Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR PEMICU PERSEPSI DAN SIKAP TOLERAN PENGENDARA TERHADAP RISIKO KECELAKAAN Don Gaspar Noesaku da Costa; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.702 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2972.39-48

Abstract

Abstract Impact speed was believed to be the factor that associated with fatal accident. On the other hand, a number of riders believe that their braking capabilities could reduce the risk. The perception should be studied deeply. Therefore, this paper was focused to identify variables influencing rider’s risk tolerance due to speeding behavior. The risk tolerance analysis was conducted based on the values of safety factor and margin of safety, due to the differences in braking capability. Safety factor was defined as the ratio of the available stopping sight distance to a minimum stopping sight distance; whilst the margin of safety was the different between safety factor and its optimum safety criteria. All the input data were collected from the result of literature review. The result showed that vehicle deceleration, due to engine brake force, influence the vehicle speed before braking significantly, and end up with a decreasing in impact speed. Since the risk might be reduced by increasing the braking capability, the awareness of it was indicated to be the triggering factor of an accident risk tolerance’s level. Keywords: braking capability, minimum margin of safety, risk tolerance, speeding behavior  Abstrak Impact speed diyakini merupakan faktor yang memengaruhi kecelakaan fatal. Di lain pihak, sejumlah pengendara meyakini bahwa kemampuan pengereman mereka dapat menurunkan tingkat risiko tersebut. Persepsi tersebut perlu dipelajari lebih mendalam. Penelitian ini difokuskan pada identifikasi variabel yang memengaruhi tingkat toleransi pengendara terhadap risiko yang ditimbulkan oleh perilaku speeding. Analisis toleransi terhadap risiko tersebut didasarkan pada nilai safety factor dan margin of safety akibat perbedaan kemampuan pengereman. Safety factor merupakan rasio antara jarak pandang henti tersedia dan jarak pandang henti minimum, sedangkan margin of safety merupakan selisih antara safety factor dan kriteria keselamatan optimumnya. Seluruh data input untuk studi ini diperoleh dari hasil kajian literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa perlambatan kendaraan akibat tahanan mesin berdampak signifikan pada penurunan kecepatan kendaraan sesaat sebelum pengereman dan berujung pada penurunan impact speed. Karena risiko tersebut dapat dikurangi melalui peningkatan kemampuan pengereman, pemahaman akan hal ini terindikasi menjadi faktor pemicu tingkat toleransi terhadap risiko kecelakaan. Kata-kata kunci: kemampuan pengereman, margin keselamatan minimum, toleransi risiko, perilaku mempercepat
PENGEMBANGAN METODE PREDIKSI PROBABILITAS KECELAKAAN PADA SUATU RUAS JALAN ANTARKOTA BERDASARKAN KONDISI GEOMETRIK JALAN DAN KARAKTERISTIK LALU LINTAS Fransiska Idalin; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.333 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i2.3044.145-152

