Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Pemeliharaan dan Pola Pemasaran Kelinci di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Desmiarti, Jessi; Sutriyono, Sutriyono; Brata, Bieng
Buletin Peternakan Tropis Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.1.1.16-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manjemen pemeliharaan dan pola pemasaran ternak kelinci pada peternakan rakyat di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Variabel yang diamati; identitas responden, manajemen pemeliharaan ternak kelinci (pemilihan bibit, reproduksi, kandang dan fasilitasnya, pemberian pakan, dan pemberantasan penyakit), populasi ternak, dan pola pemasaran. Data yang diperoleh ditabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel lalu di bahas secara deskriptif. Responden kelinci yang ada di Kecamatan Kabawetan sebanyak 17 orang. Hasil penelitian memnunjukkan bahwa peternak memilih bibit yang berasal dari indukan (47,01% ) dan anakan (52,95%). Kelinci dikawinkan dengan cara alami dengan rasio jantan betina rata rata 1 : 6. Kandang adalah kandang baterai, beratap seng, berdinding bambu (82,35%), dan lantai kandang, berbahan bambu (94,12%). Pakan kelinci diberikan sebanyak dua kali dalam sehari. Jenis pakan yang diberikan; rumput lapang, wortel, daun singkong, kubis, daun sawi dan buncis. Sanitasi kandang dan pencegahan penyakit selalu dilakukan. Populasi ternak kelinci dalam 1 tahun terakhir sebanyak 4527 ekor; 304 indukan dan penjantan, 3220 dijual, 621 mati, 372 anakan, dan 10 ekor kelinci dipotong. Pola pemasaran ternak kelinci, semua peternak menjual hasil ternak mereka ke pedagang pengumpul. Kriteria penentuan harga dan waktu penjualan bibit ditentukan sendiri oleh peternak. Dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen pemeliharaan ternak kelinci masih tradisional, peternak menjual langsung ke pedagang pengumpul. Kriteria penentuan harga dan waktu penjualan ternak ditentukan oleh peternak.
Analisis Finansial Peternakan Sapi Perah Peternak Gapoktan Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang Bengkulu Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.1.39-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usaha peternakan sapi perah peternak Gapoktan Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2018 pada usaha peternakan sapi perah peternak Gapoktan Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang Bengkulu. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Data dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis finansial dengan kriteria (Return On Invesment, Payback Period, Net Present Value, Benefit Cost Ratio, dan Internal Rate of Return). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return On Invesment (22,82 %) lebih tinggi daripada tingkat suku bunga deposito (9 %). Jangka waktu pengembalian Payback Period (4 tahun 5 bulan) merupakan hasil periode lebih maksimum yang diperkirakan usaha (10 tahun), Net Present Value (Rp. 25.421.240,00), dan Benefit Cost Ratio (1,45) mempunyai nilai positif dan nilai lebih tinggi (daripada 1), perkiraan nilai Internal Rate of Return (28,45 %) adalah lebih tinggi daripada  tingkat suku bunga kredit 18 %. Hasil kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa  usaha peternakan sapi perah peternak Gapoktan Sumber Mulya dinyatakan layak secara finansial.
Pendapatan dan Curahan Tenaga Kerja Keluarga pada Berbeda Skala Kepemilikan Peternakan Sapi Pedaging Rakyat di Kabupaten Bengkulu Utara Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono; Novan, Novan
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.118-124

Abstract

AbstrakBeternak sapi pedaging dapat menjadi pekerjaan utama, tambahan penghasilan, dan investasi jangka pendek. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pendapatan dan curahan tenaga kerja keluarga pada berbeda skala kepemilikan sapi pedaging rakyat di Kecamatan Padang. Sampling. Responden peternak yang memiliki skala kepemilikan kecil (<3 ST) sebanyak 20 orang, skala kepemilikan sedang (3-5 ST) sebanyak  25 orang, dan skala kepemilikan besar (> 5 ST) sebanyak 15 orang. Variabel yang diamati meliputi kepemilikan ternak, biaya tetap, biaya variabel, biaya total, penerimaan, pendapatan, dan curahan tenaga kerja keluarga. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pendapatan dan curahan tenaga kerja keluarga pada skala kepemilikan kecil sebesar Rp. 13.173.502/tahun dan sebesar 1671 JKP/tahun, skala kepemilikan sedang sebesar Rp.15.341.647/tahun dan sebesar 2294 JKP/tahun, dan skala kepemilikan besar sebesar Rp. 17.096.969/tahun dan 3158 JKP/tahun. Hasil penelitian dapat disimpulkan, baik pendapatan maupun curahan tenaga kerja keluarga pada usaha peternakan sapi pedaging rakyat yang tertinggi pada skala kepemilikan besar. 
Analisis Ekonomi dan Keberlanjutan Usaha Ternak Puyuh Pada Saat Pandemi Corona Virus Desease (Covid–19) Di Kecamatan Muarabangkahulu Kota Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Harahap, Ahmad Saleh; Suherman, Dadang; Giovani, Alexander
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.8-16

