Ahmad Syai
Unknown Affiliation

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

RAPA’I DALAM KESENIAN DALUPA DI GAMPONG PANGGONG KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Siti Maisarah; Ahmad Syai; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Rapa’i dalam Kesenian Dalupa di Gampong Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Mengangkat masalah tentang bagaimana ragam pukulan rapa’i dalam kesenian Dalupa di Gampong Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk ragam pukulan rapa’i dalam kesenian Dalupa di Gapong Panggong Kecamatan Krueng Sabee. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Ismail Sabi (Yah Dek) salah satu pemain rapa’i dalam kesenian Dalupa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ragam pukulan rapa’i di kesenian Dalupa terdapat 8 pola. Perbedaan bentuk ragam pukulan rapa’i tersebut disebabkan oleh kreatifitas para pemusik yang mengikuti jalan cerita syair. Dalam setiap perbedaannya terdapat dinamik keras lembutnya, untuk menciptakan suasana dan tekanan-tekanan (lembut dan keras) di dalam kesenian Dalupa. Untuk penulisan ragam pukulan rapa’i di dalam kesenian Dalupa sampai saat ini belum memiliki notasi ritme baku.Kata Kunci: tradisi, ragam pukulan rapa’i, Dalupa
PERKEMBANGAN MUSIK TERBANGAN DI DESA SERBAJADI KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Febi Mahqvira; Ahmad Syai; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Perkembangan Musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan pertunjukan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan Mendeskripsikan, perkembangan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anggota musik Terbangan di Desa serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Objek penelitian ini yaitu musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik obeservasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki musik Terbangan untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya suatu komunitas musik yang menggunakan musik perkusi dengan cara ditabuh. pada tahun 1990-an musik Terbangan hanya dimainkan oleh sekumpulan orangtua saja, dari segi lirik, pemain, alat musik dan penonton mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Namun sekarang sajian musik Terbangan dimainkan oleh sekumpulan muda mudi dari segi lirik juga telah diseuaikan dengan situasi pertunjukan, tiap-tiap pemain memegang satu rebana dan penontonnya juga ikut meramaikan pertunjukan musik Terbangan. Dalam hal pertunjukannya grup musik Terbangan hanya menggunakan alat musik rebana beserta vokal oleh khalifah pada grup Terbangan itu sendiri. Grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya sering melakukan kegiatannya pada acara-acara pernikahan, sunah rasul dan aqikahan.Kata Kunci: Perkembangan, Musik, Terbangan
CANANG KAYU DALAM TARI DAMPENG Tio Zikri Alfadla; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Peran Canang Kayu dalam Tari Dampeng” mengangkat masalah tentang peran canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam permainan alat musik Canang kayu di Aceh Singkil yaitu Rafliansyah dan Isfandi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan Canang kayu dalam tari Dampeng sangatlah penting karena canang kayu dan tari Dampeng pada dasarnya tidak dapat dipisahkan sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan juga Canang kayu adalah sebagai warna musik dalam tarian Dampeng. Pola ritme Canang Kayu menggunakan ritme 4/4. Pola Ritme ini kemudian, dimasukkan syair- syair pada bagian awal sampai akhir pola ritme Canang kayu agar penari dapat mengikuti ketukan dari canang kayu itu sendiri. Canang kayu sangat monoton apabila karya pola permainan Canang kayu hanya berpatokan pada dua pola saja. Tetapi permainan Canang kayu yang dimainkan harus memiliki karakter keras dan lembut pada pukulan Canang kayu agar suara yang dihasilkan menjadi lebih indah dan menarik dari dua pola, sehingga hasilnya akan menjadi indah dan dapat diikuti oleh para penari tari Dampeng.Kata kunci: Canang Kayu, Peran, Pola.
ANALISIS PERUBAHAN RAGAM GERAK TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT Talitha Wafa Qodoma; Tri Supadmi; Ahmad Syai
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian tentang “Analisis Perubahan Ragam Gerak Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat” ini mengangkat masalah bagaimana analisis bentuk gerak tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang sudah baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat, yang bertujuan untuk mendeskripsikan ragam gerak dalam bentuk notasi laban sebagai saran pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Subjek penelitian adalah tari Rateb Meuseukat, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah analisis perubahan ragam gerak tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan notasi laban tari Rateb Meuseukat, penari juga melakukan gerakan secara berselang seling yaitu level tinggi dan rendah. Tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa memiliki 2 versi yaitu tari Rateb Meuseukat Nazar yang mempunyai 7 ragam gerak, sedangkan tari Rateb Meuseukat yang baku mempunyai 12 ragam gerak. Perbedaan dari kedua tarian tersebut terletak pada bagian tangan, syair, level dan temponya.Kata kunci: Perubahan, Notasi Laban, Rateb Meuseukat, Ragam gerak