Abstract

Abstract Accident data is very important to figure out the number of accidents that occur on the road segment in some periods of time. If accident data is not available, another method is needed to determine the frequency of accidents, with the frequency of accidents replaced by a prediction of accident probability. Based on the literatures, it is found that the predictions of accident probabilities can be done based on the geometric conditions of the road and traffic characteristics. The probability values are obtained from the calculation of the percentage of the total score on the location of the road. The score is given based on the magnitude of the existing condition deficiency against the specified standard or criteria, with a score of 1 for conditions that are in accordance with the standard, while a score of 5 for the conditions that are not in accordance with the standards. Predictor parameters for 2 lane 2 ways undivided rural road are lane width (m), lane widening on curve, shoulder width, shoulder type, stopping sight distance, passing sight distance, radius of curve, maximum superelevation, tangent length between 2 curves, the present of transition curve, curve radius ratio of 2 adjacent curves, maximum length of tangent, grade (%), maximum length of grade, side slope, clear zones, hazards type, lighting, signings and markings, driveways density (number/km), proportion of heavy vehicles (%), volume of pedestrians (person/day), special alignment combinations and the differences between operating speed (V85) and speed limit (Vlimit). From this method would be generated 5 accident probabilities categories which are “very small”, “small”, “medium”, “big” and “very big”. Keywords: traffic accident, accidents frequency, accident probability, road geometric  Abstrak Data kecelakaan sangat penting untuk mengetahui jumlah kecelakaan yang terjadi pada segmen jalan untuk jangka waktu tertentu. Jika data kecelakaan tidak tersedia, diperlukan metode lain untuk mengetahui frekuensi kecelakaan, dengan frekuensi kecelakaan digantikan dengan perkiraan probabilitas kecelakaan. Berdasarkan literatur diperoleh bahwa prediksi probabilitas kecelakaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi geometrik jalan dan karakteristik lalu lintas. Nilai probabilitas diperoleh dari hasil perhitungan persentase total skor pada lokasi ruas jalan. Pemberian skor dilakukan berdasarkan besarnya defisiensi kondisi eksisting terhadap standar atau kriteria yang ditentukan, dengan skor 1 untuk kondisi yang sesuai standar, sedangkan skor 5 untuk kondisi yang paling tidak sesuai standar. Parameter predictor adalah lebar lajur, pelebaran lajur pada tikungan, lebar bahu, tipe bahu, jarak pandang henti, jarak pandang mendahului, jari-jari tikungan, super-elevasi maksimum, panjang tangent di antara 2 tikungan, keberadaan lengkung peralihan, rasio jari-jari 2 tikungan berdekatan, panjang tangent maksimum, kelandaian (%), panjang landai, side slope, clear zone (m), jenis hazard, penerangan jalan, rambu dan marka jalan, driveways density (jumlah/km), proporsi kendaraan berat (%), volume pejalan kaki (orang/hari), kombinasi alinyemen khusus, serta selisih kecepatan operasional (V85)dari Vlimit. Dihasilkan 5 katagori probabilitas, yaitu “sangat kecil”, “kecil”, “sedang”, “besar”, dan “sangat besar”. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, frekuensi kecelakaan, probabilitas kecelakaan, geometrik jalan
RISIKO KECELAKAAN SEPEDA MOTOR PADA SIMPANG PRIORITAS Benidiktus Susanto; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 3 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.062 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i3.3668.161-170

Abstract

Abstract Traffic safety is an important requirement in highway planning and design. Many studies related to accident risk analysis have been carried out, but practical applications are still not widely found, especially for accident risk analysis at priority junctions. This study aims to determine the speed and acceleration of motorcyclist behavior entering a junction. It was conducted by measuring the speed of a motorcycle when entering the junction at 150 m, 100 m, and 50 meters before the point of the potential conflict. If the critical gap is longer than the stopping distance (a combination of the reaction time and braking time), the motorcycle will be safe. The results showed that motorcyclist decelerates the speed when entering the junction. The change in speed starts at 50 to 100 meters before the conflict. Motorcyclists will be safe if the speed is less than 65.8 km/h at 50 meters before entering the junction. Keywords: traffic safety, accident risk analysis, priority junction, speed  Abstrak Keselamatan adalah faktor utama dalam perencanaan dan perancangan fasilitas jalan. Berbagai penelitian yang berhubungan dengan analisis risiko kecelakaan telah banyak dilakukan, namun aplikasi praktisnya masih belum banyak dijumpai terutama untuk analisis risiko kecelakaan pada simpang prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kecepatan dan percepatan sepeda motor saat memasuki simpang, sehingga dapat dilakukan analisis terhadap potensi risiko sepeda motor saat memasuki simpang prioritas. Penelitian dilakukan dengan mengukur kecepatan sepeda motor saat memasuki simpang pada jarak 150 m, 100 m, dan 50 m sebelum titik konflik. Apabila celah kritis lebih panjang dari jarak henti (gabungan dari pengaruh waktu reaksi dan waktu pengereman), maka sepeda motor tersebut dapat dikategorikan selamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat memasuki simpang sebagian besar sepeda motor melakukan perlambatan. Perubahan kecepatan mulai terjadi pada jarak antara 50 sampai 100 meter sebelum titik konflik. Sepeda motor akan aman apabila pada kecepatan sebelum simpang tidak melebihi 65,8 km/jam. Kata-kata kunci: keselamatan lalu lintas, analisis risiko kecelakaan, simpang prioritas, kecepatan
KONTRIBUSI PENGARUH FAKTOR DAN VARIABEL YANG MEMENGARUHI CAPAIAN MUTU PELAKSANAAN PRESERVASI JEMBATAN Novi Ari Nugroho; Iman Setyarno; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 2 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i2.4107.151-160

