Articles
EVALUASI KINERJA SIMPANG 4 MERGAN KOTA MALANG
Prabowo, Prabowo;
Pranoto, Pranoto;
Suraji, Aji
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Simpang 4 Mergan Kota Malang merupakan jalan alternatif penghubung lalu lintas dari sisi selatan menuju pusat kota Malang, sehingga sering mengalami kondisi lalu lintas yang ramai dan terjadi tundaan pada simpang. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan sebuah kajian analisis kinerja simpang. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja simpang dan mengidentifikasi langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang sesuai untuk menawarkan solusi potensial dalam mengatasi kemacetan lalu lintas. Metode pengambilan data dilakukan melalui survei langsung dan kajian literatur, sementara analisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa kaki simpang dari arah Mergan Lori memiliki nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,37 dengan Level of Service (LoS) kategori F. Kaki simpang ini memiliki lebar 5 meter dengan kondisi kiri-kanan jalan yang sulit untuk diperlebar. Rekomendasi yang diajukan adalah menjadikan Jalan Mergan Lori satu arah. Dengan perubahan ini, kinerja simpang dari arah Mergan Lori akan menurun dari 1,37 menjadi 0,54, dan DS kaki simpang Jalan Langsep akan menurun dari 0,76 menjadi 0,3. Hasil perhitungan nilai tundaan rata – rata setelah dilakukan perubahan menjadi 1 arah menjadi 10 detik/smp dari sebelumnya 161 det/smp. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja Simpang 4 Mergan secara keseluruhan dan mengurangi kemacetan lalu lintas.
ANALISIS KINERJA LALU-LINTAS PADA PERTIGAAN JL. AHMAD YANI UTARA DENGAN JL. RADEN INTAN DI KOTA MALANG
Ardiansyah, Muh Dinul;
Suraji, Aji;
Cakrawala, Muhammad
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 2 (2024): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/bouwplank.v4i2.414
Kota Malang merupakan salah satu pusat pendidikan, aktivitas ekonomi serta jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan sehingga segala macam aktivitas di luar rumah yang dilakukan masyarakat pasti menggunakan jalan raya sebagai sarana utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada pertigaan Jl. Ahmad Yani Utara dengan Jl. Raden Intan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Data primer pada penelitian ini ialah survei kondisi geometrik lalu lintas di Jl. Ahmad Yani Utara dan Jl. Raden Intan. Data sekunder biasanya diperoleh dari instansi pemerintahan maupun swasta yang berupa hasil survei, sensus, foto udara, wawancara dan lain sebainya. Hasil analisis yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa kinerja persimpangan pada pertigaan lalu lintas pendekat barat yaitu Jl. Ahmad Yani Utara didapat panjang antrean 88 m dengan tundaan rata-rata 45209,33 detik/smp, dengan tingkat pelayanan F. Untuk pendekat timur didapat panjang antrian 136 m dengan tundaan rata-rata 24091,34 detik/smp, dengan tingkat pelayanan F. Total kapasitas (C) untuk simpang Jl. Ahmad Yani Utara dengan Jl. Raden Intan Ialah 1911,13 smp/jam.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DI JALAN INDUSTRI WENDIT BARAT
Rumra, Fadila;
Suraji, Aji;
Cakrawala, Muhammad
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6953
Jalan merupakan prasarana penting dalam transportasi yang dapat berpengaruh terhadap kemajuan bidang Ekonomi, Sosial, Budaya maupun Politik di suatu wilayah, dan salah satu saya di jalan yang mengalami kerusakan yaitu pada Jalan Industri Wendit Barat di Kabupaten Malang yang mengalami kerusakan di beberapa titik jalan seperti Belubang, Tambalan, Keretakan, dan pelepasan butiran jalan sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi dan mengetahui nilai index perkerasan jalan pada ruas Jalan. Industri Wendit Barat di Kabupaten Malang Penelitian ini menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index). Kerusakan yang terjadi di sepanjang pada Jalan. Industri Wendit Barat di kabupaten Malang penilaian kondisi jalan pada metode PCI adalah dengan merengking dari nilai 0-100 dilakukan perhitungan pada ruas pada Jalan. Industri Wendit Barat di Kabupaten Malang, sepanjang 1 km dengan metode PCI menghasilkan nilai PCI sebesar dengan kondisi perkerasan jalan baik (Good) maupun gagal (Failed).
