Ahmad Syai
Unknown Affiliation

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN MUSIK TERBANGAN DI DESA SERBAJADI KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Mahqvira, Febi; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i1.22564

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Perkembangan Musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan pertunjukan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan Mendeskripsikan, perkembangan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anggota musik Terbangan di Desa serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Objek penelitian ini yaitu musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik obeservasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki musik Terbangan untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya suatu komunitas musik yang menggunakan musik perkusi dengan cara ditabuh. pada tahun 1990-an musik Terbangan hanya dimainkan oleh sekumpulan orangtua saja, dari segi lirik, pemain, alat musik dan penonton mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Namun sekarang sajian musik Terbangan dimainkan oleh sekumpulan muda mudi dari segi lirik juga telah diseuaikan dengan situasi pertunjukan, tiap-tiap pemain memegang satu rebana dan penontonnya juga ikut meramaikan pertunjukan musik Terbangan. Dalam hal pertunjukannya grup musik Terbangan hanya menggunakan alat musik rebana beserta vokal oleh khalifah pada grup Terbangan itu sendiri. Grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya sering melakukan kegiatannya pada acara-acara pernikahan, sunah rasul dan aqikahan.Kata Kunci: Perkembangan, Musik, Terbangan
ANALISIS PERUBAHAN RAGAM GERAK TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT Qodoma, Talitha Wafa; Supadmi, Tri; Syai, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22560

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang Analisis Perubahan Ragam Gerak Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat ini mengangkat masalah bagaimana analisis bentuk gerak tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang sudah baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat, yang bertujuan untuk mendeskripsikan ragam gerak dalam bentuk notasi laban sebagai saran pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Subjek penelitian adalah tari Rateb Meuseukat, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah analisis perubahan ragam gerak tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan notasi laban tari Rateb Meuseukat, penari juga melakukan gerakan secara berselang seling yaitu level tinggi dan rendah. Tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa memiliki 2 versi yaitu tari Rateb Meuseukat Nazar yang mempunyai 7 ragam gerak, sedangkan tari Rateb Meuseukat yang baku mempunyai 12 ragam gerak. Perbedaan dari kedua tarian tersebut terletak pada bagian tangan, syair, level dan temponya.Kata kunci: Perubahan, Notasi Laban, Rateb Meuseukat, Ragam gerak
RAPAI DALAM KESENIAN DALUPA DI GAMPONG PANGGONG KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Maisarah, Siti; Syai, Ahmad; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22558

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Rapai dalam Kesenian Dalupa di Gampong Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Mengangkat masalah tentang bagaimana ragam pukulan rapai dalam kesenian Dalupa di Gampong Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk ragam pukulan rapai dalam kesenian Dalupa di Gapong Panggong Kecamatan Krueng Sabee. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Ismail Sabi (Yah Dek) salah satu pemain rapai dalam kesenian Dalupa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ragam pukulan rapai di kesenian Dalupa terdapat 8 pola. Perbedaan bentuk ragam pukulan rapai tersebut disebabkan oleh kreatifitas para pemusik yang mengikuti jalan cerita syair. Dalam setiap perbedaannya terdapat dinamik keras lembutnya, untuk menciptakan suasana dan tekanan-tekanan (lembut dan keras) di dalam kesenian Dalupa. Untuk penulisan ragam pukulan rapai di dalam kesenian Dalupa sampai saat ini belum memiliki notasi ritme baku.Kata Kunci: tradisi, ragam pukulan rapai, Dalupa
DALUPA DI DESA PANGGONG KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Salpuja, Jumira Hani; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22556

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya mengangkat masalah bagaimana bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam pertunjukan dalupa yaitu Ismail Sabi (yah dek). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan kesenian dalupa meliputi: pemain rapai yang mengiringi pertunjukan dari awal sampai akhir, syair yang dinyanyikan secara serentak oleh pemain musik, dan pemeran dalupa yang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan ini, para pemain rapai menggunakan pakaian serbahitam dilengkapi dengan kopiah atau peci, busana yang digunakan oleh semua pemain musik adalah sama, sementara tokoh dalam pertunjukan dalupa menggunakan kostum yang terbuat dari bulu ijuk, yang menutupi seluruh tubuh sampai kepala bagian belakang, wajah si dalupa biasanya dirias atau dipakaikan topeng yang senada dengan warna ijuk, pemeran dalupa juga membawa pedang sebagai properti tangan (handprop). Selama pertunjukan berlangsung pukulan rapai dan nyanyian syair tidak pernah berhenti kecuali saat pergantian irama atau lagu, kesenian dalupa difungsikan sebagai hiburan, namun didalamnya terkandung banyak unsur nilai seperti pendidikan, agama dan norma-norma yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: tradisi, pertunjukan, dalupa
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TARI LIKOK PULO PADA SISWA TUNA RUNGU DI SMPLB ANEUK METUAH KOTA JANTHO Rizki, Zilfa; Syai, Ahmad; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15691

