Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Community-Based Health Screening and Education for the Elderly in Nagari Batagak: Strengthening Healthy Aging and Disaster Preparedness in Support of the SDGs Sukma, Muthia; Mardiah, Ainil; Fithria, Rahmi; Rahmi, Afriyeni Sri; Susanti, Rika
Global Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i1.173

Abstract

In rural areas of Indonesia, such as Nagari Batagak, West Sumatra, limited access to health services emphasizes the need for promotive and preventive interventions. The program aims to increase awareness of regular health check-ups and the prevention of degenerative diseases. The program method was implemented on June 16, 2025, involving 35 elderly people aged 60–80 years in Jorong Sawah Liek, Nagari Batagak, Agam Regency, West Sumatra. Activities included basic health checks (blood pressure, blood sugar, Body Mass Index, mid-upper arm circumference), nutritional screening (MNA), sarcopenia screening (SARC-F and handgrip strength), and cognitive screening (MMSE). Health education was provided on healthy aging, nutrition, rational drug use, and sarcopenia prevention. Data analysis was conducted using frequency distribution, univariate, and bivariate analyses. The results showed that the majority of participants were aged 60–70 years (71.4%) and female (82.9%). Obesity was not significantly associated with blood pressure, blood sugar, cholesterol, or uric acid levels. However, older adults without obesity remain at risk for hypertension, diabetes, hypercholesterolemia, and hyperuricemia. Handgrip strength testing showed that 56% of participants experienced muscle weakness, with a slightly higher prevalence in men (60%) than in women (55%). These findings indicate a high risk of sarcopenia, which increases susceptibility to mobility limitations and the risk of falls. Therefore, community-based health screening and education are important regardless of obesity status.
Gambaran Kematian di RSUP Dr M Djamil Padang Rahmadiyani, Rahmadiyani; Susanti, Rika; Putri, Biomechy Oktomalio; Manela, Citra; Lestari, Tuti; Rustini, Rini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14854

Abstract

ABSTRACT The definition of death is stated in the Law of the Republic of Indonesia, this law explains the diagnostic criteria for clinical death and brain stem death. In forensic medicine, we study death, changes after death, and what is behind these changes. Forensic and Medicolegal Department of RSUP Dr. M. Djamil has a body register book which contains data on the deaths of incoming bodies containing name, gender, age, registration number, diagnosis, actions taken and so on. However, there has been no research regarding the alleged cause and manner of death at Dr. M. Djamil Padang. The aim of this study was to determine the description of deaths at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2018-2022. This research is a descriptive study which takes data from the body register book which is entered into the Forensic and Medicolegal Department of RSUP Dr. M. Djamil Padang 2018-2022. The number of bodies entered into the Forensic and Medicolegal Department of RSUP Dr. M. Djamil Padang from 2018 to 2022 is 16,765 bodies. Every year more than 50% of deaths occur in men with the largest age group being the late elderly at 24.2%-25.6% per year and 46.1%-53.1% per year of deaths from West Sumatra outside Padang. The largest group of causes of death based on ICD-10 is the group of symptoms, signs and other disorders at 33%-45% per year with the most frequent diagnoses being septic shock and MODS. Deaths occurring outside hospitals are less than 2% per year. The percentage of unnatural deaths is below 7% per year, of which as many as 40.5%-78.1% per year are not examined because of refusal from the family. Description of death at RSUP Dr. M. Djamil Padang is relatively same every year. Keywords: Forensics, Cause of Death, Description of Death  ABSTRAK Definisi kematian tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia, yang menjelaskan tentang kriteria diagnosis mati klinis dan mati batang otak. Dalam kedokteran forensik dipelajari tentang kematian, perubahan setelah kematian, dan apa yang melatarbelakangi perubahan tersebut. Departemen Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. M. Djamil memiliki buku register jenazah yang berisi data kematian jenazah yang masuk berisi nama, jenis kelamin, usia, nomor registrasi, diagnosis, tindakan yang dilakukan dan sebagainya. Namun, belum ada penelitian terkait dugaan sebab dan cara kematian di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kematian di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2018-2022. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dimana mengambil data dari buku register jenazah yang masuk ke Departemen Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2022. Jumlah jenazah yang masuk ke Departemen Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018 hingga 2022 adalah 16.765 jenazah. Setiap tahunnya lebih dari 50% kematian pada laki-laki dengan kelompok usia terbanyak masa lansia akhir sebesar 24,2%-25,6% pertahun dan 46,1%-53,1% pertahun jenazah dari Sumatera Barat diluar Padang. Kelompok penyebab kematian berdasarkan ICD-10 yang terbanyak adalah kelompok gejala, tanda, dan kelainan lainnya sebesar 33%-45% pertahun dengan diagnosis terbanyak syok sepsis dan MODS. Kematian yang terjadi diluar rumah sakit kurang dari 2% pertahun. Persentase mati tidak wajar berada dibawah 7% pertahun, dimana sebanyak 40,5%-78,1% pertahun tidak dilakukan pemeriksaan karena penolakan dari pihak keluarga. Gambaran kematian di RSUP Dr. M. Djamil Padang relatif sama setiap tahunnya. Kata Kunci: Forensik, Penyebab Kematian, Gambaran Kematian
Gambaran Format dan Kelengkapan Pengisian Sertifikat Kematian di Rumah Sakit : Sebuah Tinjauan Pustaka Marwin, Fikri Alhafizd; Susanti, Rika; Fortuna, Fory; Windasari, Noverika; Rustam, Rony; Hasmiwati, Hasmiwati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14520

