Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK MELALUI SENI MELIPAT ORIGAMI PADA SISWA KELAS I SD GMIH DAEO KABUPATEN PULAU MOROTAI Lessy, Ledy Yanti; Mahmud, Nurhani; Kainama, Marta
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 2 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i2.73

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui upaya meningkatkan kemampuan motorik melalui seni melipat origami pada siswa kelas I SD GMIH DAEO. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas yang kita kenal dengan sebutan PTK (Classroom Action Research), Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan secara garis besar, terdapat empat tahapan yaitu (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah dapat diketahui siswa yang mencapai standar penilaian berkembang sesuai harapan ada 2 siswa (13% ), mulai berkembang ada 5 siswa (33%) belum berkembang 8 siswa (54%) dari semua siswa yang berjumlah 15 siswa. Kemudian pada siklus 1 siswa yang memiliki kemampuan motorik halus siswa dengan standar penilaian berkembang sesuai harapan meningkatkan menjadi 6 siswa (40%), mulai berkembang 3 siswa (20%), belum berkembang 6 siswa (40%) dan pada siklus II berkembang sesuai harapan 7 siswa (47%), mulai berkembang 5 siswa (33%) belum berkembang 3 siswa (20%).
Transformasi penulisan artikel ilmiah dengan kecerdasan buatan: Pengembangan kapasitas mahasiswa Lessy, Ledy Yanti; Pratiwi, Febriana; Basri, Megawati; Papingka, Gullyt Karlos; Sarapung, Risky Richlos; Mahmud, Nurhani
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.22582

Abstract

Penulisan artikel ilmiah adalah keterampilan penting bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi secara signifikan dalam dunia akademik. Namun, tantangan dalam menyusun artikel berkualitas sering menghambat produktivitas dan pencapaian akademik mahasiswa. Seiring dengan kemajuan teknologi, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi alat yang efektif dalam mendukung berbagai aspek penulisan ilmiah. Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan metode service learning untuk mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan penulisan ilmiah dengan memanfaatkan platform berbasis AI, yaitu SciSpace. Melalui service learning, mahasiswa terlibat langsung dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknologi AI dalam kegiatan penulisan, yang tidak hanya membantu mereka memahami fitur-fitur AI dalam penyusunan, penyuntingan, dan pengelolaan referensi, tetapi juga meningkatkan kemampuan kolaborasi dan keterampilan praktis mereka. Hasil program menunjukkan bahwa penggunaan SciSpace membantu mahasiswa secara signifikan dalam mengurangi kesalahan penulisan, mempercepat proses penyusunan artikel, dan meningkatkan kualitas karya ilmiah. Program ini berhasil membekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi yang relevan untuk masa depan dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan akademik. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan mendukung tercapainya pendidikan berkualitas yang merata.
UPAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CLASROOM READING PROGRAM KELAS IV-B SDN UNGGULAN III PULAU MOROTAI Mursalin, Sultilawati; Sabban, Irawati; Lessy, Ledy Yanti
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i3.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Upaya Guru Meningkatkan Minat Baca Menggunakan Model Pembelajaran Clasroom Reading Program Kelas IV-B SDN Unggulan III Pulau Morotai. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu mendeskripsikan setiap tahapan (siklus) yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model Clasroom Reading Program pada siswa kelas IVB SDN Unggulan III Pulau Morotai meningkatkan minat baca. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami peningkatan minat baca menggunakan model pembelajaran Clasroom Reading Program yang diterapkan. Pada siklus I, Diketahui terdapat 8 siswa (36,36%) yang dinyatakan tuntas, sementara sisanya 14 siswa (63,63%) belum mencapai ketuntasan dari jumlah keseluruhan 22 siswa. Namun pada siklus II terjadi peningkatan nilai diatas rata-rata (70%) atau diketahui 18 siswa(81,81%) yang dinyatakan tuntas, sementara diketahui jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa(18,18%) dari jumlah keseluruhan 22 siswa.
ANALISIS PROBLEMATIKA PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD GMIH LOC KABUPATEN PULAU MOROTAI Lessy, ledy yanti; Papingka, Gullyt Karlos
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.6073