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada Siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran ekstrakurikuler Tari Likok Pulo di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho, dan kendala apa saja yang ditemui guru dalam kegiatan ektrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho, dan untuk mendeskripsikan kendala guru dalam kegiatan Ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar dalam kegiatan ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuh Metuah Kota Jantho berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui prestasi yang telah diraih siswa dalam berbagai perlombaan tari, meskipun guru yagn melatih Tari Likok Pulo tersebut lulusan dari IAIN Ar-Raniry, namun siswa-siswi di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho mampu menarikan Tari Likok Pulo dengan baik. Metode yang digunakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung adalah metode physical prompting, metode gestural prompting, direct instruction, dengan menerapkan pendekatan konstektual, dan media stimulasi audiotoris pada proses pembelajaran tari yang sesuai dengan kemampuan siswa, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.Kata Kunci: Ekstrakurikuler, Likok Pulo, Tuna Rungu
IMPLEMENTASI MODEL PAKEM DALAM PEMBELAJARAN TARI LIKOK PULO DI MTsN 1 BIREUEN Musliana, Cut; Zuriana, Cut; Syai, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15683

Abstract

Penelitian dengan judul Implementasi Model PAKEM dalam Pembelajaran Tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen mengangkat masalah bagaimana perencanaan Model PAKEM dalam pembelajaran tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen, pelaksanaan Model PAKEM dalam pembelajaran tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen, evaluasi dan hasil pembelajaran tari LIkok Pulo dengan menggunakan model PAKEM di MTsN 1 Bireuen dan hambatan-hambatan dalam pembelajaran tari Likok Pulo dengan menggunakan model PAKEM dan cara mengatasinya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembelajaran tari Likok Pulo serta mengetahui hambatan-hambatan dalam pembelajaran dan cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pembelajaran disiapkan oleh guru. Pelaksanaan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Evaluasi dilakukan dalam bentuk tertulis dan praktek. Aspek penilaian praktik meliputi aspek wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa. Hambatan yang dihadapi adalah kurangnya minat siswa laki-laki, kemampuan guru terbatas, fasilitas masih kurang terutama belum ada kaca di ruang kesenian. Pihak sekolah berusaha mengalokasikan dana dengan meminta guru untuk membuat anggaran. Pengawasan guru terhadap siswa masih kurang. Perlu adanya pelatihan untuk guru agar meningkatkan kualitas mengajar.Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran, PAKEM, Tari Likok Pulo
CANANG KAYU DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Hamdani, Hamdani; Syai, Ahmad; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15684

Abstract

Penelitian berjudul Canang Kayu di Kabupaten Aceh Singkil, mengangkat masalah tentang bagaimana sejarah, proses pembuatan, dan teknik permainan dari alat musik Canang Kayu di Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah alat musik Canang Kayu itu sendiri sebagai subjek utama, kemudian tokoh adat/seniman, dan budayawan yang ada di Aceh Singkil. Sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu meliputi sejarah, proses pembuatan, dan teknik permainan yang ada pada alat musik tradisional Canang Kayu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan, teknik wawancara tidak terstruktur, dan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sejarah awal dari diciptakannya alat musik Canang Kayu adalah untuk hiburan pada waktu senggang ketika saat istirahat setelah bertani padi dimana perkembangan dari awal diciptakan sampai sekarang tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Kedua, proses pembuatan alat musik Canang Kayu meliputi pemilihan bahan dasar yang menggunakan kayu cuping-cuping, teknik pemotongan, teknik pembentukan, dan teknik finishing. Selanjutnya teknik permainan pada alat musik Canang Kayu meliputi posisi badan tegak dengan duduk bersila di atas tanah/lantai, lalu posisi tangan kanan dan kiri memegang stick pemukul, dan teknik pukulan menggunakan pola irama tertentu yang beragam tergantung pada saat kapan atau pada acara apa Canang Kayu itu dimainkan. Susunan konstruksi dari alat musik Canang Kayu dapat dikatakan sepenuhnya berbahan kayu yang terdiri dari bilah canang, kotak resonator, dan stick pemukul.Kata Kunci: musik, alat musik tradisional, canang kayu.
BASIC STICKING SNARE DRUM PADA BATTERY LINE DRUM CORPS UNIVERSITAS SYIAH KUALA Rahmayana, Rahmayana; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15294

