Claim Missing Document
Check
Articles

Improved Regeneration, Acclimatization and Shoot Cutting Production of “Gebang” Cassava Derived from Irradiated In Vitro Shoots Supatmi, Supatmi; Sudarmonowati, Enny
Annales Bogorienses Vol. 16 No. 2 (2012): Annales Bogorienses
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gebang is an Indonesian local genotype which has been selected as superior genotype for low amylose cassava. Prior to induction of new mutants of this genotype, series of research have been conducted to improve regeneration and acclimatization as well as shoot cuttings production of irradiated in vitro shoots. Four dosage treatments of gamma ray irradiation i.e. 0; 0.2; 1.0; 1.5; 2.0 krad were applied to 32 in vitro shoots multiplied from apical shoots of plants in the field. The highest multiplication rate and acclimatized shoots were obtained from shoots irradiated with 0.2 krad multiplied on various level of BAP added on MS medium and resulted that MS supplemented with 1 mg/L BAP was the best medium. The phenotypic variation was observed in shoots irradiated with 1.0; 1.5 and 2.0 krad while that irradiated with 0.2 krad performed normal appearances. Subsequent production of propagated young stem cuttings so called “ratooning system” decreased after the second cycle of propagation especially in the survival rate of that irradiated with 0.2 krad. The findings lead to the opportunity to produce cassava propagules derived from irradiated in vitro culture at a higher amount using Gebang genotype as a model.
Identification of Differentially Expressed cDNA in Cassava under Drought Stress Using cDNA-RAPD Approach Hartati, N. Sri; Supatmi, Supatmi; Aryaningrum, Pramesti Dwi; Sudarmonowati, Enny
Annales Bogorienses Vol. 17 No. 1 (2013): Annales Bogorienses
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassave is an important carbohydrate
Massive In Vitro Propagation of Sandalwood Through Friable Embryogenic Callus Supatmi, Supatmi; Ardiyanti, Nurdiya; Rahman, Nurhamidar; Sudarmonowati, Enny
Annales Bogorienses Vol. 20 No. 1 (2016): Annales Bogorienses
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sandalwood (Santalum album), which belongs to Santalaceae family, is a commercially important tree in Indonesia due to its essential oil contents used for important essence of perfume in the perfumery industry. However, its population has significantly depleted since the planting materials of this tree using conventional methods are difficult to be provided. This study was conducted to mass propagate sandalwood using in vitro methods through friable embryogenic callus (FEC). The somatic embryos were formed using leaves in length of 1-3 and 4-7 mm cultured in MS medium containing 0.5 mg/l and 1 mg/l indole acetic acid (IAA), MS medium supplemented with 1 mg/l IAA and 0.2 mg/l kinetin and half concentration of MS medium supplemented with 1 mg/l Gibberellic acid (GA3). Primary somatic embryos (PSE) and secondary somatic embryos (SSE) then formed friable embryogenic callus when it repetitively transferred into MS medium supplemented with 1.7 mg/l BAP, 1 mg/l proline or 1.5 mg/l BAP and 1.2 mg/l kinetin every 3 weeks. The FEC shows its optimum maturation and regeneration in the MS medium supplemented with 1.5 mg/l BAP and 1.2 mg/l kinetin for 4-8 weeks. The acclimatization of sandalwood plantlets were perfectly conducted in the medium containing soil, sand and compos in ratio of 1:1:1 with the companion plant namely Murraya paniculata, (L) Jack which gave the best percentage of survival rate and the lowest percentage of fallen leaves. These findings may improve the massive propagation of sandalwood through FEC as well as a useful material for further genetic improvement of sandalwood by using FEC as material for genetic transformation.
STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN DAN RELATED PARTY TRANSACTION Wijaya, Darma Sudata; Supatmi, Supatmi; Widi, Yeterina
Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 9 No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan standar perusahaan memiliki pengaruh pada jumlah Transaksi Pihak Terkait (RPT) baik dalam kasus rekening hutang maupun piutang. Penelitian ini menggunakan sampel 112 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. RPT untuk akun yang terutang di hitung dengan membagi total hutang rekening pihak yang terkait dengan total kewajiban, sedangkan RPT untuk piutang dihitung dengan membagi total piutang pihak yang terkait dengan total aset. Variabel kepemilikan manajerial dihitung dari porsi saham kepemilikan manajemen dan kepemilikan institusional, sementara standar perusahaan ditunjukkan dengan total log aset. Data-data yang diperoleh diuji menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan standar perusahaan memiliki pengaruh signifikan dengan akun hutang RPT. Sedang secara parsial hanya standar perusahaan yang memiliki pengaruh negatif signifikan dengan akun hutang RPT. Disisi lain, secara bersama hasil pengujian variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan standar perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan dengan akun piutang RPT.
Keterkaitan pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi pada lansia Setyowati, Sri; Supatmi, Supatmi; Suyatno, Suyatno; Purnomo, Parmadi Sigit
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1429

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berkaitan dengan berbagai faktor perilaku maupun kondisi fisiologis, termasuk tingkat pengetahuan, kualitas tidur, serta kemampuan dalam mengendalikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kualitas tidur dengan tingkat pengendalian hipertensi pada lansia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 50 lansia dari Posyandu Lansia Matahari yang kemudian seluruhnya dijadikan sampel. Instrumen penelitian mencakup kuesioner pengetahuan hipertensi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, serta kuesioner pengendalian hipertensi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (94,0%) dan pengendalian hipertensi yang terkendali (90,0%). Namun, lebih dari setengah responden memiliki kualitas tidur yang buruk (54,0%). Untuk hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (nilai p<0,05) untuk pengetahuan dengan pengendalian hipertensi dan p = 0,030 (nilai p<0,05) kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi sehingga diartikan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kualitas tidur dengen pengedalian hipertensi. Dari keseluruhan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengetahuan dan kualitas tidur sama-sama memiliki hubungan yang bermakna dengan pengendalian hipertensi.
PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG RASIONAL PADA KOMUNITAS PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI KUALA LUMPUR, MALAYSIA Sari, Annisa Kartika; Muzakky, Fuad; Mukarromah, Nur; Supatmi, Supatmi; Reliani, Reliani; Isnaeni, Isnaeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28680