Abstract

Pentingnya kearifan lokal dalam pendidikan disorot sebagai sarana untuk melestarikan keragaman budaya dan nilai-nilai di kalangan generasi muda. Namun, penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah dasar, seperti di SD GMIH Loc di Kabupaten Pulau Morotai, menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan melibatkan 9 responden dari kalangan kepala sekolah, guru kelas dan guru bidang studi penelitian ini telah mengekplorasi problematika penerapan pembelajaran kearifan lokal di SD. Hasil penelitian menunjukan bahwa problematika dari penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal yaitu sumber daya dan pelatihan yang terbatas untuk guru-guru di SD GMIH LOC, yang mengakibatkan kurangnya ilmu budaya setempat untuk diintegrasikan tradisi lokal ke dalam proses pembelajaran. Sementara beberapa siswa menunjukkan minat pada budaya lokal, pengetahuan mereka tetap dangkal karena penerapan pendidikan kearifan lokal yang tidak konsisten. Penggunaan teknologi, seperti media digital, diakui sebagai alat untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa tentang budaya lokal. Kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk menyediakan pelatihan, sumber daya, dan materi yang memadai. Tanpa dukungan dan kerja sama yang kuat, ada risiko bahwa kearifan lokal akan terkikis oleh modernisasi, yang mengarah pada terputusnya generasi muda dari identitas budaya mereka.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD NEGERI GORUA KABUPATEN PULAU MOROTAI Lessy, Ledy Yanti; Saksi, Yerlina
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.111

Abstract

Pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan penghargaan terhadap budaya dan tradisi lokal. Guru memegang peranan yang sangat strategis dalam pengembangan pembelajaran ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran guru dapat mengembangkan pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dengan kearifan lokal, sehingga siswa dapat memahami dengan mudah budaya-budaya yang ada. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjeknya yaitu guru-guru wali kelas dan kepala sekolah di SD Negeri Gorua. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu Peran guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal sangatlah besar. Selain berfungsi sebagai pengajar, guru juga menjadi fasilitator, motivator, dan teladan bagi siswa dalam memahami dan melestarikan budaya lokal. Pengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran guru tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang menghargai dan mencintai budaya mereka. Guru juga memiliki tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru tentang kearifan lokal yang ada di daerah mereka sehingga penting bagi guru untuk mendapatkan pelatihan atau pembekalan tentang kearifan lokal agar dapat lebih efektif mengajarkan nilai-nilai budaya dan tradisi kepada siswa. Tantangan selanjutnya yaitu keterbatasan sumber daya dan sarana. Banyak sekolah di Pulau Morotai yang berada di daerah perbatasan, tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya yang dapat digunakan untuk pembelajaran berbasis budaya lokal.
Penerapan IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD Sarapung, Risky Richlos; Malan, Irawati Hi; Pratiwi, Febriana; Nurhani Mahmud; Papingka, Gullyt Karlos; Basri, Megawati; Lessy, Ledy Yanti
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23749

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa calon guru SD dalam merancang pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Padahal, pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan penting untuk meningkatkan relevansi materi IPA dengan kehidupan siswa serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan eksplorasi selama tiga hari, yang mencakup ceramah interaktif, diskusi, observasi lapangan, penyusunan perangkat ajar, dan microteaching. Pelatihan ini diikuti oleh 40 mahasiswa PGSD semester IV dan VI di Universitas Pasifik Morotai. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan pedagogis, serta penilaian produk RPP dan media. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual mahasiswa (rata-rata peningkatan 23,5%, p < 0,001). Mahasiswa juga menghasilkan RPP tematik dan media berbasis potensi lokal seperti daun mangrove dan batuan pantai. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk sikap peduli lingkungan dan kesadaran akan pentingnya konteks lokal dalam pembelajaran IPA. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis serupa.
Penerapan Model Pembelajaran Example non Example Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Penjumlahan Bilangan Negatif Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar (SD) Unggulan I Pulau Morotai Mahmud, Nurhani; Lessy, Ledy Yanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar matematika penjumlahan bilangan negatif melalui model pembelajaran example non example pada siswa kelas IV SD Unggulan 1 Pulau Morotai. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian 20 siswa. Penelitian Tindakan ini dilakukan dengan dua siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik Pengumpulan data observasi dan test dan data dianalis dalam bentuk kuantitaif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran example non example dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Hasil belajar siswa dari Siklus I skor 30% (6 Siswa) yang tuntas (meningkat) dan pada siklus II terjadi peningkatan skor 90% (18 siswa) yang tuntas. Secara klasikal hasil belajar telah mencapai standar KKM 70.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Negeri 1 Unggulan Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara Sabban, Irawati; Jaguna, Fahmi; Papingka, G. Karlos; Lessy, Ledy Yanti; Mahmud, Nurhani; Salim, M. Rais; Hayun, Subhan; Sibua, Sarman
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i1.37998

