Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Mengukur Aksesibilitas Digital bagi Penyandang Disabilitas dalam Aplikasi Pelayanan Publik di Kota Jambi Riri, Riri Maria; Hapsa, Hapsa; Qibtiyah, Mariatul
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1786-1794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan aksesibilitas digital yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dalam menggunakan aplikasi layanan publik di Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan kuesioner yang dibagikan kepada 98 responden penyandang disabilitas. Analisis data menggunakan SEMpls 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aksesibilitas digital bagi penyandang disabilitas dalam aplikasi pelayanan publik di Kota Jambi dipengaruhi oleh beberapa variabel penting. Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur teknologi yang tersedia dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan serta evaluasi layanan digital memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas. Kedua variabel ini terbukti reliabel dan valid, dengan nilai T-statistics yang tinggi dan P value yang sangat rendah, sehingga hipotesis terkait keduanya diterima. Di sisi lain, keberadaan dan efektivitas regulasi serta pengukuran keberhasilan kebijakan aksesibilitas digital tidak menunjukkan hasil yang signifikan, yang mengindikasikan perlunya perbaikan dalam aspek regulasi untuk mendukung aksesibilitas digital. Oleh karena itu, untuk menciptakan layanan publik digital yang inklusif bagi penyandang disabilitas, penting untuk memperkuat infrastruktur teknologi dan meningkatkan partisipasi masyarakat, sambil memperhatikan pengembangan regulasi yang lebih efektif dan mekanisme evaluasi kebijakan aksesibilitas digital. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pengambil keputusan dan pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan aksesibilitas digital di Indonesia
Transformasi Sosial Komunitas Rumah Menapo Muaro Jambi Dalam Penguatan Kesadaran Lingkungan Fatriani, Riri Maria; Rakhman, Moh. Arief; Rohayati, Wahyu
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.%p

Abstract

Komunitas rumah menapo merupakan komunitas yang berada pada kompleks wisata percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara yaitu Candi Muaro Jambi. Komunitas ini terdiri dari pemuda pemudi yang fokus dan bergerak salah satunya pada isu keberlanjutan lingkungan, terutama di kompleks Candi Muaro Jambi. Penelitian ini mengetahui dan menganalisis bentuk transformasi sosial dan dampak transformasi sosial komunitas rumah menapo dalam penguatan kesadaran sosial lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Data akan diambil dengan cara wawancara, observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas rumah menapo memiliki peran penting dalam penguatan kesadaran sosial masyarakat. Komunitas rumah menapo memiliki cara tersendiri yaitu dengan membuat berbagai program kegiatan dengan memanfaatkan media sosial agar menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar, sehingga ikut terlibat aktif pada kegiatan seperti sekolah alam, lapak baca gratis, menginisiasi hidup bersih dan sehat melalui memilih dan memilah sampah, menghidupkan sektor ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam. Kehadiran komunitas rumah menapo ini memberikan dampak positif kepada masyarakat yang akhirnya membuat masyarakat sekitar kompleks Candi Muara Jambi lebih berdaya secara ekonomi, serta dapat menjaga dan merawat lingkungan.Kata kunci: Komunitas Rumah Menapo, Muaro Jambi, Transformasi Sosial
Inovasi Kewirausahaan Sosial Pemerintah Desa Melalui Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Bagi PKK, Pemuda Pemudi di Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi Rohayati, Wahyu; Elsi, Sutri Destemi; Muhammad, Hatta Abdi; Fatriani, Riri Maria; Pratiwi, Cholillah Suci
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1578

