Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk Penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa Di Sanggar Rafflesia Pada Acara HUT Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong Ulan Dari, Fitri; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29897

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk Penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa di Sanggar Rafflesia Pada Acara HUT Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode deksriptif. Instrumen kunci penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis, pedoman wawancara, kamera dan foto. Data penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah- langkah menganalisis data adalah redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa di Sanggar Rafflesia Pada Acara HUT Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong, merupakan salah satu tarian kreasi dan berfungsi sebagai hiburan. Maka disimpulkan bahwa penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa ini terdiri dari beberapa elemen- elemen pendukungnya diantaranya 1) gerak tari, 2) desain lantai, 3) desain musik, 4) penari, 5) rias dan busana, 6) properti dan 7) tempat pertunjukan. Gerak Tari Mbin Cupik Mai Bioa terdiri dari 7 ragam gerak tari, dengan desain lantai menggunakan garis lurus dan garis lengkung, musik pengiring menggunakan alat musik (doll, tassa boya, krilu rejang, kulintang, acordion, dan simbal), ditarikan 5 orang penari perempuan, kostum yang digunakan ( baju kurung dasar satin, celana aladin, ditambah kain,dan ikat pinggang), tata rias menggunakan rias cantik, aksesoris kepala seperti (sanggul, bendo bunga, kain jaring- jaring berwarna ungu dan emas), aksesoris lainya ( kalung segitiga baris, anting – anting), properti seperti (boneka bayi dan bendera kertas berwarna – warni), beserta persyaratanya seperti (baskom, uang logam, dan nampan berwarna emas yang berisi kelapa muda, gunting, parfum, dan bunga kembang), dan tempat pertunjukan pada tari Mbin Cupik Mai Bioa ini ditampilkan di luar ruangan dengan menggunakan panggung terbuka.
Nilai-Nilai Sosial Dalam Silek Moncak Pada Prosesi Adat Manjalang Niniak Mamak Di Kenagarian Koto Bangun Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota Melin, Melin; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeksripsikan nilai-nilai sosial dalam pertunjukan Silek Moncak yang ditampilkan pada prosesi adat Manjalang Niniak Mamak di Kenagarian Koto Bangun Kec. Kapur IX Kab. 50 Kota. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acara Manjalang Niniak Mamak di Nagari Koto Bangun Kec. Kapur IX Kab. 50 Kota merupakan acara yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dari dulu sampai sekarang. Acara Manjalang Niniak Mamak merupakan acara yang dilaksanakan setahun sekali yaitu 3 hari setelah hari Raya Idul Fitri dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Niniak Mamak dengan kamanakan. Silek Moncak bukan hanya merupakan seni bela diri tradisional Minangkabau, tetapi juga sebagai sarana edukasi sosial dan budaya. Terdapat nilai-nilai sosial seperti gotong royong, tanggung jawab, sopan santun, saling menghormati, musyawarah, dan keberanian yang tercermin dalam setiap gerakan dan struktur pertunjukan Silek Moncak. Hal ini menunjukkan bahwa Silek Moncak memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat dan memperkuat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat Nagari Koto Bangun
Faktor Penyebab Rendahnya Minat Siswa Dalam Mengikuti Ekstrakurikuler Tari Pasombahan di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ayu Nabila, Intan; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Faktor Penyebab Rendahnya Minat Siswa Terhadap Ekstrakurikuler tari Pasombahan di SMAN 2 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian yaitu siswa kelas X dan XI yang mengikuti kegiatan esktrakurikuler tari berjumlah 8 orang. Lokasi penelitian tepatnya di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota di Jalan Abdul Rahman Shaleh No. 55 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Instrument utama penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat pendukung seperti kamera dan alat tulis. Jenis data yang dilakukan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh dari studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu mengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor Penyebab Rendahnya Minat Siswa Terhadap Ekstrakurikuler tari Pasombahan di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota ada 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang ada pada diri siswa, yaitu bagaimana sikap dan bakat dalam kegiatan ekstrakurikuler tari pasombahan. Kemudian faktor eksternal yaitu faktor guru pelatih, sarana dan prasarana.
Efektivitas Penggunaan Media Gambar Dan Video Terhadap Hasil Belajar Seni Tari Di SMP Negeri 1 Batang Kapas Vesilina Vesilina; Susmiarti Susmiarti
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 1 No. 2 (2024): Maret : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/abstrak.v1i2.85

Abstract

This study aims to identify and describe differences in the achievement of Dance learning among students at SMP Negeri 1 Batang Kapas, especially in the material of traditional Indonesian dance movements. This research uses a quantitative approach with Quasi-experiment method. The main instruments used to collect data were pretest and posttest. In this study, the population consisted of 174 students, with a sample consisting of class VII 3 as an experimental class that received treatment, and class VII 5 as a control class without treatment. The results of hypothesis testing showed that the use of images and video media had a significant impact on students' learning outcomes. With a significance level of 0.05, the calculated t value is -23.31, while the t table value is 1.669. Because t count is smaller than t table, it can be concluded that picture and video media are effective in improving students' learning outcomes.
Pelaksanaan Pembelajaran Seni Tari pada Kurikulum Merdeka Belajar di SMA Negeri 2 Bayang Rena Petmita; Susmiarti Susmiarti
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 1 No. 4 (2024): Juli : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/abstrak.v1i4.239

