Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Antara Emotional Intelligence dengan Kemampuan Literasi Matematis Siswa Amelia, Inaz Nova; Patmawati, Hetty; Dewi, Sinta Verawati
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i1.15577

Abstract

Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena melibatkan konsep abstrak dan kompleks, seperti teori, bilangan, dan rumus. Selain keterampilan berpikir kritis, keberhasilan dalam menyelesaikan masalah matematika juga memerlukan kecerdasan emosional untuk mengelola emosi, meningkatkan motivasi, dan menjaga stabilitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan literasi matematis siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Tasikmalaya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, sampel penelitian diambil secara acak sederhana sebanyak 34 siswa dari kelas VII H. Data diperoleh melalui angket kecerdasan emosional dan tes literasi matematis materi persamaan linear satu variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kecerdasan emosional maupun kemampuan literasi matematis siswa berada pada kategori sedang. Pengujian regresi linier sederhana mengungkapkan adanya hubungan linier positif antara kecerdasan emosional dan kemampuan literasi matematis, dengan kontribusi sebesar 49,2%. Temuan ini menunjukkan kecerdasan emosional merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERDASARKAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Yuniarti, Tita; Patmawati, Hetty; Setialesmana, Depi
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i1.459

Abstract

Kemampuan literasi matematika menjadi salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki siswa. Namun kenyatanyaannya banyak siswa yang tergolong masih rendah dalam kemampuan literasi matematika. Untuk itu perlu adanya peningkatan kemampuan literasi matematika, salah satunya melalui pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan kecerdasn logis matematis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan kecerdasan logis matematis dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu pra eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya berjumlah 11 kelas. Sampel ditentukan dengan dengan teknik cluster random sampling dan terpilih kelas VIII J sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan isntrumen tes yaitu tes kecerdasan logis matematis dan tes kemampuan literasi matematika siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif dilakukan dengan perhitungan N-Gain tes kemampuan literasi matematika siswa. Selanjutnya analisis statistika inferensial terlebih dahulu dilakukan dengan uji normalitas dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan kecerdasan logis matematis dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa dengan skor rerata N-Gain 0,56.
Pengaruh Self-Efficacy dan Habits of Learning terhadap Kemampuan Computational Thinking Nurhaliza, Erisa; Patmawati, Hetty; Yulianto, Eko
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3002

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya computational thinking sebagai kompetensi abad ke-21 yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi seberapa besar pengaruh self-efficacy dan habits of learning terhadap kemampuan computational thinking siswa, baik dilihat secara terpisah maupun bersamaan. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode asosiatif untuk mengungkap pengaruh antar variabel. Sampel diambil dari populasi dengan karakteristik bahwa seluruh siswa tidak mengikuti les atau bimbingan belajar tambahan, sehingga sampel dianggap merepresentasikan populasi secara utuh tanpa adanya pengaruh dari pembelajaran eksternal. Sampel terdiri dari 40 siswa kelas 12 di salah satu SMA negeri di Kabupaten Sukabumi yang dipilih melalui random sampling. Instrumen penelitian mencakup kuesioner self-efficacy dan habits of learning, serta melalui tes kemampuan computational thinking yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui uji ahli dan uji coba kepada siswa non-sampel. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 24, dengan kriteria dikatakan memiliki pengaruh, jika hasil analisis regresi ganda menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 pada tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) self-efficacy memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan computational thinking, (2) habits of learning juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan tersebut, dan (3) secara simultan, kedua variabel ini berkontribusi sebesar 60,1% terhadap kemampuan computational thinking. Temuan ini menyerankan agar memberi perhatian pada aspek afektif siswa.
PENGEMBANGAN DESA WANASIGRA MELALUI KELOMPOK DAPUR D’NURMA SEBAGAI SENTRA PENGHASIL OLAHAN IKAN NILA Patmawati, Hetty; Nurhayati, Elis; Sofiani, Yulia; Agus Kurniawan Shavab, Oka; Thibyan, Mohamad; Mutia Sahida, Nurahmi; Amarulloh, Sandy Ihsan; Nashrulloh, Fahreza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.6129