PENGARUH PARKIR TEPI JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN NASIONAL DI PASAR LAWANG MALANG
Tarapraing, Hardiwan;
Suraji, Aji;
Cakrawala, Muhammad
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6954
Penelian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan penyediaan parkir yang terdapat pada Ruas Jalan Nasional Di Pasar Lawang Malang dengan menggunakan acuan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Terdapat 48 petak dengan SRP 2,5 m x 5 m yang dipakai secara kombinasi oleh kendaraan ringan maupun sepeda motor, cukup padat pada hari – hari tertentu menyebabkan jalan tersebut mengalami kemacetan. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey selama 3 hari pengamatan yaitu Hari Sabtu 27 April 2024, Minggu 28 April 2018 dan Senin 29 April 2024 yang berupa data geometrik jalan dan data parkir kendaraan). Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari geogle seperti jumlah penduduk dan denah atau peta lokasi. Parkir di tepi jalan pada ruas jalan nasional di pasar lawang malang meiliki karakteristik yaitu Durasi parkir tertinggi yaitu 15 menit, Akumulasi dan Volume parkir tertinggi pada hari mingg, Indeks parkir tertinggi pada hari minggu yaitu 83,8% da Parking turn over yaitu 2,4 kendaraan. Selain itu rata – rata kapasitas parkir selama 3hari pengamatan yaitu sebesar 8.510 kendaraan. Untuk penyediaan parkir tertinggi pada hari minggu sebesar 10,78 kendaraan.
KAJIAN TARIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE BESAR KEUNTUNGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI JALAN BEBAS HAMBATAN BEKASI – CAWANG – KAMPUNG MELAYU
Indrawati, Astri;
Suraji, Aji;
Irawan, Dafid
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2022): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/bouwplank.v2i1.232
Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di Kota Bekasi cukup tinggi sehingga aktivitas dan pergerakan warga semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi maka berdampak pada peningkatan pergerakan dan angka lalu lintas harian, bahkan kemacetan tidak bisa dihindari di Kota Bekasi khususnya di ruas Bekasi – Cawang – Kampung Melayu yang merupakan penghubung antar Kota Bekasi di Provinsi Jawa Barat dan Kampung Melayu Kota Jakarta Timur. Pembangunan Jalan Tol Becakayu merupakan salah satu solusi mengatasi kemacetan yang terjadi di area penghubung antar daerah tersebut. Melalui kegiatan observasi awal yang dilakukan di jalan tol Becakayu, didapatkan data bahwa sejak dioperasikannya selama 5 bulan, realisasi volume lalu lintas harian berada pada kisaran 9.000-11.000 kendaraan per hari. Sedangkan estimasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada awal pengoperasiannya direncanakan sebesar 29.800 kendaraan. Artinya angka tersebut hanya berkisar 30% dari estimasi awal yang terdapat dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya minat penguna jalan tol, karena tarif tol yang berlaku dianggap terlalu tinggi. Maka diperlukan adanya penyesuaian tarif tol yang ideal untuk meningkatkan kembali minat pengguna jalan tol. Sehingga realisasi volume lalu lintas harian (LHR) sesuai dengan estimasi awal dalam PPJT. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Ruas Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu. Dengan pendekatan nilai BKBOK dimana tarif tol maksimal adalah 70% dari nilai Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Maka didapatkan besaran tarif tol Becakayu seksi IB dan IC untuk Golongan I sebesar Rp 5.620,-/kendaraan atau turun 60% dari tarif awal yang berlaku. Golongan II sebesar Rp 7.111,-/kendaraan turun 66% dari tarif awal yang berlaku. Golongan III sebesar Rp 14.432,-/kendaraan turun 48% dari tarif awal yang berlaku. Golongan IV sebesar Rp 15.965,-/kendaraan turun 54% dari tarif awal yang berlaku. Golongan V sebesar Rp 18.656,-/kendaraan turun 56% dari tarif awal yang berlaku. Maka perlu adanya penyesuaian tarif yang berlaku. Sehingga dapat meningkatkan minat pengguna jalan tol, dan mengurangi resiko kemacetan lalu lintas di jalan bukan jalan bebas hambatan atau non-tol.