Abstract

ABSTRACT Medical Certificate Cause of Death (MCCD) or death certificate is a letter made by the hospital and filled out by the doctor in charge to explain that someone has died. The standard format and instructions for filling out death certificates in Indonesia are issued by the Research and Development Agency of the Ministry of Health, Republic of Indonesia. In practice, several hospitals in Indonesia produce death certificates that do not comply with the standard format and do not follow the instructions for filling out the information issued by the Research and Development Agency of the Ministry of Health, Republic of Indonesia, so that death certificates are often filled out incompletely. This literature review aims to determine the suitability of the format and completeness of filling out a death certificate as well as the factors causing discrepancies and incomplete filling. This research takes the form of a literature review using provider databases, such as Google Scholar and nationally accredited journal sites with the keywords "Medical Cause of Death Certificate (MCCD)", "Death Certificate", and "Death Certificate (SKK)". The results showed that a total of 4 articles were related to the format of death certificates and 8 articles were related to the completeness of filling out death certificates from 2013-2023. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that the format of death certificates issued by hospitals in Indonesia still does not follow the standard format of the Research and Development Agency of the Indonesian Ministry of Health. Overall, the completeness of filling out death certificates in several hospitals in Indonesia is still low. Factors causing format discrepancies are the hospital's ignorance of the standard format and the hospital's failure to evaluate and change the death certificate format. Factors causing incomplete filling in are the absence of guidelines for filling out, the absence of regulations and SOPs for filling out death certificates, lack of attention, and quantitative analysis that has not been optimal. Keywords: Medical Certificate Cause of Death, Death Certificate,  Completeness of Filling  ABSTRAK Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK) atau sertifikat kematian adalah surat yang dibuat oleh rumah sakit serta diisi oleh dokter penanggung jawab untuk menerangkan bahwa seseorang telah meninggal. Format baku dan petunjuk pengisian sertifikat kematian di Indonesia dikeluarkan oleh Badan Litbangkes Kemenkes Republik Indonesia. Dalam penerapannya, beberapa rumah sakit di Indonesia membuat sertifikat kematian yang tidak sesuai dengan format baku dan tidak mengikuti petunjuk pengisian yang telah dikeluarkan oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI sehingga sering didapatkan pengisian sertifikat kematian yang tidak lengkap. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian format dan kelengkapan pengisian sertifikat kematian serta faktor penyebab ketidaksesuaian dan ketidaklengkapan pengisian. Penelitian ini berupa tinjauan pustaka menggunakan database penyedia, seperti google scholar dan situs jurnal terakreditasi nasional dengan kata kunci “Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK)”, “Sertifikat Kematian”, dan “Surat Keterangan Kematian (SKK)”. Hasil didapatkan total 4 artikel terkait dengan format sertifikat kematian dan 8 artikel terkait dengan kelengkapan pengisian sertifikat kematian dari rentang tahun 2013-2023. Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa format dari sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh rumah sakit di Indonesia masih banyak yang belum mengkuti format baku  dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. Secara keseluruhan, kelengkapan pengisian sertifikat kematian pada beberapa rumah sakit di Indonesia masih rendah. Faktor penyebab ketidaksesuain format adalah ketidaktahuan pihak rumah sakit terhadap format baku serta pihak rumah sakit yang tidak melakukan evaluasi dan perubahan dari format sertifikat kematian. Faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian adalah tidak adanya pedoman pengisian, tidak adanya peraturan dan SOP pengisian sertifikat kematian, kurangnya perhatian, dan analisis kuantitatif yang belum optimal. Kata Kunci: Sertifikat Medis Penyebab Kematian, Sertifikat Kematian, Kelengkapan Pengisian
Uji Kesesuaian Pesawat Fluoroskopi Intervensional merek Philips Allura FC menggunakan Detektor Unfors Raysafe X2 di Rumah Sakit Universitas Andalas Susanti, Rika; Milvita, Dian; Sandy, Kri Yudi Pati
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.3.232-239.2017