Abstract

Puyuh merupakan jenis unggas dan masyarakat sudah lama membudidayakan untuk memproduksi telur dan daging. Pemeliharaan bertujuan untuk mata pencaharian dan pendapatan rumah tangga. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadinya dampak negatif terhadap usaha peternakan, terutama dalam memperoleh input produksi dan penjualan produk ternak. Menurunnya pendapatan masyarakat menyebabkan menurunnya pembelian produk peternakan. Penelitian ini menganalisis ekonomi dan keberlanjutan peternakan puyuh saat pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan di Kecamatan Muarabangkahulu Kota Bengkulu. Lima peternak digunakan dalam penelitian ini, yang dipilih dengan menggunakan metode snowball sampling. Data dikumpulkan pada penelitian ini adalah produksi telur, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C (Revenue/Cost), dan BEP (Break Even Point). Dari penelitian diperoleh hasil bahwa jumlah puyuh yang dipelihara adalah 2200/ekor/peternak, produksi telur adalah 71,14%, konsumsi pakan adalah 26,96 kg/ekor/hari, dan konversi pakan adalah 3,41. Pendapatan peternak adalah Rp 4.777.021,70/peternak/bulan, dengan nilai R/C 1,51; BEP unit 31.314 butir telur, dan BEP harga Rp 200,09/butir. Dapat disimpulkan bahwa usaha ternak puyuh masih untung dan  layak dilanjutkan pada saat pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Kata kunci: Ekonomi, Keberlanjutan, Puyuh, Pandemi Covid-19
Analisis Profit dan Payback Period Pada Budidaya Ternak Perah Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.17-23

Abstract

Penelitian ini menganalisis “profit” dan “payback period” peternakan Sumber Mulya yang mengusahakan sapi perah. Sumber Mulya terletak di Desa Sukasari, Kabawetan, Kepahiang. Pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan dengan menggunakan alat bantu berupa kuesioner, buku catatan perusahaan, alat tulis, alat transportasi, dan kamera. Sumber data dan informasi yang diperoleh dari peternak, buku catatan, dan pekerja di pertanian. Untuk memperoleh data dilakukan observasi langsung, wawancara dan pengisian kuesioner; yang meliputi data aspek teknis dan keuangan meliputi data investasi, biaya produksi, pendapatan usaha, pendapatan, produksi air susu, dan jumlah sapi induk laktasi selama satu tahun (Juli 2017 hingga Agustus 2018). Data diolah dan ditabulasi kemudian dihitung laba dan periodenya dan dibahas secara deskriptif. Hasil analisis diperoleh nilai keuntungan rata-rata sebesar Rp. 5.427.176,71/bulan, rata-rata sapi laktasi 7 ekor,  dan  biaya total  Rp. 10.032.823,29/bulan, dan “Payback period” tercapai untuk jangka waktu 3 tahun 4 bulan. Disimpulkan bahwa beternak sapi perah masih menguntungkan dan biaya investasi dapat dilakukan dalam waktu singkat. Kata  kunci : Payback period, peternakan sapi perah, profit,
Performa Reproduksi dan Perkembangan Populasi Keturunan dari Ayam Hutan Merah pada Masyarakat di Kabupaten Seluma, Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari; Soetrisno, Edi; Brata, Bieng Brata; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.55-62

