Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN PERKERASAN HASIL RANCANGAN OVERLAY TERHADAP PREDIKSI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DI JALAN SILIWANGI YOGYAKARTA Laurent Yesana Perdana Putra Sabetu; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 3 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i3.5450.207–218

Abstract

Abstract Jalan Siliwangi, Ringroad Utara Barat, in Yogyakarta, is an arterial road with a high traffic volume. This resulted in several sections of Jalan Siliwangi being damaged. This study aims to analyze the comparison of the pavement overlay thickness, designed using the 2017 Road Pavement Design Manual method and the 1993 AASHTO method. Then, an analysis of tensile strain and compressive strain was carried out using the Kenpave program, as well as an analysis of the pavement ability to predict its damage. The overlay thickness obtained using the 2017 Road Pavement Design Manual method is 5.0 cm and the thickness obtained using the 1993 AASHTO method is 4.5 cm. Prediction of pavement ability to withstand fatigue cracking and rutting are, 1.456 × 108 ESAL and 4.231 × 1025 ESAL, respectively for the design results using the 2017 Road Pavement Design Manual method, and 1.741 × 108 ESAL and 5,663 × 1025 ESAL, respectively, by using the 1993 AASHTO method. The overlay thickness is able to withstand the design load for 10 years without any damage to fatigue cracking and rutting. Keywords: road pavement; overlay; tensile strain; compressive strain; fatigue cracking; rutting Abstrak Jalan Siliwangi, Ringroad Utara Barat, Yogyakarta merupakan jalan arteri dengan volume lalu lintas yang tinggi. Hal ini mengakibatkan beberapa ruas Jalan Siliwangi mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan perancangan tebal lapis tambah perkerasan jalan dengan menggunakan metode Manual Desain Pekerasan Jalan 2017 dan metode AASHTO 1993. Kemudian dilakukan analisis regangan tarik dan regangan desak menggunakan program Kenpave, serta dilakukan analisis kemampuan perkerasan terhadap prediksi kerusakannya. Tebal lapis tambah yang diperoleh menggunakan metode Manual Desain Peke-rasan Jalan 2017 adalah sebesar 5,0 cm dan tebal yang diperoleh dengan menggunakan metode AASHTO 1993 adalah sebesar 4,5 cm. Prediksi kemampuan perkerasan untuk menahan kerusakan retak lelah dan retak alur, berturut-turut sebesar 1,456 × 108 ESAL dan 4,231 × 1025 ESAL untuk hasil rancangan dengan metode Manual Desain Pekerasan Jalan 2017, dan berturut-turut sebesar 1,741 × 108 ESAL dan 5,663 × 1025 ESAL dengan menggunakan metode AASHTO 1993. Hasil rancangan lapis tambah mampu menahan beban rencana selama 10 tahun tanpa terjadi kerusakan retak lelah dan alur. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis tambah; regangan tarik; regangan desak; retak lelah; alur
PENENTUAN OPTIMUM SETTING TIME ASPAL EMULSI JENIS CRS-1 DAN CRS-1P SEBAGAI MATERIAL LAPIS PEREKAT Muhammad Rezki Fadhilah; Latif Budi Suparma; Suprapto Siswosukarto
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5763