Abstract

Abstrak: Asia tenggara ditetapkan sebagai salah satu wilayah dengan beban resistensi antibiotik yang perlu mendapat perhatian. Prevalensi resistensi dipicu oleh kebutuhan antibiotik yang cukup tinggi disertai penggunaannya yang tidak rasional. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan terkait antibiotik dan cara penggunaannya secara rasional, serta dampak resistensi antibiotik agar pengetahuan dan sikap terkait penggunaan antibiotik pada komunitas pekerja migran Indonesia di Kuala Lumpur meningkat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif. Kegiatan ini sebagai manifestasi dari kolaborasi dengan MSU dan PCIA Kuala Lumpur yang dilaksanakan di Sekretariat PRIM dan PRIA di Kampung Pandan, Kuala Lumpur, Malaysia. Sejumlah 20 orang pekerja migran menjadi peserta dalam kegiatan ini dengan rata-rata tingkat pendidikannya sampai jenjang SMP dan maksimal jenjang SMA. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup sikap dan pengetahuan responden terkait materi penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan (35% menjadi 65%) dan sikap (47% menjadi 53%) dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik. Penyuluhan kesehatan dengan memanfaatkan media pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap komunitas pekerja migran Indonesia di Kuala Lumpur untuk pencegahan resistensi antibiotik. Kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman responden tentang penggunaan antibiotik secara rasional dan pencegahan resistensi. Abstract: Southeast Asia is designated as one of the regions with the burden of antibiotic resistance that urgently needs attention. The prevalence of resistance is triggered by the high need for antibiotics and their irrational use. The purpose of this community service program is to provide social counseling regarding antibiotics and how to use them rationally, and the impact of antibiotic resistance so that knowledge and attitudes related to antibiotic use in the community of Indonesian migrant workers in Kuala Lumpur will be increased. Community service activities are carried out through health counseling and interactive discussions. This activity was a manifestation of collaboration with MSU and PCIA Kuala Lumpur which was implemented at the PRIM and PRIA Secretariat in Kampung Pandan, Kuala Lumpur, Malaysia. A total of 20 migrant workers participated in this activity with an average level of education up to junior high school level and a maximum of high school level. Evaluation was carried out using a questionnaire which captures the respondents' attitudes and knowledge related to the counseling material. The results showed that the counseling activities succeeded in increasing knowledge (35% to 65%) and attitudes (47% to 53%) in order to prevent antibiotic resistance. Health counseling by utilizing learning media proved to be effective in improving the knowledge and attitude of the Indonesian migrant worker community in Kuala Lumpur for the prevention of antibiotic resistance. This activity can provide a positive impact on respondents' understanding of the rational use of antibiotics and prevention of resistance.
Translation in English: **Assistance in the Implementation of Comprehensive Integrated Primary Service (ILP) Posyandu at Gunung Krakatau Posyandu Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta** Supatmi, Supatmi; Pranawati, Erma; Purwaningsih, Eni
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1765

Abstract

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan menyediakan layanan kesehatan terpadu di tingkat desa atau kelurahan. Program ini mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer seperti imunisasi, pemantauan gizi, pemeriksaan kesehatan dasar, serta pencegahan dan deteksi dini penyakit. Manfaat Posyandu ILP meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat, memperluas akses dan cakupan pelayanan kesehatan primer, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memberdayakan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Implementasi Posyandu ILP mencakup pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan, dan validasi data hasil pelayanan. Program ini mendukung pemantauan digital kesehatan warga sehingga deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat tepat sasaran. Cakupan Posyandu ILP memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bayi hingga lansia. Implementasi posyandu ILP  perlu  persiapan sumberdaya manusia, peralatan, kemampuan kader baik segi ketrampilan skrining penggunaan alat skrining maupun kemampuan pelaporannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pendampingan implementasi posyandu ILP yang mampu dilaksanakan sesuai dengan kapasitas sumberdaya dan kondisi lokal Masyarakat di dusun Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul Yogyakarta. Pengabdian Masyarakat ini di tujukan untuk seluruh kader posyandu dusun soka dengan jumlah kader 16 orang. Tahapan pelaksanaan kegiatan mulai dari pre test pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki kader untuk melaksanakan Posyandu ILP. Hasil pre test peserta 3 orang (18,8 %) baik, 11 orang (68,8%) sedang,   2 orang (12,4 %) kurang. Pembelajaran teori dan pembelajaran ketrampilan dengan kelompok kecil, Role play pelaksanaan Posyandu ILP, kunjungan rumah. Hasil post test pengetahuan dan ketrampilan 12 orang  ( 75%) baik, 4 orang ( 25%) sedang.  Hasil post test sebagai bahan evaluasi dan review materi yang belum di kuasai. Langkah selanjutnya launching posyandu ILP sekaligus sebagai implementasi pembelajaran praktek. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan posyandu dan rencana tindak lanjut serta pendampingan sebanyak 2 kali pelaksanaan posyandu ILP berikutnya. Kesimpulannya kader posyandu Gunung Krakatau dusun Soka mampu melaksanakan  Posyandu ILP.