Claim Missing Document
Check
Articles

Massive In Vitro Propagation of Sandalwood Through Friable Embryogenic Callus Supatmi, Supatmi; Ardiyanti, Nurdiya; Rahman, Nurhamidar; Sudarmonowati, Enny
Annales Bogorienses Vol. 20 No. 1 (2016): Annales Bogorienses
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sandalwood (Santalum album), which belongs to Santalaceae family, is a commercially important tree in Indonesia due to its essential oil contents used for important essence of perfume in the perfumery industry. However, its population has significantly depleted since the planting materials of this tree using conventional methods are difficult to be provided. This study was conducted to mass propagate sandalwood using in vitro methods through friable embryogenic callus (FEC). The somatic embryos were formed using leaves in length of 1-3 and 4-7 mm cultured in MS medium containing 0.5 mg/l and 1 mg/l indole acetic acid (IAA), MS medium supplemented with 1 mg/l IAA and 0.2 mg/l kinetin and half concentration of MS medium supplemented with 1 mg/l Gibberellic acid (GA3). Primary somatic embryos (PSE) and secondary somatic embryos (SSE) then formed friable embryogenic callus when it repetitively transferred into MS medium supplemented with 1.7 mg/l BAP, 1 mg/l proline or 1.5 mg/l BAP and 1.2 mg/l kinetin every 3 weeks. The FEC shows its optimum maturation and regeneration in the MS medium supplemented with 1.5 mg/l BAP and 1.2 mg/l kinetin for 4-8 weeks. The acclimatization of sandalwood plantlets were perfectly conducted in the medium containing soil, sand and compos in ratio of 1:1:1 with the companion plant namely Murraya paniculata, (L) Jack which gave the best percentage of survival rate and the lowest percentage of fallen leaves. These findings may improve the massive propagation of sandalwood through FEC as well as a useful material for further genetic improvement of sandalwood by using FEC as material for genetic transformation.
STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN DAN RELATED PARTY TRANSACTION Wijaya, Darma Sudata; Supatmi, Supatmi; Widi, Yeterina
Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 9 No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan standar perusahaan memiliki pengaruh pada jumlah Transaksi Pihak Terkait (RPT) baik dalam kasus rekening hutang maupun piutang. Penelitian ini menggunakan sampel 112 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. RPT untuk akun yang terutang di hitung dengan membagi total hutang rekening pihak yang terkait dengan total kewajiban, sedangkan RPT untuk piutang dihitung dengan membagi total piutang pihak yang terkait dengan total aset. Variabel kepemilikan manajerial dihitung dari porsi saham kepemilikan manajemen dan kepemilikan institusional, sementara standar perusahaan ditunjukkan dengan total log aset. Data-data yang diperoleh diuji menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan standar perusahaan memiliki pengaruh signifikan dengan akun hutang RPT. Sedang secara parsial hanya standar perusahaan yang memiliki pengaruh negatif signifikan dengan akun hutang RPT. Disisi lain, secara bersama hasil pengujian variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan standar perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan dengan akun piutang RPT.
Keterkaitan pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi pada lansia Setyowati, Sri; Supatmi, Supatmi; Suyatno, Suyatno; Purnomo, Parmadi Sigit
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1429

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berkaitan dengan berbagai faktor perilaku maupun kondisi fisiologis, termasuk tingkat pengetahuan, kualitas tidur, serta kemampuan dalam mengendalikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kualitas tidur dengan tingkat pengendalian hipertensi pada lansia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 50 lansia dari Posyandu Lansia Matahari yang kemudian seluruhnya dijadikan sampel. Instrumen penelitian mencakup kuesioner pengetahuan hipertensi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, serta kuesioner pengendalian hipertensi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (94,0%) dan pengendalian hipertensi yang terkendali (90,0%). Namun, lebih dari setengah responden memiliki kualitas tidur yang buruk (54,0%). Untuk hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (nilai p<0,05) untuk pengetahuan dengan pengendalian hipertensi dan p = 0,030 (nilai p<0,05) kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi sehingga diartikan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kualitas tidur dengen pengedalian hipertensi. Dari keseluruhan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengetahuan dan kualitas tidur sama-sama memiliki hubungan yang bermakna dengan pengendalian hipertensi.