Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Morfometrik Lebah Madu Pekerja Apis cerana Budidaya pada Dua Ketinggian Tempat yang Berbeda Novita Novita; Rustama Saepudin; Sutriyono Sutriyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.41-56

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana berdasarkan perbedaan tempat hidup pada dataran tinggi (500-<1000 m dpl) dan dataran rendah (0-100 m dpl). Penelitian ini menggunakan sampel 50 ekor lebah Apis cerana di setiap lokasi. Pengukuran bagian tubuh lebah madu dilakukan di Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu dengan menggunakan mikroskop projektor (LAS EZ V2.0.0) perbesaran 8 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan (BB), panjang probosis (PP) dan panjang femur tungkai belakang (PFB) lebah madu pekerja di dataran tinggi dan dataran rendah (lebah introduksi dan lebah alami) berbeda nyata (P<0,05), sedangkan panjang tibia, metatarsus tungkai belakang, panjang sayap, lebar sayap dan ukuran tergit ke-4 abdomen secara statistik tidak ada perbedaan (P>0,05). Berat badan dan panjang femur tungkai belakang tertinggi diperoleh pada lebah madu dataran tinggi (Kepahiang), sedangkan panjang probosis tertinggi diperoleh pada lebah madu alami di dataran rendah (Kota Bengkulu). Ada indikasi bahwa perbedaan ini terjadi dalam upaya proses adaptasi lebah terhadap lingkungan hidupnya. Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa ketinggian tempat hidup berpengaruh terhadap morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana.Kata Kunci : Apis cerana, morfometrik, ketinggian tempat
Domestication: A Case Study of Red Jungle Fowl Coops Management by the Communities in Bengkulu J. Setianto; Sutriyono Sutriyono; H. Prakoso; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.274-281

Abstract

Red junglefowl domestication has been carried out by communities in the region of Bengkulu Province. This research aimed to study the management of keeping red junglefowl and the offsprings and the coops. The research was carried out in Bengkulu Province. The sample of breeders was selected using snow-ball sampling method. The selected samples were recorded and used as the data and information sources. The data were collected by interviewing, questionnaires, and direct observation. The data obtained were processed, presented in the form of tables, drawings and analyzed descriptively. Based on research method, out of a total of 200 red junglefowl breeders and or the offsprings were chosen 50 (25%) respondents from Bengkulu city, 50 (25%) respondents from Seluma District, 50 (25%) respondents from Central Bengkulu District and 50 (25%) respondents from North Bengkulu District. The red junglefowl and the offsprings breeding is divided into keeping the hens, roosters and chicks. The hens were kept in the coop during the day and night (41%), released during the day and night (22%) and kept during the night in the coop and released during the day (37%). In the same way, in sequence, the breeding of roosters was 71%, 12.5% and 16.5%, while the breeding of chicks was 37%, 18% and 45%. 31% respondents provided quarantine coop, while 69% respondents did not. 75% provided hens coop and 25% did not, 61% provided roosters coop and 39% did not. Finally, the respondents who provided chicks coop were 40.5% and 59.5% did not. The breeding management has not been done intensively, some respondents have completed coops system, but not yet meet the criteria of good coop.Keywords: Domestication, red junglefowl, coops
Studi Bioakustik: Karakteristik Suara Kicau Burung Murai Batu Jantan Domestikasi Heri Dwi Putranto; Sutriyono Sutriyono; Bieng Brata
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.1.70-77.2023