Abstract

Abstract The use of a tack coat is very important in supporting the performance of a road pavement to improve the road capability. This research was carried out in 2 stages, namely: (1) empirical testing in the laboratory to determine the shear strength of the interlayer layer of the specimen using a tack coat of CRS-1P and CRS-1 types with variations in the rate of sprayed and curing time using the Leutner shear test, and (2) mechanistic analysis using BISAR 3.0 software to determine the minimum shear strength as the basis for determining the optimum tack coat application. Based on the results of the analysis of the flexible pavement structure using BISAR 3.0 software, the maximum shear stress value at 100 kN overload loading is 0.561 MPa which is set as the minimum allowable shear strength. This study showed that all variations of the tested tack coat application resulted in a shear strength value greater than the minimum shear strength so that the recommended optimum rate of sprayed and curing time was for tack coat materials of CRS-1 and CRS-1P emulsion asphalt types at 0.35 l/m2 with a curing time of 45 minutes with a shear strength of 1.610 MPa and 1.390 MPa, respectively. Keywords: road pavement; tack coat; rate of sprayed; curing time; shear strength. Abstrak Penggunaan lapis perekat sangat penting dalam mendukung kinerja suatu perkerasan jalan untuk meningkatkan kemampuan jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan, yaitu: (1) pengujian empiris di laboratorium untuk mengetahui kuat geser pada lapisan interlayer benda uji dengan menggunakan lapis perekat jenis CRS-1P dan jenis CRS-1, dengan variasi rate of sprayed dan curing time, yang menggunakan alat Leutner shear test, dan (2) pengujian mekanistik menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, untuk menentukan kuat geser minimum sebagai dasar penentuan aplikasi lapis perekat yang optimum. Berdasarkan hasil analisis struktur perkerasan lentur menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, diperoleh nilai tegangan geser maksimum pada pembebanan overload 100 kN, yaitu 0,561 MPa, yang ditetapkan sebagai kuat geser minimum yang diizinkan. Ppenelitian ini menunjukkan bahwa semua variasi aplikasi lapis perekat yang diuji menghasilkan nilai kuat geser yang lebih besar daripada kuat geser minimum, sehingga rate of sprayed dan curing time aplikasi optimum yang direkomendasikan untuk material lapis perekat jenis aspal emulsi CRS-1 dan aspal emulsi CRS-1P adalah 0,35 l/m2 dengan curing time 45 menit dan dengan kuat geser masing-masing sebesar 1,610 MPa dan 1,390 MPa. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis perekat; rate of sprayed; curing time; kuat geser.
ANALISIS DESAIN TEBAL PERKERASAN KAKU APRON BANDARA HALUOLEO KENDARI DENGAN METODE FAA & PCA Wa Ode Arie Wunantari; Edward Ngii; Latif Budi Suparma
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.863 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i2.8196

Abstract

ABSTRAKPerancangan tebal lapis perkerasan kaku pada apron diantaranya dapat dilakukan dengan menggunakan metode FAA, PCA, dan LCN. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data pergerakan pesawat, data struktur perkerasan dan data ketentuan desain apron bandara kondisi eksisting untuk menentukan tebal perkerasan kaku pada masing-masing metode perancangan dan bertujuan untuk mengetahui apakah tebal perkerasan kondisi eksisting mampu memikul beban pergerakan pesawat 20 tahun mendatang. Pada analisis menggunakan metode FAA diperoleh tebal struktur perkerasan kaku apron sebesar 13,6 in atau 34,54 cm, untuk metode PCA berdasarkan faktor keamanan adalah sebesar 13,1 in atau 33,27 cm. sedangkan tebal slab beton yang diperoleh dengan metode PCA berdasarkan konsep fatigue adalah sebesar 28 cm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perkerasan kaku pada apron Bandara Haluoleo kondisi eksisting yaitu sebesar 42 cm mampu memikul beban pesawat lalulintas sampai dengan tahun 2037.Kata Kunci : Apron, FAA, PCA, Perkerasan KakuABSTRACTApron rigid pavement layer can be determined or designed by using method of FAA, PCA, and LCN. This study is conducted by analyzing the data of aircraft movement, pavement structure data and existing airport apron design conditions data to determine the rigid pavement thickness in each design method and aimed to find out whether the existing pavement thickness is capable of carrying the burden of the movement of the aircraft for the next 20 years. FAA method analysis obtained thickness of rigid apron pavement structure of 13,6 in or 34,54 cm, for PCA method based on safety factor is 13,1 in or 33,27 cm and the thickness of concrete slab obtained by PCA method based on the concept of fatigue is 28 cm. These results indicate that the rigid pavement of Haluoleo Airport's existing apron capable to carrying aircraft loads up to 2037.Keywords : Apron, FAA PCA, Rigid Pavement
Penentuan Prioritas Rehabilitasi Perkerasan Lentur untuk Efisiensi Penambangan Material di Kendari Waode Murniati Sadia; Latif Budi Suparma; Sri Mulyani
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.105-115.2019