Abstract

Penelitian yang berjudul Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala dan apa saja kendala yang dialami pelatih selama proses latihan Basic sticking Snare Drum. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala dan mendeskripsikan kendala yang dialami pelatih selama proses latihan berlangsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pelatih dan alumni pemain snare drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala meliputi pengenalan alat, cara memegang stick, basic sticking, dan rudiment. Kendalanya adalah sulit menyamakan posisi tangan kanan dan kiri sesuai dengan teknik tradisional grip, sulit menyatukan ketukan ketika melakukan rudiment pada setiap pemain, sulit mengontrol tangan kanan dan kiri, serta kurangnya kedisiplinan pemain saat proses latihan berlangsung.Kata kunci: basic sticking, snare drum, Battery Line Drum Corps
PROSES PEMBELAJARAN GITAR AKUSTIK PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH Lestari, Faralita; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15291

Abstract

Judul penelitian ini adalah proses kegiatan ekstrakurikuler Gitar di Sekolah SMP Negeri 1 Banda Aceh. Rumusan permasalahannya terkait tentang bagaimana pembelajaran gitar akustik pada kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan apa saja kendala yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami guru pada ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis pendekatannya adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Banda Aceh, sedangkan objek penelitiannya adalah proses pembelajaran ekstrakurikuler gitar disekolah tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan kepribadian siswa termasuk dalam katagori baik dalam proses pembelajaran gitar yang dilaksanakan selama 2-3 bulan dari bulan Agustus sampai November. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah mula-mula siswa dan siswi mengenal tali/senar pada senar gitar 1 sampai 6 dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bungong Jeumpa, sampai mereka hafal terhadap irama lagu tersebut, kemudian guru mulai memberikan akord lagu bungong jeumpa. Sambil siswi belajar akord tersebut guru ikut membimbing pada saat proses latihan. Tahap selanjutnya yang dilakukan guru adalah dengan mengajar satu perasatu. Untuk latihan pada lagu Bungoeng Jeumpa dibutuhkan latihan dan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa bermain gitar dengan baik dan benar, diantaranya dengan menggunakan teknik penjarian. Untuk latihan selanjutnya proses latihan yang dilakukan selanjutnya proses latihan yang dilakukan masih sama ketercapaiannya terkait dengan teknik serta menstabilkan tempo agar tempo lagu yang dimainkan tidak lari.Kata kunci: Proses, Latihan, Ekstrakurikuler, Gitar
HIPHOP PADA KOMUNITAS SACH DI TAPAKTUAN Ulumuddin, Taufiq Ihya; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13127

Abstract

Penelitian yang berjudul Hiphop pada Komunitas SACH di Tapaktuan ini mengangkat masalah bagaimana perkembangan komunitas SACH di Tapaktuan dan bagaimana pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang komunitas SACH di Tapaktuan dan pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ketua serta anggota dari komunitas SACH, dan objek dalam penelitian ini adalah tentang perkembangan komunitas SACH di Tapaktuan serta pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas SACH adalah komunitas Hiphop yang dibentuk oleh Aminullah pada tahun 2011 di Tapaktuan yang awalnya terdiri dari 5 orang anggota saja, namun seiring berjalannya waktu komunitas SACH mampu berkembang dengan terus bertambahnya jumlah anggota. Awalnya komunitas SACH dibentuk hanya untuk hiburan pemuda di Tapktuan namun sekarang komunitas SACH memfokuskan karyanya dalam memperkenalkan daerah dan didukung dengan keterlibatan komunitas SACH dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Komunitas SACH juga mampu mendapatkan prestasi dalam perlombaan-pelombaan Hiphop yang diselenggarakan di Daerah maupun luar daerah. Demi mencapai tujuan untuk terus menjadi komunitas yang besar, komunitas SACH sangat disiplin dalam pembelajarannya dikarenakan di dalam komunitas SACH memiliki kelompok-kelompok Hiphop seperti musik Beatbox, musik Rap dan tari Breakdance. Namun pada awal tahun 2014 komunitas SACH melakukan perubahan dengan menambah kelompok seni ke dalam komunitas SACH yaitu tari tradisi dan musik tradisi. Demi terwujudnya pembelajaran yang baik, komunitas SACH memiliki guru atau pelatih yang disebut senior yang sudah ahli di dalam kelompoknya untuk mengajarkan teknik-teknik Hiphop tersebut kepada para anggota atau anggota baru yang masuk ke dalam komunitas SACH. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dimana pelatih tersebut mempraktekkan teknik-teknik yang akan diajarkan lalu diikuti oleh anggota.Kata Kunci: Hiphop, komunitas SACH,