Abstract

Burung murai batu tergolong sebagai ternak potensial yang bersuara indah dan telah menjadi salah satu hewan kesayangan. Burung ini telah mulai diternakkan oleh penangkar di kota Bengkulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bioakustik karakteristik suara kicau murai batu domestikasi ex situ di Kota Bengkulu berupa jumlah, frekuensi dan durasi suara kicau. Sebanyak 14 ekor burung murai batu jantan peliharaan berumur dewasa (1 - 2 tahun) secara sengaja dijadikan sampel dan diamati selama 10 hari. Suara kicau setiap burung direkam dengan menggunakan alat perekam digital audio voice recorder pada 3 periode waktu pengamatan yaitu pagi (jam 06.00 - 08.00 WIB) siang (jam 12.00 – 14.00 WIB) dan sore (jam 16.00 – 18.00 WIB). Rekaman suara kicau burung dimasukkan ke dalam komputer menggunakan aplikasi Cool Edit Pro dan selanjutnya dikonversi ke dalam bentuk digital dengan format WAVE. Data numerik yang dihasilkan dianalisa untuk mendapatkan hasil berupa jumlah suara kicau, durasi suara kicau dan frekuensi suara kicau. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan diuji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jumlah suara kicau dan durasi suara kicau burung murai batu jantan di Kota Bengkulu berdasarkan waktu pengamatan pada pagi, siang, dan sore hari terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Rerata jumlah suara kicau adalah 119,64 ± 13,48 kali/ekor (pagi); 80,29 ± 6,91 kali/ekor (siang) dan 112,79 ± 4,84 kali/ekor (sore). Rerata durasi adalah 3,73 ± 1,75 detik/suara kicau/ekor (pagi); 5,53 ± 1,35 detik/suara kicau/ekor (siang) dan 3,58 ± 1,56 detik/suara kicau/ekor (sore). Frekuensi suara kicau adalah 8,69 kali/ekor/10 menit. Dapat disimpulkan bahwa bioakustik suara suara kicau terbanyak terjadi di pagi hari dengan rerata durasi suara kicau terpanjang terjadi di siang hari.
Evaluasi Manajemen Pemeliharaan Ternak Sapi Bali (Bos sondaicus) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu riko herdiansah; Dadang Suherman; Sutriyono Sutriyono
Wahana Peternakan Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v5i1.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pemeliharaan sapi bali (Bos sondaicus) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan adalah sensus dengan sampel 97 orang peternak sebagai responden. Hasil penelitian ini disajikan ke dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis secara deskriptif anallist. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pemeliharaan Ternak Sapi Bali (Bos sondaicus) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu tergolong baik, dilihat dari pola pemeliaraan yang mereka pilih. Kata kunci : Manajemen, Pemeliharaan, Sapi Bali
ANALISIS PENDAPATAN DAN PROFITABILITAS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH SUMBER MULYA DI KABUPATEN KEPAHIANG Dadang Suherman; Sutriyono; Riko Herdiansah
Wahana Peternakan Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v5i2.359

Abstract

ABSTRACT The study was purposed to find out income and profitability was achieved by a Sumber Mulya dairy farm. Research was held in July – Agust 2018 in Sumber Mulya dairy farm Kepahiang. The methods used in this research is case study method. Primary Data obtained through interviews with the respondents and recording. Data obtained for time 12 months on technical aspects and financial data covering production costs, data revenue, income data, the amount of data the data the amount of milk production and livestock lactation. Secondary data retrieved from the data contained in these farms. Data analysis used analysis formulas use income and profitability ratios. The result showed that Sumber Mulya Dairy cattle farm was net incomeaverages per month is Rp. 5,427,176,91 with the number of 7.00 averagecows lactation flat tail. Total cost per month of Rp.10,032,823.29 Profitability achieved by the company said 10,78% profitable because the value of profitability is greater than the interest rate a bank of 4.35%. Key word : income, dairy farm, profitability, dairy farm, milk production
Rancangan Teknologi Tepat Guna Penyaringan Air Sederhana Skala Rumah Tangga Aji, Taufiq; Gunawan, Win Indra; Sutriyono, Sutriyono
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jbs.4415