Abstract

Pavement with poor performance results in lower speeds resulting in increased pollution and vehicle maintenance costs. The number of roads are not proportional to the allocation of funds for maintaining and managing the road network. According to its characteristics, the performance of the road network would be decreased that indicated by pavement deterioration. This study aims to predict the rate of performance degradation, to know the optimal time of treatment segment/road segment and to determine the priority of treatment. Delayed pavement treatment will likely require more material, which will result in the exploitation of rock mines. This study covers a detailed performance assessment using Pavement Condition Index (PCI) method, it was done three times with 4 and 3 month time interval. This study was conducted on five streets in Kendari City with varios Average Annual Daily Traffic (AADT) and existing conditions. From the result of PCI value, regression analysis was used since it was suitable with performance decreation characteristic to find out the relationship of PCI value and the time. Treatment strategy are arranged based on critical PCI method. The treatment costs were calculated by using the Bina Marga unit price analysis which was then projected to be the penalty cost. Priority of treatment were calculated by Simple Additive Weighting (SAW) method. From regression analysis obtained pavement with excellent rating gave longer time prediction than the lower rating. The treatment strategy divides five streets into 11 segments. From SAW analysis, obtained priority sequence of rehabilitation implementation for the first year: Boulevard street segment-1, Supu-Yusuf street segment-2, Supu-Yusuf segment-1, Balaikota-1 street; for the second year: Boulevard segment-2, Abunawas segment-2; Supu-Yusuf street segment-3, and third year: Boulevard segment-3, Buburanda segment-2, Buburanda street segment-1.Keywords: pavement, PCI, decreation rate, rehabilitationABSTRAKKinerja perkerasan yang buruk menyebabkan rendahnya kecepatan yang berakibat pada meningkatnya polusi dan biaya perawatan kendaraan. Namun jumlah jalan tidak sebanding dengan alokasi dana untuk memelihara dan mengelola jaringan jalan. Menurut karakteristik, kinerja jaringan jalan akan menurun yang ditunjukkan oleh kemunduran perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju penurunan kinerja, untuk mengetahui waktu optimal segmen perawatan / segmen jalan dan untuk menentukan prioritas perawatan. Perawatan perkerasan yang tertunda cenderung akan membutuhkan material lebih banyak, yang akan mengakibatkan ekploitasi tambang batuan. Penelitian ini mencakup penilaian kinerja rinci menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), dilakukan tiga kali dengan interval waktu 4 dan 3 bulan. Penelitian ini dilakukan di lima jalan di Kota Kendari dengan varios Lalu Lintas Harian Rata-Rata Tahunan (AADT) dan kondisi yang ada. Dari hasil nilai PCI, analisis regresi digunakan karena sesuai dengan karakteristik penurunan kinerja untuk mengetahui hubungan nilai PCI dan waktu. Strategi perawatan disusun berdasarkan metode PCI kritis. Biaya perawatan dihitung dengan menggunakan analisis harga unit Bina Marga yang kemudian diproyeksikan menjadi biaya penalti. Prioritas perawatan dihitung dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dari analisis regresi diperoleh perkerasan dengan peringkat sangat baik memberikan prediksi waktu yang lebih lama daripada peringkat yang lebih rendah. Strategi perawatan membagi lima jalan menjadi 11 segmen. Dari analisis SAW, diperoleh urutan prioritas pelaksanaan rehabilitasi untuk tahun I: jalan Boulevard segmen-1, jalan Supu-Yusuf segmen-2, Supu-Yusuf segmen-1, jalan Balaikota-1; untuk tahun II: Boulevard segmen-2, Abunawas segmen-2; Jalan Supu-Yusuf ruas-3, dan tahun ketiga: Boulevard ruas-3, Buburanda ruas-2, Ruas jalan Buburanda-1.Kata kunci: Trotoar, PCI, Tingkat Penurunan, Rehabilitasi  
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR KUARSA PADA LASTON AC-WC SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS Gayuh Bintang Ramadhan; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3021.%p

