Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Manajemen Pemeliharaan Ternak Sapi Bali (Bos sondaicus) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu riko herdiansah; Dadang Suherman; Sutriyono Sutriyono
Wahana Peternakan Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v5i1.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pemeliharaan sapi bali (Bos sondaicus) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan adalah sensus dengan sampel 97 orang peternak sebagai responden. Hasil penelitian ini disajikan ke dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis secara deskriptif anallist. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pemeliharaan Ternak Sapi Bali (Bos sondaicus) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu tergolong baik, dilihat dari pola pemeliaraan yang mereka pilih. Kata kunci : Manajemen, Pemeliharaan, Sapi Bali
ANALISIS PENDAPATAN DAN PROFITABILITAS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH SUMBER MULYA DI KABUPATEN KEPAHIANG Dadang Suherman; Sutriyono; Riko Herdiansah
Wahana Peternakan Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v5i2.359

Abstract

ABSTRACT The study was purposed to find out income and profitability was achieved by a Sumber Mulya dairy farm. Research was held in July – Agust 2018 in Sumber Mulya dairy farm Kepahiang. The methods used in this research is case study method. Primary Data obtained through interviews with the respondents and recording. Data obtained for time 12 months on technical aspects and financial data covering production costs, data revenue, income data, the amount of data the data the amount of milk production and livestock lactation. Secondary data retrieved from the data contained in these farms. Data analysis used analysis formulas use income and profitability ratios. The result showed that Sumber Mulya Dairy cattle farm was net incomeaverages per month is Rp. 5,427,176,91 with the number of 7.00 averagecows lactation flat tail. Total cost per month of Rp.10,032,823.29 Profitability achieved by the company said 10,78% profitable because the value of profitability is greater than the interest rate a bank of 4.35%. Key word : income, dairy farm, profitability, dairy farm, milk production
Imbangan Media Penetasan terhadap Kemampuan Tetas dan Daya Hidup Jangkrik Gryllus mitratus W. Sugma; Sutriyono Sutriyono; B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.287-294

