Claim Missing Document
Check
Articles

From Interest to Apathy: Media Access Gaps and Political Trust in Relation to Political Participation: Dari Minat ke Apatis: Kesenjangan Akses Media dan Kepercayaan Politik terhadap Partisipasi Politik Permatasari, Olivia Devita; Jayawinangun, Roni; Duryatmo, Sardi
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kesenjangan akses media dan kepercayaan politik dalam membentuk partisipasi politik masyarakat di Kota dan Kabupaten Bogor pasca Pilkada 2024. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat kesenjangan akses media, kepercayaan politik, dan partisipasi politik masyarakat; (2) menganalisis pengaruh kesenjangan akses media terhadap kepercayaan politik; (3) menganalisis pengaruh kepercayaan politik terhadap partisipasi politik daring dan luring; serta (4) menguji peran kepercayaan politik sebagai variabel mediator dalam hubungan antara kesenjangan akses media dan partisipasi politik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei cross-sectional terhadap 404 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari pemilih terdaftar dalam DPT Pilkada 2024 di Kota dan Kabupaten Bogor. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, regresi berganda, dan uji mediasi (PROCESS Hayes Model 4, 4.000 bootstrap resamples). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesenjangan akses media berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan politik (β = 0,389; p < 0,001); (2) kepercayaan politik berpengaruh signifikan terhadap partisipasi politik (β = 0,212; p < 0,001); (3) kesenjangan akses media berpengaruh langsung terhadap partisipasi politik (β = 0,171; p < 0,05); dan (4) kepercayaan politik memediasi secara parsial hubungan antara kesenjangan akses media dan partisipasi politik (efek tidak langsung = 0,060; 95% CI [0,024; 0,104]). Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan Knowledge Gap Hypothesis, Political Trust Theory, dan Political Efficacy Theory dalam satu model mediasi empiris pada konteks pemilu lokal Indonesia. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan pemerataan akses media dan penguatan kepercayaan publik melalui komunikasi politik yang transparan serta program literasi media digital berbasis komunitas.
The Role of Traditional Leaders in Rote Ndao in Case Resolution through Restorative Justice Yenny Febrianty; Roni Jayawinangun; Jonathan Rey Cusa; Rindiana Larasati
JUSTISI Vol. 12 No. 1 (2026): JUSTISI
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/js.v12i1.4990

Abstract

This study aims to analyze the role of traditional leaders in Rote Ndao in resolving cases based on restorative justice and to assess the effectiveness of traditional mechanisms in realizing restorative justice at the local level. The method used in this study is a normative juridical approach supported by factual data obtained through literature study, analysis of legislation, and review of literature related to customary dispute resolution practices in Indonesia. The novelty of this research lies in the integration model between Rote Ndao customary law and the principles of restorative justice in handling minor crimes. This model shows that customary mechanisms can serve as an alternative means of case resolution that is in line with substantive justice and local values. The results of the study show that customary leaders play a strategic role as mediators and facilitators of deliberations who are able to resolve cases peacefully without going through litigation. This mechanism not only resolves conflicts but also restores social relations, strengthens community solidarity, and preserves local wisdom values. Conclusion The role of traditional leaders in Rote Ndao is highly relevant to be strengthened as part of dispute resolution policies at the local level. This approach can be used as a model for other regions in integrating customary law and positive law to achieve substantive justice and social sustainability.
Kontribusi Transparansi Informasi dan Kepercayaan Institusi terhadap Partisipasi Politik Konvensional dan Digital Warga Bogor Aisyah Nurroffiatur Rahmah; Roni Jayawinangun; David Rizar Nugroho
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (April - Mei 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i1.1862

Abstract

Dinamika politik di era digital dipengaruhi oleh transparansi informasi dan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara, terutama di wilayah strategis seperti Bogor. Penelitian ini mengkaji pengaruh transparansi informasi dan kepercayaan institusi terhadap partisipasi politik warga Bogor, baik secara konvensional maupun digital, dengan mengacu pada Relationship Management Theory dan konsep Critical Citizens. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan dari 404 responden melalui survei dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi informasi berkontribusi positif dan signifikan terhadap partisipasi politik. Kepercayaan institusi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap partisipasi konvensional (β = −0,222; p < 0,05), mengindikasikan fenomena critical citizens di mana rendahnya kepercayaan justru memicu keterlibatan warga yang lebih aktif. Kepercayaan institusi tidak terbukti memediasi hubungan antara transparansi dan partisipasi. Studi ini memberikan kontribusi empiris bahwa di wilayah urban dengan literasi digital tinggi, informasi transparan berfungsi sebagai pemicu langsung tindakan politik mandiri, melewati jalur kepercayaan institusional.