Abstract

Abstract Vehicle loads and high traffic growth nowdays lead to increased traffic loads on pavement that will accelerate the occurrence damage of pavement layer. Based from the natural resources of quartz sand was need to research quartz sand. Conducted test in this research were Marshall tests, immersion, and indirect tensile strength test to determined the durability of asphalt concrete mixture with optimum bitumen content after 5 variations were made in this research. The variations are V1, V2, V3, V4, and V5. The variations of quartz sand content that made based on the weight percentage on each aggregate filter numbers. The durability of the asphalt concrete mixture was seen from the value result of Marshall test, immersion test, indirect tensile strength test, residual strength index, and tensile strength ratio. The results show that Marshall stability value has decreased stability value in succession after immersion test. The indirect tensile strength results shows the tensile value performed on Un-Condition and Condition. The stability value of the indirect tensile strength Condition indicates a consecutive decrease due to immersion. Keywords: Marshall tests, indirect tensile strength test, immersion, quartz sand, residual strength index  Abstrak Pembebanan dan pertumbuhan lalu lintas yang tinggi menyebabkan bertambahnya beban lalu lintas pada konstruksi jalan yang akan mempercepat terjadinya kerusakan pada lapisan jalan raya. Dilihat dari sumber daya alam pasir kuarsa yang ada, maka perlu adanya penelitian tentang pasir kuarsa. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Marshall, immersion, dan indirect tensile strength test untuk mengetahui durabilitas campuran beton aspal dengan KAO setelah dibuat 5 variasi secara berturut-turut pada campuran V1, V2, V3, V4, dan V5. Variasi kadar pasir kuarsa tersebut dibuat berdasarkan persentase berat pada setiap nomor saringan pada agregat halus. Durabilitas campuran beton aspal dilihat dari nilai hasil uji Marshall, immersion, indirect tensile strength test, indeks kekuatan sisa, dan rasio kuat tarik. Hasil pengujian menunjukkan nilai stabilitas Marshall mengalami penurunan nilai stabilitas secara berturut-turut setelah uji perendaman. Pengujian indirect tensile strength menunjukkan nilai tarik dilakukan pada Un-Condition dan Condition. Nilai stabilitas pada indirect tensile strength Condition mengalami penurunan berturut-turut akibat perendaman. Kata-kata kunci: uji Marshall, indirect tensile strength, immersion, pasir kuarsa, indeks kekuatan sisa
FUNCTIONAL PERFORMANCE ASSESSMENT AND METHOD DEVELOPMENT OF FLEXIBLE ROAD PAVEMENT IN INDONESIA NATIONAL ROAD Purwaningtyas Widya Hapsari; Imam Muthohar; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3026.%p

Abstract

Abstract Pavement quality can be maintained by assessing its performance both structurally and functionally. This study aims on knowing pavement functional performance in Indonesia focus on flexible pavement road, develop the utilization of provided data in various assessment methods and give reasonable recommendation on current Indonesia practice. The method covers pavement performance analysis uses the combination of International Roughness Index and Surface Distress Index, and try the implementation of other method such as Present Serviceability Index, Pavement Condition Rating, as well as generating Remaining Service Life. The results reveal that Present Serviceability Index gives lower performance thus generate earlier warning toward road maintenance compared to International Roughness Index and Surface Distress Index. On the contrary, Pavement Condition Rating gives higher performance caused by limited data which leaded from discrepancy in distress record. Remaining Service Life results are vary depending either on loads or pavement deflection. Keywords: flexible pavement, pavement performance, road maintenance, pavement deflection  Abstrak Kualitas perkerasan jalan dapat dipelihara secara rutin dengan menilai kinerjanya, secara struktural maupun fungsional. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja fungsional perkerasan lentur di ruas jalan nasional Indonesia, mengembangkan pemanfaatan data survei yang tersedia dalam berbagai metode penilaian, dan memberikan rekomendasi pada perbaikan sistem yang berlaku saat ini. Metode yang dibahas dalam studi ini meliputi analisis kinerja perkerasan dengan metode gabungan International Roughness Index and Surface Distress Index, kemudian mencoba metode lain seperti metode Present Serviceability Index dan Pavement Condition Rating, serta Remaining Service Life. Hasil analisis menunjukkan bahwa penilaian kinerja dengan metode Present Serviceability Index memberikan hasil kinerja yang lebih rendah, sehingga memberikan peringatan lebih awal untuk perbaikan jalan dibandingkan dengan metode kombinasi International Roughness Index and Surface Distress Index. Sebaliknya, metode Pavement Condition Rating memberikan hasil kinerja yang lebih baik, yang disebabkan oleh keterbatasan data kerusakan jalan yang dapat mempengaruhi keandalan hasil analisis. Metode Remaining Service Life memberi hasil yang bervariasi bergantung pada beban dan lendutan perkerasan. Kata-kata kunci: perkerasan lentur, kinerja perkerasan, pemeliharaan jalan, lendutan perkerasan
PERANCANGAN PERKERASAN JALAN LINGKAR KOTA KABUPATEN WONOGIRI Alfiani Yogaturida Isnaini; Latif Budi Suparma; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3372.119-128