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pesawat fluoroskopi intervensional merek Philips Allura FC menggunakan detektor unfors raysafe x2 di instalasi radiologi rumah sakit Universitas Andalas. Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya uji kualitas citra, uji kolimasi, uji akurasi tegangan, uji kualitas berkas sinar-X, uji laju dosis tipikal pasien, uji kebocoran tabung sinar-X dan uji laju dosis input image intensifier. Hasil yang didapatkan yaitu untuk uji kualitas citra ≥ 1,6 lp/mm; uji kolimasi : (1) uji kesesuaian selisih lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X sebesar 0,077% dan 0,25%, (2) uji kesesuaian lapangan berkas sinar-X dengan image intensifier sebesar 0,797% dan 0,503%, (3) uji kesesuaian titik pusat image intensifier dengan monitor sebesar 0,173%; uji akurasi tegangan dengan % error sebesar 4,02%; uji kualitas berkas sinar-X sebesar 5,14 mmAl pada tegangan 80 kVp; uji dosis tipikal pasien sebesar 6,81 mGy/menit dan 11,87 mGy/menit; uji kebocoran tabung sinar-X sebesar 0,159 mG/jam dan uji laju dosis input image intensifier sebesar 69,54 μGy/menit dan 45,84 μGy/menit. Hasil uji dibandingkan dengan nilai lolos uji yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011. Hasil yang diperoleh yaitu pesawat fluoroskopi intervensional merek Philips Allura FC dalam kondisi andal.Kata kunci : Uji Kesesuaian, Fluoroskopi Intervensional, Unfors Raysafe X2
Pengaruh Efikasi Diri terhadap Perilaku Menyontek Siswa Sekolah Dasar selama Pembelajaran Daring Anitasari, Anitasari; Pandansari, Olivia; Susanti, Rika; Kurniawati, Kurniawati; Aziz, Abdul
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.37661