DALUPA DI DESA PANGGONG KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Jumira Hani Salpuja; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul” Dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya” mengangkat masalah bagaimana bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam pertunjukan dalupa yaitu Ismail Sabi (yah dek). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan kesenian dalupa meliputi: pemain rapa’i yang mengiringi pertunjukan dari awal sampai akhir, syair yang dinyanyikan secara serentak oleh pemain musik, dan pemeran dalupa yang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan ini, para pemain rapa’i menggunakan pakaian serbahitam dilengkapi dengan kopiah atau peci, busana yang digunakan oleh semua pemain musik adalah sama, sementara tokoh dalam pertunjukan dalupa menggunakan kostum yang terbuat dari bulu ijuk, yang menutupi seluruh tubuh sampai kepala bagian belakang, wajah si dalupa biasanya dirias atau dipakaikan topeng yang senada dengan warna ijuk, pemeran dalupa juga membawa pedang sebagai properti tangan (handprop). Selama pertunjukan berlangsung pukulan rapa’i dan nyanyian syair tidak pernah berhenti kecuali saat pergantian irama atau lagu, kesenian dalupa difungsikan sebagai hiburan, namun didalamnya terkandung banyak unsur nilai seperti pendidikan, agama dan norma-norma yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: tradisi, pertunjukan, dalupa
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMA SWASTA PANTI HARAPAN DESA LAWE DESKY KECAMATAN BABUL MAKMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Boison Hutapea; Ahmad Syai; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Swasta Panti Harapan Desa Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara”, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Swasta Pantiharapan Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Strategi Pembelajaran Paduan Suara Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Seni di SMA Swasta Pantiharapan Desa Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara. Data di peroleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data model interaktif. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi data dan kecukupan referensial. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat Strategi Pembelajaran Paduan Suara Ekstrakurikuler SMA Swasta Panti Harapan Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara yang diguakan yaitu: memiliki proses pembelajaran padauan suara, perekrutan anggota paduan suara dengan menyeleksi angggota yang ingin bergabung dengan padauan suara, anggota yang antosias mengikuti latihan, memiliki tahap proses latihan seperti: pembagian suara, vocalizing, dan teknik vokal, memiliki waktu latihan yang rutin setiap minggunya.Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Paduan Suara
ALAT MUSIK TRADISIONAL TAGANING DI KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA Riris Juliana Br. Simare-mare; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Alat Musik Tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara” mengangkat masalah bagaimana organologi dan teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan organologi dan teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan   Lawe   Sigala-gala   Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiaan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa organologi alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara meliputi (a) bahan dasar alat musik menggunakan kulit lembu sebagai membran, kayu nangka sebagai tubuh Taganing berbentuk tabung, rak terbuat dari besi/kayu, dan palu-palu (stik) terbuat dari kayu jeruk purut, (b) bentuk Taganing yaitu tabung melengkung dan ukuran gendang tingting tinggi 52 cm diameter membran 17 cm, paidua tingting tinggi 53 cm diameter membran 18 cm, painonga tinggi 54 cm diameter membran 19 cm, paidua odap tinggi 54 cm diameter membran 20 cm, dan odap-odap tinggi 54 cm diameter membran 21 cm, (c) struktur Taganing terdiri dari badan Taganing (ruang resonator), kulit/membran (penutup resonator/sumber bunyi), pinggol-pinggol (pelindung rotan pada membran), tali rotan (penghubung membran dan laman), pakko (pengait rotan pada membran), tangan- tangan (tali penggantung Taganing pada rak), sollop (penutup resonator bagian bawah),  solang  (penyetem  suara),  dan  laman  (alas  Taganing),  (d)  memproduksi bunyi dengan cara dipukul, Taganing menghasilkan suara nang, ning, nung, neng, nong atau jika meminjam istilah musik barat yaitu tangga nada pentatonik yaitu nada do, re, mi, fa, sol. Teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara meliputi, (a) Taganing dimainkan dengan posisi duduk, (b) cara memegang stik, (c) teknik memukul stik yang terdiri dari memukul stik pada bagian tengah  gendang, memukul stik pada bagian tepi gendang, serta memukul stik pada bagian tengah gendang  dan menghentikannya seketika dengan cara menekan   permukaan gendang dengan ujung stik, dan teknik memukul stik tersebut berkaitan dengan pola-pola permainan Taganing yaitu mangarapat, manganak-anaki, dan mangodap-odapi.Kata Kunci: Organologi, Teknik, Musik, Tradisional, Taganing
CANANG KAYU DALAM TARI DAMPENG Alfadla, Tio Zikri; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22580