Abstract

Abstract The city ring road of Wonogiri Regency should be constructed based on a pavement design which ensure safety, convenience, but still economical. For this reason, a road pavement design method is needed to be applied in this road design process. The MDP 2017 and AASHTO 1993 road pavement design methods are methods that are often used in Indonesia to design concrete slab for pavement. This study uses both methods to determine the thickness of the concrete slab on the pavement of the Wonogiri Regency City Ring Road. The results of this study indicate that the concrete slab thickness for pavement calculated by MDP 2017 is 31 cm, while that calculated with AASHTO 1993 is 32.25 cm. The difference in the thickness of the concrete plates obtained from these two methods is relatively small. Keywords: road pavement, pavement design, concrete slab, road pavement thickness  Abstrak Jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri harus dibangun berdasarkan rancangan perkerasan jalan yang aman, nyaman, namun tetap ekonomis. Untuk itu, diperlukan suatu metode perancangan perkerasan jalan yang tepat untuk diterapkan pada proses perancangan jalan ini. Metode-metode perancangan perkerasan jalan MDP 2017 dan AASHTO 1993 merupakan metode-metode yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan tebal pelat beton untuk perkerasan jalan. Studi ini menggunakan kedua metode tersebut untuk menentukan tebal pelat beton pada perkerasan jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tebal pelat beton untuk perkerasan jalan yang dihitung dengan MDP 2017 adalah 31 cm, sedangkan yang dihitung dengan AASHTO 1993 adalah 32,25 cm. Beda tebal pelat beton yang diperoleh dari kedua metode ini relatif kecil. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, perancangan perkerasan, pelat beton, tebal perkerasan jalan
PREDIKSI KONDISI FUNGSIONAL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM HDM-4 Sri Bintang Pamungkas; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5054.97-106

Abstract

Abstract Road maintenance and improvement programs that are not optimal will have an impact on decreasing the functional condition of the road pavement. The functional condition of the road pavement can be predicted to estimate the potential damage that will occur. The road section of Sleman City Border–Yogyakarta City Border is a national road section that is the main route for the distribution of goods and people from Central Java Province to Special Region of Yogyakarta Province, and vice versa. The road segment must always be in a stable condition. This study aims to predict the functional condition of the pavement on the Sleman City Border–Yogyakarta City Border, using HDM-4 software. Prediction is done using 3 scenarios, namely: (1) do-nothing, (2) do-minimum, and (3) do-something. This study shows that the do-something scenario is the most appropriate scenario compared to the do-nothing scenario and the do-minimum scenario. Keywords: road maintenance; road improvement; road pavement; functional condition of the pavement. Abstrak Program pemeliharaan dan peningkatan jalan yang tidak optimal akan berdampak pada penurunan kondisi fungsional perkerasan jalan. Kondisi fungsional perkerasan jalan dapat diprediksi untuk memperkirakan potensi kerusakan yang akan terjadi. Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, merupakan ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama distribusi barang maupun orang dari Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi DI Yogyakarta, dan sebaliknya. Ruas Jalan tersebut harus selalu diupayakan berada dalam kondisi mantap. Studi ini bertujuan untuk melakukan prediksi kondisi fungsional perkerasan jalan pada Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, dengan menggunakan software HDM-4. Prediksi dilakukan dengan menggu-nakan 3 skenario, yaitu: (1) do-nothing, (2) do-minimum, dan (3) do-something. Studi menunjukkan bahwa skenario do-something merupakan skenario yang paling tepat dibandingkan dengan skenario do-nothing, maupun skenario do-minimum. Kata-kata kunci: pemeliharaan jalan; peningkatan jalan; perkerasan jalan; kondisi fungsional perkerasan jalan.
MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI APLIKASI JALAN KITA OLEH PENILIK JALAN PADA KEGIATAN PELAPORAN KERUSAKAN JALAN NASIONAL DI BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL VIII Alfian Najib Anshori; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5057.133-142