Abstract

Akses terhadap air bersih merupakan hak dasar bagi setiap manusia. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia, kebutuhan akan air bersih akan semakin meningkat sementara polusi dari berbagai sumber mengurangi jumlah persediaan air. Untuk itu, diperlukan solusi praktis yang mampu mendukung kebutuhan air bersih dalam berbagai keadaan. Salah satu pendekatan yang dapat ditempuh adalah merancang teknologi penjernihan air yang tepat guna. Penelitian ini merancang teknologi penjernihan air yang sederhana dan terjangkau bagi masyarakat dalam skala rumah tangga. Desain yang dikembangkan memenuhi kriteria sebagai teknologi tepat guna dalam situasi darurat dengan biaya yang terjangkau. [Access to clean water is a basic right for every human being. As the global population increases, the need for clean water will increase while pollution from various sources reduces the amount of water supply. For this reason, practical solutions are needed that are able to support the need for clean water in various circumstances. One approach that can be taken is to design an appropriate technology for purifying water. This research designs a water purification technology that is simple and affordable for people on a household scale. The design developed meets the criteria as appropriate technology in emergency scenarios at an affordable cost.]
Kelayakan Penyampaian Materi Dakwah Filsafat Ketuhanan Kepada Remaja Pendekatan Teori Perkembangan Kognitif Sutriyono, Sutriyono; Hidayat, Ahmad; Pradesa, Dedy
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v5i2.282

Abstract

FEASIBILITY OF DELIVERING DIVINE PHILOSOPHY DAKWAH MATERIAL TO ADOLESCENTS APPROACH TO COGNITIVE DEVELOPMENT THEORY. This study examines the feasibility of delivering da’wah material about Divinity using philosophical and scientific approach to moslem teenage high school students. Its motivated by the problem of juvenile delinquency which requires Islamic divinity da’wah as a basia for teenage moral development. So far, the delivary of Islamic Divinity material has been mostly indoctrinative and normative approach. It couldn’t develop critical thinking in teenagers. Meanwhile, in society there was Atheism thought that used scientific theories as its argue. Da’wah of Islamic divinity using philosophical approach could be an alternatif to counter Atheism arguments and strengthening the faith of Muslim teenagers. How is the conveying da’wah material of philosophy Islamic divinity to teenagers? It would be approached using cognitive development theory. It method is qualitative research, data resouces using related literature and observations of da’wah activities to teenagers. The results showed that acoording to cognitive development theory delivering Islamic divinity da’wah material using philosophical and scientific approach is appropriate for teenage high school students. This is in line with the cognitive development of teenagers. Its also in line with material target, load, and content. The methods are relevant to the characteristics of teenagers. Its proven have positive social impact.
Brainstorming sebagai Alternatif Metode Dakwah Mujadalah di Kalangan Remaja Muslim Sutriyono, Sutriyono; Hidayat, Ahmad
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v6i1.317

Abstract

Dakwah seringkali hanya dimaknai sebagai penyampaian pesan-pesan keagamaan dan disampaikan dengan metode ceramah yang bersifat satu arah, kurang ada interaksi dan diskusi. Akibatnya sering tidak mampu membentuk kesadaran karena hanya mendengar pesan-pesan itu tanpa mencoba mendiskusikan secara mendalam. Sementara Dakwah harusnya memberikan bekasan sehingga mampu merubah pemahaman dan membentuk kesadaran dan mendorong prilaku yang positif. Metode Dakwah yang disampaikan dikalangan remaja tentu harus mendorong kemampuan berpikir sehingga mampu membentuk kesadaran. Metode Brainstorming mampu menghasilkan ide-ide baru dan pemecahan masalah bisa menjadi altenatif dalam penyampain Dakwah, khususnya dikalangan remaja muslim. Tujuan penelitian ini adalah menawarkan metode Brainstorming sebagai alternative metode penyampaian Dakwah, khususnya dikalangan remaja muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pustaka. Hasil penelitian ini bahwa metode brainstoring bisa menjadi altenatif dalam penyampaian Dakwah Islam khususnya dikalangan remaja dan mampu mndorong kemampuan berpikir dan membentuk kesadaran akan nilai-nilai moral
Red Jungle Fowl Offspring Maintenance System And Production In The Community In Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Santoso, Urip; Putranto, Heri Dwi; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.166-175