Abstract

Abstract Bridges are an important part of a road network system, so they need to be kept functioning properly. Bridge preservation is one of the important and fundamental types of handling to maintain the condition of the bridge in good condition and restore the condition of the bridge to its original capacity so that it can serve effectively. The purpose of this study is to identify the contribution of the influence of factors and variables that affect the quality of the implementation of bridge preservation. Data analysis was based on the results of a survey of respondents who came from service users, service providers and the public who had been involved in implementing bridge preservation. The analysis was conducted using the Structural Equation Modeling method. The results showed that the implementation of bridge preservation factors and variables that influence the implementation of bridge preservation influence on the achievement of the quality of the bridge preserva-tion of 60.6%. The contribution of the influence of the factors that affect the quality of the implementation of the bridge preservation is the human resource factor contributing to the effect of 89.4%, a material factor of 81.8%, a method factor of 80.7%, a tool factor of 68.7%, a factor financial contribution of 54.0%, and environmental factors contributed an influence of 53.1%. To realize good quality achievements, the parties involved in implementing bridge preservation must pay attention to 6 factors and 33 important variables to be able to support these quality achievements. Keywords: bridge preservation; Structural Equation Modelling; influence contribution; quality achievement.  Abstrak Jembatan merupakan bagian yang penting dalam suatu sistem jaringan jalan, sehingga perlu dijaga agar tetap berfungsi dengan baik. Preservasi jembatan merupakan salah satu jenis penanganan yang penting dan mendasar untuk mempertahankan kondisi jembatan dalam kondisi baik dan mengembalikan kondisi jembatan sesuai kapasitas semula sehingga dapat melayani dengan efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kontri-busi pengaruh dari faktor dan variabel yang memengaruhi capaian mutu pelaksanaan preservasi jembatan. Data analisis berdasarkan hasil survei terhadap responden yang berasal dari pengguna jasa, penyedia jasa dan publik yang pernah terlibat dalam pelaksanaan preservasi jembatan. Analisis dilakukan dengan metode Structural Equation Modelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan preservasi jembatan faktor dan variabel yang memengaruhi pelaksanaan preservasi jembatan memberikan pengaruh terhadap capaian mutu pelaksanaan preservasi jembatan sebesar 60,6%. Kontribusi pengaruh dari faktor-faktor yang memengaruhi capaian mutu pelaksanaan preservasi jembatan adalah faktor sumber daya manusia memberikan kontribusi pe-ngaruh sebesar 89,4%, faktor material sebesar 81,8%, faktor metode sebesar 80,7%, faktor alat sebesar 68,7%, faktor keuangan sebesar 54,0%, dan faktor lingkungan memberikan konstribusi pengaruh sebesar 53,1%. Untuk mewujudkan capaian mutu yang baik, pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan preservasi jembatan harus memerhatikan 6 faktor dan 33 variabel penting untuk dapat mendukung capaian mutu tersebut. Kata-kata kunci: preservasi jembatan; Structural Equation Modelling; kontribusi pengaruh; capaian mutu.
PENGGUNAAN AGREGAT LOKAL KABUPATEN FAKFAK PADA CAMPURAN AC-WC Aqilah Attamimi; Latif Budi Suparma; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4470.231-240

Abstract

Abstract The availability of aggregates that meet specifications is often an obstacle experienced by road construction implementers in the field. This study was conducted to analyze the effect of the use local aggregates of Fakfak Regency on the design of asphalt mixtures for AC-WC pavement surface layers based on the Marshall method. Testing in the laboratory was carried out using local coarse aggregate of Fakfak Regency combined with Clereng aggregate to make asphalt concrete mixture. The type of mixture is divided into 5 variations based on the Fakfak aggregate content, namely 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% of the weight of the coarse aggregate composition in the mixture. The mixed design is based on the Marshall method. The design results showed that the optimum asphalt content for each mixture variation was 6.1%, 6.6%, 6.3%, 6.0%, and 6.2%, respectively. Furthermore, an analysis of the characteristics of the mixture was carried out at the optimum asphalt content. The results indicate that the mixture that uses less Fakfak local aggregate has Marshall Stability and Retained Marshall Stability values that meet the requirements contained in the Bina Marga specification. The composition of the mixture with the highest stability value and Retained Marshall Stability was found in the mixture with the Fakfak aggregate proportion of 50%. Keywords: road construction; surface layer; asphalt mixtures; road pavement; local aggregate.  Abstrak Ketersediaan agregat yang memenuhi spesifikasi sering menjadi kendala yang dialami oleh para pelaksana konstruksi jalan di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan agregat lokal Kabupaten Fakfak pada perancangan campuran beraspal untuk lapis permukaan perkerasan AC-WC berdasarkan metode Marshall. Pengujian di laboratorium dilakukan dengan menggunakan agregat kasar lokal Kabupaten Fakfak yang dikombinasi dengan agregat Clereng untuk membuat campuran beton aspal. Jenis campuran dibagi menjadi 5 variasi berdasarkan proporsi agregat Fakfak, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap berat komposisi agregat kasar dalam campuran. Perancangan campuran didasarkan pada metode Marshall. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Kadar Aspal Optimum untuk masing-masing variasi campuran secara berurutan adalah 6,1%, 6,6%, 6,3%, 6,0%, dan 6,2%. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap karakteristik campuran pada kondisi Kadar Aspal Optimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cam-puran yang menggunakan lebih sedikit agregat lokal Fakfak memiliki nilai Stabilitas Marshall dan Stabilitas Marshall Sisa yang memenuhi syarat yang terdapat pada spesifikasi Bina Marga. Komposisi campuran dengan nilai stabilitas dan Indeks Kekuatan Sisa tertinggi terdapat pada campuran dengan proporsi agregat Fakfak sebesar 50%. Kata-kata kunci: konstruksi jalan; lapis permukaan; campuran beraspal; perkerasan jalan; agregat lokal.
QUALITY ASSURANCE DAN QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN JEMBATAN DENGAN APLIKASI INVI-J Agung Wahyudi; Iman Satyarno; Latif Budi Suparma; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 2 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i2.5156.81-92

