Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Syuhada, Syuhada; Saputra, Ade; Syaifuddin, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses paling signifikan yang kita lalui dalam kehidupan sehari-hari, disadari atau tidak, adalah sosialisasi. Kebijakan di bidang pendidikan mempunyai dampak yang signifikan terhadap perkembangan moral siswa. bermaksud untuk memastikan metode yang digunakan untuk mensosialisasikan kebijakan pendidikan, serta tahapan yang terlibat, taktik sosialisasi, dan media yang digunakan untuk melakukan sosialisasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang sesuai dengan keadaan awal dan dilihat dari sudut sosialisasi kebijakan pendidikan. Temuan studi ini menunjukkan bahwa ada tiga tahap yang harus dipertimbangkan ketika mensosialisasikan kebijakan pendidikan: 1) persiapan; 2) imitasi (atau permainan); dan 3) aksi (atau permainan). Sosialisasi kebijakan pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai media, antara lain media elektronik (seperti CD atau compact disk), media sosial, radio, televisi, dan radio, serta media komunikasi (seperti poster, leaflet, brosur, spanduk, dan baliho).
Konseptualisasi Struktur Organisasi dan Organisasi Keprofesian Syuhada, Syuhada; Saputra, Ade; Saputra, Ramli; Afriza, Afriza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi adalah suatu wadah atau ruang kosong tempat orang-orang berkumpul dan bekerjasama secara logis, kompak, metodis, terencana, terorganisir, terarah, dan teratur. Dalam pengorganisasian harus ada konsep agar pelaksanaan kegiatan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Konsep organisasi dalam pendidikan antara lain: pengorganisasian harus mempunyai tujuan yang jelas; harus ada pembagian kerja dan penugasan kerja; keseimbangan antara tugas, tanggung jawab, dan wewenang; mempunyai pemimpin yang mampu menggerakkan dan mengarahkan anggotanya; adanya pertanggungjawaban yang berkesinambungan atas hasil pekerjaan yang diperoleh; Pengorganisasian harus fleksibel dan seimbang. Sedangkan organisasi profesi adalah organisasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang mempunyai profesi yang sama dengan tujuan mencapai tujuan bersama.
Pengaruh Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kompetensi Profesional dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Kota Pekanbaru Syuhada, Syuhada; Hartono, Hartono; Mudasir, Mudasir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui seberapa baik kinerja guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SMK swasta Kota Pekanbaru menjadi tujuan penelitian ini. Populasi penelitian adalah guru IPAS dan SMK yang mengikuti kegiatan MGMP sebanyak 46 orang. Analisis regresi berganda adalah metode yang digunakan dengan rumus Y=a + b1X1 + b2X2 + b3X3 +... bnXn. Dengan adanya perubahan pada variabel independen kegiatan MGMP, kompetensi profesional, dan motivasi kerja guru sebesar 94,8%, maka nilai tersebut dapat dikatakan sebagai perubahan kinerja mengajar guru Sisanya sebesar 5,2% ditentukan oleh faktor lain. Sehingga terdapat pengaruh MGMP tentang efektivitas guru seperti yang ditunjukkan oleh nilai t sebesar 6,877 dengan sig. 0,000 kurang dari 0,05, kompetensi profesional guru sebesar 16,982 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru, dibuktikan dengan nilai t sebesar 7,415 dengan sig. 0,000 kurang dari 0,05. Berdasarkan analisis tersebut kinerja guru IPAS SMK swasta di Kota Pekanbaru dipengaruhi oleh Kegiatan MGMP, Kompetensi Profesi, dan Motivasi Kerja.
PERBANDINGAN NILAI PARAMETER INDEKS ERITROSIT PADA SAMPEL PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS MULTITRANSFUSI DENGAN MASA SIMPAN 1, 2, DAN 3 HARI Asnita, Julia; Syuhada, Syuhada; Damhuri, Fajriani; Nur, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.15999

Abstract

Chronic kidney failure patients can experience a decrease in hemoglobin levels during blood sampling for laboratory examination or hemodialysis which results in anemia in the patient. Chronic kidney failure patients who experience anemia can be treated with blood transfusions before and after hemodialysis. Giving blood transfusions to patients with chronic renal failure in stages to increase Hb as needed by the patient to prevent overload. Before a transfusion is carried out, there is a pre-transfusion examination, which is a series of examination procedures. One of the pre-transfusion checks is to carry out a crossmatch, to match the blood of the patient who wants to be transfused with the blood of the donor required before the patient is given blood. If there is no significant difference in the erythrocyte content, erythrocyte index MCV, MCH, MCHC, HB and hematocrit then it can be carried out one blood draw from a patient with kidney failure for 3 days for transfusion.
Evaluasi Aktivitas Antibakteri Minyak Jintan Hitam Terhadap Bakteri Gram-Positif dan Gram-Negatif: Studi pada Staphylococcus aureus dan Pseudomunas aeruginosa Salsabila, Maisan Khoiri; Rukaya, Benazir Evita; Syuhada, Syuhada
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14950

