Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Error Analysis of Word Order Well-Formed in written English sentences made by Third Year English Students of Universitas Pasifik Morotai Balqis Husain; Folken Smith Tawaluyan; Megawati Basri; Fahmi Djaguna; Ibrahim Ibrahim
Qalam : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.791 KB) | DOI: 10.33506/jq.v9i1.904

Abstract

Penelitian in dilakukan untuk mengetahui kesalahan urutan kata dan faktor-faktor kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa bahasa Inggris tahun ketiga Universitas Pasifik Morotai. Metode analisa deskripsi di gunakan dalam teknik analisis data. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 mahasiswa jurusan Bahasa Inggris tahun ke-tiga di Universitas Pasifik Morotai. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa jurusan Bahasa Inggris tahun ke-tiga Universitas Pasifik Morotai melakukan kesalahan tatabahasa dalam urutan kata determiner, ordinative, epithet, classifier, dan head (DOECH). Kesalahan yang sering dilakukan dari salah penempatan untuk DOECH adalah kesalahan ephitet dari semua jawaban dari responden yaitu 25. Di posisi ke-dua yaitu ordinativr dengan jumlah salah penempatan yaitu 12, kemudian di ikuti oleh determiner, classifier, dan head dengan jumlah salah penempatan masing-masing sebesar 10. Selain itu, eror pada kata kerja mencapai posisi tertinggi dengan jumlah error sebesar 28.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN FLIP-BOOK BERBASIS SCREENCAST-O-MATIC (SOM) VIDEO SEBAGAI SYSTEM ASYNCHRONOUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PASIFIK MOROTAI; STUDI KASUS DI DAERAH RURAL balqis husain; Fahmi Jaguna; Amrin Sibua
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 10 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v10i2.1425

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas dari media Flip-Book berbasis Screencast-O-Matic Video Sebagai sistem Asynchronous untuk pembelajaran Bahasa Inggris di Daerah Rural. Metode penelitian ini menggunakan metode descriptive-quantiitative. Subjek pada penelitian ini yakni sebanyak 76 mahasiswa yang tersebar pada Program Studi Teknik Informatika, Ilmu Kelautan, Administrasi Negara, dan Akuntansi. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada pengujian instrument penelitian. Instrumen penelitian menggunakan angket yang terdiri dari 31 pernyataan baik pernyataan positive maupun negative. Skala pengukuran yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala likert. Dari keempat aspek yang digunakan peneliti dalam mengukur efektivitas media pembelarajan Flip-book berbasis SoM video dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, aspek kemampuan pendidik dalam mengelola pembelaran mempunyai nilai mean tersebar yaitu 44.97 dengan nilai minimum sebesar 39, dan nilai maksimum sebesar 50. Diikuti aspek aktivitas belajar dengan nilai mean sebesar 36.43, dan aspek ketuntasan belajar sebesar 31.57. sedangkan aspek sarana prasarana yang menunjang pembelajaran memiliki nilai mean terkecil yakni sebesar 27.24. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aspek kemampuan pendidik dalam mengelola pembelajaran merupakan aspek yang paling berpengaruh pada efetivitas media pembelarajan Flip-book berbasis SoM video dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COMPLETE SENTENCE PADA SISWA KELAS III SD MUHAMMADIYAH I GOTALAMO KECAMATAN MOROTAI SELATAN Nurjana Senen; Fahmi Djaguna
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 1 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model pembelajaran complete sentence penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus. Pada penelitian siklus I peneliti belum mendapatkan hasil yang maksimal, itu dikarenakan masih terdapat kekurangan guru dalam menyampaikan materi ajar, seperti guru belum menguasai dengan baik penerapan pembelajaran Complete Sentence, hal ini dibuktikan dengan hasil tes yang dilakukan peneliti yaitu dari 26 siswa kelas III SD Muhammadiyah I Gotalamo, yang berhasil (mencapai standar KKM 70) 13 siswa (50%) dan yang belum berhasil 13 (50%). Berdasarkan hasil tes dan juga standar ketuntasan klasikal (80%), maka peneliti dinyatakan belum berhasil dan harus melakukan penelitian ke siklus berikutnya (siklus II). Pada penelitian lanjutan (siklus II) peneliti lebih memperhatikan apa yang menjadi kendala pada penelitian awal (siklus I), dengan demikian hasil yang diperoleh pada penelitian siklus II terjadi peningkatan. Dimana pada siklus I siswa berhasil 50% dari jumlah keseluruhan, tetapi pada siklus II dari keseluruhan (26 siswa) yang berhasil yaitu 21 siswa (80,08%) dan yang belum berhasil 5 (19,92%). Merujuk pada hasil yang diperoleh peneliti serta standar ketuntasan secara klasikal (80%), maka peneliti berkesimpulan bahwa peneliti sudah berhasil dalam melakukan penelitian dan tidak perlu melakukan penelitian lanjutan ke siklus III.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SD GMIH BIDO MOROTAI UTARA Irawati Sabban; Fahmi Jaguna; Mersi Reni Berbiru
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 2 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v2i1.28