Abstract

Abstract Bridge inspection aims to determine the condition of the bridge, so that the bridge manager can determine the appropriate action. Bridge inspection using the INVI-J application makes it easy to implement and store data, but requires a quality assurance and quality control. In this study, data from questionnaires and interviews were used to complete the quality assurance and quality control of bridge inspections with the INVI-J application in the regions of Central Java and the Special Region of Yogyakarta. The results of the evaluation of the audit report data showed 95% for completeness of the data, 33% for the suitability of the documentation, and 78% for the suitability of the examination results. Evaluation of the field inspection gives a conformity value of 47% at level 1 and 40% at level 2. Evaluation of the inspection report data provides a higher level of conformity than the evaluation of independent inspection data. Keywords: bridge inspection; INVI-J application; quality assurance; quality control. Abstrak Pemeriksaan jembatan bertujuan untuk mengetahui kondisi jembatan, sehingga pengelola jembatan dapat menentukan tindakan yang tepat. Pemeriksaan jembatan menggunakan aplikasi INVI-J memudahkan pelaksanaan dan penyimpanan data, tetapi memerlukan suatu Quality assurance dan quality control. Pada studi ini, data hasil kuesioner dan wawancara digunakan untuk melengkapi quality assurance dan quality control pemeriksaan jembatan dengan aplikasi INVI-J di wilayah-wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil evaluasi terhadap data laporan pemeriksaan menunjukkan capaian 95% untuk kelengkapan data, 33% untuk kesesuaian dokumentasi, dan 78% untuk kesesuaian hasil pemeriksaan. Evaluasi terhadap pemeriksaan lapangan memberikan nilai kesesuaian 47 % pada level 1 dan 40% pada level 2. Evaluasi terhadap data inspection report memberikan tingkat kesesuaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan evaluasi terhadap data independent inspection. Kata-kata kunci: pemeriksaan jembatan; aplikasi INVI-J; quality assurance; quality control.
PENINGKATAN KESELAMATAN JALAN PADA BLACK SPOT JALAN PROVINSI DI KABUPATEN SLEMAN One Sigit Hermanto; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 2 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i2.5159.109-122

Abstract

Abstract The fatality rate of traffic accidents in Sleman Regency is increasing every year. This study aims to identify black spots and set priorities for repairing road infrastructure components needed to improve road safety on 3 provincial roads in Sleman Regency. The black spot is determined using the Accident Equivalence Number Method and the Upper Control Limit. The evaluation carried out resulted in the 3 worst segments on each observed road segment. The results of the road safety evaluation show that the technical implementation of traffic management and engineering, the technical use of road components, and the technicality of road equipment are the 3 technical requirements of the road with the lowest level of application. To improve road safety, this study recommends adding rumble strips, adding signs, relocating roadside hazards, and adding sidewalks and crossing zones. Keywords: fatality; black spots; traffic accident; road; road safety. Abstrak Tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi black spot dan menetapkan prioritas perbaikan komponen infrastruktur jalan yang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan jalan di 3 ruas jalan provinsi di Kabupaten Sleman. Black spot ditentukan dengan menggunakan Metode Angka Ekivalensi Kecelakaan dan Batas Kontrol Atas. Evaluasi yang dilakukan menghasilkan 3 segmen terburuk pada setiap ruas jalan yang diamati. Hasil evaluasi keselamatan jalan menunjukkan bahwa teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, teknis pemanfaatan bagian-bagian jalan, dan teknis perlengkapan jalan merupakan 3 persyaratan teknis jalan dengan tingkat penerapan terendah. Untuk meningkatkan keselamatan jalan, studi ini merekomendasikan penambahan rumble strip, penambahan rambu, merelokasi hazard yang terdapat di tepi jalan, serta penambahan trotoar dan zona penyeberangan. Kata-kata kunci: fatalitas; black spot; kecelakaan lalu lintas; jalan; keselamatan jalan.
GEOMETRIK TEMPAT PARKIR PESAWAT UDARA BANDAR UDARA FATMAWATI SOEKARNO DI KOTA BENGKULU Anggita Yuliani; Latif Budi Suparma; Suprapto Siswosukarto
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 2 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i2.5162.143-152