Abstract

The red junglefowl is a wild fowl and has been tamed and produces offspring, and is kept by the people of Bengkulu. The aim of the research is to identify and evaluate  rearing management and production  of red jungle fowl offspring in communities in Bengkulu. Research respondents were determined using the snowball sampling method, and fifty respondents were obtained. Data was obtained through observation, discussion and interviews, and filling in prepared forms; namely food management, housing, disease prevention, utilization and production. The results showed that the RJF offspring kept by the community were used for crossbreeding with local chickens (47%), production of chicks (28%), as hunting chickens (62%), and ornamental chickens (82%). Chickens are kept in 4 ways: (1) housed during the day and night, (2) chickens are kept free during the day and housed at night, (3) chickens are kept free at any time, and (4) chicken is placed on a perch. Feed given is commercial feed (BR1), corn, rice, brown rice, bran, crickets and ant eggs. Average egg production is 34 eggs/ hen/year, and chick production is estimated at 27 chicks/hen/year, and population growth is 2.68%/year. In conclusion, the community raising chicken is traditional, the quantity and quality of feed is not sufficient, the cages are very simple, disease prevention and safety protection are inadequate. As a local chicken, the average egg production is high, hatchability and chick production are high, but population development is slow. Poor chick rearing management and the aim of raising RJF offspring cause population development to be slow.   Keywords: Community, management and production, rearing, RJF Offspring   ABSTRAK Ayam hutan merah  merupakan unggas liar yang telah dijinakkan dan menghasilkan keturunan, serta dipelihara oleh masyarakat Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi manajemen pemeliharaan dan produksi peranakan ayam hutan merah yang dipelihara oleh masyarakat Bengkulu. Responden penelitian ditentukan dengan metode snowball sampling, dan diperoleh lima puluh responden. Data diperoleh melalui observasi, diskusi dan wawancara, serta pengisian formulir yang telah disiapkan; meliputi pengelolaan pakan, kandang, pencegahan penyakit, pemanfaatan dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keturunan RJF yang dipelihara masyarakat digunakan untuk kawin silang dengan ayam lokal (47%), produksi anakan (28%), sebagai ayam berburu (62%), dan ayam hias (82%). Ayam dipelihara dengan 4 cara: (1) dikandangkan pada siang dan malam hari, (2) ayam dibebaskan  pada siang hari dan dikandangkan malam hari, (3) ayam dibebaskan pada siang dan malamnya, dan (4) ayam ditempatkan pada tenggeran. Pakan yang diberikan adalah pakan komersial (BR1), jagung, beras, beras merah, dedak, jangkrik dan telur semut. Produksi telur rata-rata 34 butir/ekor/tahun, produksi anak ayam diperkirakan 27 ekor/ekor/tahun, dan pertumbuhan populasi 2,68%/tahun. Kesimpulannya, peternakan ayam masyarakat masih bersifat tradisional, kuantitas dan kualitas pakan belum mencukupi, kandang sangat sederhana, pencegahan penyakit dan perlindungan keamanan belum memadai. Sebagai ayam lokal rata-rata produksi telurnya tinggi, daya tetas dan produksi anakannya tinggi, namun perkembangan populasinya lambat. Manajemen pemeliharaan anak ayam yang buruk dan tujuan membesarkan keturunan RJF menyebabkan perkembangan populasi menjadi lambat.   Kata kunci: Komunitas, Manajemen dan Produksi, Pemeliharaan, Keturunan ayam hutan merah
Deskripsi Manajemen Budidaya Burung Cinta (Love Bird) Sebagai Ternak Potensial Putranto, Heri Dwi; Brata, Bieng; Hakim, Nurmeilisari; Sutriyono, Sutriyono; Kurniati, Novitri; Yumiati, Yossie
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.127-134