Percepatan Waktu dan Biaya Bangunan Gedung dengan Menggunakan Metode Time Cost Trade Off (TCTO)
Mardiana, Sela;
Irawan, Dafid;
Cakrawala, Muhammad;
Suraji, Aji
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/bouwplank.v2i2.238
Suatu proyek dikatakan berhasil apabila dalam mencapai mutu, biaya dan waktu dalam penyelesaian proyek. Namun kondisi dilapangan tidak dapat diprediksi sehingga bisa menimbulkan keterlambatan. Karena itu untuk mengurangi keterlambatan bisa dilakukan percepatan dengan menggunakan metode time cost trade off. Metode ini bisa dilakukan dengan banyak cara guna mencari percepatan dan biaya optimum. Schedule menggunakan microsoft project 2016 yang kemudian dilakukan identifikasi pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Jalur kritis ini yang akan dilakukan percepatan sehingga menghasilkan durasi yang lebih singkat. Percepatan ini dilakukan dengan penambahan jam kerja (lembur). Setelah dilakukan analisa pada penambahan jam kerja 1 jam proyek dapat diselesaikan dengan durasi 84 hari dan total biaya Rp.2.744.929.563. Pada penambahan jam kerja 2 jam durasi menjadi 79 hari da total biaya menjadi Rp. 2.771.984.255. Pada penambahan jam kerja 3 dan 4 jam menghasilkan durasi 75 hari dan biaya untuk penambahan jam kerja 3 jam sebesar Rp. 2.788.400.122. Sedangkan pada penambahan jam kerja 4 jam biaya menjadi Rp. 2.822.954.502. Untuk perbandingan biaya terhadap denda dan suku bunga bank maka pada penambahan jam kerja 1 jam paling rendah ketika percepatan dengan biaya Rp. 11.219.563 dan pada penambahan jam kerja selanjutnya biaya paling rendah pada suku bunga bank sebesar Rp. 17.085.688.
KAJIAN PERBANDINGAN DAYA REDAM SUARA DAN PANAS PADA MATERIAL DINDING BATAKO, BATU BATA DAN BATA RINGAN
Regina Beribi Kedang, Maria;
Halim, Abdul;
Suraji, Aji
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/bouwplank.v2i2.241
Seseorang akan merasa nyaman dalam hunian ketika mereka merasa puas dengan lingkungan termal dan tingkat kebisingan yang rendah pada lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan 3 buah sampel uji berbentuk kubus kubus dengan ukuran 1 m3 masing-masing terbuat dari batako, batu bata dan bata ringan. Pengujian daya redam panas menggunakan alat termometer infra merah sebanyak 3 kali percobaan pada pukul 10.00, 12.00 dan 14.00. Pengujian daya redam suara menggunakan alat sound level meter yang akan dilakukan pengujian pada jarak 2 meter, 4 meter, 6 meter pada pukul 08.00, 14.00 dan 19.00. Setelah hasil penelitian di dapat maka akan dilakukan uji statistik menggunakan uji kruskall wallis. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah bata ringan mampu meredam suara dan panas paling baik, selanjutnya batu bata dan yang paling buruk daya redam suara dari ketiga sampel adalah batako. Semakin tinggi nilai Q konduksi maka semakin buruk daya redam panasnya, sebaliknya semakin rendah nilai Q konduksi makan semakin baik daya redam panasnya.
ANALISIS GRANULOMETRI PENAMBAHAN TANAH LEMPUNG EKSPANSIF AMPELGADING TERHADAP POTENSI LIKUIFAKSI TANAH PASIR DELTA BRANTAS
I. W. Gasa, Yulius;
Tugas Sudjianto, Agus;
Suraji, Aji
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 1 (2024): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/bouwplank.v4i1.275
Secara umum fenomena likuefaksi terjadi pada tanah pasir jenuh air (Sr=100%) dalam kondisi undrained dan ada beban gempa yang bekerja. Likuefaksi ini dapat menyebabkan kerusakan dan keruntuhan pada struktur bangunan. Salah satu lokasi yang mempunyai potensi likuefaksi adalah tanah pasir Delta Brantas Sidoarjo. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tanah lempung ekspansif terhadap likuefaksi tanah pasir Delta Brantas dan berapa persentase yang optimum dari penambahan lempung ekspansif terhadap potensi likuefaksi tanah pasir Delta Brantas. Metode pengambilan data dengan cara sampel tanah pasir diambil dari Sungai Delta Brantas daerah Tlocor Sidoarjo dan tanah lempung ekspansif diambil dari Ampelgading Kabupaten Malang. Tanah campuran ini terdiri dari pasir Delta Brantas dengan kadar 95% ,90%, 85% dan 80% dengan tanah lempung ekspansif Ampelgading 5%, 10%, 15% dan 20%. Pengujian dilakukan dengan gradasi butiran pada tanah campuran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granulometri adalah tanah campuran 85% pasir Delta Brantas dengan tambahan 15% tanah lempung ekspansif Ampelgading. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa granulometri tanah campuran berada di luar granulometri tanah pasir Jepang yang mengalami likuefaksi. Granulometri tanah campuran yang paling optimum adalah sebesar 12%.