Abstract

Masyarakat Desa Wanasigra mayoritas bermata pencaharian sebagai buruh tani. Seiring berjalannya waktu ternyata kebanyakan masyarakat Wanasigra beralih profesi menjadi pembudidaya ikan, ini di dukung dengan potensi kolam yang mencapai 11.000 ha. Pengembangan desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Predikat desa perikanan yang diberikan oleh pemerintah kepada Desa Wanasigra merupakan usaha dari masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat dalam hal perikanan. Tujuan dari pengabdian ini untuk mengetahui proses pengolahan ikan terhadap pengembangan desa wanasigra dalam menghadapi permasalahan perikanan. Metode yang digunakan yaitu melalui pelatihan dan penerapan teknologi untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat peternak Nila untuk mengolah ikan Nila menjadi produk olahan, seperti: dendeng/kere. Melalui pelatihan pengolahan dan pemasaran, kelompok ini mampu menghasilkan berbagai produk olahan ikan nila yang bernilai ekonomis tinggi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong diversifikasi produk lokal dan mengangkat potensi desa Wanasigra. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wanasigra telah berhasil meningkatkan nilai tambah produk perikanan, khususnya ikan nila, melalui pengembangan kelompok Dapur D’Nurma.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills Ditinjau dari Gender Pebrianti, Rosa; Patmawati, Hetty; Natalliasari, Ike
CARTESIUS : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No.1 Tahun 2025
Publisher : Unika Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS level kognitif analisis (C4) dan eval_uasi (C5) ditinjau dari gender. Penelitian dilakukan pada 4 siswa kelas VIII-K SMPN 3 Tasikmalaya dengan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive dan pengumpulan data dilakukan melalui soal tes, angket, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada level kognitif analisis (C4) kesalahan siswa dengan gender undifferentiated tidak menulis informasi, salah menginterpretasikan masalah, salah perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Siswa androgynous kurang lengkap dan tepat dalam penulisan informasi, perhitungan, dan tidak memeriksa kembali hasil. Siswa masculine kurang lengkap dan tepat dalam menulis informasi, salah hitung, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Sementara siswa feminine kurang lengkap dan tepat dalam menulis informasi, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Kesalahan pada soal eval_uasi (C5), siswa undifferentiated dan feminine tidak lengkap dalam menulis informasi, salah perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Kesalahan siswa androgynous tidak menulis informasi, salah menginterpretasikan masalah, salah hitung, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal, sedangkan siswa masculine mengalami kesalahan dalam menulis informasi, perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills Ditinjau dari Gender Pebrianti, Rosa; Patmawati, Hetty; Natalliasari, Ike
CARTESIUS : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No.1 Tahun 2025
Publisher : Unika Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS level kognitif analisis (C4) dan eval_uasi (C5) ditinjau dari gender. Penelitian dilakukan pada 4 siswa kelas VIII-K SMPN 3 Tasikmalaya dengan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive dan pengumpulan data dilakukan melalui soal tes, angket, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada level kognitif analisis (C4) kesalahan siswa dengan gender undifferentiated tidak menulis informasi, salah menginterpretasikan masalah, salah perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Siswa androgynous kurang lengkap dan tepat dalam penulisan informasi, perhitungan, dan tidak memeriksa kembali hasil. Siswa masculine kurang lengkap dan tepat dalam menulis informasi, salah hitung, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Sementara siswa feminine kurang lengkap dan tepat dalam menulis informasi, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Kesalahan pada soal eval_uasi (C5), siswa undifferentiated dan feminine tidak lengkap dalam menulis informasi, salah perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Kesalahan siswa androgynous tidak menulis informasi, salah menginterpretasikan masalah, salah hitung, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal, sedangkan siswa masculine mengalami kesalahan dalam menulis informasi, perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal.
Penguatan Literasi Digital bagi Guru-Guru di Lingkungan Pesantren Kabupaten Tasikmalaya melalui Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Learning Management System (LMS) Ratnaningsih, Nani; Patmawati, Hetty; Sukirwan, Sukirwan; Nugraha, Depi Ardian; Suhaya, Suhaya; Nurfadillah, Zahra Awalia; Nashrulloh, Fahreza; Maheltra, Alma Nesya
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1287

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital para guru di sekolah-sekolah lingkungan pesantren melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan LMS dalam pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan para guru dapat memanfaatkan LMS untuk memperkaya metode pengajaran mereka dan meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif bagi para guru. Pelatihan akan mencakup pengenalan konsep dasar LMS, cara penggunaannya, serta penerapan LMS dalam pembelajaran sehari-hari. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan para guru dapat mengaplikasikan LMS secara mandiri dan efektif. Penggunaan LMS juga memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di lingkungan pesantren. Literasi digital yang diperkuat ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kualitas pendidikan di pesantren, meningkatkan keterampilan teknologi para guru, dan membuka peluang pembelajaran yang lebih luas dan modern. Pelatihan dan Pendampingan ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu menguatkan literasi digital dan keterampilan penggunaan LMS bagi guru-guru di pesantren, sehingga berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Tasikmalaya. The primary objective of this activity is to enhance the digital literacy of teachers in schools within the pesantren environment through training and assistance in the use of LMS in learning. By doing so, it is expected that teachers will be able to utilize LMS to enrich their teaching methods and improve the quality of education in pesantren. The methods used in this program include a series of intensive training sessions and ongoing assistance for the teachers. The training covers the introduction of basic LMS concepts, its usage, and the application of LMS in daily learning. Continuous assistance is provided to ensure that teachers can independently and effectively implement LMS. The use of LMS also brings a positive impact on the learning process in the pesantren environment. This strengthened digital literacy is expected to support the development of education quality in pesantren, improve teachers' technological skills, and open up broader and more modern learning opportunities. The training and assistance successfully achieved its main goal, namely strengthening digital literacy and LMS skills for teachers in pesantren, thereby positively impacting the improvement of learning quality in Tasikmalaya Regency.
CO-INNOVATION KELAPA SANGRAI NAIK KELAS: STRATEGI DIVERSIFIKASI KULINER LOKAL MENUJU IKON EKONOMI KREATIF Sudaryanti, Dedeh Sri; Munawar, Andri Helmi; Suryanugraha, Dim Zarita; Patmawati, Hetty; Nisa, Ana Sakinatun
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i3.535