Abstract

Abstract The 'Jalan Kita' application is a software that is operated on smartphones based on android and IOS operating systems, which is used by road inspectors in reporting national road damage activities. The National Road Implementation Center VIII Surabaya has used this application, with the largest number of road damage reports. This study aims to determine the factors that influence the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application, using the Technology Acceptance Model approach. The data analyzed in this study is the respondent's perception data, which was obtained through a survey using a questionnaire by a number of road inspectors at the VIII National Road Implementation Center. The data were analyzed using the Partial Least Square Structural Equation Modeling method to obtain the relationship between the factors that influence the contribution to the level of acceptance of the Jalan Kita application technology. This study reveals that technological factors and organizational support are 2 factors with major contributions, namely 47.6% and 46.2%, to the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application. Keywords: road inspector; national roads; road damage; road damage reporting. Abstrak Aplikasi ‘Jalan Kita’ merupakan suatu perangkat lunak yang dioperasikan pada smartphone berbasis sistem operasi android dan IOS, yang digunakan oleh para penilik jalan dalam kegiatan pelaporan kerusakan jalan nasional. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya telah menggunakan aplikasi ini, dengan jumlah pelaporan kerusakan jalan terbesar. Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi keinginan penilik jalan untuk menggunakan aplikasi Jalan Kita, dengan pendekatan Model Penerimaan Teknologi. Data yang dianalisis pada studi ini adalah data persepsi responden, yang diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner sejumlah penilik jalan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII. Data tersebut dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modelling untuk mendapatkan hu-bungan antara faktor-faktor yang berpengaruh dengan kontribusinya terhadap tingkat penerimaan teknologi aplikasi Jalan Kita. Studi ini mengungkapkan bahwa faktor teknologi dan dukungan organisasi merupakan 2 faktor dengan kontribusi besar, yaitu 47,6% dan 46,2%, terhadap keinginan penilik jalan dalam menggunakan aplikasi Jalan Kita. Kata-kata kunci: penilik jalan; jalan nasional; kerusakan jalan; pelaporan kerusakan jalan.
PREDIKSI PRESENT SERVICEABILITY INDEX UNTUK ANALISIS SISA UMUR LAYAN PERKERASAN LENTUR Hesti Ratnasari; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5059.153-162

Abstract

Abstract Present Serviceability Index is a measure of pavement performance and can be used as an indicator of timing and maintenance requirements. This study aims to determine and predict the Present Serviceability Index value during the pavement design life. The amount of the structural response due to loading was analyzed using an empirical mechanistic method with the help of KENPAVE software. The results of the structural response are used to calculate the magnitude of cracking and rutting damages, which are then used to predict the value of the International Roughness Index. The predicted International Roughness Index values were then statistically tested with the results of field measurements for the last 4 years. Furthermore, the Present Serviceability Index value was analyzed based on the prediction results of the International Roughness Index values. This study shows that the pavement has reached terminal serviceability in year 5.2 and requires strengthening. The prediction results of the Present Serviceability Index value with the implementation of overlays as thick as 10 cm in the 5.2nd year show that the terminal serviceability is achieved in the 9.5th year, thus increasing the service life of the road by 4.3 years. Keywords: pavement performance; cracking; routines; Present Serviceability Index; serviceability terminals. Abstrak Present Serviceability Index merupakan suatu ukuran kinerja perkerasan jalan dan dapat digunakan sebagai indikator penentuan waktu dan kebutuhan pemeliharaan. Studi ini bertujuan menentukan dan memprediksi nilai Present Serviceability Index selama umur rencana. Besarnya respons struktur akibat pembebanan dianalisis menggunakan metode mekanistik empiris dengan bantuan software KENPAVE. Hasil respons struktur digunakan untuk menghitung besarnya kerusakan-kerusakan cracking dan rutting, yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi nilai International Roughness Index. Nilai International Roughness Index hasil prediksi kemudian diuji statistika dengan hasil pengukuran lapangan selama 4 tahun terakhir. Selanjutnya, nilai Present Serviceability Index dianalisis berdasarkan hasil prediksi nilai International Roughness Index. Studi ini menunjukkan bahwa perkerasan telah mencapai terminal serviceability pada tahun ke-5,2 dan memerlukan penguatan. Hasil prediksi nilai Present Serviceability Index dengan penanganan overlay setebal 10 cm pada tahun ke-5,2 menunjukkan bahwa terminal serviceability tercapai pada tahun ke-9,5, sehingga menambah umur layan jalan sebesar 4,3 tahun. Kata-kata kunci: kinerja perkerasan jalan; cracking; rutting; Present Serviceability Index; terminal service-ability.