Abstract

This study evaluates the reproductive performance and population development of red junglefowl offspring in communities in Seluma District, Bengkulu. Fifty respondents obtained by snowball sampling method used in this study. Data obtained through interviews, filling out questionnaires, and observation; includes rearing techniques, egg and chick production, as well as population. As a result, chicken population based on age and sex structure consisting of roosters (85 individuals), hens (67 individuals), chicks (63 individuals), and young chickens (122 individuals); and a total of 337 chickens. Chickens are raised by the community with 3 systems, namely (1) caged during the day and night, (2) released during the day and night, caged at night and released during the day. Egg production 5–15 eggs/hen/period, average 10.07±2.3 eggs/head/period, 8.6 ± 1.83 eggs were incubated by the hen, and eggs hatched 6.17±1.6 eggs/hen/period (72.78%), and and produced 6.17 chicks (61.26% of total egg production). Population development was slow, the initial population was 96 and the final population was 337 or an increase of 241 individuals (259.14%), the length of time of rearing was 7.47 years, so the increase rate was 32.26 individuals/year or 33.60% from the initial population. In conclusion, the descendants of the red jungle fowl are local chickens that genetically have good reproductive performance. Population growth is slow and is thought to be due to poor chickens rearing management.   Key words: Red Jungle Fowl, Offspring, Reproduction, Population   ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi performa reproduksi dan perkembangan populasi ayam hutan merah dan keturunannya pada masyarakat di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Lima puluh responden diperoleh dengan metode snowball sampling digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh  melalui wawancara, pengisian kuesioner, dan observasi;  meliputi teknik pemeliharaan, produksi telur dan anak ayam, serta populasi. Hasil, populasi ayam terdiri dari ayam jantan (85 ekor ayam), ayam betina (67 ekor ayam), anak ayam (63 ekor anak ayam), dan ayam muda (122 ekor ayam), sehingga total ayam 337 ekor ayam. Ayam dipelihara dengan 3 sistim yaitu : dikandangkan  siang  dan malam hari, dilepas siang dan malam hari, dikandangkan pada malam hari dan dilepas pada siang hari. Produksi telur 5–15 butir/induk ayam/periode, rata-rata 10,07±2,3 butir/ekor/periode, jumlah telur dieram 8,6±1,83 butir/induk ayam/periode, dan telur yang menetas 6,17±1,6 butir/induk ayam/periode (72,78%). Produksi anak ayam sebanyak 6,17 ekor/induk ayam/periode (61,26% dari total produksi telur). Perkembangan populasi lambat, populasi awal adalah 96 ekor dan populasi akhir sebanyak 337 ekor atau naik 241 ekor (259,14%), dengan lama pemeliharaan adalah 7,47 tahun, sehingga angka kenaikkan adalah 32,26 ekor/tahun atau 33,60% dari populasi awal. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam hutan merah keturunan dipelihara sebagai ayam lokal yang secara genetik memiliki kemampuan reproduksi cukup baik. Perkembangan populasi lambat yang diduga disebabkan menajemen pemeliharaan yang kurang baik.   Kata kunci: ayam hutan merah, keturunan, reproduksi, populas
Pemberdayaan Generasi Muda Muslim Lewat Pemberian Materi Dakwah Terprogram Berbasis Teologi Islam Rasional Sutriyono, Sutriyono; Hidayat, Ahmad
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i1.372

Abstract

EMPOWERMENT OF YOUNG MUSLIMS THROUGH THE PROVISION OF PROGRAMATIC DA'WAH MATERIAL BASED ON RATIONAL ISLAMIC THEOLOGY. Community empowerment mostly uses economic, legal, gender equality, and environmental approaches to build community awareness so that they dare to rise up and change the circumstances that hinder their development, progress, and prosperity. On the other hand, the potential of Islamic teachings as a guide to life can be used as an approach that is no less important than other empowerment approaches. Islamic teachings, which are teachings for community development, can serve as a new approach to community empowerment. On the other hand, the potential of the young Muslim generation as the successors of the development of the ummah and the nation must be the focus of efforts to regenerate a nation. This article offers an approach to empowering the young generation (gen Z) of Muslims who emphasize awareness by providing programmatic da'wah materials based on Rational Islamic theology that do not yet exist or have not been developed. This study uses descriptive qualitative methods based on related references. The study results show that rational Islamic theology can be an approach in empowering the community, especially the young generation of Islam. The approach of providing programmatic da'wah materials based on rational Islamic theology that emphasizes aspects of divine, moral and social awareness that can encourage individual or community awareness to understand the purpose, direction and meaning of life so that they can improve themselves towards a better direction and also have social roles in society.
Optimasi Kombinasi Elektroda dan Kuat Arus Pada Pengelasan Smaw Baja Karbon Rendah Dengan Metode Taguchi Untuk Meningkatkan Tegangan Bending Dan Menganalisis Deformasi Plastis Pambudi, Ambar; Wisnaningsih, Wisnaningsih; Sutriyono, Sutriyono; Prastika, Prastika; Bastiar, Muhammad Yoga
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i2.21307