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan bagian penting dalam rencana strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan visi dan misi yang tertuang didalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Pelajar Pancasila yang digagas sebagai perwujudan pelajar Indonesia yang mengaplikasikan belajar sepanjang hayat perlu disosialisasikan oleh para akademisi di Satuan pendidikan dasar di Kabupaten Pulau Morotai. Build Character for bright future merupakan tema besar kegiatan pengabdian masyarakat sebagai salah satu instrument untuk menyebarluaskan profil Pancasila yang diharapkan sebagai karakter pelajar Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan karakter siswa masa depan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang digagas dalam enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ruang kelas. Adapun yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah guru dan siswa di SD Negeri 1 Unggulan Pulau Morotai yang merupakan Sekolah Percontohan di Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan ini mendapatkan dukungan positif berdasarkan pada tanggapan yang diberikan oleh kepala sekolah, guru-guru, dan siswa melalui wawancara. Selain itu kegiatan ini berjalan efektif sesuai hasil pengamatan kegiatan berlangsung, baik guru dan siswa memperlihatkan semangat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir sehingga profil pelajar Pancasila dapat dipahami dan diaplikasikan.
Optimalisasi Potensi Desa Tanjung Saleh dan Sakita dalam Peningkatan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Jaguna, Fahmi; Sibua , Amrin; Hayun, Subhan; Sabban, Irawati; Sarman Sibua; Zulhasmi Abasa; Risky Richlos Sarapung; Nurhani Mahmud; Ledy Yanti Lessy
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Januari 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v5i3.2316

Abstract

The purpose of this activity is to increase awareness of clean living behaviors and create a healthy and independent environment as an effort to realize a health care village in achieving the SDGs. This activity is motivated by community problems, namely the low knowledge and awareness of clean and healthy living behaviors in Tanjung Saleh Village and Sakita Village. In fact, there are still many residents who dispose of garbage not at one shelter location, lack of environmental cleanliness, and there is garbage disposal on the coasts. The two villages have also never been touched by the socialization program of higher education thridharma in Morotai Island Regency. Thus, the community service team of the Faculty of Dentistry and Education, University of the Pacific, Morotai carried out community service activities and socialization to increase awareness of clean and healthy living behaviors. The service method uses a participatory approach that involves all teams and partners, namely the Tanjung Saleh and Sakita village communities to jointly discuss, provide solutions to problems, and find concrete solutions to overcome environmental hygiene problems. The stages of this service activity have been carried out by conducting a survey of the location of service, team preparation and consumption needs while in the village. Socialization activities about clean and healthy living behaviors to the community have been carried out with a participatory approach involving all teams and partners, namely the people of Tanjung Saleh and Sakita villages. In general, this service activity ran smoothly, which can be measured from the results of the training evaluation, there was a significant increase in the understanding of villagers. The average pretest score before training was 35, while the average posttest score after training increased to 95. So that the output of this service activity is fulfilled, which means that there is an increase in residents' awareness and knowledge of environmental problems. Another output is the production of articles on Worship to the Community.
Implementasi Gerakan Kolektif Jumat Bersih FKIP Berdampak dalam Meningkatkan Kesadaran Peduli Lingkungan Civitas Akademika Fahmi Jaguna; Irawati Sabban; Ledy Yanti Lessy; Zulhasmi Abbasa; Subhan Hayun; Amrin Sibua; Abd Sarman Sibua; Jasmal Martora; Dwi Budidarma Sutrisno; Nurhani Mahmud
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2025): ISSUE OKTOBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan melalui Gerakan Kolektif Jumat Bersih di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai. Seluruh dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) terlibat aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2025 di lingkungan kampus FKIP. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Aktivitas yang dilakukan meliputi pembersihan area dalam dan luar kampus, pengecatan ruang kuliah, serta edukasi tentang pentingnya green campus bagi keberlanjutan lingkungan akademik. Hasil kegiatan menunjukkan dampak signifikan terhadap perubahan fisik dan perilaku sivitas akademika. Lingkungan kampus menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman, sementara kesadaran ekologis mahasiswa meningkat melalui praktik langsung dan refleksi bersama. Gerakan ini juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial antara dosen dan mahasiswa. Refleksi kegiatan menegaskan bahwa Gerakan Kolektif Jumat Bersih tidak hanya menciptakan kampus yang bersih, tetapi juga membangun budaya akademik yang peduli lingkungan serta menjadi model awal penerapan green campus di FKIP UNIPAS Morotai.