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh imbangan media penetasan terhadap kemampuan tetas dan daya hidup jangkrik Gryllus mitratus.  Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini, dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0= 100% pasir sungai; P1= 100% pasir pantai; P2= 50% pasir sungai + 50% pasir pantai; P3= 75% pasir sungai + 25% pasir pantai; P4= 25% pasir sungai + 75% pasir pantai; P5= tanpa media pasir. Data yang dikumpulkan adalah lama waktu menetas, daya tetas, mortalitas, dan daya tahan hidup anak jangkrik. Data dianalisis dengan analisis of varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tetas telur jangkrik paling tinggi diperoleh pada media tanpa pasir (87,2%) dan daya tahan hidup jangkrik yang paling baik selama 15 hari pembesaran jangkrik adalah pada penggunaan media campuran (75% pasir sungai + 25% pasir pantai) dengan rataan daya tahan hidup sebesar 92,8%.Kata kunci: Gryllus mitratus, media penetasan, kemampuan tetas, daya tahan hidup
Populasi dan Distribusi Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) sebagai Sumber Pakan Ternak pada Ekosistem Persawahan Di Kota Bengkulu K. Saputra; Sutriyono Sutriyono; B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.189-201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan keong mas (Pomacea canaliculata L.) ditinjau dari sisi populasi dan penyebarannya di alam. Penelitian ini telah dilaksakan pada bulan September-Oktober tahun 2017 bertempat di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis sampling dengan kerangka kuadrat berukuran 5x5 meter sebanyak 17 plot berdasarkan urutan dari anggota populasi yang jumlahnya sebanyak 49 plot pada masing-masing stasiun pengamatan. Kondisi lingkungan stasiun pengamatan memiliki kelembaban berkisar antara 71% - 83,4%, suhu lingkungan 28,4 - 28,8 oC, pH perairan sawah 5,9 - 6,5, dan suhu perairan sawah 25,3 - 28,8 oC. Kepadatan populasi keong mas berkisar antara 0 – 5,78 individu/m2 dengan nilai Indeks Morisita pada stasiun pengamatan Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Semarang, dan Kelurahan Bukit Besar berkisar antara 0,002 - 0,024 yang menunjukkan pola penyebaran teratur (Id<1), sedangkan pada stasiun pengamatan Kelurahan Kandang Limun tidak diperoleh nilai indeks morisita karena tidak ditemukan sampel keong mas saat penelitian berlangsung. Frekuensi ditemukannya keong mas pada ketiga stasiun pengamatan sebesar 100%, kecuali pada Kelurahan Kandang Limun yang memiliki frekuensi 0%. Kelimpahan keong mas pada ketiga stasiun pegamatan cukup jarang dengan kelimpahan 3,52 ekor/m2 - 5,78 ekor/m2, sedangkan pada stasiun pengamatan Kelurahan Kandang Limun memiliki kelimpahan 0 ekor/m2 atau sangat jarang. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa populasi keong mas pada ekosistem persawahan di Kota Bengkulu memiliki pola distribusi teratur (Id<1) dengan kelimpahan jarang hingga sangat jarang.Kata Kunci: Populasi, Distribusi, Keong Mas, Ekosistem, Perswahan
Kualitas Madu yang Beredar Di Kota Bengkulu Berdasarkan Penilaian Konsumen dan Uji Secara Empirik Rustama Saepudin; Sutriyono Sutriyono; Robi Okta Saputra
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.1.30-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas madu yang banyak beredar di kota Bengkulu dilihat dari pH, kadar air, warna, rasa, bau, tingkat kesukaaan konsumen, kebersihan dan dengan melakukan uji semut.Penelitian ini menggunakan 6 merek madu yang sudah dikenal di Bengkulu, yaitu Merek Madu Putih Flora, Madu Sumbawa, Madu Multisari, Madu Super, Madu Murni, dan Madu dari peternakan lebah dikepahiang. Hasil penelitian menunjukan semua merek madu yang diuji memiliki pH yang bagus yakni berkisar 3,4 sampai 3,8. Tetapi memiliki kadar air yang  tidak bagus yaitu yang tertinggi 25% dan terendah 23%.Berdasarkan uji organoleptik, dan kebersihansemua merek madu yang diuji memiliki pengaruh berbeda nyata (P<0,001) sedangkan pada uji semut memiliki pengaruh tidakberbeda nyata (P>0,01).Kata Kunci : Madu, kualitas madu, organoleptik, konsumen
Studi Perilaku Makan Burung Anak Walet Putih (Collocalia Fuciphaga) dari Mulai Menetas Sampai Bisa Terbang Bieng Brata; Rustama Saepudin; Sutriyono Sutriyono; Ardi Yorman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.2.135-142

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan burung anak walet putih (Collacalia fuciphaga) mulai mentas sampai bisa terbang dengan pemberian pakan kroto rang-rang (Oerophylla smargdina), jangkrik, dan campurannya (jangkrik 33%, kroto 34% dan pakan ayam BRI 33%). Metode Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 10 ekor burung anak walet putih. Sebagai perlakuannya adalah kroto 100%, jangkrik 100% dan pakan campuran (33% jangkrik, 34% kroto dan 33% pakan ayam broiler fase satu). Parameter yang diamati adalah; tanda – tanda lapar, jarak makan antar periode, jumlah periode pemberian pakan, jumlah pakan yang dilolohkan per perode. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian pakan kroto rang – rang, jangkrik, dan campuran terhadap perilaku anak walet mulai menetas sampai terbang.Kata kunci : Burung walet sarang putih, kroto, jangkrik.
Nilai Nutrisi Gulma Sawah Dominan di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Sutriyono Sutriyono; Nanik Setyowati; Hardi Prakoso; Agus Iswanrijanto; Eko Suprijono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.2.88-93