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dan seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SD GMIH Bido. Penelitian ini dilaksanakan di SD GMIH Bido yang berlokasi di Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan paradigma penelitiannya menggambarkan hubungan kasual yang bersifat sebab-akibat sehingga variable independent mempengaruhi variable dependen atau variabel kepemimpinan kepala sekolah mempengaruhi kinerja guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai signifikansi t hitung 2,001 lebih kecil dari nilai t tabel yaitu 2,447 maka variable kepemimpinan kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja guru. Kemudian jika dilihat dari nilai probabilitas 0,05 ternyata nilai yang diperoleh adalah 0,092 lebih dari probabilitas maka variable kepemimpinan kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja guru. Kemudian, nilai adjusted R-Square sebesar 0.06 (6%). Hal tersebut memiliki arti bahwa kemampuan variable indpenden dalam penelitian ini mempengaruhi variable depenen sebesar 6%, sedangkan sisanya sebesar dijelaskan oleh variable lain selain variable independent dalam penelitian.
MANAJEMEN SEKOLAH UNGGULAN DI SMP NEGERI UNGGULAN 1 KABUPATEN PULAU MOROTAI Fahmi Jaguna
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i1.67

Abstract

Sekolah unggulan di Kabupaten Pulau Morotai merupakan sekolah yang mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai. Sekolah-sekolah ini diberi perlakuan dan fasilitas khusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai, yang termasuk didalamnya SMP Unggulai 1 Kbaupaten Pulau Morotai. Untuk itu, SMP Negeri Unggulan 1 Kabupaten Pulau Morotai merupakan sekolah dasar yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai sebagai rintisan sekolah unggulan pada tingkat pendidikan dasar. Sekolah ini telah menerapkan kebijakan sekolah unggulan sejak tahun ajaran 2019 sebagai sekolah yang telah memenuhi kriteria sebagai sekolah unggulan di Kabupaten Pulau Morotai. Oleh karena itu, peneliti berkeinginan melakukan penelitian di sekolah tersebut. Dalam penelitian ini pendekatan atau metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode yang biasanya dimanfaatkan adalah wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen. Adapun sumber data dalam penelitian ini antara lain: (1) dokumen atau arsip; (2) narasumber (informasi); (3) peristiwa atau arsip; (4) tempat atau lokasi; (5) benda, gambar serta rekaman. Dengan demikian, bahwa hasil penelitian di SMP Negeri Unggulan 1 Kabupaten Pulau Morotai, yaitu terkait perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sekolah unggulan SMP Negeri Unggulan 1 Kabupaten Pulau Morotai sudah terpenuhi 8 standar pendidikan, kualitas lulusan dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Hal ini juga dapat dilihat dari aspek capaian prestasi yang diperoleh sekolah selama menjadi sekolah unggul di Kabupaten Pulau Morotai.
Strategi Melestarikan Permainan Tradisional Indonesia dari Perbatasan dan Pulau Terluar Febriana Pratiwi; Gullyt Karlos Papingka; Ledy Yanti Lessy; Nurhani Mahmud; Megawati Basri; Fahmi Djaguna; Subhan Hayun; Amrin Sibua; Abd Sarman Sibua; Akmal Hi Dahlan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada perubahan cara bermain anak-anak. Sebagian besar anak-anak saat ini lebih menyenangi permainan berbasis gawai. Permainan tradisional sudah tidak lagi dimainkan oleh anak-anak. Hal ini menjadi salah satu sebab permainan tradisional Indonesia perlahan mengalami kepunahan. Pengabdian ini berfokus pada upaya melestarikan permainan tradisional Indonesia yang hampir punah melalui festival permainan tradisional. Metode yang dilakukan pada program pengabdian ini berupa kegiatan festival lomba permainan tradisional antar siswa sekolah dasar yang diikuti sebanyak 36 peserta dari 3 sekolah dasar yang ada di Kab Pulau Morotai. Dengan adanya festival permainan ini anak-anak kembali memainkan permainan tradisional Nusantara. Festival permainan tradisional ini merupakan kegiatan pertama dilakukan di Kab. Pulau Morotai membuat antusias terhadap kegiatan festival ini sangat tinggi sehingga perlu untuk mempromosikan permainan tradisional ke skala yang lebih luas. Kata kunci: Festival, Gawai, Permainan Tradisional, Olahraga, Pulau Morotai
Visionary Principal Leadership in Driving School-Based Management in the 3T Region of Morotai Island Fahmi Jaguna; Jasmal Martora; Irawati Sabban; Abd Sarman Sibua; Alfatah Sibua
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 4 (2026): July
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v10i4.1650

Abstract

School principal leadership is a strategic determinant of the successful implementation of School-Based Management (SBM), particularly in primary schools located in Indonesia’s Remote, Frontier, and Outermost (3T) regions, where educational development is constrained by limited resources and restricted access to quality educational services. This study aims to examine the characteristics of visionary school leadership, the strategies employed to drive SBM implementation, and their implications for educational quality and school autonomy at SD Muhammadiyah 1 Pulau Morotai. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving the principal, teachers, the school committee, parents, and the school supervisor. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while research trustworthiness was ensured through source, method, and time triangulation, member checking, and an audit trail. The findings reveal that visionary leadership is reflected in the principal’s ability to formulate and communicate a shared vision, foster a collaborative school culture, optimize local resources, and strengthen partnerships with the Muhammadiyah organization, Save the Children, Stimulant Institute, and the Faculty of Teacher Training and Education of Universitas Pasifik Morotai. These practices enhance SBM implementation, improve teachers’ professional capacity, increase community participation, and strengthen school autonomy. The study contributes to the literature by proposing an Island-Based Collaborative Visionary Leadership Model, demonstrating that effective SBM in 3T regions depends not only on managerial competence but also on social capital, institutional collaboration, and context-responsive educational governance tailored to island communities.