Abstract

Kewirausahaan sosial adalah salah satu pendekatan yang dapat menjawab masalah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kewirausahaan sosial, masyarakat diberdayakan untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, sehingga selain membantu mengurangi polusi lingkungan, mereka juga memperoleh manfaat ekonomi. Di era modern, isu lingkungan dan ekonomi sering menjadi perhatian utama dalam pembangunan desa. Salah satu tantangan terbesar adalah pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas pertanian dan perkebunan. Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, yang sebagian besar wilayahnya didominasi oleh perkebunan kelapa sawit, menghadapi masalah serupa. Limbah lidi kelapa sawit, yang sering dianggap sebagai sampah, sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Hasil Program Pengabdian ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat tentang limbah, dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi sumber daya yang bisa diolah menjadi produk bernilai jual. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan dan pemuda. Inovasi kewirausahaan sosial di tingkat desa menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, menghadapi tantangan pengelolaan limbah lidi kelapa sawit, yang umumnya diabaikan. Di Kecamatan Sekernan, program inovasi kewirausahaan sosial ini digerakkan oleh pemerintah desa dengan melibatkan anggota PKK serta pemuda-pemudi desa. Melalui program inovasi yang melibatkan PKK dan pemuda-pemudi setempat, limbah ini diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti kerajinan tangan. Artikel ini membahas upaya pemerintah desa dalam mengembangkan kewirausahaan sosial, dampak dari inovasi ini terhadap ekonomi lokal, serta keterlibatannya terhadap keinginan lingkungan dan sosial.
Edukasi Pembentukan Bank Sampah Pada Masyarakat Di Desa Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi fatriani, Riri Maria; Beriansyah, Alva; Lega, Michael; Rohayati, Wahyu; Putra, Dinda Syufradian; Hapsa, Hapsa; Suminah, Suminah; Jusmail, Jusmail
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1891

Abstract

Bank sampah memainkan peran penting dalam mengelola sampah dengan cara berkelanjutan. Masyarakat dapat menukarkan sampahnya dengan imbalan berupa uang atau barang berguna. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga merangsang kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang bijaksana. Desa Simbur Naik dipilih sebagai lokasi pengabdian dikarenakan Pemerintah Desa sebagai mitra pertama menyadari bahwa simbur naik merupakan daerah pesisir yang berpotensi mendapatkan sampah kiriman dari daerah lain, selain itu kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masih rendah sehingga Pemerintah Desa Simbur Naik berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi dan TPBIS Omah Sinau Jambi sebagai mitra kedua yang sudah berpengalaman dalam mengelola bank sampah di Kota Jambi. Adapun metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini tahapan pertama memberikan sosialisasi edukasi dan berdiskusi sebagai pengetahuan awal, menggiring pemahaman masyarakat agar peduli terhadap lingkungan, kedua pendampingan pendirian bank sampah diawali penandatanganan perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman sebagai bentuk landasan komitmen pelaksanaan pengabdian secara berkelanjutan di Desa Simbur Naik. Hasil evalusi kegiatan menunjukkan bahwa aparatur desa dan peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian mendukung penuh proses diskusi serta pembentukan bank sampah. Harapannya dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan dapat mengelola sampah dengan bijak.
Kualitas pelayanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi Manulang, Angel Siholmarito; Fatriani, Riri Maria; Putra, Dinda Syufradian
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i6.1062