Abstract

Love birds are a species of bird which is endemic to the African continent. This study aimed to find out and analyze love bird management methods which are generally carried out by love bird keepers and breeders. The study site was determined purposively in Kepahiang Regency, Bengkulu Province. Field research in the form of interviews using questionnaires were conducted among 15 respondents. Data collection from respondents was carried out using the snowball sampling method. Data were recapitulated  and analyzed descriptively. Data shows that all breeders fed white millet (grains) combined with finely chopped vegetables ad libitum with a frequency of once aday (n = 14) and a frequency of 2 times/day (n = 1). As the main feed, millet is given an average of 72.5 g/bird/day. There were 31 cages used for cultivation based on 3 main functions, namely daily maintenance cages, holding cages and matchmaking cages. Based on the type or shape, there were capsule cages (23 units) and plot-shaped cages (8 units). Cage sanitation recorded in the form of cleaning the cage were carried out once aday by 12 breeders (80%) in the morning (07.00 - 08.00 WIB). A total of 2 breeders (13.33%) during the day (11.00-12.00 WIB) and 1 breeder (6.67%) in the afternoon (17.00-18.00 WIB).  Researchers noted that there was 1 management activity that is similar as the management activity for birds in general, namely the match making activity. Furthermore, no mastering, sun bathing or shower  activities were found. It can be concluded that the main food for lovebirds was grain which is given ad libitum and the birds were kept in cages that are adapted to their function and rearing activities.   Keywords: Management, Love Bird, Potential Animal   ABSTRAK Burung cinta merupakan spesies burung yang berhabitat asli di benua Afrika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis metode budidaya burung cinta yang secara umum dilakukan oleh peternak dan penangkar burung cinta. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Penelitian lapangan berupa wawancara mempergunakan kuisioner dilakukan pada 15 orang responden. Koleksi data dari responden dilakukan dengan metode snowball sampling. Data direkapitulasi dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Data menunjukkan bahwa seluruh peternak memberikan pakan milet putih (biji-bijian) dikombinasikan dengan sayuran yang dicacah kecil ad libitum dengan frekuensi pemberian sebanyak 1 kali/hari (n = 14) dan frekuensi 2 kali/hari (n = 1). Sebagai pakan utama, milet diberikan rerata sebanyak 72,5 gr/ekor/hari. Terdapat 31 buah kandang yang dipergunakan untuk budidaya berdasarkan atas 3 fungsi utama yaitu kandang pemeliharaan harian, kandang umbaran dan kandang penjodohan. Berdasarkan jenis atau bentuknya terdapat  kandang kapsul (23 buah), dan kandang berbentuk petak (8 buah). Tindakan sanitasi kandang berupa membersihkan kandang dilakukan 1 kali/hari oleh 12 peternak (80%) pada pagi hari (jam 07.00 - 08.00 WIB).  Sebanyak 2 peternak (13,33%) pada siang hari (11.00-12.00 WIB) dan 1 peternak (6,67%) pada sore hari ( 17.00-18.00 WIB). Jenis penyakit yang menyerang burung cinta budidaya antara lain penyakit mata (13,33%) dan gangguan pernapasan (6,67%) yang diatasi mempergunakan herbal berupa daun sirih (80%) dan obat Super N (20 %). Peneliti mencatat terdapat 1 aktifitas budidaya yang sama dengan aktifitas budidaya burung peliharaan secara umum yaitu aktifitas penjodohan (match making). Selanjutnya, tidak ditemukan aktifitas budidaya mastering, sun bathing atau shower. Dapat disimpulkan bahwa pakan utama burung cinta adalah biji-bijian yang diberikan ad libitum dan burung dipelihara dalam kandang yang disesuaikan dengan fungsi dan aktifitas pemeliharaannya.   Kata kunci: Budidaya, Burung Cinta, Manajemen, Ternak Potensial