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk memperoleh spesies-spesies gulma potensial sebagai sumber pakan ternak, berdasarkan pada produksi, dominansi, dan nilai nutrisi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah KecamatanSungai Serut, Kota Bengkulu. Dibuat petak sampel berukuran 1 m x 1 m sebanyak lima puluh petak sampel dengan metode jalur transek. Gulma dipanen dengan akarnya, kemudian dicuci, dipilah-pilahkan menurutjenisnya, dihitung jumlah jenis dan jumlah individu untuk setiap jenis, dihitung ditimbang, dianalisis kandungan nutrisinya (bahan kering, Protein kasar, kalsium, posfor) dan kandungan energi. Berdasarkanpenelitian ditemukan 23 spesies gulma, dan lima jenis dominan adalah Gulma X (Ordo Poales), Fymbristilis milliaceae, Lindernia anagalis, Cyperus halpan, Ludwigia perennis, dengan nilai SDR berturut-turut adalah 18,30 %; 11,92 %; 10,82 %; 8,94 %; 7,55%; produksi biomasa 495,96 kg/ha atau 27,87 %; 206,2 kg/ha atau 11,15 %, 127.9kg/ha atau 7,19 % , 94.08 kg/ha atau 5,29 %. Kandungan protein 5,28 %; 6,89 %; 5,97%; 6,01 %; 7,39. Kandungan kalsium : 0,02 %; 0,09 %; 0,13 %; 0,08 %; 0,06 %; kandungan posfor 0,16 %; 0,33%; 0.57%; 0,26 %; 0,296 %. Seluruh gulma dominan menyebar secara berkelompok. Dapat disimpulkan bahwa gulma dominan mempunyai potensi sebagai sumber pakan.Kata kunci : spesies, gulma sawah, dominansi, produksi, nutrisi
Identifikasi Asal-usul Ayam Hutan Merah yang Dipelihara Masyarakat Di Kabupaten Seluma J. Setianto; Sutriyono Sutriyono; H. Prakoso; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.586 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.2.141-152

Abstract

Ayam hutan merah merupakan salah satu satwa penting yang mempunyai fungsi ekologi, ekonomi dan estetika. Masyarakat di Kabupaten Seluma telah memelihara ayam hutan merah. Sampai saat ini, belum banyak dikaji asal-usul ayam hutan merah yang dipelihara oleh masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi asal-usul ayam hutan merah, asal pembelian bibit, alat yang digunakan untuk berburu, dan kemurnian bibit. Pemilihan responden dilakukan dengan metode snowball sampling. Data diperoleh dari peternak yang dipilih sebagai responden dengan menggunakan kombinasi wawancara secara mendalam, daftar pertanyaan, dan pengamatan langsung. Hasil studi menunjukkan asal ayam hutan merah responden dari membeli sebanyak 51,11%, pemberian sebesar 17,78, berburu sebanyak 11,11%, serta berburu dan membeli sebanyak 9%. Dari responden yang membeli, 81,24 % responden membeli ayam hutan merah dari peternak, 12,5% dari pemburu, 3,13% dari pemburu dan peternak dan 3,13% dari pasar. Sebanyak 31,11% responden melakukan perburuan dan 68,89% tidak melakukan perburuan. Dari responden yang berburu, 7,14% menggunakan alat jaring, 7,14% alat racit, dan 85,72% kombinasi jaring dan racit. Bibit yang dibeli responden induk 6,25%, pejantan 56,25%, anak 6,25% serta induk dan pejantan 31,25%. Bibit yang diperoleh responden sebanyak 17,78% ayam hutan merah, 66,67% keturunan ayam hutan merah dan 15,56 ayam hutan merah dan keturunannya. Asal-usul ayam hutan merah diperoleh dari alam dengan cara berburu dan dari masyarakat dengan cara membeli maupun pemberian. Perolehan ayam hutan merah paling dominan diperoleh dari masyarakat sebesar 74,07%. Sisanya sebesar 25,93% diperoleh dari alam. Kata kunci: Ayam hutan merah, asal-usul, bibit, berburu
Kualitas Semen Produksi UPTD Bengkulu dan Tingkat Keberhasilan Inseminasi pada Sapi Bali dan Peranakan Simental di Bengkulu T. Suteky; Sutriyono Sutriyono; Dwatmadji Dwatmadji; M. I. Sholihin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.221-229