Abstract

Rendahnya efikasi diri pada siswa dapat mendorong terjadinya perilaku tidak terpuji seperti perilaku menyontek. Sedangkan efikasi diri yang tinggi memungkinkan siswa menjadi pribadi yang mampu menyelesaikan semua tugas sekolah dengan usaha dan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap perilaku menyontek siswa sekolah dasar selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis ex-post facto. Populasi pada penelitian ini ialah siswa SD Negeri Talkondo Poncosari, Srandakan, Bantul kelas IV, V, dan VI. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi dengan jumlah 45 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala efikasi diri dan skala perilaku menyontek. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa efikasi diri berpengaruh negatif terhadap perilaku menyontek siswa. Dalam penelitian ini, efikasi diri memberikan pengaruh sebesar 23,9% terhadap perilaku menyontek siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, guru dan orang tua perlu melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya perilaku menyontek, khususnya saat pembelajaran daring seperti saat ini. The Effect of Self-Efficacy towards Cheating Behavior of Elementary School Student during Online LearningLow self-efficacy in students can encourage the occurrence of disgraceful behavior such as cheating behavior. While high self-efficacy enables students to become persons who can complete all of the school assignments with their efforts and abilities that they have. The purpose of this research is to find out the effect of self-efficacy on the cheating behavior of elementary school students during online learning. This research uses a quantitative research approach with a type of ex-post-facto. The population in this research are students of Talkondo Poncosari State Elementary School  Srandakan, Bantul in IV, V, and VI grades. This research implicates the entire population with a total of 45 students. Data are collected by using the scale of self-efficacy and the scale of cheating behavior. Furthermore, the data are analyzed by using simple regression analysis with the help of SPSS 24.0. The result of the research shows that self-efficacy has a negative effect on students' cheating behavior. In this research, self-efficacy provides an effect of 23.9% towards students' cheating behavior, while the remainder is affected by other factors. Based on the result of the research, teachers and parents need to make various efforts to minimize the occurrence of cheating behavior, particularly during online learning as of today.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DALAM PERAWATAN TALI PUSATTERHADAPLAMANYA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYIBARU LAHIR DI DESA WIRALAGA KECAMATAN MESUJIKABUPATEN MESUJI TAHUN 2024 Lutpiliyah, Pilda; Riyani, Riyani; Nursafitri, Intan; Wulandari, Indah Fitri; Susanti, Rika; Qurniasih, Nila; Sari, Desi Kumala; Mayasari, Ade Tyas
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2920

Abstract

ABSTRAK Kejadian sepsis kurang dari 1% dari bayi baru lahir, namun menyumbangkan sampai 30% kematian dalam  beberapa minggu pertama kehidupan, penyebab terjadinya sepsis adalah kurangnya pengetahuan ibu dalam perawatan tali pusat yang tidak baik. Berdasarkan prasurvei yang dilakukan melalui wawancara terhadap 10 ibu di desa Wiralaga Kabupaten diperoleh sebanyak 4 orang (40,0%) yang berpengetahuan kurang, 3 orang (30,0%) berpengetahuan cukup, dan 3 orang (30,0%) berpengetahuan baik tentang perawatan tali pusat.  Sebanyak 6 orang (60,0%) ibu yang melakukan perawatan tali pusat menggunakan ramuan herbal seperti kunyit dengan bantuan dukun. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu dalam perawatan tali pusat  terhadap lamanya pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir  di desa Wiralaga Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji Tahun 2024.Jenis penelitian kuantitatif rancangan analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan ibu yang memiliki bayi berusia 8 hari sebanyak 20 dan sampel pada penelitian ini sebanyak 20 sampel.Teknik sampling yang digunakan adalah totalsampling. Data diambil melalui kuesioner untuk pengetahuan dan data pelapasan tali pusat menggunakan wawancara.Hasil penelitian diperoleh mayoritaspengetahuan responden baik sebanyak 11 responden (55,0%), lamanya pelepasan tali pusat selama ? 6 hari atau cepat sebanyak 14 responden (70.0%) dan Analisis bivariat menggunakan spearman rho dengan nilai (P Value 0,023<0,05), artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan lamanya pelepasan tali pusat di desa Wiralaga Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji.Saran bidan desa dan Puskesmas Wiralaga agar dapat memberikan penyuluhan di Posyandu pada kelas ibu untuk mensosialisasikan cara perawatan tali pusat pada bayi baru lahir secara aman.Kata Kunci      : Pengetahuan, Perawatan, Pelepasan,  Tali Pusat
Community-Based Health Screening and Education for the Elderly in Nagari Batagak: Strengthening Healthy Aging and Disaster Preparedness in Support of the SDGs Sukma, Muthia; Mardiah, Ainil; Fithria, Rahmi; Rahmi, Afriyeni Sri; Susanti, Rika
Global Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i1.173