Abstract

This study aims to find out and describe the Implementation of Dance Art Learning in the Independent Curriculum in Class X.E4 SMA Negeri 2 Bayang. The type of research used in this study is qualitative research with a descriptive approach. The research instrument is the researcher himself and assisted by other instruments such as stationery and mobile phones. Data collection techniques include observation, interviews, literature studies and documentation. The steps in analyzing data are data collection, data reduction, classifying and concluding data. The results of the study show that the implementation of dance learning in the independent curriculum at SMA Negeri 2 Bayang has not been carried out properly, where there are several things in its implementation that are not in accordance with the teaching module so that the implementation is less effective. In terms of the learning methods used, teachers have used methods that are in accordance with the material. However, when teachers carry out training with material on functions, meanings and symbols through a variety of local dance movements, teachers have not used media in learning, such as the use of audiovisual media that can affect student learning outcomes.
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMA Negeri 1 Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Vhasya Amanda Putri; Susmiarti Susmiarti
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 1 No. 5 (2024): September : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/abstrak.v1i5.269

Abstract

This study aims to find out the Implementation of Dance Arts Extracurricular at SMA Negeri 1 Mandau, Bengkalis Regency, Riau Province. This type of research is qualitative research with the method used, namely descriptive. The research instrument is the researcher himself and is assisted by supporting instruments such as stationery and cameras. Data were collected through literature studies, observations, interviews and documentation. The steps to analyze the data are data collection, data reduction, data display and conclusion drawn. The results of the study show that the Dance Arts Extracurricular Planning at SMA Negeri 1 Mandau has been well coordinated according to the program made by the Supervisor starting from the schedule, time and objectives of the program. The implementation of Dance Arts Extracurricular at SMA Negeri 1 Mandau is held 8 times, namely 2 times a week on Fridays and Saturdays. The implementation of Dance Arts Extracurricular at SMA Negeri 1 Mandau can run well and try its best in carrying out dance extracurricular arts according to the schedule, but there are inadequate facilities and some students are not disciplined. This obstacle can certainly be an obstacle in the implementation of dance extracurriculars, but this problem can still be overcome. In addition, the motivation provided by the teacher can encourage the enthusiasm and enthusiasm of students in every meeting.
Development of Body Movement Skills Using Illustrative Music as a Stimulus in Dance Learning Rosalina, Venny; Susmiarti, Susmiarti; Ferdian, Robby
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2023): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v7i2.52344

Abstract

This research explores the use of illustrative music as a stimulus for skill development in the field of body movement within the Dance Education program at Padang State University (UNP). Illustrative music aids in motivation, rhythm regulation, concentration, emotional expression, memory, creativity, body mobility, and flexibility in the dance body movement courses. The research employs a qualitative methodology involving interviews, observations, and document analysis to investigate the impact of illustrative music. The findings of the study indicate that the use of illustrative music, such as Minangkabau ethnic music and classical music, during dance body movement exercises provides a positive boost to skill development, emotional expression, and movement comprehension within the art of dance. Through this approach, the Dance Education program at UNP creates a deep, holistic learning environment for body movement in the art of dance.
The Existence of Rumah Gadang in Kuok Village West Bangkinang District Kampar Regency Dhari, Belirda Wulan; Ermansyah, Ermansyah; Susmiarti, Susmiarti
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2023): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v7i2.52439

Abstract

Rumah Gadang as a characteristic of the Minangkabau ethnic group within the government of Povinsi Riau. Nowadays Rumah Gadang in Kuok regency of Kampar regency is abandoned by its owner and neglected to make its condition worrisome. Cultural place of residence, RumahGadang is a place of cultural social activities of Ethnic Minang in Kanagarian Kuok Kampar regency. In fact, Rumah Gadang is no longer functioned by the Kuok community in its role in Minangkabau adat. This paper highlights the existence of the current Gadang House in the socio-cultural life of the Kuok people. This research was conducted with qualitative research approach, with descriptive method. The data were collected by observation, interview, documentation and through bibliography. The research instrument is the researcher himself as a key instrument. From the results of research and data analysis that the existence of the Rumah Gadang (Lontiok House) is not fully intact, even some of it has been damaged and lost because in addition to changing times that are constantly changing, the condition of the area that is not supportive, and also because of the mobile community. Thus the status of Riau Province, especially Kampar Regency which was formerly a part of Minangkabau (West Sumatera) is not the influence of cultural objects (Rumah Lontiok) abandoned, changed, but because of socio-cultural change factors consisting of internal factors including factors family, economy, condition of building materials, new innovations, especially in the building system of the house
Pengembangan Gerak Tari Buai – Buai Di Sasaran Singo Barantai Kelurahan Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji Kota Padang Amanda Putri, Fanny; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pengembangan Gerak Tari Buai-Buai di Sasaran Singo Barantai Kelurahan Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis, handphone dan kamera. Data dikumpulkan melalui obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan yang telah dilakukan atas bantuan Sasaran Singo Barantai telah menggembangkan tari Buai-Buai diantaranya dalam bentuk aspek gerak, musik, kostum, pola lantai, penari dan tempat pertunjukan. Pembinaan dan pelatihan telah mempengaruhi masyarakat setempat untuk mempelajari tari Buai-Buai sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Setelah adanya perkembangan tari Buai-Buai, masyarakat sadar akan menariknya suatu kesenian yang ada kelurahan lubuk lintah. Terlebih dikalangan Anak-anak remaja zaman sekarang semakin banyak yang tertarik untuk mempelajari tari Buai-Buai ini, sehingga anak-anak bisa mengenenal dan mengetahui kebudayaan tradisi yang ada di Minangkabau.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (TARI )KELAS VIII DI MTSN 3 KOTA PADANG Reza Kurnia Putri; Susmiarti
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 3 No. 2 (2025): June
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pe4fbc67