Abstract

Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jambi masih terdapatnya belum ada ruang rawat inap, hanya ada ruang karantina yang mencampurkan penyakit menular dengan penyakit serius, akses obat-obatan yang terbatas, dan kurangnya tenaga medis. Berdasarkan analisis tersebut, maka permasalahan yang ingin diteliti adalah bagaimana pelayanan kesehatan di Lapas Kelas IIA Jambi, dengan tujuan untuk dapat menilai dan mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh narapidana yang berada di Lapas. Dengan menggunakan teori kualitas pelayanan Zeithaml, Parasuraman, dan Berry, yang menggunakan lima indikator yaitu bukti fisik yang berwujud (tangible), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), keandalan (reliability), dan empati (empathy). Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif. Wawancara mendalam dengan petugas medis dan sub-bagian bimbingan dan perawatan dilakukan dengan menggunakan sampel yang diperlukan adalah 90 responden kuesioner untuk narapidana. Pendekatan pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, dan metode triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Layanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi sudah cukup baik, terlihat dari skor keseluruhan dari lima dimensi yang diperoleh adalah 318 atau 71%, dan masuk dalam kategori setuju. Dimensi cakupan kualitas layanan yang paling tinggi, dengan persentase 77%, adalah bukti fisik, dengan skor 348. Keandalan berada di urutan kedua dengan persentase 329, empati berada di urutan ketiga dengan skor 314 dan persentase 70%, daya tanggap berada di urutan keempat dengan skor 310 dan persentase 69%, dan jaminan berada di urutan terakhir dengan skor 290 dan persentase 64%. Pengamatan, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan oleh para peneliti mendukung hal ini. Mengingat bahwa Lapas Kelas II A Jambi sudah sangat kelebihan kapasitas, sangat penting untuk meningkatkan fasilitas fisik untuk mengatasi tantangan saat ini. Hal ini termasuk memperbaiki ruang gawat darurat, mempekerjakan tenaga medis yang cukup berkualitas, dan menyediakan ruang isolasi untuk penyakit menular dan penyakit parah.
Pengabdian Masyarakat Berbasis Edukasi Prinsip 3R di SDN 13 Desa Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur Alan Syahrier, Fajar; Fatriani, Riri Maria; Beriansyah, Alva; Rohayati, Wahyu; Hapsa; Bela, Dinda Rosanti Salsa; Suminah; Jusmail
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1861

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan, praktik baik dan berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Kurangnya kesadaran dan perilaku ramah lingkungan sejak usia dini berpotensi memperburuk kondisi lingkungan dimasa mendatang. Salah satu pendekatan strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan Adalah melalui edukasi berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 13 Desa Simbur Naik. Rendahnya integrasi edukasi lingkungan dalam kegiatan pembelajaran, mindset tentang lingkungan bersih, serta terbatasnya sarana dan prasarana yang mendukung pengelolaan sampah yang sistematis di sekolah menjadi faktor penting dalam membentuk ketidakpedulian siswa terhadap lingkungannya. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama, sosialisasi dan edukasi kepada siswa, guru, dan warga sekolah mengenai pentingnya penguatan karakter peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis 3R. Tahap kedua, mengadopsi praktik baik dengan memilah sampah organik dan non organik. Tahap ketiga pendampingan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai estetika. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk ekosistem sekolah yang mendukung terinternalisasinya nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam perilaku sehari-hari seluruh warga sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang mampu mengidentifikasi jenis sampah dengan benar, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam praktik pemilahan sampah. Selain itu, sekolah mulai menerapkan penggunaan tempat sampah terpilah dan mendukung kegiatan kreatif berbahan limbah. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk ekosistem sekolah yang lebih peduli lingkungan serta menjadi model bagi sekolah lain di wilayah tersebut.
Kota ramah anak: konstelasi implementasi kebijakan perlindungan anak di kota Jambi Riri Maria Fatriani; Dodi Al Vayed; Reza Amarta Prayoga
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242451

Abstract

This study aims to identify and analyze the constellation of implementation of Child Protection Policy in Jambi City. The theory of policy implementation by Merilee S. Grendle and the theory of preventive and repressive social control (social control) underlies this research. The research method used is a qualitative descriptive method that is empirical. Data processing techniques used by the author through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the escalation of violence against children in Jambi has increased, especially neglect and physical violence. This is evidenced by an increase in cases from 2016 to 2018 reaching 52 cases. This case is dominated by triggers of financial problems and emotional disturbances. The implementation of child protection policies in Jambi City has been contained in the Jambi City Regional Regulation Number 05 of 2017, forming an integrative task force for the Jambi City child social welfare program.
Strategi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Jambi dalam Penanganan Permukiman Kumuh Nur Anggita Rahmadani; Riri Maria Fatriani; Suci Rahmadani
Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/desentralisasi.v3i1.1556