Abstract

Abstract Flight services at Fatmawati Soekarno Airport, located in Bengkulu City, continue to develop, along with the increasing public need for air transportation. The increasing need for aviation services affects the number and types of aircraft required. Aircraft maneuvering and parking affect the dimensions of the aircraft parking space. In this study, an analysis of the dimensions of the apron at Fatmawati Soekarno Airport was carried out, with a service life of 20 years. The analysis in this study was carried out using the design aircraft B737-900ER. The existing apron dimension lot is 475 m long and 80 m wide. By using the International Civil Aviation Organization method and the Federal Aviation Administration method, to accommodate aircraft movements for the next 20 years, an apron with a length of 475 m and a width of 100 m is required. Thus, the width of the existing apron must be increased by 20 m, in order to be able to serve the B737-900ER aircraft until the service life of the next 20 years. Keywords: airport; flight services; apron; air transport. Abstrak Layanan penerbangan di Bandar Udara Fatmawati Soekarno, yang terletak di Kota Bengkulu, terus mengalami perkembangan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi udara. Peningkatan kebutuhan akan layanan penerbangan tersebut memengaruhi jumlah dan jenis pesawat udara yang diperlukan. Pesawat udara yang melakukan manuver dan parkir memengaruhi dimensi tempat parkir pesawat udara. Pada studi ini dilakukan analisis terhadap dimensi tempat parkir pesawat udara di Bandar Udara Fatmawati Soekarno, dengan umur layanan 20 tahun. Analisis pada studi ini dilakukan dengan menggunakan pesawat udara rencana B737-900ER. Tempat parkir pesawat udara eksisting mempunyai panjang 475 m dengan lebar 80 m. Dengan menggunakan metode International Civil Aviation Organization da metode Federal Aviation Administration, untuk melayani pesawat udara hingga 20 tahun mendatang diperlukan tempat parkir pesawat udara dengan panjang 475 m dan lebar 100 m. Dengan demikian lebar tempat parkir pesawat udara eksisting harus ditambah 20 m, agar dapat melayani pesawat udara tipe B737-900ER hingga umur layanan 20 tahun mendatang. Kata-kata kunci: bandar udara; layanan penerbangan; tempat parkir pesawat udara; transportasi udara.
KEMAMPUAN PERKERASAN HASIL RANCANGAN OVERLAY TERHADAP PREDIKSI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DI JALAN SILIWANGI YOGYAKARTA Laurent Yesana Perdana Putra Sabetu; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 3 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i3.5450.207–218