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas semen yang di produksi Unit Pelaksana Teknis Daerah Inseminasi Buatan (UPTD IB) Provinsi Bengkulu dan hasil Inseminasi Buatannya. Pemeriksaan semen dilakukan di laboratorium UPTD-IB Bengkulu, untuk mengevaluasi keberhasilan IB materi yang dipergunakan adalah 163 ekor sapi yang di IB dengan semen beku produksi UPTD-IB, sapi tersebut milik 30 peternak tersebar di 3 wilayah kotamadia Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Data sekunder diperoleh dari kartu IB di Dinas Peternakan dan inseminator meliputi karakteristik peternak meliputi umur, pendidikan, lama memelihara sapi potong, mata pencarian pokok dan jumlah kepemilikan sapi. Paramater yang diamati 1. Kualitas semen yang meliputi volume, warna, pH, motilitas dan konsentrasi 2. Performan reproduksi Service per conception (S/C) dan Non Return Rate (NRR). Hasil penelitian menunjukkan kualitas semen segar telah memenuhi standar dengan volume 5,4-7 ml, warna putih-kream, pH 7, gerakan masa skor positif 2, spermatozoa motil 65-70%, konsentrasi 650-700 juta ml-1. Hasil penelitian juga menunjukkan S/C sapi Bali tidak berbeda nyata,rata-rata NRR dan S/C sapi Bali di Kabupaten Bengkulu Tengah 77%, S/C 1,2, sapi Bali di Kotamadia Bengkulu 84%, S/C 1,1, sapi Bali di Kabupaten Bengkulu Utara 77%, S/C 1,2 sedangkan sapi peranakan Simental 46%, SC 1,8. Kesimpulan dari penelitian bahwa tingkat keberhasilan sapi Bali lebih baik dari pada sapi Peranakan Simental. Kata kunci : kualitas semen, sapi Bali, S/C dan NNR
Perbandingan Produksi Lebah Madu Apis cerana pada Dua Sistem Integrasi yang Berbeda di Kabupaten Rejang Lebong R. Pasaribu; H. D. Putranto; Sutriyono Sutriyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.432-443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produksi dan populasi lebah madu A. cerana pada dua sistem integrasi yang berbeda, integrasi pada tanaman tomat dan tanaman stroberi yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian dilakukan dengan metode survey; responden adalah peternak lebah madu dengan sistem integrasi dengan jumlah 9 orang, Data yang dikumpulkan meliputi produksi madu pada tanaman tomat dan produksi madu pada tanaman stroberi. Data pendukung yang dikumpulkan meliputi karakteristik peternak dan kondisi umum lokasi penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara, pengisian data peternak, dan pengamatan langsung serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan produksi dan populasi lebah madu A.cerana yang diintegrasikan pada tanaman tomat dan dengan tanaman stroberi, diperoleh rerata produksi madu pada integrasi tanaman tomat adalah 2,722 liter/stup/tahun, dan pada integrasi pada tanaman stroberi adalah 3,96 liter/stup/tahun. Kesimpulan dari penelitian adalah produksi dan produktivitas lebah madu A.cerana dari tiap koloni lebah menunjukan tidak terlihat perbedaan karena sumber pakan berjarak di bawah radius 1000 meter, artinya setiap anggota koloni lebah memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pakan yang sama dengan jumlah yang memadai.Kata kunci: A.cerana, produksi madu, kebun tomat dan stroberi, Kabupaten Rejang Lebong