Abstract

Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran memiliki potensi kelapa yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada olahan tradisional sehingga nilai ekonominya rendah. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan mitra, khususnya pelaku UMKM, kader PKK, dan karang taruna dalam mengembangkan produk inovatif berbasis kelapa sangrai sebagai ikon kuliner desa. Kegiatan dilaksanakan di Desa Putrapinggan dengan pendekatan Community Based Research (CBR) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan produksi higienis dan diversifikasi rasa, penerapan teknologi tepat guna, pengembangan kemasan berlabel, serta pelatihan pemasaran digital. Pelatihan ini dilaksanakan di Auda Desa Putrapinggan. Hasil program menunjukkan mitra mampu menghasilkan tiga varian produk kelapa sangrai (gurih, pedas, manis), menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, dan memasarkan produk melalui media sosial serta marketplace. Produk yang dikemas modern dan berlabel mendapat respons positif di pasar lokal. Implikasi kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan mitra, tetapi juga memperkuat identitas kuliner lokal, membuka peluang usaha berkelanjutan, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif desa berbasis potensi lokal.
Kemampuan Translasi Representasi Verbal ke Simbolik ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Tipe Climber dan Camper Ramadhan, Fista Cahyani; Patmawati, Hetty; Mulyani, Eva
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 5 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i5.23903

Abstract

This study aims to analyze the ability to translate verbal representations into symbolic representations in terms of adversity quotient (AQ) types climber and camper. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques in this study were carried out through the distribution of ARP questionnaires, tests of the ability to translate verbal representations into symbolic representations, and interviews. The instruments used were the ARP questionnaire and a test of the ability to translate verbal representations into symbolic representations of single-variable linear inequalities. The subjects of this study included two eighth-grade students from SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Data analysis was conducted using several techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students with climber-type AQ are able to meet all indicators of verbal-to-symbolic representation translation ability, namely: identifying the information contained in the source representation; identifying what is being asked from the source representation; determining the strategy or initial steps for forming the source representation based on the target representation; forming the requested target representation as the solution to the target representation; and checking the consistency of the target representation with the source representation. Meanwhile, students with AQ type camper were able to meet four out of five indicators, with the unmet indicator being checking the consistency of the target representation with the source representation.
Analisis Kemampuan Number Sense Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Numerasi AKM Ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis Rosidah, Santi; Hidayat, Edy; Patmawati, Hetty
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2431

Abstract

Minimnya penelitian yang meneliti kemampuan number sense menunjukkan perlunya kajian lebih mendalam di bidang ini dikarenakan number sense merupakan dasar numerasi yang esensial dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan number sense peserta didik dalam menyelesaikan soal numerasi model asesmen kompetensi minimum ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Kami menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melibatkan peserta didik kelas VIII-D SMP Negeri 1 Ciawi yang berjumlah 29 peserta didik. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kecerdasan logis matematis, tes kemampuan number sense, dan wawancara. Kami menggunakan kerangka analisis Miles & Huberman untuk menganalisis data penelitian yang mencakup: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa subjek dengan kecerdasan logis matematis tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan number sense yaitu mengidentifikasi sifat berurutan dari bilangan-bilangan dan keteraturan pada sistem bilangan, memilih estimasi terdekat hasil operasi bilangan dan merepresentasikannya, mengidentifikasi karakteristik hasil operasi bilangan dan implikasinya pada berbagai jenis bilangan, dan menilai kewajaran hasil perhitungan. Subjek dengan kecerdasan logis matematis sedang mampu memenuhi tiga indikator kemampuan number sense yaitu mengidentifikasi sifat berurutan dari bilangan-bilangan dan keteraturan pada sistem bilangan, memilih estimasi terdekat hasil operasi bilangan dan merepresentasikannya, dan menilai kewajaran hasil perhitungan. Subjek dengan kecerdasan logis matematis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan number sense.