Abstract

Abstract Jalan Siliwangi, Ringroad Utara Barat, in Yogyakarta, is an arterial road with a high traffic volume. This resulted in several sections of Jalan Siliwangi being damaged. This study aims to analyze the comparison of the pavement overlay thickness, designed using the 2017 Road Pavement Design Manual method and the 1993 AASHTO method. Then, an analysis of tensile strain and compressive strain was carried out using the Kenpave program, as well as an analysis of the pavement ability to predict its damage. The overlay thickness obtained using the 2017 Road Pavement Design Manual method is 5.0 cm and the thickness obtained using the 1993 AASHTO method is 4.5 cm. Prediction of pavement ability to withstand fatigue cracking and rutting are, 1.456 × 108 ESAL and 4.231 × 1025 ESAL, respectively for the design results using the 2017 Road Pavement Design Manual method, and 1.741 × 108 ESAL and 5,663 × 1025 ESAL, respectively, by using the 1993 AASHTO method. The overlay thickness is able to withstand the design load for 10 years without any damage to fatigue cracking and rutting. Keywords: road pavement; overlay; tensile strain; compressive strain; fatigue cracking; rutting Abstrak Jalan Siliwangi, Ringroad Utara Barat, Yogyakarta merupakan jalan arteri dengan volume lalu lintas yang tinggi. Hal ini mengakibatkan beberapa ruas Jalan Siliwangi mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan perancangan tebal lapis tambah perkerasan jalan dengan menggunakan metode Manual Desain Pekerasan Jalan 2017 dan metode AASHTO 1993. Kemudian dilakukan analisis regangan tarik dan regangan desak menggunakan program Kenpave, serta dilakukan analisis kemampuan perkerasan terhadap prediksi kerusakannya. Tebal lapis tambah yang diperoleh menggunakan metode Manual Desain Peke-rasan Jalan 2017 adalah sebesar 5,0 cm dan tebal yang diperoleh dengan menggunakan metode AASHTO 1993 adalah sebesar 4,5 cm. Prediksi kemampuan perkerasan untuk menahan kerusakan retak lelah dan retak alur, berturut-turut sebesar 1,456 × 108 ESAL dan 4,231 × 1025 ESAL untuk hasil rancangan dengan metode Manual Desain Pekerasan Jalan 2017, dan berturut-turut sebesar 1,741 × 108 ESAL dan 5,663 × 1025 ESAL dengan menggunakan metode AASHTO 1993. Hasil rancangan lapis tambah mampu menahan beban rencana selama 10 tahun tanpa terjadi kerusakan retak lelah dan alur. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis tambah; regangan tarik; regangan desak; retak lelah; alur
PENENTUAN OPTIMUM SETTING TIME ASPAL EMULSI JENIS CRS-1 DAN CRS-1P SEBAGAI MATERIAL LAPIS PEREKAT Muhammad Rezki Fadhilah; Latif Budi Suparma; Suprapto Siswosukarto
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5763

Abstract

Abstract The use of a tack coat is very important in supporting the performance of a road pavement to improve the road capability. This research was carried out in 2 stages, namely: (1) empirical testing in the laboratory to determine the shear strength of the interlayer layer of the specimen using a tack coat of CRS-1P and CRS-1 types with variations in the rate of sprayed and curing time using the Leutner shear test, and (2) mechanistic analysis using BISAR 3.0 software to determine the minimum shear strength as the basis for determining the optimum tack coat application. Based on the results of the analysis of the flexible pavement structure using BISAR 3.0 software, the maximum shear stress value at 100 kN overload loading is 0.561 MPa which is set as the minimum allowable shear strength. This study showed that all variations of the tested tack coat application resulted in a shear strength value greater than the minimum shear strength so that the recommended optimum rate of sprayed and curing time was for tack coat materials of CRS-1 and CRS-1P emulsion asphalt types at 0.35 l/m2 with a curing time of 45 minutes with a shear strength of 1.610 MPa and 1.390 MPa, respectively. Keywords: road pavement; tack coat; rate of sprayed; curing time; shear strength. Abstrak Penggunaan lapis perekat sangat penting dalam mendukung kinerja suatu perkerasan jalan untuk meningkatkan kemampuan jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan, yaitu: (1) pengujian empiris di laboratorium untuk mengetahui kuat geser pada lapisan interlayer benda uji dengan menggunakan lapis perekat jenis CRS-1P dan jenis CRS-1, dengan variasi rate of sprayed dan curing time, yang menggunakan alat Leutner shear test, dan (2) pengujian mekanistik menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, untuk menentukan kuat geser minimum sebagai dasar penentuan aplikasi lapis perekat yang optimum. Berdasarkan hasil analisis struktur perkerasan lentur menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, diperoleh nilai tegangan geser maksimum pada pembebanan overload 100 kN, yaitu 0,561 MPa, yang ditetapkan sebagai kuat geser minimum yang diizinkan. Ppenelitian ini menunjukkan bahwa semua variasi aplikasi lapis perekat yang diuji menghasilkan nilai kuat geser yang lebih besar daripada kuat geser minimum, sehingga rate of sprayed dan curing time aplikasi optimum yang direkomendasikan untuk material lapis perekat jenis aspal emulsi CRS-1 dan aspal emulsi CRS-1P adalah 0,35 l/m2 dengan curing time 45 menit dan dengan kuat geser masing-masing sebesar 1,610 MPa dan 1,390 MPa. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis perekat; rate of sprayed; curing time; kuat geser.