KAJIAN POTENSI PENGGUNA JALAN BEBAS HAMBATAN MALANG – KEPANJEN DAN DAMPAK PENGOPERASIAN TERHADAP JALAN EKSISTING
Yunitasari;
Suraji, Aji;
Halim, Abdul
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 3 No 1 (2023): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/bouwplank.v3i1.436
Lalu lintas pada ruas jalan perkotaan Malang merupakan lalu lintas menerus dari/menuju Surabaya dan wilayah di sisi selatan Malang Raya. Selain itu lalu lintas menerus pada jalan nasional di Kota Malang juga bercampur dengan pergerakan lokal Kota Malang yang mengakibatkan penurunan kinerja jalan. Dengan adanya jalan bebas hambatan diharapkan dapat memisahkan lalu lintas menerus antar kota yang melalui perkotaan sehingga dapat meningkatkan kinerja ruas jalan perkotaan. Analisis potensi pengguna bebas hambatan dilakukan dengan metode diversi berbasis waktu tempuh. Data yang digunakan adalah data volume lalu lintas dan data kecepatan atau waktu tempuh. Sedangkan data sekunder yang digunakan yaitu data asal tujuan dan data tingkat pertumbuhan yang didapat dari BPS Kabupaten Malang Dalam Angka. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan Bts. Kota Malang – Turen termasuk dalam kategori C dengan derajat kejenuhan 67%, sedangkan ruas jalan Bts. Kota Malang – Kepanjen termasuk dalam kategori F dengan derajat kejenuhan 103%. Dari hasil analisis kurva diversi didapatkan jumlah volume lalu lintas yang terdiversi pada segmen Sawojajar - Kendalpayak sebesar 47% atau 3.176 kendaraan per hari. Sedangkan pada segmen Kendalpayak – Kepanjen sebesar 35% atau 5.018 kendaraan per hari. Dampak dari adanya jalan bebas hambatan yaitu dapat mengalihkan arus pada jalan perkotaan dan mengurangi kemacetan pada ruas jalan eksisting. Tingkat pelayanan pada ruas jalan Bts. Kota Malang – Turen di tahun 2023 mengalami peningkatan dengan ditunjukkan nilai derajat kejenuhan dari 84% menjadi 72%, sedangkan pada ruas Bts. Kota Malang – Kepanjen juga mengalami peningkatan dengan nilai derajat kejenuhan dari 130% menjadi 108%.
PENERAPAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN DI KABUPATEN JEMBER
Hani Ayuningtyas, Firda;
Irawan, Dafid;
Suraji, Aji;
Tugas Sudjianto, Agus
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 3 No 1 (2023): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31328/bouwplank.v3i1.439
Proyek konstruksi semakin berkembang pesat seiring bertambahnya waktu. Setiap proyek memiliki karakteristik dan persyaratan khusus di setiap tahap pelaksanaan proyek guna untuk membedakan proyek yang satu dengan proyek lainnya. Peran owner, konsultan dan kontraktor sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek untuk mencapai hasil yang maksimal. Proses pengendalian biaya dan waktu merupakan faktor penting untuk keberhasilan dan efisiensi pengerjaan proyek. Pada penelitian ini mengambil Metode Earned value dengan metode pengambilan data studi dokumen dimana jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai SPI dari minggu 1 – minggu 11 adalah 0,59, pada minggu 12 – 20 nilai SPI adalah 2,97. Nilai CPI dari minggu 1 – minggu 27 adalah 0,90 yang berarti bahwa biaya lebih boros. Estimated At Completion (EAC) menggunakan Metode Earned value sebesar Rp 20.298.475.550,24 dengan proyeksi kerugian sebesar Rp 8.759.432.242,03. Estimated All Schedule (EAS) menggunakan metode earned value sebesar 176 hari.