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Peran Canang Kayu dalam Tari Dampeng mengangkat masalah tentang peran canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam permainan alat musik Canang kayu di Aceh Singkil yaitu Rafliansyah dan Isfandi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan Canang kayu dalam tari Dampeng sangatlah penting karena canang kayu dan tari Dampeng pada dasarnya tidak dapat dipisahkan sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan juga Canang kayu adalah sebagai warna musik dalam tarian Dampeng. Pola ritme Canang Kayu menggunakan ritme 4/4. Pola Ritme ini kemudian, dimasukkan syair- syair pada bagian awal sampai akhir pola ritme Canang kayu agar penari dapat mengikuti ketukan dari canang kayu itu sendiri. Canang kayu sangat monoton apabila karya pola permainan Canang kayu hanya berpatokan pada dua pola saja. Tetapi permainan Canang kayu yang dimainkan harus memiliki karakter keras dan lembut pada pukulan Canang kayu agar suara yang dihasilkan menjadi lebih indah dan menarik dari dua pola, sehingga hasilnya akan menjadi indah dan dapat diikuti oleh para penari tari Dampeng.Kata kunci: Canang Kayu, Peran, Pola.
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMA SWASTA PANTI HARAPAN DESA LAWE DESKY KECAMATAN BABUL MAKMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Hutapea, Boison; Syai, Ahmad; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22573

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Swasta Panti Harapan Desa Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Swasta Pantiharapan Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Strategi Pembelajaran Paduan Suara Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Seni di SMA Swasta Pantiharapan Desa Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara. Data di peroleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data model interaktif. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi data dan kecukupan referensial. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat Strategi Pembelajaran Paduan Suara Ekstrakurikuler SMA Swasta Panti Harapan Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara yang diguakan yaitu: memiliki proses pembelajaran padauan suara, perekrutan anggota paduan suara dengan menyeleksi angggota yang ingin bergabung dengan padauan suara, anggota yang antosias mengikuti latihan, memiliki tahap proses latihan seperti: pembagian suara, vocalizing, dan teknik vokal, memiliki waktu latihan yang rutin setiap minggunya.Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Paduan Suara
ALAT MUSIK TRADISIONAL TAGANING DI KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA Br. Simare-mare, Riris Juliana; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i1.22569

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Alat Musik Tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara mengangkat masalah bagaimana organologi dan teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan organologi dan teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiaan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organologi alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara meliputi (a) bahan dasar alat musik menggunakan kulit lembu sebagai membran, kayu nangka sebagai tubuh Taganing berbentuk tabung, rak terbuat dari besi/kayu, dan palu-palu (stik) terbuat dari kayu jeruk purut, (b) bentuk Taganing yaitu tabung melengkung dan ukuran gendang tingting tinggi 52 cm diameter membran 17 cm, paidua tingting tinggi 53 cm diameter membran 18 cm, painonga tinggi 54 cm diameter membran 19 cm, paidua odap tinggi 54 cm diameter membran 20 cm, dan odap-odap tinggi 54 cm diameter membran 21 cm, (c) struktur Taganing terdiri dari badan Taganing (ruang resonator), kulit/membran (penutup resonator/sumber bunyi), pinggol-pinggol (pelindung rotan pada membran), tali rotan (penghubung membran dan laman), pakko (pengait rotan pada membran), tangan- tangan (tali penggantung Taganing pada rak), sollop (penutup resonator bagian bawah), solang (penyetem suara), dan laman (alas Taganing), (d) memproduksi bunyi dengan cara dipukul, Taganing menghasilkan suara nang, ning, nung, neng, nong atau jika meminjam istilah musik barat yaitu tangga nada pentatonik yaitu nada do, re, mi, fa, sol. Teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara meliputi, (a) Taganing dimainkan dengan posisi duduk, (b) cara memegang stik, (c) teknik memukul stik yang terdiri dari memukul stik pada bagian tengah gendang, memukul stik pada bagian tepi gendang, serta memukul stik pada bagian tengah gendang dan menghentikannya seketika dengan cara menekan permukaan gendang dengan ujung stik, dan teknik memukul stik tersebut berkaitan dengan pola-pola permainan Taganing yaitu mangarapat, manganak-anaki, dan mangodap-odapi.Kata Kunci: Organologi, Teknik, Musik, Tradisional, Taganing