Abstract

In rural areas of Indonesia, such as Nagari Batagak, West Sumatra, limited access to health services emphasizes the need for promotive and preventive interventions. The program aims to increase awareness of regular health check-ups and the prevention of degenerative diseases. The program method was implemented on June 16, 2025, involving 35 elderly people aged 60–80 years in Jorong Sawah Liek, Nagari Batagak, Agam Regency, West Sumatra. Activities included basic health checks (blood pressure, blood sugar, Body Mass Index, mid-upper arm circumference), nutritional screening (MNA), sarcopenia screening (SARC-F and handgrip strength), and cognitive screening (MMSE). Health education was provided on healthy aging, nutrition, rational drug use, and sarcopenia prevention. Data analysis was conducted using frequency distribution, univariate, and bivariate analyses. The results showed that the majority of participants were aged 60–70 years (71.4%) and female (82.9%). Obesity was not significantly associated with blood pressure, blood sugar, cholesterol, or uric acid levels. However, older adults without obesity remain at risk for hypertension, diabetes, hypercholesterolemia, and hyperuricemia. Handgrip strength testing showed that 56% of participants experienced muscle weakness, with a slightly higher prevalence in men (60%) than in women (55%). These findings indicate a high risk of sarcopenia, which increases susceptibility to mobility limitations and the risk of falls. Therefore, community-based health screening and education are important regardless of obesity status.
RAGAM BUDAYA MELAYU DALAM IMPLEMENTASI NILAI–NILAI SONGKET DAN TANJAK DI TK/KB CEMPAKA DESA KOTO SENTAJO: PKM Tematik ulfa, Haliza; Susanti, Rika; Candra, Candra; Nahwiyah, Sopiatun; Murwindra, Rosa
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3126

Abstract

Salah satu kabupaten yang ada di provinsi Riau adalah Kabupaten Kuantan Singingi. Riau adalah provinsi yang memiliki banyak kebudayaan melayu. Salah satu kebudayaan melayu yang ada di Riau adalah penggunaan kain songket dan tanjak. Pelestarian dan penggunaan kain songket dan tanjak ini masih di jaga oleh masyarakat kabupaten kuantan singingi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kain songket dan tanjak yang masih digunakan oleh kaum laki – laki terkhususnya toko adat Kabupaten Kuantan Singingi pada acara besar seperti pembukaan pacu jalur yang bisanya diselenggarakan pada bulan Agustus. Motif songket sendiri sudah dijadikan icon kuantan singingi. Tak hanya kaum laki – laki saja yang bisa menggunakan kain songket dengan berbagai motif yang begitu banyak. Kaum ibu atau wanita pun juga telah bisa menggunakaan pakain yang bermotif seperti kain songket ini, yaitu baju dengan motif takuluak barembai yang merupakan motif yang saat ini dijadikan icon kuantan singingi. Untuk tetap menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang masih ada di kuantan singingi, mahasiswa KKN Tematik Universitas Islam Kuantan Singingi berupaya memperkenalkan budaya melayu songket dan tanjak beserta nilai – nilai budaya melayu yang ada kepada anak usia dini yakninya peserta didik KB/TK Cempaka Desa Koto Sentajo. Hal ini diharapkan agar generasi penerus mampu menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang ada di kabupaten kuantan singingi dengan seiring berkembang dan maju nya zaman di suatu masa kelak. Kata kunci: Nilai – nilai budaya melayu, Kain songket, Tanjak.