Abstract

This study aims to evaluate the antibacterial activity of black cumin oil (Nigella sativa) against Gram-positive (Staphylococcus aureus) and Gram-negative (Pseudomonas aeruginosa) bacteria. Methods: The antibacterial activity was tested using the well diffusion method with varying concentrations of black cumin oil (0.1%, 0.5%, 1%, and 2%), along with a negative control using ethyl acetate as the solvent. Additionally, a simple phytochemical screening was conducted using a test tube reaction method to detect the presence of active compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The results showed that (1) black cumin oil at a concentration of 2% produced the largest inhibition zones, measuring 15.33 ± 3.21 mm for Staphylococcus aureus and 9.37 ± 1.98 mm for Pseudomonas aeruginosa; (2) Statistical analysis confirmed significant differences in several treatments, with a p-value < 0.05. The antibacterial effect of black cumin oil was stronger against Gram-positive bacteria than Gram-negative bacteria, likely due to differences in bacterial cell wall structures; (3) Furthermore, black cumin oil tested positive for alkaloids and saponins, which are known as potential antimicrobial compounds. Overall, this study indicates that black cumin oil has the potential to serve as an effective natural antibacterial agent, particularly against Gram-positive Staphylococcus aureus.
Optimasi Sterilisasi Minuman Jamu Kunyit-Asam Kemasan dengan Metode Pasteurisasi Putri, Meilani; Syuhada, Syuhada; Rukaya, Benazir Evita
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.15042

Abstract

This study aims to evaluate the effect of pasteurization at 65°C and 85°C on pH stability, organoleptic characteristics, and microbiological contamination of turmeric and tamarind herbal medicine during 15 days of storage. This research is an experimental study in the laboratory. The research methods include pasteurization at the two temperatures, pH testing, organoleptic tests (including colour, aroma, and taste), and total plate count (TPC) analysis to assess microbial contamination. The results of the study showed several main findings (1) pasteurization was effective in maintaining the stability of pH, colour, and aroma of turmeric and tamarind herbal medicine during 15 days of storage; (2) there was an increase in flavour intensity on the 15th day in the pasteurized group; (3) pasteurization at 85°C reduced the lowest microbial contamination rate (1.85 × 10¹⁰ CFU/mL) compared to the group without pasteurization (3.33 × 10¹⁰ CFU/mL). Thus, pasteurization in this study increased microbiological safety and affected the sensory characteristics of turmeric and tamarind herbal medicine, especially in taste intensity.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN HEMATOLOGI JUMLAH ERITROSIT PADA SAMPEL DARAH PASIEN THALASEMIA DENGAN ANTIKOAGULAN K2EDTA SEGERA DAN SETELAH DITUNDA 4 JAM POST SAMPLING DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Syuhada, Syuhada; Fitriani, Dita; Marlina, Dwi; Laksmidara, Mira
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.9697

Abstract

Abstrak: Perbandingan Hasil Pemeriksaan Hematologi Jumlah EritrositPada Sampel Darah Pasien Thalasemia Dengan Antikoagulan K2EDTASegera Dan Setelah Ditunda 4 Jam Post Sampling Di RSUD Dr. H. AbdulMoeloek Bandar Lampung. Pemeriksaan hematologi dibagi menjadi tiga tahapanyaitu tahap pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik. Pada tahap pra analitikterkadang terdadpat penundaan sehingga diperlukan pengetahuan berapa lamawaktu penundaan yang diperlukan. Hitung jumlah eritrosit merupakan salah satutolak ukur untuk membantu menegakkan, menunjang diagnosa, memantau riwayatpenyakit, menilai berat atau ringannya penyakit hingga menentukan prognosispada penyakit tersebut, salah satunya yaitu thalasemia. Tujuan dari penelitian iniyaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan hematologieritrosit pada sampel darah pasien thalasemia dengan antikoagulan K2EDTA segeradan setelah ditunda 4 jam post sampling. Jenis penelitian yang digunakan dalampenelitian ini mengunakan analitik observasional dengan pendekatan crosssectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan Hematology AnalyzerMindray BC-3600 dengan sampel sebanyak 53 sampel. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh hasil yakni tidak terdapat perbedaan jumlah eritrosit yang sig nifikanantara sampel darah pada sampel darah pasien Thalasemia dengan AntikoagulanK2EDTA segera dan setelah ditunda 4 jam post sampling
PENERAPAN PEMBAGIAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) PASAL 177 DAN PASAL 178 TENTANG BAGIAN ORANG TUA Syuhada, Syuhada
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 3 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v3i1.833