Abstract

Slums are an urban issue that arises due to rapid population growth and the limited capacity of local governments to provide adequate housing and basic infrastructure. This leads to areas with low environmental quality, limited access, poor drainage, and high socio-economic vulnerability. A similar phenomenon occurs in Jambi City, which requires a sustainable handling strategy. This study aims to analyze the strategies implemented by the Department of Public Housing and Settlement Areas of Jambi City in addressing slums and assess their contribution to environmental quality. A descriptive qualitative approach was used to understand the policies, program implementation mechanisms, and institutional challenges. Data was collected through interviews with government officials, field observations, and analysis of planning documents. The results indicate that the strategy focuses on improving basic infrastructure, such as road construction, drainage rehabilitation, and the provision of settlement facilities. This program enhances environmental quality and accessibility but faces challenges such as budget limitations, suboptimal inter-agency coordination, and the socio-economic conditions of the community. Addressing slums requires a more comprehensive approach, including collaborative governance, increased community participation, and adaptive policies to ensure sustainable improvements.
Analisis Pembagian Kerja UPTD PPA dan Polresta Jambi dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Anandra Triwidodo; Riri Maria Fatriani; Wahyu Rohayati; Dimas Subekti
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): Maret: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v3i2.1619

Abstract

Sexual violence against children in Jambi City continues to show a fluctuating trend, with 32 cases in 2022, decreasing to 24 in 2023, and increasing again to 33 in 2024. This condition emphasizes the importance of strengthening cross-sector case handling between the UPTD PPA Jambi City and the Jambi Police in cases of sexual violence against children. This study aims to analyze the division of labor between the two institutions using the coordination theory according to Hasibuan (2006), which includes indicators of unity of action, communication, division of labor, and discipline. The method used is a qualitative approach through in-depth interviews, documentation, and data triangulation to ensure the validity of the findings. The results show that coordination between the UPTD PPA Jambi City and the Jambi Police has generally been running well, especially in the aspects of unity of action and discipline, as reflected in the alignment of goals and a fairly rapid response in handling cases. Communication between the two agencies has also been ongoing through formal and informal channels to expedite case response. The division of labor has been aligned with each agency's respective authority, with the UPTD PPA focusing on victim assistance and psychological support, while the police handle law enforcement. However, the lack of formal SOPs and MoUs poses a barrier to strengthening sustainable institutional integration. The implications of this research emphasize the need to strengthen formal mechanisms, regular evaluation forums, and formal cooperation agreements to enhance effective coordination and comprehensive protection for child victims.
Kinerja Bidang Penataan, Pengawasan, dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dalam aspek produktivitas permasalahan TPS Ilegal di Kecamatan Danau Sipin Muhammad Alfarisy; Riri Maria Fatriani; Uswatun Asiah; Michael Lega
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): Maret: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v3i2.1620

Abstract

The problem of illegal temporary shelters (TPS) is one of the serious environmental issues in Jambi City. Danau Sipin District is the district with the highest number of illegal TPS in Jambi City, namely 13 points. This study aims to determine the performance of the Environmental Management, Supervision and Enforcement Division (P3HL) the Jambi City Environmental Service the productivity aspect of the problem of illegal TPS in Danau Sipin District using the theory of public organization performance by Agus Dwiyanto (2006) with primary focus on productivity indicators. This can be seen from the utilization of various inputs such as human resources consisting of 3 field officers, operational facilities in the form of 1 patrol car, Standard Operating Procedures (SOP) for supervision, as well as clear and easy public reporting mechanisms to produce various outputs in the form of field supervision activities, enforcement of regulations, education and socialization to the public, and follow-up public reports. Although these various activities have been carried out, the limited number of field officers and operational facilities has resulted in the intensity of supervision in the field not being able to be carried out optimally. The conclusion of this study shows that the performance the Environmental Arrangement, Supervision and Law Enforcement Division of the Jambi City Environmental Service in terms of productivity has been running well, but still requires improvement, especially in the addition of human resources and operational facilities so that supervision and enforcement of regulations against illegal TPS can be carried out more optimally.