Abstract

This research aims to observe and describe the learning of Cultural Arts (dance) for class VIII.2 at MTs N 3 Kota Padang. This type of research is qualitative with a descriptive method. The research instrument is the researcher themselves, assisted by writing tools and a camera. Data was collected through literature review, observation, interviews, and documentation. The steps for analysing data are collecting data, identifying data, classifying data, describing data, and concluding data. The research results indicate that the implementation of Cultural Arts (dance) learning for Class VIII.2 at MTsN 3 Kota Padang is carried out in 3 stages, namely the planning stage, implementation, and evaluation. In terms of lesson planning, it has been prepared by the teacher in accordance with the independent curriculum, and the teacher has developed learning materials such as teaching modules and content tailored to the characteristics of the students. Planning also includes determining learning objectives, material to be taught, methods used, and assessment to be conducted. The implementation of dance art education takes place in three stages, namely the introductory, core, and closing activities. In this activity, the teacher still uses traditional methods such as lecturing, demonstrations, and direct practice that actively involve students. The learning environment is quite conducive although there are still some challenges, such as time limitations, media, and differences in students' abilities to absorb movement material. Evaluation is carried out continuously, covering summative and formative assessments. Teachers assess students' understanding of the dance material, students' attitudes during the learning process, and students' skills in practicing dance movements. Evaluation is done through observation, individual and group assignments, as well as dance performances as a form of practical examination.
Co-Authors Afifah Asriati Ajrina Rosada Harma Alif Multahul Risna Amanda Putri, Fanny Anggraini Anggraini Annisa A Alzain Annisa Maulitu Zahra Anugrah Prima Insani Apridilla Limadi Putri Ardipal Ardipal Aulia Fatmawati Ayu Nabila, Intan Belirda Wulan Dhari Citra Harseptiana Darmawati Darmawati Desfiarni Desfiarni Desi Lilianti Akhirta Dian Trisna Mustika Dike Septia Dolly Dini Noviza Eldira Fragus Shinta Ermansyah Ermansyah Ermansyah, Ermansyah Fani Putri Anggraini Fara Tiurma Andrina Ferdian, Robby Fransiska Wulandari Fuji Astuti Fuji Astuti Fuji Astuti Gusti Maharani Gustin Eliza Herlinda Mansyur Idawati Syarif Indrayuda Indrayuda Ingrit Despania Ingrit Despania Isbaniyah Syafitri P Islamia, Raudhatan Junita Wulandari, Zona Kasi Amanda Lafebri, Lukia Lhaxmi Nuari Lidia Triana Maryunis Lestari Megawati Megawati Melin, Melin Mery Susanti Muhammad Afif Muttiah Razki Judenta Nadya Putri Yolanda Nerosti Ngaini, Rifha Ninda Levia Nofitria Anjelina Novila Hesti Oci Octavia Olce Dwi Putra Putri Bunga Gettalia Putri Oktavia Putri Puja Hasanah Quinta Dianda Voneline Rahmi Syafira Ramadhani, Maziyah Regina Lausandry Rena Petmita Reza Kurnia Putri Rikeu Farhah Rima Silvia Riyan Gunawan Rosi Silawati Ru’ya Shaputri Sarah Rahmawani Sari Puspa Utami Silvia, Silvia Rachma Siti Aisah Siti Mudrika Siti Nur Azizah Suci Audina Rahmi Syifa Tiara Vania Synta Nurda Novile Tia Ivontia Vita Tiara Eka Respati Triwana Triwana Ulan Dari, Fitri USWATUN HASANAH Vanesa, Abelita Khre Venny Rosalina Vesilina Vesilina Vhasya Amanda Putri Viska Nanggita Wa’afini Wa’afini Wenda Yulyansi Wike Wulan Dari Wilya Aryana Putri Yolla Alvionella Yos Sudarman Yulia Suarty Yuliasma Yuliasma Yuni Oktaviani Zakiyah Rahmi Zulmi Irvanda