Abstract

Bagian-bagian pasti yang ditentukan oleh Allah swt. dalam kitab suci al-qur’an adalah : ½, ¼, 1/8 dan 2/3, 1/3, 1/6, bagian pasti tersebut adalah dari harta peninggalan (HP), kecuali dalam kasus al-gharrawain, yaitu ibu mendapat bagian 1/3 sisa, yaitu bagian 1/3 setelah dikurangi bagian suami atau bagian istri. Dalam Alqur’an surat An-nisa’ ayat 11, Ibu apabila mewaris bersama bapak dan mayat tidak meninggalkan anak dan cucu (walad) maka ibu mendapat bagian 1/3 dan bapak mendapatkan sisanya (2/3), itu artinya ibu mendapatkan satu bagian sedangkan bapak mendapatkan dua bagian. Jadi ayat tersebut menciptakan asas “jika terdapat ahli waris yang sama tetapi beda jenis, maka bagian perempuan separuh dari bagian laki-laki” asas tersebut berlaku bagi orang tua (Ibu dan Bapak) satu bagian diberikan kepada ibu sebab perempuan dan dua bagian diberikan bapak sebab laki-laki. Oleh sebab itu dalam kasus Al-Gharrawain, ibu mendapatkan 1/3 sisa (satu bagian) yaitu sepertiganya setelah diambil bagian suami atau bagian istri, sedangkan bagian bapak menjadi 2/3 (dua bagian). Istilah yang digunakan oleh para shahabat untuk bagian yang diterima oleh ibu adalah Tsulutsul Bâqi, yaitu sepertiga sisa, sebab berbuat sopan santun dengan surat An-nisa’ ayat 11.
Perbandingan Efektivitas Transfusi Darah Prc Segar Dengan PRC Simpan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di UTD RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Basir, Azzahra Lailatul; Syuhada, Syuhada; Hadiarto, Rinto; Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20593

Abstract

Salah satu terapi anemia pada pasien gagal ginjal kronis adalah transfusi Packed Red Cell (PRC), baik PRC segar maupun PRC simpan, namun perbedaan efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas transfusi PRC segar dan PRC simpan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada Februari–Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien gagal ginjal kronis yang menerima transfusi PRC, terdiri dari 18 pasien yang mendapatkan PRC segar dan 18 pasien yang mendapatkan PRC simpan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan 8 jam setelah transfusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan kadar hemoglobin pada kelompok PRC segar sebesar 1,22 g/dL, lebih tinggi dibandingkan kelompok PRC simpan sebesar 0,95 g/dL. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna secara signifikan antara kedua kelompok (p = 0,009). Dapat disimpulkan bahwa transfusi PRC segar lebih efektif dibandingkan PRC simpan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien gagal paired t-test ginjal kronis.
The Influence of Principal Leadership, Rewards from Principals, and Punishment from Principals on Teacher Discipline in State Elementary Schools in Dumai City District, Dumai City Syuhada, Syuhada; Mahdum, Mahdum; Gimin, Gimin
Journal of Educational Sciences Vol. 6 No. 1 (2022): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.6.1.p.130-145

Abstract

This research is a quantitative research with the Expost Facto method which aims to analyze and describe the influence of Principal Leadership, Rewards from Principals, and Punishment from Principals on Teacher Discipline either partially or simultaneously. Data were collected using an instrument in the form of a closed questionnaire which was distributed to 93 respondents consisting of public elementary school teachers in the Dumai Kota Sub-district after being tested for validity and reliability first. The results of the study using multiple linear regression analysis techniques concluded that partially Principal Leadership has a significant and positive effect on Teacher Discipline by 24.25% and is the most dominant factor in influencing teacher discipline in this study, Reward from the Principal has a significant and positive effect on Teacher Discipline by 4.41%, Punishment from the Principal has a significant and positive effect on Teacher Discipline by 20.46%. Meanwhile, simultaneously the Principal's Leadership, Reward from Principal, and Punishment from Principal have a significant and positive effect on Teacher Discipline by 49.1%, while the remaining 50.9% is influenced by other variables outside of this study. This indicates that the principal’s leadership, reward and punishments from the principal do have an influence toward teacher discipline.