and Jigsaw have been shown to encourage students to pose questions, construct arguments, evaluate information, and draw logical conclusions. The integration of additional strategies, such as the use of mind mapping and digital technologies, further enhances the effectiveness of collaboration in improving the quality of science learning. Therefore, collaborative learning can be positioned as a strategic pedagogical approach for enhancing students’ critical thinking skills. This article recommends the systematic implementation of collaborative models in science education, supported by technology integration and strengthened teacher competencies, in order to foster a generation that is critical, reflective, and adaptive to the challenges of the 21st century.
Sosialisasi Membangun Batasan Diri (Self-Boundaries) pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Mukminah, Mukminah; Hirlan, Hirlan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/km5bmf61

Abstract

Pendidikan seksual yang minim pada tingkat sekolah dasar meningkatkan kerentanan anak terhadap pelecehan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi batasan diri (self-boundaries) kepada siswa SDN 1 Sengkerang guna meminimalisir risiko perlakuan negatif. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif berbasis teori psikoseksual Sigmund Freud, yang difokuskan pada fase laten (usia 6–12 tahun) di mana energi psikis anak dialihkan pada pengembangan sosial dan moral. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan konkret pada pemahaman siswa; mereka kini mampu mengidentifikasi empat area tubuh pribadi yang bersifat rahasia serta secara tegas membedakan antara sentuhan aman dan sentuhan tidak aman. Dampak langsung terlihat saat siswa mampu mempraktikkan respons protektif, seperti berteriak "tidak" dan segera melapor saat simulasi situasi mencurigakan dilakukan. Pendekatan ini terbukti efektif karena selaras dengan tahap perkembangan psikologis siswa yang mengutamakan penguatan norma sosial. Sebagai rekomendasi, pihak sekolah perlu mengintegrasikan materi batasan diri ini ke dalam kurikulum bimbingan konseling secara berkala dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua untuk memastikan lingkungan perlindungan anak yang berkelanjutan. Socialization of Building Self-Boundaries in Public Elementary School Students  Minimal sexual education at the primary school level increases children's vulnerability to abuse. This service activity aims to provide self-boundaries education to SDN 1 Sengkerang students to minimize the risk of negative treatment. The method used is interactive socialization based on Sigmund Freud's psychosexual theory, which focuses on the latent phase (age 6–12 years) in which the child's psychic energy is diverted to social and moral development. The results of the activity show concrete changes in student understanding; They are now able to identify four confidential areas of the private body and clearly distinguish between safe touch and unsafe touch. The immediate impact is seen when students are able to practice protective responses, such as shouting "no" and immediately reporting when simulating a suspicious situation is carried out. This approach has proven to be effective because it is in line with the stages of students' psychological development that prioritizes strengthening social norms. As a recommendation, schools need to integrate this self-restraint material into the counseling guidance curriculum on a regular basis and strengthen collaboration with parents to ensure a sustainable child protection environment.
A IMPLEMENTATION OF HYPNOTHERAPY METHODS TO IMPROVE AL-QUR’AN MEMORIZATION AT THE INSTITUTE OF NURUL ULUM MERTAK TOMBOK Mukminah; Hirlan
El Midad Vol. 16 No. 1 (2024): Volume 16 Nomor 1 Juni Tahun 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v16i1.10020

Abstract

Memorizing the Al-Qur’an is one part of the activities carried out by special students at Islamic boarding schools. The process of memorizing the Al-Qur’an will certainly have obstacles for those who memorize the Al-Qur’an. To help improve students' memorization of the Al-Qur’an, namely by using the hypnotherapy method. Two factors hinder students from memorizing the Al-Qur’an, namely internal and external factors. So there needs to be an effort to remove these obstacles. Hypnotherapy methods are often used in the world of health. This is in line with practice where hypnotherapy in practice connects the soul and mind. This research aims to describe how the implementation of hypnotherapy methods improves the memorization of the Al-Qur’an at the Nurul Ulum Mertak Tombok Al-Qur’an Memorization Institute. This research uses qualitative methods, to obtain data by observation, interviews, and documentation with informants, namely educators and students. The research results show that the hypnotherapy process goes through several stages, namely pre-induction, induction, deepening, depth level test, suggestion therapy, hypnotherapeutic technique, and termination. The results of this research show that there has been quite a significant change in students memorizing the Al-Qur’an towards increasing their memorization
Pemanfaatan Pertanian Rumah Tangga (Pekarangan Rumah) Dengan Teknik Budidaya Tanaman Sayuran Pada Kelompok Wanita Tani Al-Barokah Herjan Haryadi; Mukminah Mukminah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i2.101

Abstract

Permintaan sayuran yang dikonsumsi sebagai bahan pelengkap makanan pokok akan terus berfluktuasi seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk. Program pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan di desa Mertak Tombok Kecamatan Praya kabupaten Lombok Tengah bertujuan meningkatkan pemanfaatan pertanian (pekarangan) rumah tangga, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan gotong royong, memenuhi kebutuhan gizi, dan mengurangi biaya pengeluaran. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Dari hasil kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit untuk menanam berbagai jenis sayuran/tanaman. Dengan memanfaatkan pekarangan yang sempit, masyarakat tidak lagi menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada hasil pasar/pedangang keliling disamping itu juga bisa meminimalisir pengeluaran keuangan rumah tangga. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepda masyarakat ini, masyarakat belajar melakukan wirausaha dari hasil pekarangan yang mereka kelola.