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kombinasi diameter elektroda dan kuat arus pada proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap baja karbon rendah dengan menggunakan metode Taguchi. Fokus utama penelitian adalah menganalisis pengaruh parameter pengelasan terhadap nilai tegangan bending sambungan las serta hubungan antara variasi arus dan diameter elektroda terhadap deformasi plastis pada uji bending. Desain eksperimen menggunakan ortogonal array L9 (3²) untuk dua faktor, masing-masing tiga level. Hasil uji bending menunjukkan bahwa kombinasi optimal terdapat pada arus 110A dan elektroda berdiameter 3,2 mm. Nilai tegangan bending tertinggi tercapai sebesar 420 MPa, sedangkan deformasi plastis paling rendah tercatat pada kombinasi yang sama. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa kuat arus memiliki kontribusi paling signifikan terhadap hasil bending dibandingkan diameter elektroda. Kata kunci: smaw, baja karbon rendah, taguchi, tegangan bending, deformasi plastis. ABSTRACT Optimization of Electrode and Welding Current Combination in SMAW of Low Carbon Steel Using the Taguchi Method to Enhance Bending Stress and Analyze Plastic Deformation. This study aims to optimize the combination of electrode diameter and welding current in the Shielded Metal Arc Welding (SMAW) process for low carbon steel using the Taguchi method. The main focus of the research is to analyze the effects of welding parameters on the bending stress of the weld joints and to determine the relationship between current and electrode diameter variations with plastic deformation in the bending test. The experimental design employed an L9 (3²) orthogonal array for two factors, each at three levels. The bending test results indicated that the optimal combination was achieved at a current of 110A and an electrode diameter of 3.2 mm. The highest bending stress recorded was 420 MPa, while the lowest plastic deformation was also observed at the same combination. ANOVA analysis showed that welding current had the most significant influence on the bending performance compared to electrode diameter. Keywords: smaw, low carbon steel, taguchi, bending stress, plastic deformation.
ISLAMIC LAW STUDY AND MARRIAGE LAW ON MARRIAGE DISPENSATION Sutriyono, Sutriyono; Mujahid Lidinillah, Ahmad
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 4 No. 1 (2025): The 4rd International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage dispensation as a legal solution because most of the perpetrators of marriage dispensation are those who do not yet have formal legality to marry, so they then take legal efforts so that the marriage they carry out can be recognized. This study aims to determine the perspective of Islamic law, the Marriage Law and the Compilation of Islamic Law on marriage dispensation. The method used is qualitative with primary data sources from the Marriage Law, the Fiqh Book and the Compilation of Islamic Law while secondary data are books, journals, magazines related to marriage dispensation. The results of this study found that Islamic Law does not specifically regulate marriage dispensation because the majority of scholars only mention balig as a requirement for someone to marry and do not determine the minimum age of marriage, while Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and the Compilation of Islamic Law strictly regulates underage marriage, namely it must go through a court hearing mechanism to obtain permission for marriage dispensation.
Analisa Kualitas di Lingkungan Akademik Berdasarkan Perceived Service Quality:: Studi Kasus Program Pascasarjana Magister Teknik ITN Malang Lestarining, Basuki Diah Wilis; Sutriyono, Sutriyono; Dayal, Gustopo
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan yang dirasakan (Perceived Service Quality) serta hubungannya dengan kepuasan mahasiswa di Program Pascasarjana Teknik Industri. Dalam proses pengukuran kesenjangan kualitas layanan, penelitian ini mengadopsi dimensi Servqual sebagai dasar evaluasi, yang difokuskan pada penyusunan program perbaikan layanan di program studi. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dirumuskan solusi alternatif yang mendukung peningkatan kualitas layanan dengan berorientasi pada kepuasan mahasiswa. Dimensi Servqual yang digunakan meliputi ketanggapan (responsiveness), keandalan (reliability), kepedulian (empathy), jaminan (assurance), serta bukti fisik (tangible). Pendekatan ini memungkinkan identifikasi kesenjangan (gap) antara persepsi mahasiswa terhadap layanan yang diterima dengan ekspektasi mereka. Variabel dengan nilai terdapat pada variabel Reability dengan nilai Avg. Gap sebesar 1,08. lebih tinggi dari nilai yang diharapkan, diikuti oleh variabel responsiveness, assurance, empathy. Sedangkan nilai terkecil berada pada dimensi tangible. Penelitian mengungkapkan bahwa semua aspek kualitas layanan memiliki peran yang penting, khususnya dimensi tangibility, yang terbukti memberikan dampak yang cukup besar terhadap mahasiswa.